Beasiswa & Pembinaan Mahasiswa Berprestasi dari Berbagai Daerah di Indonesia

Mien R. Uno Foundation: Membina Generasi Berkarakter Kuat

Mien Uno Logo

Masa depan suatu bangsa ditentukan oleh generasi mudanya. Tapi, bukan sembarang kaum muda, melainkan mereka yang memiliki karakter kuat, disamping kompetensi tinggi di berbagai bidang. Kesadaran seperti itulah yang mengilhami Razif Halik Uno untuk mendirikan sebuah lembaga sosial yang memusatkan perhatian pada pengembangan pendidikan dan pembinaan generasi muda, terutama berasal dari tanah kelahirannya, Gorontalo.

Dibantu kedua putranya, Indra Cahya dan Sandiaga Salahuddin, maka berdirilah sebuah yayasan pada tahun 2000. Diberi nama sesuai dengan julukan isterinya, Rachmini Rachman, yang populer sebagai Mien R. Uno. Tujuan utamanya adalah mewadahi aktifitas non-bisnis dari keluarga Uno. Ide itu terpicu dalam sebuah seminar yang pernah dilakukan di Gorontalo dan diprakarsai oleh Pak Razif, yang akrab dipanggil Henk Uno. Ia dikenal sebagai ahli perminyakan –pernah bertugas di Caltex—dan jago fotografi.

Pengurus yayasan ramping saja, hanya dikelola Pak Uno, dan kedua putranya, dibantu beberapa staf. Fokus kerja pada hal-hal kongkrit, meski terlihat kecil, tapi berdampak luas, serta pelibatan berbagai mitra. Saat ini ada tiga jenis aktifitas dan program yang digalakkan, yaitu pemberian beasiswa untuk mahasiswa yang menempuh perguruan tinggi domestik maupun mancanegara, bantuan permodalan bagi usaha kecil dan menengah, serta pemberdayaan mahasiswa Gorontalo yang berada di seluruh Indonesia.

Provinsi Gorontalo tergolong berusia muda, berdiri pada 16 Februari 2001 berdasarkan keputusan Mendagri dan Otonomi Daerah, Surjadi Soedirdja. Gorontalo merupakan provinsi ke-32 di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Potensi provinsi yang dulu bergabung dengan Sulawesi Utara ini diakui sangat besar. Gubernurnya, Fadel Muhammad, adalah seorang pengusaha yang melakukan berbagai terobosan, antara lain, mencanangkan produksi jagung terbanyak secara nasional. Nama-nama besar yang berakhiran Habibie, Gobel, Ciputra, Panigoro, Katili, Uno, Niode atau Biki menandai betapa kayanya sumber daya manusia Gorontalo.

Provinsi seluas 12.215 km² hanya dihuni sekitar 887.000 penduduk (2004). Kekayaan alamnya demikian melimpah, terutama di sektor perikanan. Dalam sebulan hasil tangkap ikan tuna dan ikan layang bisa mencapai 250 ton. Ikan layang sebagian besar dieskpor ke Eropa dan Amerika Serikat. Sementara ikan tuna diekspor ke Jepang dan Korea. Potensi sumber daya perikanan Gorontalo berada di tiga perairan, yakni Teluk Tomini, Laut Sulawesi, dan Zone Ekonomi Eksklusif Laut Sulawesi. Garis pantai Utara dan Selatan masing-masing memiliki panjang sekitar 270 kilometer dan 320 kilometer. Tak aneh, Gorontalo dikembangkan sebagai wilayah Agropolitan dengan Pertanian dan Perikanan menjadi sektor pengembangan ekonomi unggulan.

Untuk membangun daerah dan bangsa yang kaya ini diperlukan kualitas SDM yang mumpuni. Demi mencapai tujuan itu, yayasan bekerjasama dengan beberapa mitra, yakni Universitas Paramadina, Salemba Study Group, dan komunitas Gorontalo Maju 2020, serta individu-individu yang peduli dengan masalah pendidikan. Salah satu mitra yayasan adalah PPSDMS Nurul Fikri yang saat ini sedang menyelesaikan pembangunan gedung auditorium dan perpustakaan.

Kepada peserta PPSDMS, Indra Cahya Uno berpesan singkat, “Tujuan hidup adalah bahagia di dunia dan masuk surga di akhirat. Hindari diri agar tidak terjebak menjadikan dunia sebagai tujuan hidup melalui perluasan wawasan dan pendidikan, serta aktualisasi diri sebagai calon wirausaha di berbagai bidang.” Selain itu, ia berharap agar para mahasiswa membentuk kualitas pikir yang integrated (terpadu) untuk membangun keyakinan dalam mencapai tujuan hidup yang luhur itu.

