Kembali Merapatkan Barisan Melalui Latihan Gabungan (Latgab) Wilayah Barat
Jumat-Ahad, 17-19 Oktober 2008
Latgab? Mungkin banyak yang mengira itu kegiatan di instansi militer. Sebuah istilah untuk kegiatan latihan bersama yang melibatkan beberapa pasukan yang berbeda, atau kekuatan militer dari beberapa negara. Namun Latgab di PPSDMS adalah Latihan Gabungan para peserta PPSDMS dari beberapa regional. Saat ini Latgab dibagi menjadi Latgab Wilayah Barat (Jakarta, Bandung, Bogor) dan Latgab Wilayah Timur (Yogyakarta, Surabaya). Alhamdulillah, Latgab Wilayah Barat yang pertama telah diselenggarakan Jumat-Ahad, 17-19 Oktober 2008 yang lalu di Jakarta.
Jumat (17/10) petang, para peserta dari Bandung dan Bogor mulai berdatangan ke Asrama Regional 1. Para Ksatria UI (sebutan untuk peserta PPSDMS Jakarta) berupaya menjadi tuan rumah yang baik, berbagi kamar dengan saudara-saudara mereka yang lain, paling tidak untuk meletakkan barang bawaan, mengingat ukuran kamar yang relatif kecil. Setelah beristirahat sejenak, shalat Maghrib dan Isya, juga makan malam istimewa dengan nasi kebuli sebagai menu utama, rangkaian kegiatan diawali dengan seremoni yang khidmat. Surat Ash-Shaff 10-14 lewat suara merdu Farid Septian (Kriminologi UI 2006) disambung oleh lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PPSDMS, serta Idealisme Kami oleh hadirin dipimpin Tri Mukhlison Anugrah dan Muhammad Kholid (Ilmu Ekonomi UI 2006). Kemudian Manajer Program menyampaikan Welcoming Speech berisi ulasan kinerja PPSDMS Regional 1, 2 dan 5 bulan Agustus dan September, seraya membangkitkan motivasi peserta untuk terus bekerja dan berjuang lebih keras, cerdas, dan ikhlas.
Dalam pembukaan diserahkan pula plakat ucapan terimakasih kepada Bapak Syakdin Darminta yang telah berwakaf sebesar Rp 100 juta oleh Drs. Musholli, Direktur PPSDMS, serta penghargaan “Regional Young Leaders of the Month” kepada Faiz Husnayain (Jakarta), Rachmadani F. (Bandung), dan Tito Tegar (Bogor) oleh Bachtiar Firdaus, Wakil Direktur PPSDMS. Pak Syakdin juga memberikan sambutan, menyampaikan rasa haru dan syukurnya menyaksikan kesungguhan kiprah PPSDMS menyiapkan kepemimpinan masa depan di berbagai sektor.
Sekitar pukul 20:30 Pak Musholli menyampaikan Kajian Islam Kontemporer (KIK) edisi bulan Oktober. Beliau membahas betapa integralnya Ilmu Allah yang menuntut kita untuk memahami ayat-ayat kauliyah (firman-firmanNya di dalam Kitab Suci) maupun ayat-ayat kauniyah (sunatullah yang tersebar di alam semesta). Hari Sabtu pagi, setelah Shalat Malam bersama Ustadz Arham, Shalat Shubuh, dan Apel Pagi, KIK dilanjutkan kembali, antara lain dengan mengupas brain drain di negara-negara muslim, tragedi yang memprihatinkan di mana banyak SDM terbaik yang menguasai iptek hengkang dari negara-negara muslim karena tidak memperoleh kesempatan yang memadai mengaktulisasikan potensi yang mereka miliki. Kajian yang tajam dan mendalam, namun tetap diselingi dengan humor-humor segar khas Pak Musholli membuat sebagian besar peserta tetap “on” hingga salam penutup.
Hari kedua, Sabtu, 18 Oktober sungguh padat. Setelah beristirahat sejenak selepas sesi KIK, Pak Sapto Waluyo, pemateri Training Jurnalistik, yang juga Asisten Manajer Humas dan Publikasi PPSDMS, mengupas “Teknik Menulis Opini,” dengan mengelaborasi bagaimana memilih tema, menentukan judul, menyusun alinea, mengolah gaya penulisan, menggunakan data dan rujukan, serta merumuskan kesimpulan dan alinea penutup, Pak Sapto juga memotivasi peserta dengan mengatakan, “Menulis, menulis, menulis. Jangan berhenti dan putus asa. Mengedit, mengedit, mengedit, jangan bosan dan cepat puas. Mengirim tulisan, menyebarkan ke teman, mendiskusikan dan menerbitakan sendiri. Jangan malu.” Subhanallah! Dengan melaksanakan kiat tersebut, tak lama lagi insya Allah tulisan bermutu hasil permainan jari-jari para peserta PPSDMS di atas keyboard komputer akan mewarnai berbagai media nasional dan internasional. Amin.
