Beasiswa & Pembinaan Mahasiswa Berprestasi dari Berbagai Daerah di Indonesia

M. Iffan Fanani: Memenangkan Kompetisi Global dalam Profesi Auditor

Iffan Fanani

Gejala penyimpangan keuangan negara dan pengemplangan para pembayar pajak sering kita dengar di media massa. Rakyat pantas gelisah karena potensi pemasukan negara menjadi berkurang, sebaliknya anggaran belanja mengalami kebocoran. Dalam kondisi seperti itu diperlukan petugas pemeriksa alias auditor yang andal dan amanah. PPSDMS bersyukur karena salah seorang alumninya, M. Iffan Fanani, dari Regional 1 Jakarta Angkatan I (2002-2004) ternyata serius menggeluti profesi auditor.

Setelah lulus kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, jurusan akuntansi, Iffan langsung bekerja di perusahaan bergengsi, PT PricewaterhouseCoopers (PwC) FAS. Tepat pada bulan Juli 2008 nanti, ia genap tiga tahun bekerja di firma lintas negara itu. “Saya bergabung di Internal Audit Service, sebuah divisi di PwC yang secara khusus memberikan jasa internal audit (operational audit) dan jasa konsultasi business process lain kepada para klien,” tutur Iffan. Saat ini ia menduduki posisi sebagai Senior Associate setelah menjalani tugas Junior Associate selama dua tahun.

Selama berkiprah di perusahaan multinasional itu ia mendapat kesempatan untuk mengaudit berbagai perusahaan asing maupun lokal di berbagai daerah di Indonesia. Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik. “Kesempatan memeriksa di perusahaan-perusahaan besar memberikan tambahan ilmu yang banyak kepada saya tentang praktik menjalankan perusahaan besar secara efektif dan efisien,” jelas Iffan yang lahir di Kediri, pada 9 Februari 1982.

Dalam satu tahun, ia bisa mengaudit lima perusahaan yang berbeda. Tentu saja terdapat kesempatan untuk bertemu banyak orang yang berbeda-beda karakter. Setiap pindah klien, maka ia merasa bertemu dengan orang yang berbeda, sehingga harus pandai menempatkan diri dalam membuat janji (deal), menjalin komunikasi, maupun berdiskusi tentang masalah krusial yang muncul. Pengenalan yang baik terhadap para klien membuat sebuah proses audit dapat berjalan lancar. Sekali saja seorang klien tidak percaya (respect) dengan auditor, maka kelancaran proses audit menjadi terganggu.

“Di sinilah saya mulai belajar tentang bagaimana harus mengembangkan interpersonal skill yang baik,” Iffan mengakui. Program PPSDMS untuk Angkatan I memang belum menyentuh materi pengembangan diri yang komprehensif. Baru pada Angkatan III program Training Pengembangan Diri (TPD) dikelola dengan lebih intensif, termasuk salah satu topiknya keterampilan berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain.

Dari berbagai aktivitas yang dijalani di PwC maupun di kantor-kantor klien, Iffan menemukan fakta bahwa persaingan yang bersifat global telah terjadi. Kaum profesional dari luar negeri mencari nafkah di Indonesia. Bagi Iffan, fakta itu tidak perlu ditakuti, karena yang perlu dilakukan adalah memanfaatkan keberadaan mereka untuk transfer pengetahuan mengenai kelebihan-kelebihan yang mereka punya. Untuk itu, keterampilan-keterampilan teknis demi memenangkan kompetisi global wajib dikuasai. Salah satu aspek sedang ditingkatkannya adalah kemampuan berbahasa Inggris. Ia kini mengikuti kursus lanjutan di Lembaga Bahasa Internasional, Fakultas Sastra UI.

Setuju atau tidak, globalisasi telah terjadi. Sebagian pengamat bilang bahwa globalisasi telah dipaksakan untuk kepentingan negara-negara maju, tetapi terlepas dari perdebatan ini, bagi Iffan, sebaiknya kita terus bekerja keras untuk memenangkan kompetisi. Cara terbaiknya adalah melipatgandakan terus pengetahuan dan keterampilan kita, serta membangun kreativitas dan kemandirian bangsa. Ia terkesan dengan pengalaman India yang dengan kerja keras, akhirnya sanggup menjadi sumber inovasi bagi negara-negara maju saat ini.

Pengalaman lain yang dirasakannya ialah kesempatan untuk berkeliling Indonesia, mulai dari pulau Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat dan Timur, Sulawesi, dan Papua dan bahkan sampai menyeberang ke Timor Timur (yang sudah lepas dari Indonesia). Ketika mengunjungi daerah-daerah yang sangat jauh dan terpencil, ia menjadi tersadar kembali bahwa Indonesia ini sangatlah luas, bahkan kadang ia bertanya-tanya sendiri: “Benarkah ini Indonesia?”, “Benarkah ada warga negara Indonesia di daerah yang sangat terisolir ini?”, “Benarkah mereka tahu siapa Presiden Indonesia sekarang?”.

