TRANSISI DEMOKRASI DI INDONESIA

Transisi demokrasi yang tengah berlangsung di Indonesia belum menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik. terbukti bahwa pemegang kendali pemerintahan dan ekonomi di negara ini relatif masih didominasi orang-orang lama.
Kekuatan pro perubahan belum terlalu signifikan dalam memberi warna perubahan, terutama di bidang ekonomi. Demikian saripati diskusi tokoh yang dilaksankan oleh PPSDMS Regional 1 Jakarta. Acara yang digelar di Asrama PPSDMS Jum’at (27/05/05) itu menghadirkan Ferry Juliantono, Ketua Dewan Pengurus Nasional Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gasperindo).
Ferry Juliantono juga mengingatkan gerakan pro perubahan agar memperhatikan nasib petani dan nelayan yang merupakan komponen masyarakat terbesar di negeri ini. “Sungguh ironis bangsa Indonesia. Karena kalau kita mau mencari golongan masyarakat miskin carilah petani dan nelayan, di negara agraris terbesar dan di negara yang mempunyai garis pantai kedua terpanjang di dunia”. Begitu Pak Ferry menambahkan.
Selama ini golongan petani dan nelayan kurang mendapat porsi perhatian yang sepadan dari pemerintah. Boro-boro memberikan bantuan, pemerintah malah mengimpor beras kala panen tiba. Praktis harga gabah jatuh dan petani dirugikan. Apalagi petani masih harus berhadapan dengan para tengkulak yang menjerat leher.
Selain itu, perburuhan di negara ini juga kurang tertangani dengan baik. Gerakan pekerja masih cenderung dianggap sebagai gerakan ke’kiri-kirian’. Padahal di negara luar, perburuhan menjadi perhatian serius baik dari pekerja sendiri maupun pemilik pabrik.
Akhirnya kita memang tidak bisa sekedar berharap. Tapi kitalah yang harus maju dan memegang kendali perubahan itu sendiri. Menjadi pemimpin, dan merubah dunia menuju perbaikan seutuhnya!!!
Dan mengabdi Tuhan …
Dan mengabdi bngsa ….
Dan negara Indonesia ….
(mars Universitas Indonesia)



























saya setuju dengan pendapat ferry dan menurut saya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah sekarang pada dasarnya hanya untuk tujuan politik dengan mengunakan tameng rakyat. untuk masalah perburhan diindonesia menurut say karena minimalnya alat pengaman dari angkatan bersenjata diindonesia