Nama yayasan tak bisa dilepaskan dari Mien R. Uno, pakar pengembangan kepribadian yang kini memimpin Lembaga Pendidikan Duta Bangsa. Lembaga yang berdiri 2001 ini memiliki motto ”Empower Yourself” (Berdayakan Diri Anda). Sejak berdiri lembaga ini sudah meluluskan ribuan siswa program individu, dan puluhan ribu peserta in house training serta ceramah terbuka. Isteri-isteri pejabat tinggi, termasuk Ibu Nani Hamzah Haz dan Ibu Ani Susilo Bambang Yudhoyono termasuk yang mendapat sentuhan etiket ala Mien Uno. Bahkan, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dan sekaligus Ketua Dewan Penasihat PPSDMS, pernah ikut sessi khusus table manner yang diasuh Mien Uno.

Mien Uno adalah sosok perempuan Indonesia yang modis dan berkarakter. Dandanan serta penampilannya senantias pas, pantas, dan berkelas. Ia juga dikenal publik sebagai tokoh perempuan yang tangkas dan cerdas, serta tentu saja pekerja keras. Salah satu prinsip yang sering ditularkannya kepada generasi muda ialah mengembangkan “3 B”, yaitu Behavior (perilaku), Brain (kecerdasan), dan Beauty (kecantikan/kesehatan). Jadi, kualitas seseorang tak ditentukan cantik atau ganteng tampangnya, melainkan pada isi otak dan kepribadiannya.

Prinsip itu kini diterapkan dalam lembaga yang dipimpinnya yang menawarkan program Total Image bagi kalangan profesional atau remaja. Ada juga program Public Speaking, Master of Ceremony, dan Presenter Televisi serta Public Relation. Di tengah kesibukannya memandu pelatihan atau mengisi workshop, Mien Uno masih sempat menulis buku, antara lain Cermin Diri (Pustaka Kartini, 1997) dan Etiket (Gramedia Pustaka Utama, 2005).

Salah satu hobi unik Mien Uno adalah mengumpulkan asbak, meskipun dia dan keluarga tak ada yang merokok. Jumlah koleksi asbaknya dari berbagai negara di dunia sudah mencapai 300 buah. Sebagian asbaknya sudah hilang, pecah, diminta orang atau terselip entah di mana. Koleksi lain yang pernah dikumpulkan adalah sepatu, tempat lilin, sendok, mangkuk antik, kristal, dan seterika kuno. Koleksi terakhirnya yang paling istimewa ialah “manusia”. Maksudnya, “Koleksi teman. Ini adalah koleksi yang selalu mewarnai perjalanan hidup saya sebagai individu. Tanpa teman, hidup kita akan kehilangan rasa. Meski terkadang rasanya tidak melulu indah,” ungkap Mien Uno kepada salah satu media nasional.

Bila anak pertamanya, Indra Cahya Uno, berprofesi sebagai dosen pengajar di kampus Bina Nusantara (mengajar Magister Manajemen), maka putra kedua, Sandiaga S. Uno adalah seorang pengusaha. Ia kini menjabat Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Presiden Komisaris PT Recapital Group. Usahanya meliputi bidang keuangan, pertambangan, hasil bumi, kehutanan, dan infrastruktur. Dalam acara Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) yang diselenggarakan PPSDMS pada Agustus 2007, Sandiaga menyatakan agar mahasiswa mampu mengembangkan karakter yang positif.

“Sebagai calon pemimpin di bidang akademis, bisnis, politik atau apapun juga, Anda membutuhkan karakter dan disiplin yang tinggi. Untuk menang perang atau kompetisi memang diperlukan strategi dan karakter, tapi kalau harus memilih di antara keduanya, maka kita pilih karakter,” begitu simpulan Sandiaga, mengutip Jenderal Norman Schwarzkopt yang pernah memimpin Operasi Badai Gurun (1991). Karena itu, membina karakter generasi muda menjadi pangkal kemajuan bangsa. [spt]

Pengumuman Seleksi PPSDMS Tahap 3 - Regional 2 Bandung Mengawal Kebijakan Nasional Sektor Pertanian

No Responses to “Mien R. Uno Foundation: Membina Generasi Berkarakter Kuat”

No comments yet.

Name
E-mail
Website
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

PPSDMS Didukung Sepenuhnya Oleh:


tertarik untuk berperanserta?