Penyiapan Pemimpin Masa Depan
dr. Arief Basuki, Sp. An.
Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap dipuja-puja bangsa
…
(Ismail Marzuki)
Rasanya sulit memulai dari sisi mana bangsa ini harus berbenah. Kekayaan alam yang melimpah seolah tak berharga untuk mengongkosi pencarian solusi. Berbagai masalah tengah menghimpit Indonesia: ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal karena dampak dari ACFTA (Asean-China Free Trade Agreement), kasus Bank Century, kriminalisasi pimpinan KPK. Permasalahan makin jelas, ketika kita melihat realitas kerja para pemimpin belum ada sinergi untuk membangun bangsa yang besar. Belum terciptanya check and balance dari pemerintah dan kelompok pengawas dan masih banyaknya pemimpin yang mendahulukan kepentingan pribadi dan kelompok, serta mereka yang bersikap oportunis dan pragmatis.
Kepemimpinan Strategis (Super Leadership) adalah konsep alternatif untuk menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa. Kepemimpinan yang disiapkan sejak hilir sampai hulu. Kita menyadari bahwa pemimpin tidak dilahirkan, tapi disiapkan. Penyiapan ini sejak awal (pembuahan) sampai akhir (meninggal dunia). Islam sebagai ajaran yang komprehensif telah mengatur proses penyiapan kepemimpinan ini, dimana proses awal ketika tahap mencari pasangan. Islam telah mengatur jelas sejumlah kriteria yang perlu diperhatikan, mulai dari kecantikan fisik, kekayaan materi, kedudukan, dan keimanan.
Islam menegaskan prioritas utama adalah keimanan. Faktor ini kemudian melandasi perjalanan kehidupan selanjutnya. Proses penyiapan pemimpin dalam Islam makin jelas ketika di masa calon bayi masih dalam masa kandungan. Pada masa bayi sampai umur enam bulan disunnahkan untuk memberikan gizi yang optimal dalam kandungan. Hal ini berpengaruh pada pembentukan otak anak. Selain itu, Islam juga mengatur selama anak masih dalam kandungan, ibunya diminta untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik. Itu juga berpengaruh terhadap kepribadian bayi dalam kandungan.
Penyiapan kepemimpinan juga harus memperhatikan aspek lingkungan, baik lingkungan keluarga, sekolah dan tempat bermain di sekitarnya. Keteladanan orang tua dan orang di sekitarnya pada masa awal pertumbuhan anak akan membentuk kepribadiannya. Sikap orang tua dalam menempatkan anak di tengahm keluarga juga berpengaruh untuk pembentukan mental dan potensi kepemimpinan anak. Anak banyak menghabiskan waktu pertumbuhannya di masa-masa awal mengenal lingkungannya di sekolah. Karena itu, lingkungan sekolah harus dijaga sebagai prioritas penggodokan jiwa kepemimpinan.
Proses pertumbuhan kepribadian anak dalam hubungannya dengan penyelesaian masalah bangsa saat ini tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri dalam kehidupan keluarga masing-masing, namun diperlukan kepemimpinan yang bersinergi dan menyeluruh di segala bidang. Pusat-pusat pembinaan kepemimpinan perlu diciptakan, agar generasi muda tertampung semua di dalamnya. Jangan sampai ada generasi muda yang tercecer di jalanan, lalu berperilaku justru merusak tatanan masyarakat. Pengkaderan kepemimpinan muda akan turut meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia, sehingga posisi kita di tengah pergaulan antarbangsa akan cukup dihormati. Dengan kualitas sumber daya manusia yang andal, maka kita dapat menuntaskan berbagai problema yang ada. [dani]


























