NAPAK TILAS PERJALANAN PPSDMS
PPSDMS dicetuskan oleh orang-orang sederhana dengan cita-cita besar. Memang, tujuh tahun masih terbilang awal untuk menuai hasil. Tapi, tiga angkatan muda yang dilahirkan mulai menunjukkan kecemerlangannya. Sejumlah alumni PPSDMS telah menoreh prestasi gemilang di dalam dan luar negeri.
(2002-2004), Angkatan I
Tahun 2002
Di era reformasi, peran pemuda semakin mengisi seluk beluk kehidupan. Rakyat merindukan lahirnya generasi baru yang mampu membawa perubahan. Pemimpin tidak lahir begitu saja, namun dia ditempa dalam medan pembinaan, dipupuk dengan nilai-nilai yang baik, dan dirawat hingga tumbuh dengan akar yang menghujam, batang yang menjulang, daun-daun yang rimbun, dan buah yang ranum. Pemimpin memberi manfaat bagi orang banyak. Kelak para pemimpin muda akan menjadi solusi bagi permasalahan bangsa.
Dengan kesadaran itu, PPSDMS Nurul Fikri dicetuskan oleh orang-orang sederhana yang punya tekad kuat untuk melahirkan pemimpin bangsa di masa depan. Para pendiri PPSDMS seperti Dr. M. Hidayat Nur Wahid, KH. Dr. Didin Hafidudin, KH. Dr. Muslih Abdul Karim, Prof. Dr. Din Syamsuddin, Prof. Dr. Zuhal Abdul Karim, Drs. Kemal A. Stamboel, Psi, MSM, Arief T. Surowidjojo, SH, LLM; Dr. M. Shohibul Iman, M.Eng, ditetapkan sebagai Dewan Penasehat.
Kemudian, Laksamana Muda TNI (Purn) Husein Ibrahim, MBA; Dr. Adyaksa Dault, SH, Msi., Drs. M. Yusuf Asyari, Ak. Msi., Ir. Bambang Priantono, MT., Farid Rahman, SE, Ak., dan Albari, SH bersedia menjadi Dewan Penyantun. Barisan terdepan yang menjadi motor penggerak PPSDMS saat pertama kali adalah Drs. Musholli sebagai Direktur, Bachtiar Firdaus, Muhammad Ichsan, dan Slamet Bahari.
PPSDMS berdiri pada hari Sabtu, tanggal 3 Agustus 2002 ditandai dengan dimulainya pembinaan Angkatan I di Regional 1 Jakarta, menghimpun para mahasiswa terpilih dari Universitas Indonesia. Prosesi peluncuran PPSDMS tidak diwarnai kemewahan, melainkan dinaungi atmosfir kesederhanaan di Masjid Baitussalam, Komplek PLN Duren Tiga, Jakarta Selatan. Saat itu, 20 orang Satria Muda dalam balutan the Yellow Jackets yang legendaris berkumpul, menyatukan ikrar untuk berjuang demi terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat. Setelah dikukuhkan, para pejuang itu berkumpul di sebuah rumah sederhana di Jalan Lenteng Agung Raya nomor 21, Jakarta Selatan, tepat di seberang kampus UI, yang menjadi asrama pertama PPSDMS.
Generasi pertama yang mendapatkan pembinaan adalah Abdi Nugroho, Ahadiyat, Ahmad Hidayatullah, Alief Aulia Reza, Aresto Yudo Sujono, Azman Muammar, Berno Syamsul Fisahwan, Budiman Mahmud Musthofa, Faisal, Kurnia Fitra Utama, M. Iffan Fanani, M. Soleh Nurzaman, M. Nuryazidi, Mukhson Rofi Fidiyanto, M. Rizki Ramadhani, Novrika Riantony, Purba Purnama, Riswandi, Suryo Agus Triharto, dan Widiyanto. Mereka merupakan generasi perintis yang menyelesaikan masa pembinaan tahun 2004. Kini, mereka telah berkiprah di tiga sektor utama kehidupan masyarakat: Publik, Swasta, dan Kemasyarakatan.
Dengan semangat kebersamaan, maka PPSDMS tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan mitra strategis. Alhamdulillah, Yayasan Paguyuban Ikhlas bersedia menjadi mitra pertama. Dengan keyakinan yang tinggi kepada Allah SWT, kami memulai langkah pertama.
