Print This Post

Sejarah

2002-2004, Angkatan I

Berangkat dari kesadaran bahwa ketersediaan pemimpin-pemimpin yang tangguh dalam jumlah yang masif, sehingga memiliki daya dorong yang cukup untuk menggulirkan bola salju perubahan, tidaklah mungkin diserahkan kepada “proses alam”, melainkan buah dari suatu rekayasa sosial yang terprogram, terstruktur, sistematik, konsisten dan berkesinambungan, Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis (PPSDMS) Nurul Fikri lahir pada hari Sabtu, tanggal 3 Agustus 2002 ditandai dengan dimulainya pembinaan angkatan I, di mana PPSDMS baru hadir di Regional 1 Jakarta, menghimpun para mahasiswa terpilih dari Universitas Indonesia. Kelahiran “bayi” PPSDMS tidak diwarnai oleh limpahan kemewahan, melainkan dinaungi oleh atmosfir kesederhanaan. Peluncuran secara resmi dilakukan di Masjid Baitussalam, Komplek PLN Duren Tiga Jakarta Selatan, di mana 20 orang Satria Muda dalam balutan the Yellow Jackets yang legendaris berkumpul, menyatukan ikrar untuk berjuang demi terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat dan meraih kebaikan dari Allah-Pencipta alam semesta. Setelah dikukuhkan, para pejuang itu berkumpul di sebuah rumah sederhana di Jalan Lenteng Agung Raya nomor 21 Jakarta Selatan, tepat di seberang kampus Universitas Indonesia, yang menjadi asrama pertama PPSDMS Regional 1 – dan saat itu regional satu-satunya – Jakarta.

Jika suatu hari PPSDMS mengukir prasasti, nama-nama Abdi Nugroho, Ahadiyat, Ahmad Hidayatullah, Alief Aulia Reza, Aresto Yudo Sujono, Azman Muammar, Berno Syamsul Fisahwan, Budiman Mahmud Musthofa, Faisal, Kurnia Fitra Utama, M. Iffan Fanani, M. Soleh Nurzaman, M. Nuryazidi, Mukhson Rofi Fidiyanto, M. Rizki Ramadhani, Novrika Riantony, Purba Purnama, Riswandi, Suryo Agus Triharto, dan Widiyanto, pasti akan terukir gagah sebagai “as-sabiquunal awwalun”, generasi pertama yang menyelesaikan masa pembinaan di PPSDMS pada tahun 2004, dan kini telah berkiprah di tiga sektor utama kehidupan masyarakat: Sektor Privat , Sektor Publik, dan Sektor Ketiga.

Mengenang peserta-peserta PPSDMS angkatan I itu mengingatkan pada firman Allah SWT:

Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita Ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan kami tambah pula untuk mereka petunjuk. [QS. Al Kahfi, 18:13]

PPSDMS lahir dengan kesadaran penuh bahwa dakwah yang mulia ini tidak mungkin diusung oleh satu pihak atau beberapa gelintir orang saja. ‘Amal jama’iy, kerjasama yang solid, merupakan kunci keberhasilan yang tak dapat ditawar. Karena itu jalinan kemitraan dengan berbagai pihak dirajut sejak awal keberadaan lembaga ini. Yayasan Paguyuban Ikhlas merupakan lembaga pertama yang “berjabat-tangan”, menjadi mitra strategis PPSDMS. Hingga hari ini, dan insya Allah seterusnya, silaturahmi yang penuh berkah itu terus berlanjut, bahu-membahu, seiring-sejalan, mencetak generasi pemimpin baru bangsa ini.

