Print This Post

Teknologi vs Lingkungan

Ryan Anugrah Putra
Peserta PPSDMS Regional III Yogyakarta

Seringkali pembangunan di bidang teknologi dibenturkan dengan kerusakan lingkungan, sehingga terkadang seolah-olah terjadi dua kutub, kutub yang pertama teknolog yang terkesan tak peduli lingkungan dan kutub kedua pecinta lingkungan yang sinis terhadap kemajuan dan aplikasi teknologi.Teknologi sebenarnya adalah cara dan usaha untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Teknologi adalah alat bantu manusia untuk mengolah alam, mempermudah kegiatan dan lain sebagainya yang terkait dengan kebutuhan manusia. Setiap aplikasi dari teknologi akan membawa manfaat bagi manusia di satu sisi dan disisi yang lain juga membawa efek negatif baik bagi manusia ataupun bagi lingkungan. Kendaraan misalnya, jika dahulu manusia harus menghabiskan waktu berhari- hari untuk berpindah dari satu daerah ke daerah yang lain maka dengan kendaraan sebagai aplikasi teknologi, perjalanan itu bisa ditempuh hanya dalam beberapa jam saja atau bahkan lebih cepat dari itu. Tetapi di balik keuntungan itu penggunaan kendaraan yang dari waktu ke waktu semakin banyak dan makin beragam juga ternyata menimbulkan efek negatif seperti polusi udara yang tidak hanya menimpa lingkungan tetapi juga menyerang kesehatan manusia. Di tingkat aplikasi teknologi yang lebih tinggi kita mengenal teknologi nuklir, di satu sisi aplikasi nuklir sangat bermanfaat bagi manusia seperti sebagai pembangkit listrik yang cukup murah tetapi di sisi yang lain dunia telah mencatat betapa nuklir bisa menjadi senjata yang sangat tak berkeprimanusiaan ketika melumatkan Hiroshima dan Nagasaki. Radiasi yang diakibatkan nuklir tidak hanya menyebabkan kematian tetapi juga penderitaan berkepanjangan dikarenakan mutasi gen sehingga manusia cacat seumur hidupnya. Tampaknya antara efek positif dan negatif dari aplikasi teknologi seperti dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Disinilah kecerdasan akal dan jiwa manusia teruji. Kecerdasan akal membuat manusia berupaya keras untuk meminimalisir dampak negatif teknologi sampai taraf yang tidak membahayakan atau dapat diterima sistem alami yang berlaku pada manusia ataupun alam. Mulailah kita melihat negara-negara maju mengkampanyekan tentang pentingnya aspek lingkungan sehingga muncullah standar kualitas seperti ISO 14000. Mulailah kita lihat di negara maju tanda recycle pada kemasan suatu produk yang menandakan kemasan itu bisa di daur ulang, sehingga tanpa mencantumkan tanda itu maka produk itu tidak akan laku di pasaran. Kita juga bisa melihat produsen mobil di negara-negara maju mengembangkan energi alternatif seperti energi cahaya matahari sebagai pengganti dari penggunaan bahan bakar minyak. Tetapi terkadang kita dibuat kecewa di balik rasa peduli mereka terhadap lingkungan, tidak jarang itu hanya menjadi strategi bisnis untuk memenangkan produknya di pasaran, kita juga kecewa mengapa mereka tidak menerapkan kepedulian lingkungan di negara-negara di mana perusahaan-perusahaan mereka beroperasi. Setelah puas mengeruk kekayaan alam suatu negara dan merusak alamnya lalu mereka pergi seolah tidak ada sedikitpun kesalahan yang mereka perbuat. Mereka memilih teknologi yang terbaik dan sangat ramah lingkungan tetapi disisi lain menyarankan dan mendukung aplikasi teknologi yang sudah mereka tinggalkan karena efek negatifnya kepada suatu negara yang memang memiliki tingkat penguasaan teknologi di bawah mereka. Di sinilah terbukti bahwa kecerdasan akal saja tidak akan pernah cukup tanpa disertai kecerdasan jiwa. Kecerdasan jiwa akan mengontrol manusia untuk tetap memelihara sifat-sifat kemanusiaannya sehingga tidak terjadi penyimpangan menjadi sifat binatang yang menyebabkannya tega memangsa sesama. Kata kunci tetap terletak pada manusia sedang teknologi hanyalah alat yang dikendalikan oleh manusia. Aplikasi teknologi akan sangat merugikan dan menimbulkan kerusakan yang dahsyat ketika dikuasasi oleh orang-orang yang cerdas akalnya tetapi bodoh jiwanya. Oleh karena itu kebutuhan akan orang-orang yang cerdas akal dan jiwanya sangat besar sehingga mampu mendominasi dan memberikan manfaat yang optimal dari aplikasi teknologi tidak hanya bagi manusia tetapi lingkungan dan alam secara keseluruhan.

Admin

Hi! I am Agus Muhammad Ustad, a Junior Geophysicist who have a great interest in research and education. My favorite subjects are geosciences, physics, and mathematics.

Admin has written 139 posts
Website: http://www.ustadz.net

5 Responses to “Teknologi vs Lingkungan”

  1. alhiko says:

    tulisan yg menarik. saya stuju skali dgn uraiannya. salam kenal. mohon ijin mengutip beberapa bagian dari tulisan ini utk posting di blog saya. Trims. Sukses slalu..

  2. novi says:

    saya sangat setuju banget atas uraiannya dan itu menegaskan banget kalo teknologi itu gak semuanya benar dan ramah lingkungan

  3. ida bagus wisnu says:

    sory…… saya mengambil beberapa kata untuk dijadikan bahan dalam tugas bahasa indonesia yaitu karya tulis

  4. FUCK says:

    terlalu biasa bahasannya

  5. putu says:

    lam knal,tulisan yang sangat menarik mengenai pengaruh teknologi terhadap lingkungan yang mana teknologi ibaratnya 2 mata pisau yang berbeda yang satu sisi sebagai penolong dan di sisi yang lain sebagai pembunuh.
    mhn ijn mengutip beberapa kata untuk bahan tugas filsafat

Leave a Reply




Video PPSDMS

Perpustakaan Keliling PPSDMSMilad 5 PPSDMS 2002-2007

Testimonial

Jihad Melawan Mafia Hukum
Jihad Melawan Mafia Hukum
Oce Madril Penegakan hukum di tahun lalu mencerminkan bahwa hukum laksana sebuah mata pisau ketidakadilan. Tajam ke bawah tumpul ke atas. Tajam ke arah maryarakat miskin, sebaliknya tumpul di hadapan kekuasaan dan pemilik akses ekonomi dan politik. S...

Leadership Corner

Kepemimpinan Profetik: nabi Daud a.s
Kepemimpinan Profetik: nabi Daud a.s

“Tidakkah kamu perhatikan para pemuka Bani Israil setelah Musa wafat, ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka, “Angkatlah seorang raja untuk kami, niscaya kami berperang di jalan Allah”. Nabi mereka menjawab, “jangan-jangan jika diwajibkan atasmu berperang, kamu tidak akan berperang juga?” Mereka menjawab, “ Mengapa kami tidak
akan berperang di jalan Allah, sedangkan kami telah diusir [...]