Tahun 2003
Pengembangan institusi PPSDMS di berbagai daerah di Indonesia merupakan salah satu misi penting lembaga. Bahkan sejak awal PPSDMS berdiri, ketika belum ada apa-apa kecuali nama dan cita-cita, telah dipancangkan tekad untuk hadir paling tidak di 12 kota besar Indonesia: Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bogor, Makasar, Banda Aceh, Padang, Palembang, Samarinda, Ambon, dan Jayapura.
Tahun 2003 dilakukan penjajakan untuk membuka Regional 2 Bandung. Komunikasi dengan sahabat-sahabat dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang memiliki kepedulian sama dilakukan intensif. Survei pun digelar untuk menyiapkan markas PPSDMS kedua setelah Jakarta. Selanjutnya, giliran proses rekrutmen dan seleksi untuk mendapatkan 20 mahasiswa terpilih dari ITB yang siap ditempa menjadi pemimpin paripurna.
Gedung Serba Guna Masjid Salman ITB, pada hari Sabtu, 10 Januari 2004, menjadi saksi pelantikan Bramasto Aryaka, Bustanul Mulyawan, Casdira, Danial, Dessy Amirudin, Galih Prasetya Utama, Ganda Rakhman Garnadi, Gayuh Nugroho Dwi Putranto, Goris Mustakim, Ida Rasita, Muhammad Arifin, Muhammad Syaiful Anam, Nanang Rosidin, Nurhadi Sukma Waluyo, Nurhasan, Sukarno, Trian Hendro Asmoro, Yogi Alwendra, Febrian Asrul, dan Wiyono, sebagai peserta PPSDMS angkatan II Regional 2 Bandung. Sebuah rumah berlantai dua di kawasan jalan Tubagus Ismail, Bandung, beberapa ratus meter dari kampus ITB, menjadi lokasi pembinaan mereka.
Rekrutmen, seleksi, dan pelantikan peserta PPSDMS angkatan II terus bergulir. Bertempat di Auditorium Pusat Studi Jepang (PSJ) Universitas Indonesia, pada hari Sabtu, 7 Agustus 2004, dilantik 20 mahasiswa terpilih dari berbagai fakultas di UI sebagai peserta angkatan II Regional 1 Jakarta, sekaligus dilakukan wisuda angkatan I. Bersamaan dengan pelantikan Alief, Azman, Purba, Iffan, dan kawan-kawan sebagai alumni, dilantik pula 20 orang generasi penerus mereka: Adlil Umarat, Andy Tirta, Anjas Umaryadi, Arip Muttaqin, Arif Aprizal, Awidya Santikajaya, Fauzan Zidni, Habibi Yusuf Sarjono, Imron Irpani, Irvan Hermala, Jamal Irfani, Kindy Miftah, Muhammad Adam Hirsaman, Muhammad Agus Salim Sihotang, Rahmatri Mardiko, Raka Widasmara, Shofwan Al-Banna Choiruzzado, Umar Badarsyah, Zacky Khairul Umam, dan Zainal C. Airlangga. Asrama yang menjadi markas pembinaan pun berpindah ke sebuah bangunan sederhana di bilangan Pondok Cina, Depok, masih di seputar kampus UI.
Perluasan wilayah berlanjut lagi ke Yogyakarta, yang merupakan Regional III. Proses rekrutmen dan seleksi yang dilakukan sebelumnya terhadap sejumlah mahasiswa terpilih dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menghasilkan 24 orang peserta yang dilantik pada hari Sabtu, 11 September 2004, bertempat di Auditorium Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Setelah dilantik, ke-20 Satria Muda itu – Adi Nur Fajri, Bachqrun Nurhutomo, Budi Saiful Haris, Dedy Purwanto, Dwi Yanto, Faisal Darmawan, Hanan Kunaifi, Hanif Arif Handoko, Haryandi, Hengki Ferdianto, Hysa Ardianto, Jauhari Chusbiantoro, Kindi Adam, Kuncoro Jati, Mohammad Ashari Hadianto, Oce Madril, Muhammad Syarif, Rino Ardiyan, Rizki Alriyanda, Ryan Anugrah Putra, Siswanto, Tito Yanuar Akbar, Trapsi Haryadi, dan Yanuar Agung Anggoro – menjalani empat semester pembinaan di asrama berlantai dua yang representatif milik Bapak H. Albari yang mempersilakan PPSDMS memanfaatkannya sebagai markas pembinaan. Asrama itu berlokasi di Gang Nakula, Ngabean Lor, Jalan Raya Kaliurang KM 8, Kabupaten Sleman.
