Print This Post

Membangun Semangat Good Corporate Governance

Membangun Semangat Good Corporate Governance

Sandiaga S. Uno Dewan Penyantun Good Corporate Governance (GCG) tidak lain pengelolaan bisnis sehat yang melibatkan kepentingan stakeholder dalam organisasi profit ataupun nirlaba serta penggunaan sumber daya berprinsip efektifitas, equiti, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas. Hal tersebut, dalam keberadaannya penting dikarenakan dua hal. Hal yang pertama, sistem yang begitu dinamik akibat persaingan global. Perdagangan bebas ASEAN dengan China (CAFTA) adalah salah satu contoh bagaimana dinamika itu terjadi riil dan sangat cepat. Sedangkan sebab kedua karena semakin banyak dan kompleksitas stakeholders termasuk struktur kepemilikan lembaga. Dua hal telah dikemukakan, menimbulkan: turbulensi, stres, risiko terhadap bisnis yang menuntut antisipasi peluang dan ancaman dalam strategi termasuk system pengendalian yang prima. Good Corporate Governance tercipta apabila terjadi keseimbangan kepentingan antara semua pihak yang berkepentingan dengan lembaga sosial atapun bisnis kita. Bagi pemula yang terjun dalam dunia bisnis, semangat good corporate governance perlu dipahami dan laksanakan dengan baik bila menginginkan survive ditengah perebutan pasar. Tahap pertama yang sederhana untuk mewujudkannya adalah memulai bisnislah dengan konsep dan metodologi. Mentor bisnis saya, Bapak Bob Sadino, terkenal dengan ungkapannya “mulailah bisnismu dahulu dan hitungannya belakangan”. Bob Sadino dan saya dalam hal ini memiliki pandangan yang berbeda. Bagi saya memulai bisnis harus didahului dengan konsep dan metodologi bukan dengan “membakar kapal”. Karena itulah setiap peserta mentoring bisnis dengan saya selalu saya mintakan profil bisnis terlebih dahulu walaupun sebagian besarnya masih sederhana. Hal ini penting agar setiap pelaku bisnis menerapkan prinsip-prinsip metodologis dan siap memulai segala sesuatu dengan terukur dengan manajemen resiko yang ketat. Dengan demikian sang pelaku bisnis mampu mengevaluasi bisnisnya dengan mudah karena adanya initial condition dari bisnis yang dijalankannya. Tahap yang kedua untuk survive adalah fokus. Setiap bisnis harus Fokus. Bagi kita yang masih muda dengan modal pas-pasan hal ini harus dipegang. Sedapatnya jangan beralih ke bisnis lain sebelum bisnis inti berhasil, karena ini dapat menggangu keseimbangan perusahaan. Fokus sangat penting dalam menjalani suatu bisnis. Kami bersama para rekan menyadari benar arti fokus ini. Ini terbukti sejak berdirinya Recapital, kita memfokuskan diri pada masalah investasi. Dan itulah yang mejadi core bisnis yang dijalani hingga hari ini. Ketiga adalah komitmen. Dalam menjalani suatu bisnis tentu ada kesulitan, sebuah komitmen yang kuat sangat dibutuhkan untuk memulai, melaksanakan dan mengevaluasi. Ini adalah jiwa leadership yang harus dimiliki. Keempat adalah memilih bidang usaha yang terdekat dengan kita. Saya percaya memilih bidang bisnis yang sesuai dengan kompentensi/keilmuan adalah yang terbaik. Karena bila kita memulai sesuatu yang sama sekali baru untuk kita, kita akan menjalani siklus learning curve yang cukup mensia-siakan resources yang ada dan tentunya akan timing consuming sementara pasar tidak akan pernah bersabar dengan produk yang berkreativitas tinggi. Contohnya adalah saya sendiri, meskipun banyak pilihan bisnis akhirnya saya tetap memilih bidang financing karena latarbelakang pendidikan saya di bidang tersebut. Berbekal dari pengalaman bekerja di Bank Summa, perusahaan asuransi di Singapura dan didikan dari Pak William, saya mendirikan perusahaan investasi mandiri yaitu Recapital dan Saratoga. Kelima adalah prinsip Loving What You Do. Mencintai apa yang kita kerjakan akan memperkuat semangat kita dalam berbisnis. Dengan demikian setiap hari kita berangkat kerja dengan hati yang senang. Dan tentunya dengan cinta semua hambatan akan lebih mudah solusinya. Keenam, serahkan pada ahlinya. Inilah prinsip pelaku bisnis yang ingin menjadi besar. Ada prinsip desentralisasi yang menempatkan SDM pada pos yang tepat. Saat saya melihat suatu perusahaan pertambangan, saya tetap fokus di bagian investasinya. Dan segala sesuatu yang berhubungan dengan pertambangan beliau serahkan pada yang lebih ahli di bidang tersebut. Ketujuh, Green Entrepreneur. Menjadi entrepreneur yang santun dan beretika adalah prinsip yang harus dipegang. Persaingan yang ketat tidak membuat rasa empati hilang diantara entrepreneur. Spirit untuk berbagi dengan sesama harus tetap dipegang. Saya sangat terkesan sekali ketika saya sedang dalam satu pertemuan dengan Pak William, pendiri Astra International saat mereka membangun bisnis di bilangan tanah abang dan ada insiden kebakaran. Mereke bilang ke Pak William: “Syukur punya kita nggak kena, padahal punya orang lain pada terbakar”. lalu Pak William menjawab: “koq kalian malah senang punya orang lain terbakar, sedang kita tidak” dengan wajah bertanda marah kepada sang pembawa berita. Ini adalah contoh empati seorang bisnisman kepada para pelaku bisnis lainnya meskipun mereka itu adalah pesaing bisnisnya. Ketujuh prinsip-prinsip ini adalah pijakan pertama membangun good corporate governance dalam berbisnis dan memulai bisnis. Ini baru awalan sedangkan dasar-dasar dari good governance akan kita bahas dalam waktu mendatang. (HD) *) Inner Circle Entrepreneurship, Recapital Building Jakarta Februari 2010

rubby

rubby has written 65 posts
Website: http://www.ppsdms.org

Leave a Reply




Video PPSDMS

Perpustakaan Keliling PPSDMSMilad 5 PPSDMS 2002-2007

Testimonial

Berpikir Strategis
Berpikir Strategis
Yuda Dian Harja*) Beberapa waktu yang lalu, Bapak Dr. Daniel M. Rosyid pernah berbicara di Asrama Regional 4 Surabaya tentang berfikir strategis. Mungkin sudah terlalu lama, tetapi saya fikir tema ini masih sangat relefan untuk direnungkan. Saya ing...

Leadership Corner

Kepemimpinan Thalut di Masa Kegoncangan Politik
Kepemimpinan Thalut di Masa Kegoncangan Politik

Sapto Waluyo
Kehadiran seorang pemimpin sangat diharapkan untuk mewujudkan stabilitas sosial-politik. Sebaliknya, kekosongan kursi kepemimpinan (vacuum of leadership) akan memancing suasana kegoncangan, bahkan pertikaian politik. Hal itu terjadi di masa lalu dan masa sekarang dengan fenomena yang beragam.
Ironisnya, di tengah situasi ketidakpastian itu seringkali tampil segelintir elite yang memiliki ambisi tersendiri untuk mencapai puncak kekuasaan. Manuver [...]

Portal Peserta PPSDMS