Print This Post

Panduan untuk Calon Pemimpin Bangsa

Judul : Pedoman Sistem dan Manajemen Pembinaan (2008-2010)

Penerbit : PPSDMS Nurul Fikri

Penyusun : Bidang Program

Tebal : 138 halaman

Inilah buku pertama yang diterbitkan PPSDMS. Sebelumnya PPSDMS hanya mengeluarkan laporan tahunan dan progress report lembaga (2007). Buku ini memang bersifat internal, namun manfaatnya bisa dipetik khalayak luas. Melalui buku ini kita bisa mengetahui sejarah lahir dan berkembangnya sebuah lembaga pengkaderan bagi kepemimpinan nasional. Gagasan besar yang dimulai dengan langkah kecil, tapi konsisten hingga tujuan tercapai.

Dalam buku ini juga diuraikan lebih membumi tentang Visi dan Misi yang diemban, serta Idealisme yang diperjuangkan PPSDMS. Disamping itu, turut dirinci sistem dan manajemen pembinaan, serta kurikulum untuk beberapa program utama. Lampirannya pun sangat penting, karena memuat contoh silabus dan evaluasi kegiatan. Sebuah gambaran yang utuh tentang program pembinaan kaum muda sebagai calon pemimpin bangsa. Jika ada yang kurang, yakni contoh hasil pembinaan PPSDMS, para alumni yang tersebar di berbagai daerah dan lapangan profesi. Dari situ dapat diukur efektivitas pembinaan yang telah dijalankan.

Kegiatan PPSDMS dimulai pada 3 Agustus 2002, dengan 20 mahasiswa Universitas Indonesia sebagai peserta Angkatan I, yang diasramakan di sebuah rumah kontrakan, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Rumah di tepi jalan raya, di seberang kampus UI itu menjadi saksi rintisan perjuangan. Dengan segala suka-duka, program berkembang pada angkatan II (2004-2006), dengan pembukaan Regional 2 Bandung dan Regional 3 Yogyakarta, lalu digenapi Regional 4 Surabaya. Pada angkatan III (2006-2008) dimulai pula pembinaan Regional 5 Bogor. Sebenarnya target perluasan hingga 12 Regional, mulai dari Banda Aceh, Makassar, hingga Jayapura. Akan tetapi, hal itu membutuhkan dukungan dari banyak mitra di seluruh Indonesia. Kualitas pembinaan lebih diutamakan daripada perluasan program yang akan menyita energi lebih besar.

Untuk itu, penyempurnaan kurikulum dilakukan dengan merumuskan ulang 10 aspek pembinaan yang akan dievaluasi dalam 30 kriteria keberhasilan. Evaluasi diupayakan berlangsung mandiri karena dipandang sebagai manusia dewasa. Dari aspek pembinaan itu diturunkan 14 kurikulum. Sistem pembinaan ini terlihat sangat kompleks, namun sebenarnya bertujuan sederhana, yakni mencapai kematangan pribadi (emosional, intelektual, spiritual), meningkatkan kompetensi akademis dan profesional, serta kepedulian sosial terhadap permasalahan umat dan bangsa. Tugas paling sulit ialah melakukan sinkronisasi kegiatan agar mengarah ke tujuan lembaga.

Karena itu, penting sekali untuk selalu mencatat Visi PPSDMS ialah: “Melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki pemahaman Islam yang komprehensif, berintegritas dan kredibilitas tinggi, berkepribadian matang, bersikap moderat, serta peduli terhadap kehidupan bangsa dan Negara”. Visi ini yang membuat PPSDMS harus berinteraksi dengan berbagai kalangan yang memiliki keprihatinan sama terhadap nasib bangsa.

Lebih lanjut, Visi itu dijabarkan dalam Misi PPSDMS: 1) melatih dan mengembangkan mahasiswa terbaik sebagai kader-kader pemimpin bangsa; 2) melakukan pengembangan institusi PPSDMS di berbagai daerah di Indonesia; 3) menaburkan dan menebarkan alumni PPSDMS ke tengah masyarakat sebagai pemimpin yang tangguh; dan 4) mempersiapkan alumni PPSDMS untuk berperan di instansi, lembaga atau institusi strategis, demi kepentingan bangsa dan Negara. Dengan Misi tersebut, maka program pembinaan tidak berakhir hanya dengan pengelolaan kegiatan di asrama selama dua tahun. Pembinaan di asrama justru merupakan modal awal untuk pengabdian yang lebih menantang di berbagai lapangan kehidupan.