Setelah menyantap menu makan siang berupa siomai dan kentang, para peserta berjumpa dengan Bapak Harsya Deny Suryo, Vice President Investor Relations and Corporate Secretary PT Telkom Indonesia di sesi Diskusi Pasca Kampus (DPK). Pak Deny, begitu beliau biasa disapa, mengulas peran strategis Investor Relations bagi sebuah korporasi besar sekelas PT Telkom Indonesia. Bagi peserta ini sebuah bidang baru, profesi yang bukan hanya menuntut kompetensi keuangan perusahaan, namun juga marketing dan corporate communicatios. Banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta membuat waktu dua jam yang disediakan berlalu tanpa terasa.
Petang harinya terlihat pemandangan menarik. Sekitar sembilan puluh pemuda berpakaian putih, sebagian besar bersabuk putih, beberapa dengan warna kuning, hijau, dan biru, berlari-lari dari halaman depan Gedung PPSDMS ke arah Kampus The Yellow Jackets. Ya, para peserta Latgab di bawah bimbingan Sabeum Supri, pelatih Tae-kwon-do Regional Jakarta, berlatih dengan penuh semangat di pelataran Balairung Universitas Indonesia. Sambutan corn soup hangat ketika kembali ke Asrama sungguh meredakan rasa letih para peserta.
Malam harinya Pak Sapto kembali tampil dalam Studi Pustaka, mengulas buku “Kuliah Tauhid” karya M. Imaduddin Abdul Rahim (Bang Imad). Beliau mengangkat pula peran strategis Bang Imad beserta Latihan Mujahid Dakwah (LMD) yang digagasnya, sebagai latar penting lahirnya buku tersebut. Berbagai sisi menarik dikupas dengan tajam, misalnya saja bagaimana penulis mengurai konsekuensi Tauhid terhadap pemerdekaan manusia atau membahas fenomena syirik dan musyrik yang terkesan radikal. Kegiatan malam hari diakhiri dengan Apel Malam dan Inspeksi Kamar. Dalam inspeksi, Manajer Program meminta komitmen peserta untuk meningkatkan kualitas kebersihan dan kerapian kamar masing-masing.
Hari terakhir, Ahad, peserta berjumpa dengan Training Pengembangan Diri (TPD) bersama Pak Arief, dibagi dalam dua sesi, pagi dan siang. Di sesi pagi diulas tiga tips melakukan perubahan, yaitu menaikkan standar, membuang keyakinan penghambat, dan mengubah strategi. Dalam sesi kedua peserta diajak memahami otak dan pikiran sebagai anugerah terbesar Allah SWT yang memungkinkan manusia menjadi mahluk pembelajar. Terjadi keriuhan dalam ruangan ketika Pak Arief membahas kekhasan laki-laki dan perempuan akibat perbedaan-perbedaan pada otak dan cara berpikir mereka.
Di hari Ahad juga terdapat Dialog Tokoh dengan Prof. Dr. Eko Prasojo dari FISIP UI, Guru Besar termuda di UI yang membahas topik hangat seputar perkembangan demokrasi dan politik Indonesia, terutama kaitannya dengan desentralisasi/otonomi daerah. Pak Eko mengulas tiga sumber permasalahan bangsa dan negara ini, sekaligus area di mana perbaikan harus difokuskan, yaitu hukum, politik dan birokrasi. Yang menakjubkan, hampir seluruh peserta mengacungkan tangan untuk bertanya. Tentu saja waktu dua setengah jam yang disediakan jauh dari mencukupi. Akhirnya, Latgab Wilayah Barat ditutup pukul 17:00 dengan Closing Speech Manajer program, mengingat para peserta untuk mempersiapkan diri menghadapi Evaluasi Semester I bulan Februari 2009 yang akan datang. Sampai jumpa di Latgab Wilayah Timur di Yogyakarta, 21-23 November 2008. [AM]


























