Latihan Gabungan Wilayah Timur: I Believe I Can Fly
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:IN;} p.MsoNoSpacing, li.MsoNoSpacing, div.MsoNoSpacing {mso-style-priority:1; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:IN;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
Pukul setengah delapan pagi dari stasiun Tugu Yogyakarta, sekelompok orang yang dipimpin oleh Jaya itu berangkat dengan kepala tegak. Banyak harapan dalam pikiran mereka dari Latgab Timur yang kali ini
dilakukan di Surabaya. Kereta bisnis yang kami naiki pun terasa lambat melangkah. Namun, enam jam perjalanan ini terasa begitu menyenangkan. Acara Latgab Timur yang mengusung tema I believe I can fly ini resmi dibuka pukul delapan malam. Sambutan Pak Arief Munandar selaku Manajer Program
serta dr. Arief Basuki, Sp.An, Pembina PPSDMS Regional 4 menyiratkan harapan besar mereka akan Latgab Timur kali ini. Acara kemudian ditutup secara klimaks dengan pemberian penghargaan baik Regional Young Leaders of the Month, National Young Leader of the Month, ataupun Region of the Month. Hasilnya, Jalal Umaruddin dari Bandung terpilih sebagai National Young Leader of the Month. Sementara itu, Yogyakarta tetap muncul sebagai jagoan kolektif, dengan meraih gelar Region of the Month untuk kelima kalinya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi TPD dengan pembicara Leadership Inspirator, pak Arief Munandar. TPD sesi ini melanjutkan TPD bulan April dengan key word “managing individual
rules.” TPD yang mengusung tema Emotionally Intelligent Leaders ini pun semakin menarik ketika setiap peserta diberi tugas untuk menuliskan sejarah hidupnya di mana kita merasa sudah melakukan
sesuatu yang terbaik, akan tetapi justru merasa dikecewakan, marah, atau disakiti.
Acara dilanjutkan dengan Training Jurnalistik dan Studi Pustaka dari Pak Sapto Waluyo. Traning Jurnalistik yang kali ini membahas bagaimana menulis artikel dalam bahasa asing terasa lekat dengan
isu politik karena dikaitkan dengan pembahasan tulisan Pak Sapto sendiri mengenai tidak ada alasan untuk takut pada Partai Islam. Sesi Pak Sapto pun dilanjutkan dengan Studi Pustaka. Kali
ini, buku yang dibedah adalah Model Kepemimpinan dalam Gerakan Islam karya Musthafa Muhammad Thahhan.
Hari kedua Latgab timur ditutup dengan sesi KIK yang kali ini diisi oleh pak Bambang Priantono. Beliau mengupas tema Ihsanul Amal dan Etos Kerja dalam Perspektif Islam. Pada sesi KIK kali ini pesertaa mendapat kritik yang pedas dari pak Bambang, karena sebagian besar peserta PPSDMS terlihat
menahan kantuk, bahkan ada yang terlelap. Esoknya DPK dan DT telah menanti. Dengan waktu istirahat yang diatur lebih lama, para peserta Latgab Timur yang juga menghadirkan wakil-wakil dari tiga
regional di Barat ini lebih siap dalam menerima materi. Berbagai pertanyaan kritis pun muncul dalam sesi diskusi, baik sesi DPK yang mengangkat tema Tantangan di Dalam Dunia Birokrasi dan sesi DT yang diisi oleh Prof. Mahmud Zaki, M.Sc (mantan Rektor ITS 1973-1982).
Keunikan dari Latgab timur kali ini adalah sesi spiritual journey, cangkrukan, dan kompetisi yang terdiri dari empat cabang: taekwondo, sepak bola, bentengan, dan triathlon. Di sesi spiritual journey, kita diingatkan kembali mengenai hakekat kita sebagai manusia, bahwa kita ada di dunia ini untuk
berserah diri padaNya dan akan ada saat dimana kita akan kembali padaNya. Sesi cangkrukan pun tidak kalah menariknya. Setelah disuguhi dengan makanan khas Surabaya, tahu tag, masing-masing regional
menunjukkan kreatifitasnya dalam pentas seni. Pentas seni dibuka dengan lagu daerah Surabaya yang dilanjutkan dengan aksi drama arek-arek Surabaya. Yogyakarta tidak mau kalah dengan menampilkan
paduan suara yang memikat.
Kompetisi latgab timur pun tak kalah menarik. Surabaya membantai Yogyakarta pada cabang Bentengan 3-0. Yogyakarta membalas dengan memenangkan cabang Taekwondo 3-2 dan cabang Triathlon 2-1. Sementara cabang sepak bola terhenti dan tidak dilanjutkan saat kedudukan masih 0-0.
Berdasarkan perhitungan yang telah dibuat, muncullah Surabaya sebagai pemenang dari kompetisi Latgab Timur kali ini dan berhasil merebut Trophy Boedjang-boedjang Bahagia dari tangan
Yogyakarta. Adzan maghrib berkumandag, kami pun bergegas pulang. Klip singkat perjuangan Michael Jordan menjadi klimaks pada penutupan Latgab Timur yang ketiga ini. Banyak kisah yang tak
bisa dilupakan.Begitu pula dengan mimpi dan harapan. Dengan tekad, keyakinan, dan usaha yang kuat pasti mimpi yang kita bangun bisa kita raih. Mulai kepakkan sayap kita, lalu teriakan dengan lantang I believe I can fly.
[Hasan Peserta PPSDMS Regional 3 Yogyakarta, Mahasiswa FEB UGM 2006]


