Sementara itu, dari rumusan “Idealisme Kami” tersirat tiga butir Keyakinan Dasar PPSDMS, yaitu Kejuangan (seluruh aktivitas dan program merupakan wujud nyata dari perjuangan menegakkan kembali kehormatan umat dan bangsa), Kecintaan (perjuangan yang tak kenal lelah dan putus asa didasari rasa cinta Tanah Air yang amat mendalam), dan Keikhlasan (misi pembinaan dan pengkaderan calon pemimpin bersifat bersih dan suci, tidak membawa ambisi pribadi atau kepentingan duniawi, semata-mata mewujudkan cita-cita bangsa dan meraih ridha Ilahi). Keyakinan ini tidak hanya jadi acuan Peserta pembinaan, namun seluruh jajaran Pengurus pun memahaminya. Hal ini membuat posisi PPSDMS cukup unik di antara lembaga penbinaan sejenis.

Selanjutnya ditetapkan Nilai Dasar yang menjadi pegangan PPSDMS, yaitu: 1) Islam yang komprehensif yang akan memunculkan nilai-nilai operasional (moderat, kasih sayang, kebersamaan, dan keikhlasan); 2) Integritas (kejujuran, tanggung-jawab, kematangan pribadi); 3) Kredibilitas (belajar, kecerdasan, kompetensi, kecermatan, komunikasi, dan jejaring); 4) kepemimpinan (visioner, kepedulian, kontribusi, perubahan, dan kebijaksanaan), 5) Nasionalisme (perjuangan, pengorbanan, gairah, dan kehormatan). Seluruh nilai ini bukan hanya kata-kata kosong, melainkan sebuah amanat yang harus diterapkan secara bertahap sesuai dengan target pembinaan.

Buku pedoman ini menjadi lebih lengkap dengan dicantumkannya silabus pembinaan, antara lain: Kajian Islam Pekanan, Training Pengembangan Diri, Dialog Tokoh, Dialog Pasca Kampus, Training Jurnalistik, dan Kajian Pustaka. Disamping itu, banyak program lain yang terus dikembangkan secara sistematis, termasuk standar manajemen asrama dan format evaluasi peserta. Pembinaan di asrama mahasiswa bukan lagi kegiatan yang bersifat amatir, sebab memiliki makna strategis. Kehadiran buku ini secara khusus menjadi panduan bagi para peserta PPSDMS Angkatan IV (2008-2010), namun secara umum juga dapat dipakai generasi muda yang ingin membina diri sebagai calon pemimpin bangsa.

Di manapun Anda berkiprah, dengan metoda apapun yang Anda terapkan, bangsa ini membutuhkan kontribusi generasi baru. [spt]

sapto

My name's Sapto. Born in Jakarta, grew up in Surabaya, and proud to be an Indonesian Muslim. I'm a journalist and always be a journalist till my last day. My education background, major in international relations and minor in strategic studies, but concerning in anti-corruption movement, counter-terrorism policy/strategy and contemporary Islam.

sapto has written 200 posts
Website: http://

One Response to “Panduan untuk Calon Pemimpin Bangsa”

  1. fursan says:

    Assalamaualaikum
    Gimana cara saya bisa mendapatkan buku itu?
    Sudah dijual ke toko-toko,kah? di toko mana?
    Berapa ya harganya?

    Terimakasih atas Informasinya

Leave a Reply




Video PPSDMS

Perpustakaan Keliling PPSDMSMilad 5 PPSDMS 2002-2007

Testimonial

Berpikir Strategis
Berpikir Strategis
Yuda Dian Harja*) Beberapa waktu yang lalu, Bapak Dr. Daniel M. Rosyid pernah berbicara di Asrama Regional 4 Surabaya tentang berfikir strategis. Mungkin sudah terlalu lama, tetapi saya fikir tema ini masih sangat relefan untuk direnungkan. Saya ing...

Leadership Corner

Kepemimpinan Thalut di Masa Kegoncangan Politik
Kepemimpinan Thalut di Masa Kegoncangan Politik

Sapto Waluyo
Kehadiran seorang pemimpin sangat diharapkan untuk mewujudkan stabilitas sosial-politik. Sebaliknya, kekosongan kursi kepemimpinan (vacuum of leadership) akan memancing suasana kegoncangan, bahkan pertikaian politik. Hal itu terjadi di masa lalu dan masa sekarang dengan fenomena yang beragam.
Ironisnya, di tengah situasi ketidakpastian itu seringkali tampil segelintir elite yang memiliki ambisi tersendiri untuk mencapai puncak kekuasaan. Manuver [...]

Portal Peserta PPSDMS