Proses Pendadaran Pemimpin Masa Depan
Oleh: Laksda (Purn) Husein Ibrahim, MBA
Merupakan suatu kehormatan dan kenikmatan yang sangat besar bagi saya bisa bertemu dengan Anda. Sebelum memberikan beberapa arahan, saya perlu menyampaikan latar belakang perjumpaan saya dengan PPSDMS. Tahun 1992 anak saya belajar di SMA 34 Jakarta dan sore harinya mendapatkan bimbingan khusus di Bimbingan Belajar Nurul Fikri. Sejak pertama kali bertemu dengan Pak Musholli, hati saya mendendangkan sesuatu, anak muda satu ini berbeda dengan yang lain. Saya melihat dari matanya dan caranya berbicara. Suatu kenikamatan Allah mengirimkan beliau untuk melakukan pembinaan di PPSDMS.
Beliaulah yang membawa ideologi. Ideologi ini sangat mendasar. Saya adalah Laksamana lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1966 dan mengabdi di sana sampai tahun 1998. Saya berterus terang bahwa pembinaan yang paling mantap adalah PPSDMS. Apa sebabnya? Pertama, kalian telah diseleksi dengan sangat ketat. TNI juga diseleksi. Anda sekarang ini mendapatkan Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) di awal pembinaan. TNI sebelum masuk menjadi TNI, selama tiga bulan mendapatkan Latihan Dasar Kempemimpinan. Namun pembekalan di PKN ini berbeda dengan pembinaan TNI, yaitu mendatangkan pembicara yang memiliki kelebihan dalam satu hal, yaitu keikhlasan.
Berbicara tentang perdagangan (tijarah) di dalam Al Quran. Sesunguhnya sejak Anda diseleksi hingga dua tahun ke depan adalah perdagangan dengan Allah. Kita habiskan, wakafkan seluruh tenaga dan pikiran kita dalam rangka menghasilkan kader-kader yang berkualitas. Dengan dasar keimanan yang dalam kepada Allah, Rasul-Nya dan kemudian kita berjihad dengan harta dan jiwa kita. Jihad dengan harta dan jiwa bukanlah perkara yang mudah. Pada masa lalu para pejuang kita berjuang dengan harta dan jiwa untuk kemerdekaan bangsa ini. Namun sekarang para Anggota Dewan yang terhormat, yang memperoleh gaji puluhan juta rupiah, diminta untuk tidak melakukan korupsi sangat susah.
Siapkah Anda masuk ke dalam kawah candradimuka pembinaan PPSDMS? Jika Anda siap, ini akan menentukan langkah selanjutnya. Sekarang ini dapat saya katakan bahwa ini adalah tempat pendadaran. Seakan-akan anda diminta untuk membuka dada anda dan siap diisi dengan sesuatu. Diisi dengan segala nilai-nilai agama yang akan memberikan corak warna karakter Anda, yang harapan kami sesuai dengan apa yang telah Anda ucapkan dalam Mars PPSDMS, Hymne PPSDMS dan “Idealisme Kami” tadi. Sehingga semua itu bukan hanya sekedar untuk dibawakan pada saat upacara-upacara semata. Jika memang semua itu masih dirasa sulit dan berat untuk diwujudkan, saya kembalikan lagi kepada Anda semua. Belum terlambat waktu buat Anda, jika ingin mengundurkan diri dari Program Pembinaan ini. Jika Presiden saat akan melantik Menteri-menterinya ada kontrak politik, maka demikian pula antara kami dengan Anda. Sesungguhnya di balik itu semua terdapat kenikmatan besar yang juga kelak akan menjadi modal besar untuk mengabdikan diri Anda di dunia dan di akhirat.
Lembaga ini dibangun dan didanai oleh dana para Aghniya. Dan mereka memberikan kepercayaan yang sangat besar kepada kami untuk mengelola dana ini demi menghasilkan kader-kader masa depan harapan bangsa. Walau berat, kami yakin insya Allah kami mampu mengemban amanah ini. Kader-kader yang akan dihasilkan kelak akan mengisi posisi-posisi strategis yang menjadi agen-agen perubah yang diharapkan dapat menuntaskan permasalahan yang ada hari ini.
