Print This Post

Khidmatnya Milad Kelima

[JAKARTA, 12/8] Dengan persiapan agak sempit akhirnya acara Milad PPSDMS kelima dapat terselenggara. Momen penting itu dihadiri 100 orang, termasuk perwakilan peserta dari lima regional yang mengutus masing-masing sebanyak empat orang, kecuali regional Jakarta mewajibkan seluruh pesertanya. Dewan Penasehat dan Penyantun, serta Ketua MPR Dr. Hidayat Nur Wahid dan Menpera M. Yusuf Asy’ari tampak di antara undangan. Sementara dari kalangan donatur terlihat perwakilan Yayasan Dana Sosial Al Falah, Kelompok Salemba Empat, BNI Syariah, dan Baitulmal BRI. Rektor Paramadina, Dr. Anies Baswedan, juga ikut bergabung.

Dalam pembukaan, Laksda (Purn) Husein Ibrahim selaku Ketua Dewan Penyantun, menjelaskan: “Perjalanan PPSDMS bermula dari ide besar dan tekad yang tulus, namun tidak pernah disangka sebelumnya bahwa cita-cita itu akhirnya menjadi kenyataan saat ini”. Lalu, laporan dari Pengurus disampaikan Drs. Musholli tentang perkembangan PPSDMS selama lima tahun, beserta kelebihan dan kekurangan yang harus ditangani.

Sesi urun rembug diisi Arief T. Surowidjojo, SH, LLM dan Drs. Kemal Stamboel, Psi, MSM, keduanya merupakan anggota Dewan Penyantun. Arief mengemukakan persoalan dan tantangan yang dihadapi PPSDMS sebagai lembaga pengkaderan kepemimpinan, sementara Kemal mencoba memberi jawaban agar peserta, alumni dan pengurus PPSDMS siap menghadapi perubahan zaman yang bergulir cepat.

Puncak acara adalah pidato penutup (clossing ceremony) oleh Dr. Hidayat Nur Wahid, MA selaku Ketua MPR RI. Ketua Dewan Penasehat PPSDMS itu memaparkan perlunya kaum muda belajar sejarah serta menguasai disiplin ilmu dan keahlian tertentu, karena persoalan bangsa di masa datang membutuhkan tenaga spesialis yang mampu mensinergikan kapasitasnya.

Acara berlangsung akrab dan khidmat didahului dengan santap malam diiringi nasyid, diselingi pameran foto yang disusun oleh tim kemitraan dan tayangan klip video instan besutan seorang alumni PPSDMS, Muhammad Khairul Anam (alumni ITB). Tak ketinggalan, tim paduan suara yang dipimpin Bintar Lulus dari UGM Yogya menambah hangat suasana. [adj]

sapto

My name's Sapto. Born in Jakarta, grew up in Surabaya, and proud to be an Indonesian Muslim. I'm a journalist and always be a journalist till my last day. My education background, major in international relations and minor in strategic studies, but concerning in anti-corruption movement, counter-terrorism policy/strategy and contemporary Islam.

sapto has written 200 posts
Website: http://

Leave a Reply




Video PPSDMS

Perpustakaan Keliling PPSDMSMilad 5 PPSDMS 2002-2007

Testimonial

Berpikir Strategis
Berpikir Strategis
Yuda Dian Harja*) Beberapa waktu yang lalu, Bapak Dr. Daniel M. Rosyid pernah berbicara di Asrama Regional 4 Surabaya tentang berfikir strategis. Mungkin sudah terlalu lama, tetapi saya fikir tema ini masih sangat relefan untuk direnungkan. Saya ing...

Leadership Corner

Kepemimpinan Thalut di Masa Kegoncangan Politik
Kepemimpinan Thalut di Masa Kegoncangan Politik

Sapto Waluyo
Kehadiran seorang pemimpin sangat diharapkan untuk mewujudkan stabilitas sosial-politik. Sebaliknya, kekosongan kursi kepemimpinan (vacuum of leadership) akan memancing suasana kegoncangan, bahkan pertikaian politik. Hal itu terjadi di masa lalu dan masa sekarang dengan fenomena yang beragam.
Ironisnya, di tengah situasi ketidakpastian itu seringkali tampil segelintir elite yang memiliki ambisi tersendiri untuk mencapai puncak kekuasaan. Manuver [...]

Portal Peserta PPSDMS