2004-2006, Angkatan II

Mengangkat harkat bangsa Indonesia artinya memuliakan 220 juta rakyatnya yang tersebar di ribuan pulaunya. Berapa jumlah kader pemimpin muda yang harus disiapkan? Tentu bukan sekedar 10, 100 atau 1000. Salah seorang anggota Dewan Penasihat PPSDMS pernah melontarkan bahwa PPSDMS akan mulai terasa kehadirannya dalam “denyut nadi” bangsa ini manakala alumninya telah berkisar 5000 orang. Karena itu, melakukan pengembangan institusi PPSDMS di berbagai daerah di Indonesia merupakan salah satu misi penting lembaga ini. Bahkan sejak awal PPSDMS berdiri, ketika praktis belum ada apa-apa kecuali nama dan cita-cita, telah dipancangkan tekad untuk hadir paling tidak di 12 kota besar Indonesia: Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bogor, Makasar, Banda Aceh, Padang, Palembang, Samarinda, Ambon, dan Jayapura.

Tahun 2003 penjajakan untuk membuka Regional 2 Bandung dimulai. Komunikasi dengan sahabat-sahabat dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang memiliki concern yang sama dilakukan dengan intensif. Berbagai survei pun digelar untuk menyiapkan markas PPSDMS yang kedua setelah Jakarta. Selanjutnya, giliran proses rekrutmen dan seleksi untuk mendapatkan 20 mahasiswa terpilih dari ITB yang siap ditempa untuk menjadi pemimpin paripurna.

Dan kemudian, Gedung Serba Guna Masjid Salman ITB, pada hari Sabtu, 10 Januari 2004, menjadi saksi pelantikan Bramasto Aryaka, Bustanul Mulyawan, Casdira, Danial, Dessy Amirudin, Galih Prasetya Utama, Ganda Rakhman Garnadi, Gayuh Nugroho Dwi Putranto, Goris Mustakim, Ida Rasita, Muhammad Arifin, Muhammad Syaiful Anam, Nanang Rosidin, Nurhadi Sukma Waluyo, Nurhasan, Sukarno, Trian Hendro Asmoro, Yogi Alwendra, Febrian Asrul, dan Wiyono, sebagai peserta PPSDMS angkatan II Regional 2 Bandung. Sebuah rumah berlantai dua yang tidak seberapa besar di kawasan jalan Tubagus Ismail Bandung, beberapa ratus meter dari kampus ITB, menjadi lokasi “kawah candradimuka” bagi pembinaan mereka selama dua tahun berikutnya.

Rekrutmen, seleksi, dan pelantikan peserta PPSDMS angkatan II terus bergulir. Bertempat di Auditorium Pusat Studi Jepang (PSJ) Universitas Indonesia, pada hari Sabtu, 7 Agustus 2004, dilantik 20 mahasiswa terpilih dari berbagai fakultas di UI sebagai peserta PPSDMS angkatan II Regional 1 Jakarta, sekaligus dilakukan wisuda PPSDMS angkatan I. Bersamaan dengan pelantikan Alief, Azman, Purba, Iffan, dan kawan-kawan sebagai alumni, dilantik pula 20 orang generasi penerus mereka: Adlil Umarat, Andy Tirta, Anjas Umaryadi, Arip Muttaqin, Arif Aprizal, Awidya Santikajaya, Fauzan Zidni, Habibi Yusuf Sarjono, Imron Irpani, Irvan Hermala, Jamal Irfani, Kindy Miftah, Muhammad Adam Hirsaman, Muhammad Agus Salim Sihotang, Rahmatri Mardiko, Raka Widasmara, Shofwan Al-Banna Choiruzzado, Umar Badarsyah, Zacky Khairul Umam, dan Zainal C. Airlangga. Asrama yang menjadi markas pembinaan pun berpindah ke sebuah bangunan sederhana yang lain di bilangan Pondok Cina, Depok, masih di seputar kampus Universitas Indonesia.