Sebagian besar rakyat kita saat ini berada dalam keadaan yang melarat (dhuafa). Mereka mendambakan lahirnya pemimpin masa depan yang memiliki keikhlasan, hatinya selalu bersama rakyat, yang setiap detiknya berpikir tentang nasib rakyatnya yang dhuafa. Sehingga Anda semua sesungguhnya berkewajiban untuk memberikan perhatian kepada mereka. Inilah hubungannya dengan perdagangan yang kita singgung di awal tadi. Perdagangan yang dimaksud di sini sesungguhnya sangat luas maknanya. Sehingga jika Anda telah memiliki hati yang dekat kepada dhuafa, maka Anda akan selamat dan kelak akan menjadi seperti pemimpin-pemimpin besar sebelumnya.
Kita lihat teladan kita, Muhammad SAW yang sangat perhatian dengan dhuafa. Demikian pula yang dicontohkan sahabat Ali bin Ali Thalib yang juga dhuafa, namun mengabdikan seluruh hidupnya untuk kepentingan rakyat dan mencari ridha Allah. Di Indonesia kita bisa belajar kepada pahlawan nasional kita, Panglima Besar Jenderal Sudirman yang tidak punya apa-apa. Tetapi, hingga akhir hidupnya terus menunjukkan semangat perjuangan yang tak kenal lelah melawan agresi Belanda.
Saya ingin menyampaikan satu hal tentang Pancasila. Bahwa yang merumuskannnya adalah para ulama-ulama besar yang dilahirkan oleh institusi seperti PPSDMS, yaitu Jami’at al-Khair. Lembaga ini bergerak di bidang pendidikan di daerah Tanah Abang yang sejak tahun 1901 mampu mendidik kader-kader bangsa dari Sabang sampai Merauke memiliki satu jiwa yang memiliki keberpihakan kepada kepentingan bangsa dan negara. Dari mereka inilah kemudian lahir peristiwa 1928. Kalau boleh saya katakan bahwa besarnya jiwa umat Islam adalah pada saat tersebut. Saat dimana bahasa dan komunitas yang dominan adalah Jawa. Namun karena rasa persatuan dan kesatuan yang tinggi, maka selamatlah bangsa kita sehingga kemudian memperoleh kemerdekaan di tahun 1945.
Indonesia adalah negara yang besar yang terangkai dari Sabang hingga Merauke. Terdiri atas bebagai macam pulau. Agamanya memang didominasi oleh Islam, namun ada juga agama yang lain yaitu Kristen Katolik, Protestan, Hindu dan Budha. Saya pun yakin bahwa Pancasila sesungguhnya ideologi dunia. Apa sebabnya? Semua sila-sila yang ada sifatnya sangat mendasar dan dari keyakinan kita sebagai Umat Islam. Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa kita maknai sebagai kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya. Dua, Kemanusiaan yang adil dan beradab dapat kita ambil contoh Amerika yang begitu besar tidak memiliki rasa kemanusiaan dan bukan manusia yang beradab. Ketiga, Persatuan Indonesia, adalah kekuatan dimana mayoritas kita dapat berperan sebagai rahmatan lil ‘alamin. Keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Kita tidak mengenal demokrasi penuh. Tidak mengenal bahwa yang kuat pasti menentukan segalanya. Akan tetapi yang kita kenal adalah demokrasi terpimpin yang ada acuannya. Terakhir, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun sekarang ini implementasi nilai-nilai Pancasila sudah sangat sedikit, karena Pancasila telah diselewengkan oleh rezim Orde Baru.
Perjalanan selama dua tahun ke depan adalah perjalanan yang sangat panjang. Akan tetapi yang lebih panjang lagi adalah perjalanan pengabdian Anda setelah lulus dari PPSDMS. Kita harus memiliki semangat berbagi yang tinggi. Insya Allah, dengan jalan ini Allah akan memberikan kita kenikmatan yang semakin banyak lagi. Yang namanya memberi tidak harus dalam bentuk materi. Yang punya otak dengan otaknya, yang punya hati dengan hatinya, yang punya apa pun silakan berikan semampunya.
Sebelum saya buka, saya mengajak kepada kita semua berjanji untuk mewujudkan apa yang ada di dalam Mars, Hymne PPSDMS dan Idealisme Kami tadi. Ketika anda menjadi Alumni nanti hendaklah Anda menginfaqkan sebagian harta anda untuk kepentingan umat. <>
*) Ketua Dewan Penyantun PPSDMS Nurul Fikri. Disampaikan dalam acara pembukaan Pendidikan Kepemimpinan Nasional pada 4 Agustus 2008 di Gedung P4TK, Jakarta.




























mh bagus juga tapi implementasi itu lebih penting dari pada sebuah wacana.memahami tugas apa yang dilaksankan untuk masa depan .