(2004-2006), Angkatan II
Tahun 2004
Kiprah PPSDMS terus bergerak ke timur. Surabaya, kota para syuhada kemerdekaan, menjadi sasaran berikutnya. Silaturahmi erat dengan sahabat-sahabat dari Institut Teknologi 10 Nopember (ITS), didukung penuh Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF), berhasil melahirkan PPSDMS Regional 4. Sebuah rumah bercat putih di kawasan Mulyosari, Surabaya, menjadi markas pertamanya. Hari itu, Ahad, 19 Desember 2004, bertempat di Ruang Seminar lantai 3 Gedung Rektorat ITS, 20 pemuda harapan itu – A. Firmansyah, Agus Muhammad Ustad, Agus Widodo, Agus Ziyad Kurnia, Ali Anthaliano, Ali Wafa, Andi Hidayat, Andra Prima Putra, Arya Yudhi Wijaya, Caesar Hartono, Farid Abidin, Giyanto, Hadi Lukman Hakim, Heru Sukamto, Indra Prasetya Luthfi, Moko Nugroho, M. Chasby Sidqi, Nizar Ihromi Hidayat, Wahyu Hermanto, dan Yuda Dian Harja – mengikrarkan “Idealisme Kami”. Petikannya : “Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri. Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur sebagai penebus bagi kehormatan mereka, jika memang tebusan itu yang diperlukan. Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan, dan terwujudnya cita-cita mereka, jika memang itu harga yang harus dibayar…”
Maka genaplah empat regional dan 84 peserta angkatan II yang berhimpun menyokong Visi PPSDMS. Karena keterbatasan kemampuan yang ada saat itu, keempat regional tersebut belum dapat memulai aktivitas pembinaan secara serentak. Bandung mengawali di bulan Januari. Disusul Jakarta di bulan Agustus. Yogyakarta di bulan September. Akhirnya, Surabaya di bulan Desember 2004.
Tahun 2005
Selain merupakan periode ekspansi wilayah, bagi PPSDMS periode kedua ini juga merupakan periode penguatan akuntabilitas publik. Merespon era information and communication technology (ICT), PPSDMS mulai mengoperasikan portal www.ppsdms.org yang merupakan media komunikasi utama dengan para mitra yang telah dengan setia mendukung lembaga ini. Berbagai informasi terkini mengenai aktivitas dan capaian PPSDMS, laporan keuangan, artikel kepemimpinan, resensi buku mengenai kepemimpinan, dan lain-lain, dapat diakses dengan mudah oleh publik. Beroperasinya portal ini sekaligus meningkatkan akuntabilitas publik PPSDMS. Masih terkait dengan akuntabilitas publik, tahun 2006 untuk pertama kalinya PPSDMS meminta Akuntan Publik Dr. Soegeng, Junedi, Chairul & Rekan melakukan audit atas laporan keuangannya. Hasilnya, Laporan Keuangan PPSDMS tahun 2005 mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion).
Ketika pertolongan Allah bersua dengan kerja keras, cerdas, dan ikhlas, serta kemitraan yang tulus berlandaskan kesamaan visi perjuangan, maka tak ada yang tak mungkin dicapai. Selain YDSF, dalam periode ini PPSDMS juga mendapatkan tambahan dukungan dari ZIS Indosat, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Batasa Capital, Bank BNI, Bank BNI Syariah, LAZ BSM Ummat, dan Sampoerna Foundation.
(2006-2008), Angkatan III
Tahun 2006
Pada periode pembinaan 2006-2008 kembali PPSDMS memperluas aktivitasnya dan menambah jumlah peserta yang direkrut. Jika pada angkatan II direkrut 84 peserta di 4 Regional, pada angkatan III direkrut 150 peserta di 5 Regional. Pada angkatan III ini untuk pertama kalinya rekrutmen dan seleksi peserta, dan awal proses pembinaan, dilakukan secara serentak di seluruh regional. Di samping itu dimulai pula tradisi penyelenggaraan Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) yang menghimpun seluruh peserta PPSDMS di Jakarta di awal masa pembinaannya.