Perluasan wilayah berlanjut lagi ke Yogyakarta, yang merupakan Regional III PPSDMS. Proses rekrutmen dan seleksi yang dilakukan sebelumnya terhadap sejumlah mahasiswa terpilih dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menghasilkan 24 orang peserta yang dilantik pada hari Sabtu, 11 September 2004, bertempat di Auditorium Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Setelah dilantik, ke-20 Satria Muda itu – Adi Nur Fajri, Bachqrun Nurhutomo, Budi Saiful Haris, Dedy Purwanto, Dwi Yanto, Faisal Darmawan, Hanan Kunaifi, Hanif Arif Handoko, Haryandi, Hengki Ferdianto, Hysa Ardianto, Jauhari Chusbiantoro, Kindi Adam, Kuncoro Jati, Mohammad Ashari Hadianto, Oce Madril, Muhammad Syarif, Rino Ardiyan, Rizki Alriyanda, Ryan Anugrah Putra, Siswanto, Tito Yanuar Akbar, Trapsi Haryadi, dan Yanuar Agung Anggoro – menjalani empat semester pembinaan mereka di asrama berlantai dua yang representatif milik Bapak H. Albari yang mempersilakan PPSDMS Regional 3 Yogyakarta memanfaatkannya sebagai markas pembinaan, berlokasi di Gang Nakula, Ngabean Lor, Jalan Raya Kaliurang KM 8, Kabupaten Sleman.

Dan PPSDMS terus bergerak ke timur Indonesia. Surabaya, kota para syuhada kemerdekaan, menjadi sasaran berikutnya. Silaturahmi erat dengan sahabat-sahabat dari Institut Teknologi 10 Nopember (ITS), didukung penuh oleh Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF), berhasil melahirkan PPSDMS Regional 4. Sebuah rumah bercat putih di kawasan Mulyosari, Surabaya, menjadi markas pertamanya. Hari itu, Ahad, 19 Desember 2004, bertempat di Ruang Seminar lantai 3 Gedung Rektorat ITS, 20 pemuda harapan itu – A. Firmansyah, Agus Muhammad Ustad, Agus Widodo, Agus Ziyad Kurnia, Ali Anthaliano, Ali Wafa, Andi Hidayat, Andra Prima Putra, Arya Yudhi Wijaya, Caesar Hartono, Farid Abidin, Giyanto, Hadi Lukman Hakim, Heru Sukamto, Indra Prasetya Luthfi, Moko Nugroho, M. Chasby Sidqi, Nizar Ihromi Hidayat, Wahyu Hermanto, dan Yuda Dian Harja – mengikrarkan “Idealisme Kami”, idealisme PPSDMS Nurul Fikri: “Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri. Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur sebagai penebus bagi kehormatan mereka, jika memang tebusan itu yang diperlukan. Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan, dan terwujudnya cita-cita mereka, jika memang itu harga yang harus dibayar.”

Maka genaplah empat regional dan 84 peserta angkatan II yang berhimpun menyokong Visi PPSDMS Nurul Fikri. Walaupun karena keterbatasan kemampuan yang ada pada saat itu, keempat regional tersebut belum dapat memulai aktifitas pembinaannya secara serentak. Bandung mengawali di bulan Januari. Disusul Jakarta di bulan Agustus. Yogyakarta di bulan September. Dan akhirnya, Surabaya di bulan Desember 2004.

Selain merupakan periode “ekspansi wilayah”, bagi PPSDMS periode kedua ini juga merupakan periode penguatan akuntabilitas publik. Merespon era information and communication technology (ICT), tahun 2005 PPSDMS mulai mengoperasikan portal www.ppsdms.org yang merupakan media komunikasi utama dengan para stakeholders yang telah dengan setia mendukung lembaga ini. Berbagai informasi terkini mengenai aktifitas dan capaian PPSDMS, laporan keuangan, artikel kepemimpinan, resensi buku mengenai kepemimpinan, dan lain-lain, dapat diakses dengan sangat mudah oleh publik. Beroperasinya portal ini sekaligus meningkatkan akuntabilitas publik PPSDMS. Masih terkait dengan akuntabilitas publik, tahun 2006 untuk pertama kalinya PPSDMS meminta Akuntan Publik Dr Soegeng, Junedi, Chairul & Rekan melakukan audit atas laporan keuangannya. Hasilnya, Laporan Keuangan PPSDMS tahun 2005 mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion).