Pertanyaan-pertanyaan itu muncul tatkala ia menyaksikan kenyataan bahwa masih banyak sekali daerah-daerah di luar pulau Jawa yang sangat terpencil dan miskin. Bahkan, ada daerah yang untuk mendapatkan air bersih saja, warganya harus berjalan sangat jauh, berkilo-kilo meter. Kesenjangan yang terjadi di Republik ini telah menyadarkannya, betapa masih sangat banyak pekerjaan rumah bangsa ini. Kerja keras dari seluruh pemimpin dan rakyat, terutama kalangan mudanya, sangat diperlukan agar bangsa ini bangkit dari keterpurukan.

Pada tahun kedua, ia mendapatkan sertifikasi international dari the Institute of Internal Auditor yang berbasis di Amerika Serikat (www.theiia.org) sebagai Certified of Internal Auditor (CIA). Bukan nama badan intelijen asing ya, tapi sertifikasi kepada para praktisi internal auditor yang telah diuji secara teoritis dan telah memiliki pengalaman praktek lebih dari dua tahun. “Alhamdulillah, saya bersyukur karena lulus ujian sertifikasi saat masih berstatus sebagai junior staff di PwC, sedangkan pada saat itu baru dua orang –salah satunya manager– yang memiliki sertifikasi sejenis di PwC,” ungkap Iffan. Sertifikasi itu amat berguna untuk meningkatkan karir dan menjadi pemicu baginya untuk terus belajar.

Di luar bidang profesinya, Iffan tetap memiliki kepedulian sosial, suatu karakter yang sangat ditekankan dalam kurikulum PPSDMS. Ia merasa kontribusinya belum banyak, tetapi pada Januari 2007 lalu, ia ikut membidani lahirnya Forum Silaturahim Muslim Plaza 89 (FSMP 89), sebuah forum kajian Islam dan penyelenggaraan aktivitas keislaman bagi para staf perusahaan-perusahaan yang berkantor di Gedung Plaza 89. Di gedung mentereng itu berkantor perusahaan kelas dunia, semisal PwC, Freeport, Rabobank, Vayatour, Kumon, dan lain-lain. Kegiatan forum antara lain kajian dua pekanan tiap hari Senin, shalat Jum’at bersama dan peringatan hari besar Islam. Saat ini Iffan diberi amanah sebagai Koordinator PwC dalam forum itu.

Rasa syukur bertambah lagi, karena pada 4 Januari 2008 lalu, ia ditakdirkan menikah dengan Naila Mundjichatuttazkiyyah, adik kelasnya di Akuntansi FEUI, yang biasa dipanggil Naila. Istrinya saat ini bertugas sebagai asisten dosen di Departemen Akuntansi FEUI, sekaligus penggiat Pusat Usaha Kecil Menengah (UKM Centre) FEUI. “Istri saya sedang hamil 3,5 bulan. Kata dokter, insya Allah, November 2008 nanti bayinya akan lahir,” Iffan bercerita. Ia memohon didoakan agar ibu dan bayinya nanti lahir selamat dan sehat, serta anaknya menjadi shalih/shalihah dan menyenangkan hati kedua orangtuanya.

“Salah satu obsesi saya bersama istri sekarang adalah membuat sebuah lembaga nirlaba yang memberikan bantuan teknis kepada UKM-UKM dan lembaga sosial lain dalam bidang pengelolaan keuangan, akuntansi dan managemen organisasi yang efektif dan efisien,” papar Iffan yang punya hobi baca buku biografi, sejarah dan politik. Keinginan itu sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka berdua. Ia berharap pengetahuan dan pengalaman yang sudah didapat dari tempat kerjanya dapat membawa manfaat bagi orang lain.

Sebagaimana ia bertekad untuk memenangkan kompetisi global dalam profesi yang digelutinya, maka ia bermimpi UKM-UKM domestik dalam meluaskan sayap bisnis ke pasar global. Tentu saja dengan dukungan manajemen yang lebih andal. [spt]

Mengawal Kebijakan Nasional Sektor Pertanian Lakso Anindito: AKKBB Bergerak, FPI Bereaksi Cepat

3 Responses to “M. Iffan Fanani: Memenangkan Kompetisi Global dalam Profesi Auditor”

Comment by Agung Ang
2008-06-27 14:16:41

mas Iffan yang kukenal, orangnya cerdas
seseorang yang mampu memberikan inspirasi dan solusi bagi permasalahan-permasalahan yang muncul
Kalimat ini begitu mengena :
“obsesi saya bersama istri sekarang adalah membuat sebuah lembaga nirlaba yang memberikan bantuan teknis kepada UKM-UKM dan lembaga sosial lain dalam bidang pengelolaan keuangan, akuntansi dan managemen organisasi yang efektif dan efisien”

Salut buat mas Iffan!

Agung Ang
Setneg

 
Comment by Budi
2008-07-28 15:25:28

assalm,
duh…..

betapa inginnya iffan tahu bahwa ane
ingin seperti dia…

he…
jadi teringat idealisme PPSDMS…

 
Comment by ary sandhiko
2008-08-13 12:06:01

aslm..

salam kenal ya buat mas iffan,,

saya Ary,, saya tinggal di depok, dan sekrang masih semster 3 di akuntansi UGM,, senior saya juga banyak mas yg di PwC.. semoga saya bisa sukses seperti mas iffan,, amiiinn,,

 
Name
E-mail
Website
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

PPSDMS Didukung Sepenuhnya Oleh:


tertarik untuk berperanserta?