Peserta PPSDMS angkatan III Regional 1 Jakarta sudah mulai menempati asrama baru di lantai 3 Gedung PPSDMS. Tigapuluh Satria Muda yang mengangkat janji setia itu: Adhi Nugroho, Agung Firmansyah, Akhda Afif Rasyidi, Rachmat Ramdhani Fauzi, Andi Irawan, Andi Setyawan, Arif Raharto, Dasril Guntara, Dedi Laksono, Deny Hamdani, Dimas Arif Nurdianto, Edwin Nofsan Naufal, Hadi Cokro, Hans Hadida Syafruddin, Harry Setyono, Khuzaifah Hanum, Muhammad Anton Eka Sakti, M. Hassan A., Moch. Faisal Karim, Mohammad Kamiluddin, Rachmat Habibi Lubis, Refi Kunaefi, Riski Angri Wirawan, Safri Saipulloh, Suryanuddin, Syafril Bandara, Tegar Hamzah A., Ahmad Fauzi, Zhajang Lili Charli, dan Zulfadhli Nasution. Dalam perjalanan, terdapat sedikit perubahan komposisi peserta PPSDMS Regional 1, karena beberapa orang tidak melanjutkan program pembinaan, dan terdapat satu orang peserta baru, yaitu Rizki M. Ghibran.
Sementara itu, Regional 2 Bandung juga menempati asrama di lokasi baru, tidak jauh dari asrama lama, yaitu di Jl. Tubagus Ismail nomor 32, Bandung. Berbeda dari angkatan II, di angkatan III ini di samping 20 mahasiswa terpilih dari ITB, terdapat pula 10 mahasiswa terpilih dari Universitas Padjadjaran (Unpad). Ketigapuluh orang pilihan itu adalah Achmad Zaky Syaifudin, Aditya Wahyu Pradana, Aep Saepudin, Afzalurrahman Assalam, Andria Surya Kusumah, Dani Saputra, Devandra Alferi, Dhimas Lazuardi Noer, Dwinanto Cahyo, Habiburohman Fajarsyah, Ibnu Hafidz Arief, Ilham Fatoni, Mohamad Yanuar Erdian Kusuma Romadhona, Makhadi Saputra, Muhamad Fajrin Rasyid, Muhamad Yunus, Muhammad Ismail Faruqi, Permata Nur Miftahur Rizki, Rahmat Romadhona, Tri Aji Nugroho, Zaki Ahmad Fathoni, Ahmad Fikri, Astomo Hadi, Eko Kurnia Saputra, Fiqih Santoso, Moch. Maulana Fadli, Muhamad Husni Mubaroq Al Iqbal, Sirodj, Zulfikar Aziz, dan Adi Satyadi Nagara.
Masih di Gang Nakula, Ngabean Lor, PPSDMS Regional 3 Yogyakarta membina Adkhilni Mudkhola Sidqi, Agung Baskoro, Agus Rachmanto, Akhmad Manrenrengi Taufik, Andrie Javs Valentino, Anggoro Praja Mukti, Arief Rakhman Prasetyo, Bintar Lulus Pradipta, Boy Cahyo Prihanto, Dennis Dunan, Dimas Hananto, Erdiansyah Rezamela, Fahdi Faaz, Hendri Bagus Satriyaningrat, IBP Angga Antagia, Imam Fauzi, Jalu Ahmad Prakosa, Lakso Anindito, M. Reza Ikhwan, M. Solihin Fikri, Muhammad Alfie Syahrin, Muhammad Nouvaliant Filsuf Tasaufi, Prima Agung Saputra, Qadaruddin Fajri Adi, Radityo Harya Pamungkas, Rezalino Zaini, Saevul Amri, Sunarso, Sutarman, dan Untung Nugroho Harwanto.