Ketika pertolongan Allah bersua dengan kerja keras, cerdas, dan ikhlas, serta kemitraan yang tulus berlandaskan kesamaan visi perjuangan maka tak ada yang tak mungkin dicapai. Selain YDSF, dalam periode ini PPSDMS juga mendapatkan tambahan dukungan dari ZIS Indosat, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Batasa Capital, Bank BNI, Bank BNI Syariah, LAZ BSM Ummat, dan Sampoerna Foundation. Maha Benar Allah SWT yang telah berfirman:

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. [QS. Al An ‘Ankabuut, 29:69]

2006-2008, Angkatan III

Pada angkatan III periode pembinaan 2006-2008 kembali PPSDMS memperluas aktifitasnya dan menambah jumlah peserta yang direkrut. Jika pada angkatan II direkrut 84 peserta di 4 Regional, pada angkatan III direkrut 150 peserta di 5 Regional. Pada angkatan III ini untuk pertama kalinya rekrutmen dan seleksi peserta, dan awal proses pembinaan, dilakukan secara serentak di seluruh regional. Di samping itu dimulai pula tradisi penyelenggaraan Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) yang menghimpun seluruh peserta PPSDMS di Jakarta di awal masa pembinaannya.

Peserta PPSDMS angkatan III Regional 1 Jakarta sudah mulai menempati asrama baru di lantai 3 Gedung PPSDMS. Tigapuluh jumlahnya Satria Muda yang telah mengangkat janji setia itu: Adhi Nugroho, Agung Firmansyah, Akhda Afif Rasyidi, Rachmat Ramdhani Fauzi, Andi Irawan, Andi Setyawan, Arif Raharto, Dasril Guntara, Dedi Laksono, Deny Hamdani, Dimas Arif Nurdianto, Edwin Nofsan Naufal, Hadi Cokro, Hans Hadida Syafruddin, Harry Setyono, Khuzaifah Hanum, Muhammad Anton Eka Sakti, M. Hassan A., Moch. Faisal Karim, Mohammad Kamiluddin, Rachmat Habibi Lubis, Refi Kunaefi, Riski Angri Wirawan, Safri Saipulloh, Suryanuddin, Syafril Bandara, Tegar Hamzah A., Ahmad Fauzi, Zhajang Lili Charli, dan Zulfadhli Nasution. Walaupun kemudian terdapat sedikit perubahan komposisi peserta PPSDMS Regional 1 karena beberapa orang tidak melanjutkan program pembinaan, dan terdapat satu orang peserta baru, yaitu Rizki M. Ghibran.

Sementara itu, PPSDMS Regional 2 Bandung juga menempati asrama di lokasi baru, tidak jauh dari asrama lama, yaitu di Jl. Tubagus Ismail nomor 32 Bandung. Berbeda dari angkatan II, di angkatan III ini di samping 20 mahasiswa terpilih dari ITB, terdapat pula 10 mahasiswa terpilih dari Universitas Padjadjaran (Unpad). Ketigapuluh orang pilihan itu adalah Achmad Zaky Syaifudin, Aditya Wahyu Pradana, Aep Saepudin, Afzalurrahman Assalam, Andria Surya Kusumah, Dani Saputra, Devandra Alferi, Dhimas Lazuardi Noer, Dwinanto Cahyo, Habiburohman Fajarsyah, Ibnu Hafidz Arief, Ilham Fatoni, Mohamad Yanuar Erdian Kusuma Romadhona, Makhadi Saputra, Muhamad Fajrin Rasyid, Muhamad Yunus, Muhammad Ismail Faruqi, Permata Nur Miftahur Rizki, Rahmat Romadhona, Tri Aji Nugroho, Zaki Ahmad Fathoni, Ahmad Fikri, Astomo Hadi, Eko Kurnia Saputra, Fiqih Santoso, Moch. Maulana Fadli, Muhamad Husni Mubaroq Al Iqbal, Sirodj, Zulfikar Aziz, dan Adi Satyadi Nagara.

