PPSDMS Regional Jakarta, Angkatan 2: Tebar Prestasi di Mancanegara
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:IN;} p.MsoNoSpacing, li.MsoNoSpacing, div.MsoNoSpacing {mso-style-priority:1; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:IN;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
K ali ini momen khusus adalah syukuran Awid dan Arip. Bulan Juni ini, Awid akan
melanjutkan studi master selama dua tahun di Johns Hopkins University (JHU) untuk bidang studi
International Economics. JHU dikenal memiliki reputasi global. JHU memainkan peranan penting dalam
percaturan politik negeri Paman Sam. Awid tidak hanya diterima di JHU, ia juga diterima di tiga universitas di Amerika Serikat, yaitu Unversitas Pittsburg, Universitas Boston dan Universitas New Jersey.
Demi menggapai cita-citanya kuliah di AS, Awid rela melepaskan beasiswa ADS (Australia Development
Scholarship) yang sudah di tangan. Di JHU, Awid mendapatkan full scholarship, yaitu kerja sama Departemen Luar Negeri (tempat beliau bekerja) dan USAID. Setelah melewati seleksi yang
super ketat, hanya tiga orang penerima beasiswa bergengsi ini dari puluhan pelamar di lingkungan Deplu. Tuition fee universitas di US yang super mahal ditanggung oleh USAID. Untuk
JHU, besarnya tuition fee sekitar $ 35.000 per tahun! The Scholar juga mendapatkan monthly allowance yang lebih dari cukup, diatas $ 2.000 per bulan. Akhir Mei ini Awid akan berangkat ke JHU untuk mulai kuliah hingga dua tahun kedepan.
Sementara Arip akan melanjutkan pendidikan di Perancis, juga dengan full scholarship. Arip lebih memilih Eropa untuk mengembangkan studinya. Tak berbeda dengan Awid, Arip juga
mendapatkan acceptance letter dari beberapa universitas di Eropa, diantaranya sebuah universitas di Italia (Ca’Foscari Univ, Venice), dua universitas di Swiss (Univ de Lausanne dan Univ
Neuchatel), satu universitas di Spanyol (Univ Autonomous Barcelona) dan dua universitas di Prancis (Univ Toulouse 1 dan Paris 1 Pantheon Sorbonne). Arip memilih kuliah di Universitas Toulouse 1 dengan bidang studi ekonomi, atau lebih dikenal sebagai Toulouse School of Economics (TSE).
Arip menyingkirkan pesaing-pesaing dari mancanegara. Perlu diketahui, tahun 2009, hanya ada 4 mahasiswa dari Indonesia yang mendapatkan Eiffel Scholarship. Bahkan tahun 2008,
hanya satu orang Indonesia. Sisanya didominasi mahasiswa dari china (115 orang), brasil (67), india (25) dan rusia (24) atau dikenal BRIC. Jumlah Eiffel scholar untuk master tahun 2009
adalah 407 orang.
Selain Awid dan Arip, para alumni PPSDMS itu masih meretas jalan menuju cita-cita. Habibi misalnya, ia
sedang studi di ITB bidang studi Defense Management, program sangat menarik yang merupakan gabungan antara sipil dan militer. Habibi mendapatkan beasiswa dari British Council. Dalam waktu dekat Habibi akan mengikuti kegiatan summer course di Eropa. Sementara Fauzan masih menyelesaikan program masternya di National University of Singapore (NUS), Singapura, bidang public policy.
Berbeda dengan Habibi dan Fauzan, Aprizal menekuni bisnis asuransi syariah. Begitu pula Kindy
yang saat ini telah bekerja di Bank Muamalat, bank syariah pertama di Indonesia. Zaenal sedang merampungkan riset pribadinya. Topiknya menarik, yaitu tentang student movement. Diko, saat ini masih kuliah master di Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia, sambil kerja. Di tengah pertemuan, telepon berdering dari Korea Selatan. Adalah Andi Tirta, meski berada di Korea
Selatan masih menyempatkan diri untuk menelepon. Andi Tirta masih berada di Korea Selatan dan kemungkinan melanjutkan program Doktor, karena risetnya mendapat nilai excellence. Berita tak kalah menggembirakan datang dari Shofwan. Ia segera terbang ke Swiss untuk mempresentasikan
papernya yang menyabet juara pertama tingkat internasional. Tak tanggung-tanggung, ia mengalahkan
peserta dari Harvard dan London School of Economics (LSE). Selamat kawan!(mi)
Tulisan Terkait
sapto
My name's Sapto. Born in Jakarta, grew up in Surabaya, and proud to be an Indonesian Muslim. I'm a journalist and always be a journalist till my last day. My education background, major in international relations and minor in strategic studies, but concerning in anti-corruption movement, counter-terrorism policy/strategy and contemporary Islam.
sapto has written 200 postsWebsite: http://


