Regional IV Surabaya, regional PPSDMS yang terletak paling timur, juga tak ketinggalan melakukan perluasan. Untuk memperkuat dinamika proses pembelajaran di asrama, di angkatan III terdapat 20 mahasiswa dari ITS bergabung dengan 10 mahasiswa dari Universitas Airlangga (Unair). Mereka adalah Ardi Arifianto, Atas Siregar, Chifrul Syaichudin, Deddy Kurniady, Deden Ade Nurdeni, Dimas Bagus Wiranata Kusuma, Djiwandou Agung Sudiyono Putro, Dody Firmansyah, Dwi Lastomo, Emal Zain Muzambeh Tun Basayut, Fahmi Machda, Fajar Christian, Fatihul Fuadi, Fuadie Rahman, Hidayat Anshori, Januar Adi Sigita, Khaerudin, Lutfan Sinatra, Mochammad Slamet, Moh. Kholid Yadi, Muhammad Subhan, Muhammad Hidayatullah, Muhammad Ibnu Ramdhani, Nur Cholis Dwi Saputro, Nuril Imansyah, Okta Sindhu Hartadinata, Ronny Hariyanto, Wawan Ismanto, Wildha Badrus Subkhi, dan Yusup Effendi. Dalam perjalanan proses pembinaan terjadi perubahan komposisi peserta, karena terdapat dua orang peserta yang mengundurkan diri dan masuk satu peserta baru, yaitu Mahrezaldy Creza. Sebagaimana yang juga terjadi di Regional 2 Bandung, derap kehidupan asrama, diskusi dan argumentasi, wacana dan dinamika pemikiran, menjadi lebih berwarna karena mahasiswa-mahasiswa teknik dan eksakta dari ITS dikumpulkan dengan rekan-rekannya yang berlatar-belakang ilmu-ilmu sosial dari Unair.
Bogor, kota terdekat dari Kantor Pusat PPSDMS, menjadi lokasi Regional 5. Melalui proses seleksi yang cukup ketat terpilihlah 30 mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang bergabung bersama rekan-rekan mereka dari keempat Regional lain di angkatan III: Hasan Abduh Andi Sihotang, Andika Tri Saputra, Ardi Priasa, Ari Try Purbayanto, Edy Setyawan, Eka Febrial, Eko Susanto, Fitrah Rachmat Kautsar, Fariz Saeful Romza, Fehmi Kurnia, Feri Setyawan, Fitroh Sapto Nugroho, Galih Nugroho, Gema Buana Putra, Hari Bowo, Ihsan Purwadi, Ikin Sodikin, Imam Sucipto, Januar Ardiyanto, Mohammad Zaenuri, Muhammad Taufiqullah Assyaukani, Najmi Anniro, Nazrul Anwar, Shohib Qomad Dillah, Sigit Susilo, Tetuko Dito Widiarso, Triswanto Nuradmojo, Wahyu Purwanto, Warid, dan Yogi Santoso.
Sejalan dengan perluasan dan peningkatan aktivitas pembinaan yang dilakukan PPSDMS, jumlah mitra strategis dan donatur yang menjadi pendukung setia kiprah PPSDMS juga terus bertambah. Hingga akhir masa pembinaan angkatan III, PPSDMS didukung penuh Yayasan Paguyuban Ikhlas, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF), Dompet Dhuafa (DD) Republika, SKI Indosat, Batasa Capital, Bank BNI dan BNI Syariah, Laznas BSM Ummat, Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI, IM2, LAZ PT Pembangunan Jaya Ancol, Mien R. Uno Foundation, dan TIKI JNE, serta lebih dari 500 orang individu yang menyalurkan zakat, infak, shadaqah, dan wakafnya.
Ke-150 orang peserta PPSDMS dari kelima Regional mengawali periode pembinaan mereka dengan mengikuti Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) 2006 yang diselenggarakan tanggal 31 Juli-26 Agustus 2006.
Tahun 2007
Setelah setahun dibina di asrama masing-masing, para peserta angkatan ke III kembali berkumpul di Jakarta untuk memperkuat idealisme dan paradigma kepemimpinan profetik yang hendak dibangun melalui forum Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN), tanggal 2-7 September 2007. Jika PKN 2006 dipusatkan di Gedung P4TK Srengseng Sawah, Jakarta Selatan maka PKN 2007, selain mengambil tempat di lokasi yang sama, juga menggunakan Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, untuk rangkaian kegiatan outbound yang merupakan acara puncak PKN di dua hari terakhir. Sebelum diwisuda sebagai alumni PPSDMS, para peserta angkatan III sekali lagi berkumpul bersama di PKN, tanggal 6-10 Agustus 2008, meneguhkan visi, memperkokoh janji, untuk senantiasa mempersembahkan bakti demi negeri.