Masih di Gang Nakula, Ngabean Lor, PPSDMS Regional 3 Yogyakarta membina Adkhilni Mudkhola Sidqi, Agung Baskoro, Agus Rachmanto, Akhmad Manrenrengi Taufik, Andrie Javs Valentino, Anggoro Praja Mukti, Arief Rakhman Prasetyo, Bintar Lulus Pradipta, Boy Cahyo Prihanto, Dennis Dunan, Dimas Hananto, Erdiansyah Rezamela, Fahdi Faaz, Hendri Bagus Satriyaningrat, IBP Angga Antagia, Imam Fauzi, Jalu Ahmad Prakosa, Lakso Anindito, M. Reza Ikhwan, M. Solihin Fikri, Muhammad Alfie Syahrin, Muhammad Nouvaliant Filsuf Tasaufi, Prima Agung Saputra, Qadaruddin Fajri Adi, Radityo Harya Pamungkas, Rezalino Zaini, Saevul Amri, Sunarso, Sutarman, dan Untung Nugroho Harwanto.

Regional IV Surabaya, regional PPSDMS yang terletak paling timur, juga tak ketinggalan melakukan perluasan. Untuk memperkuat dinamika proses pembelajaran di asrama, di angkatan III 20 mahasiswa terpilih dari ITS digabungkan dengan 10 mahasiswa terpilih dari Universitas Airlangga (Unair). Mereka adalah Ardi Arifianto, Atas Siregar, Chifrul Syaichudin, Deddy Kurniady, Deden Ade Nurdeni, Dimas Bagus Wiranata Kusuma, Djiwandou Agung Sudiyono Putro, Dody Firmansyah, Dwi Lastomo, Emal Zain Muzambeh Tun Basayut, Fahmi Machda, Fajar Christian, Fatihul Fuadi, Fuadie Rahman, Hidayat Anshori, Januar Adi Sigita, Khaerudin, Lutfan Sinatra, Mochammad Slamet, Moh. Kholid Yadi, Muhammad Subhan, Muhammad Hidayatullah, Muhammad Ibnu Ramdhani, Nur Cholis Dwi Saputro, Nuril Imansyah, Okta Sindhu Hartadinata, Ronny Hariyanto, Wawan Ismanto, Wildha Badrus Subkhi, dan Yusup Effendi. Dalam perjalanan proses pembinaan terjadi perubahan komposisi peserta karena terdapat dua orang peserta yang mengundurkan diri dan masuk satu peserta baru, yaitu Mahrezaldy Creza. Sebagaimana yang juga terjadi di Regional 2 Bandung, derap kehidupan asrama, diskusi dan argumentasi, wacana dan dinamika pemikiran, menjadi lebih berwarna karena mahasiswa-mahasiswa teknik dan eksakta dari ITS dikumpulkan dengan rekan-rekannya yang berlatar-belakang ilmu-ilmu sosial dari Unair.

Bogor, kota terdekat dari Kantor Pusat PPSDMS, menjadi lokasi PPSDMS Regional 5. Melalui proses seleksi yang cukup ketat terpilihlah 30 mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang bergabung bersama rekan-rekan mereka dari keempat Regional PPSDMS yang lain di angkatan III: Hasan Abduh Andi Sihotang, Andika Tri Saputra, Ardi Priasa, Ari Try Purbayanto, Edy Setyawan, Eka Febrial, Eko Susanto, Fitrah Rachmat Kautsar, Fariz Saeful Romza, Fehmi Kurnia, Feri Setyawan, Fitroh Sapto Nugroho, Galih Nugroho, Gema Buana Putra, Hari Bowo, Ihsan Purwadi, Ikin Sodikin, Imam Sucipto, Januar Ardiyanto, Mohammad Zaenuri, Muhammad Taufiqullah Assyaukani, Najmi Anniro, Nazrul Anwar, Shohib Qomad Dillah, Sigit Susilo, Tetuko Dito Widiarso, Triswanto Nuradmojo, Wahyu Purwanto, Warid, dan Yogi Santoso.

Sejalan dengan perluasan dan peningkatan aktifitas pembinaan yang dilakukan oleh PPSDMS, jumlah mitra strategis dan donatur yang menjadi pendukung setia kiprah PPSDMS juga terus bertambah. Hingga akhir masa pembinaan angkatan III, PPSDMS didukung penuh oleh Yayasan Paguyuban Ikhlas (YDSF), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF), Dompet Dhuafa (DD) Republika, SKI Indosat, Batasa Capital, Bank BNI dan BNI Syariah, Laznas BSM Ummat, Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI, IM2, LAZ PT Pembangunan Jaya Ancol, Mien R. Uno Foundation, dan TIKI JNE, serta lebih dari 500 orang individu yang menyalurkan zakat, infak, shadaqah, dan wakafnya.

Ke-150 orang peserta PPSDMS dari kelima Regional mengawali periode pembinaan mereka dengan mengikuti Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) 2006 yang diselenggarakan tanggal 31 Juli-26 Agustus 2006. Setelah setahun dibina di asrama masing-masing, mereka kembali berkumpul di Jakarta untuk memperkuat idealisme dan paradigma kepemimpinan profetik yang hendak dibangun melalui forum Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) 2007, tanggal 2-7 September 2007. Jika PKN 2006 dipusatkan di Gedung P4TK Srengseng Sawah, Jakarta Selatan maka PKN 2007, selain mengambil tempat di lokasi yang sama, juga menggunakan Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, untuk rangkaian kegiatan outbound yang merupakan acara puncak PKN di dua hari terakhir. Sebelum diwisuda sebagai alumni PPSDMS, para peserta angkatan III sekali lagi berkumpul bersama di PKN 2008, 6-10 Agustus 2008, meneguhkan visi, memperkokoh janji, untuk senantiasa mempersembahkan bakti demi negeri.

2008-2010, Angkatan IV

Terus berlari dan berubah adalah keniscayaan sunatullah bagi apapun atau siapapun yang ingin bertahan dan tak terlindas zaman, termasuk juga bagi PPSDMS. Berangkat dari kesadaran penuh bahwa stakeholders sejati lembaga ini adalah segenap umat Islam dan bangsa Indonesia yang rindu akan kebangkitan, kehormatan, dan kejayaan, menyongsong angkatan IV PPSDMS melakukan sejumlah perubahan dan pembenahan. Beberapa yang sangat signifikan dan mendasar antara lain:

Pertama, kurikulum pembinaan yang lebih terstruktur, di mana Visi PPSDMS diterjemahkan menjadi 10 Aspek Pembinaan Kepemimpinan. Selanjutnya, capaian dalam merealisasikan 10 Aspek Pembinaan Kepemimpinan tersebut dievaluasi berdasarkan 30 Kriteria Keberhasilan. Mekanisme evaluasi disempurnakan dengan menerapkan metoda evaluasi diri (self-assessment) yang kemudian diverifikasi oleh pihak-pihak yang berwenang. Untuk memperbesar peluang keberhasilan para peserta mencapai kriteria keberhasilan tersebut, PPSDMS memprogramkan 14 kurikulum utama yang terdiri dari kurikulum pekanan, kurikulum bulanan, dan kurikulum khusus. Beberapa kurikulum utama telah dilengkapi dengan silabus yang terstruktur dan rinci. Kurikulum utama tersebut dilengkapi pula dengan kurikulum lokal yang secara khas dirancang dan diterapkan di masing-masing Regional.