2008-2010, Angkatan IV
Tahun 2008
Terus berlari dan berubah adalah keniscayaan sunatullah bagi apapun atau siapapun yang ingin bertahan dan tak terlindas zaman, termasuk juga bagi PPSDMS. Berangkat dari kesadaran penuh bahwa mitra sejati lembaga ini adalah segenap umat Islam dan bangsa Indonesia yang rindu akan kebangkitan, kehormatan, dan kejayaan, menyongsong angkatan IV PPSDMS melakukan sejumlah perubahan dan pembenahan. Beberapa yang sangat signifikan dan mendasar antara lain:
Pertama, kurikulum pembinaan yang lebih terstruktur, di mana Visi PPSDMS diterjemahkan menjadi 10 Aspek Pembinaan Kepemimpinan. Selanjutnya, capaian dalam merealisasikan 10 Aspek Pembinaan Kepemimpinan tersebut dievaluasi berdasarkan 30 Kriteria Keberhasilan. Mekanisme evaluasi disempurnakan dengan menerapkan metoda evaluasi diri (self-assessment) yang kemudian diverifikasi pihak-pihak yang berwenang. Untuk memperbesar peluang keberhasilan para peserta mencapai kriteria keberhasilan tersebut, PPSDMS memprogramkan 15 kurikulum utama yang terdiri dari kurikulum pekanan, kurikulum bulanan, dan kurikulum khusus. Beberapa kurikulum utama telah dilengkapi dengan silabus yang terstruktur dan rinci. Kurikulum utama tersebut dilengkapi pula dengan kurikulum lokal yang secara khas dirancang dan diterapkan di masing-masing Regional.
Kedua, reformasi mekanisme rekrutmen dan seleksi peserta. Di sisi rekrutmen, pada angkatan IV ini diperkenalkan metoda pendaftaran secara on-line melalui portal www.ppsdms.org, walaupun tetap didampingi metoda off-line. Perubahan ini terbukti meningkatkan jumlah pendaftar menjadi sekitar 800 orang, dibandingkan hanya sekitar 600 orang pada angkatan III. Di sisi seleksi, dilakukan penyempurnaan yang signifikan, di mana digunakan Spiritual Capital Assessment (SCA), Tes Kesamaptaan Jasmani, dan Pemeriksaan Kesehatan, untuk melengkapi TPA, Tes Bahasa Inggris, Tes Presentasi, Tes Wawancara, dan Tes Psikologi yang telah digunakan sejak angkatan sebelumnya. Dari proses seleksi yang terdiri dari enam tahap tersebut telah dihasilkan 160 peserta PPSDMS angkatan IV, dimana jumlah peserta Regional 2 Bandung dan Regional 4 Surabaya bertambah, masing-masing menjadi 35 orang, dari sebelumnya 30 orang.
Ketiga, penguatan Asrama sebagai pusat kegiatan pembinaan, dengan pertimbangan bahwa asrama merupakan ujung tombak proses pembinaan yang bukan hanya bersentuhan langsung namun juga berinteraksi sangat intensif dengan para peserta yang dibina. Mulai angkatan IV, di tiap Asrama Regional ditempatkan seorang Manajer Asrama yang merupakan pegawai purna waktu, bertanggungjawab langsung kepada Manajer Program di Pusat, dan berkordinasi dengan Pembina Regional masing-masing. Sebelum memangku jabatannya, para Manajer Asrama telah melewati tahap seleksi yang ketat. Setelah lulus seleksi mereka masih diwajibkan mengikuti Sekolah Manajemen Asrama Tingkat Dasar (SMA-TD) tanggal 28 Juni-6 Juli 2008. Selanjutnya kompetensi mereka terus diperbaharui dan ditingkatkan melalui Sekolah Manajemen Asrama Tingkat Madya (SMA-TM) dan Sekolah Manajemen Asrama Tingkat Lanjut (SMA-TL).
Selain itu, di tahun 2008 dukungan atas kiprah PPSDMS juga semakin menguat dengan bergabungnya Bank Mayapada serta Kementerian Negara Pemuda dan Olah Raga RI sebagai Mitra Strategis PPSDMS.
Pembangunan Gedung Kantor Pusat PPSDMS
Dengan dana donasi dan pinjaman, pada tahun 2005 dimulai proyek pembangunan Gedung Kantor Pusat dan Asrama PPSDMS Regional I di atas sebidang tanah seluas 1300 meter persegi, berlokasi tepat di sebelah Asrama PPSDMS Regional 1 yang pertama, yaitu Jl. Raya Lenteng Agung nomor 20 Jakarta Selatan. Peletakan batu pertama dilakukan pada hari Sabtu, 6 Agustus 2005, dilanjutkan dengan penanaman tiang pancang sebagai bagian dari pondasi bangunan, yang diselesaikan pada akhir tahun 2005.
Secara bertahap, sesuai dengan perkembangan perolehan dana dari para donatur setia PPSDMS, pembangunan fisik terus dilanjutkan. Tepat setahun setelah peletakan batu pertama, Juli-Agustus 2006, dua fungsi paling mendasar dari gedung yang sedang didirikan tersebut sudah dapat dimanfaatkan, walaupun masih jauh dari sempurna, yaitu Asrama PPSDMS Regional I di lantai 3 dan Kantor Pengurus Pusat di lantai 2. Selanjutnya menyusul Auditorium sementara di lantai 2 (bulan November 2006), Ruang Rapat Eksekutif di lantai 2 (bulan Agustus 2007), dan Musholla di lantai 3 (bulan November 2007) yang dapat terealisasi antara lain dengan adanya dukungan Bapak Bakhtiar Rahman (Batasa Capital).
Di tahun 2008 proyek fisik dilanjutkan di lantai 1 dengan membangun Perpustakaan Pusat dan beberapa ruangan kantor, yang terealisasi atas dukungan Bimbingan dan Konsultasi Belajar (BKB) Nurul Fikri. Di samping itu dibangun pula Auditorium berkapasitas kurang-lebih 200 orang dengan bantuan dari Mien R. Uno Foundation melalui Bapak Sandiaga S. Uno. Fasilitas-fasilitas di lantai 1 Gedung PPSDMS tersebut direncanakan selesai dan berfungsi secara penuh pada bulan Agustus 2008. Artinya, genap tiga tahun sesudah batu pertama diletakkan, lantai 1, 2 dan 3 Gedung PPSDMS sudah berdiri kokoh, siap mendukung program-program pembinaan yang digulirkan untuk mencetak generasi baru pemimpin paripurna yang seluruhnya dipersembahkan bagi kejayaan bangsa.
Selanjutnya sudah digagas dan akan segera diupayakan pengadaan asrama-asrama permanen di Bandung, Surabaya, dan Bogor, sehingga asrama PPSDMS di Regional 2, 4 dan 5 tersebut tidak perlu lagi berpindah-pindah setiap menjelang dimulainya masa pembinaan seperti terjadi selama ini.
Tahun 2009
Ada yang datang dan ada yang pergi, begitulah sunnatullah. Pada pertengahan tahun 2009 salah satu mitra strategis PPSDMS, tidak lagi dapat melanjutkan kerjasama. Kami memahami bahwa kondisi ekonomi global banyak berpengaruh terhadap kesehatan dunia perbankan. Kami sangat bangga dan mengucapkan berjuta-juta terima kasih atas kontribusi yang telah diberikan semua mitra. Alhamdulillah, di tengah kesulitan itu, datang satu mitra strategis baru, yaitu Rumah Zakat Indonesia (RZI). Dengan semangat kerjasama dan perjuangan yang tinggi, RZI dan PPSMDS berniat untuk menjalin kerjasama yang lebih intensif.
Pada tahun 2009, PPSDMS juga melakukan audit keuangan periode 2006 dan 2007. Audit tersebut dilakukan Kantor Akuntan Publik (KAP) Ahmad Toha. Laporan PPSDMS mendapat opini “Wajar Tanpa Pengecualian”, yang artinya seluruh transaksi keuangan PPSDMS dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan sistem yang ada.

