Kedua, reformasi mekanisme rekrutmen dan seleksi peserta. Di sisi rekrutmen, pada angkatan IV ini diperkenalkan metoda pendaftaran secara on-line melalui portal www.ppsdms.org, walaupun tetap didampingi oleh metoda off-line. Perubahan ini terbukti meningkatkan jumlah pendaftar menjadi sekitar 800 orang, dibandingkan hanya sekitar 600 orang pada angkatan III. Di sisi seleksi, dilakukan penyempurnaan yang signifikan, di mana digunakan Spiritual Capital Assessment (SCA), Tes Kesamaptaan Jasmani, dan Pemeriksaan Kesehatan, untuk melengkapi TPA, Tes Bahasa Inggris, Tes Presentasi, Tes Wawancara, dan Tes Psikologi yang telah digunakan sejak angkatan sebelumnya. Dari proses seleksi yang terdiri dari enam tahap tersebut telah dihasilkan 160 peserta PPSDMS angkatan IV, di mana jumlah peserta Regional 2 Bandung dan Regional 4 Surabaya bertambah, masing-masing menjadi 35 orang, dari sebelumnya 30 orang.

Ketiga, penguatan Asrama sebagai pusat kegiatan pembinaan, dengan pertimbangan bahwa asrama merupakan ujung tombak proses pembinaan yang bukan hanya bersentuhan langsung namun juga berinteraksi sangat intensif dengan para peserta yang dibina. Mulai angkatan IV ini di tiap Asrama Regional ditempatkan seorang Manajer Asrama yang merupakan pegawai purna waktu, bertanggungjawab langsung kepada Manajer Program di Pusat, dan berkordinasi dengan Pembina Regional masing-masing. Sebelum memangku jabatannya, para Manajer Asrama telah melewati tahap-tahap seleksi yang ketat. Setelah lulus seleksi mereka masih diwajibkan mengikuti Sekolah Manajemen Asrama Tingkat Dasar (SMA-TD) tanggal 28 Juni-6 Juli 2008. Selanjutnya kompetensi mereka terus diperbaharui dan ditingkatkan melalui Sekolah Manajemen Asrama Tingkat Madya (SMA-TM) dan Sekolah Manajemen Asrama Tingkat Lanjut (SMA-TL).

Selain itu, di tahun 2008 dukungan atas kiprah PPSDMS juga semakin menguat dengan bergabungnya Bank Mayapada serta Kementerian Negara Pemuda dan Olah Raga RI sebagai Mitra Strategis PPSDMS.

Video PPSDMS

Perpustakaan Keliling PPSDMSMilad 5 PPSDMS 2002-2007

Testimonial

Berpikir Strategis
Berpikir Strategis
Yuda Dian Harja*) Beberapa waktu yang lalu, Bapak Dr. Daniel M. Rosyid pernah berbicara di Asrama Regional 4 Surabaya tentang berfikir strategis. Mungkin sudah terlalu lama, tetapi saya fikir tema ini masih sangat relefan untuk direnungkan. Saya ing...

Leadership Corner

Kepemimpinan Thalut di Masa Kegoncangan Politik
Kepemimpinan Thalut di Masa Kegoncangan Politik

Sapto Waluyo
Kehadiran seorang pemimpin sangat diharapkan untuk mewujudkan stabilitas sosial-politik. Sebaliknya, kekosongan kursi kepemimpinan (vacuum of leadership) akan memancing suasana kegoncangan, bahkan pertikaian politik. Hal itu terjadi di masa lalu dan masa sekarang dengan fenomena yang beragam.
Ironisnya, di tengah situasi ketidakpastian itu seringkali tampil segelintir elite yang memiliki ambisi tersendiri untuk mencapai puncak kekuasaan. Manuver [...]

Portal Peserta PPSDMS