Kebutuhan Energi Menggeser Pemenuhan Pangan
Oleh : Shohib Qomad Dillah*
Perkembangan teknologi membuat hampir semua pekerjaan manusia menjadi semakin mudah. Berbagai aktivitas dahulu sulit dilakukan dengan hanya mengandalkan tenaga manusia, akan tetapi di zaman sekarang, pekerjaan tersebut menjadi ringan berkat bantuan mesin. Sejumlah mesin telah dirancang dan dipasarkan untuk meningkatkan taraf hidup manusia. Dengan banyaknya jenis dan jumlah mesin yang ada, semakin cepat suatu pekerjaan dapat diselesaikan.
Di bidang pertanian, mesin telah banyak berperan untuk meningkatkan hasil panen. Jika dahulu petani hanya mengolah tanah dengan cangkul dan tenaga kerbau beserta bajaknya, maka mereka kini telah memakai teknologi mesin diesel dan berbagai alat pertanian. Mulai dari pengairan, pengolahan tanah, penyemaian, penanaman sampai pemanenan dan penyimpanan hasil pertanian, semuanya telah tersentuh oleh teknologi mesin, terutama mesin diesel.
Mesin diesel sendiri sudah digunakan dalam banyak bidang lain. Industri dan transportasi adalah dua bidang yang paling banyak memakai mesin diesel dalam operasionalnya. Hampir semua industri besar dan kecil menggunakan mesin diesel untuk pembangkit tenaga dan untuk mesin industri. Transportasi, meskipun sudah banyak yang menggunakan mesin berbahan bakar bensin, akan tetapi pemakaian kendaraaan bermesin diesel masih cukup banyak. Dengan masih banyaknya pemakaian mesin bertenaga diesel, maka kebutuhan solar sebagai bahan bakar juga masih tetap besar.
Tingginya tingkat konsumsi bahan bakar diesel membuat produsen solar harus memperbanyak produksi, akan tetapi dengan keterbatasan sumber minyak bumi sebagai bahan baku, maka harus ada bahan yang dapat menggantikan peranan solar. Sekarang telah diujicobakan, dan bahkan mulai diterapkan pemakaian biodiesel sebagai pengganti bahan bakar solar. Biodiesel adalah hasil dari proses pengolahan lebih lanjut terhadap minyak nabati. Beberapa bahan yang dapat dijadikan bahan baku pembuatan biodiesel adalah minyak kelapa sawit, jarak pagar, kapok randu dan beberapa tumbuhan penghasil minyak nabati lainnya.
Biodiesel diharapkan dapat mengurangi konsumsi solar nasional mengingat taraf pemakaian bahan bakar telah meningkat sehingga pemerintah harus mengimpornya dan memberikan subsidi agar harganya tidak terlampau mahal. Beberapa daerah (provinsi) di Indonesia telah mulai membangun infrastruktur untuk merealisasikan program biodiesel pengganti solar. Bahkan, ada beberapa provinsi yang mentargetkan sejak tahun 2006 sudah bisa memproduksi biodiesel. Pabrik yang telah dibangun direncanakan akan menghasilkan biosiesel dengan bahan baku kelapa sawit. pemerintah bahkan mentargetkan akan menghasilakn biodiesel untuk memenuhi 30% kebutuhan energi nasional.
Dengan pencanangan pemakaian biodiesel sebagai pengganti solar oleh pemerintah, maka akan terjadi perubahan tren pemakaian bahan bakar motor diesel oleh masyarakat. Peningkatan produksi biodiesel berarti terjadi peningkatan dalam permintaan pasokan bahan baku penghasil minyak nabati. Permintaan bahan baku yang tinggi berimplikasi terhadap produksi bahan baku tersebut. Dengan naiknya permintaan, berarti produksi tanaman kelapa sawit atau jarak juga harus meningkat. Jika produksi pertanaman sudah maksimal, maka untuk menutup kekurangan permintaan, pemerintah harus mencari lahan baru untuk membudidayakan tanaman tersebut.
Peningkatan produksi bahan baku biodiesel ditakutkan akan terjadi pergeseran penggunaan lahan dari tanaman pangan ke tanaman industri bahan baku biodiesel. Padahal ketersediaan lahan pertanian di Indonesia semakin berkurang dengan adanya industrialisasi dan pembangunan pemukiman. Lahan yang seharusnya digunakan untuk produksi tanaman pangan dengan tujuan memenuhi permintaan nasional terhadap tanaman pangan akan berkurang. Lahan mayoritas akan ditanami tanaman yang dijadikan bahan baku industri biodiesel sehingga terjadi pergeseran fungsi lahan.
Saat ini saja pemerintah memenuhi kebutuhan permintaan terhadap bahan pangan dengan jalan mengimpornya dari negara tetangga. Bahan pangan yang sebenarnya bisa diproduksi di Indonesia seperti beras, kedelai, jagung dan bahan-bahan lainnya ternyata harus dipenuhi dari negara lain. Dengan bergesernya fungsi lahan sebagai penghasil bahan baku biodiesel, maka kemungkinan peningkatan impor bahan pangan akan naik. Hal ini akan menjadikan Indonesia tidak mandiri dan semakin lemah dalam ketahanan pangan. Dengan lemahnya ketahanan pangan, maka kekuatan Indonesia sebgai negara agraris yang besar akan berkurang di mata internasional.
Memang penerapan biodiesel di Indonesia tidak tepat jika kita melihat ketersediaan lahan yang ada. Akan tetapi pemerintah harus melakukan langkah ini mengingat cadangan minyak nasional telah menipis dan Indonesia sudah sampai pada nilai impor solar sebesar Rp 7 milyar liter per tahun atau sebesar 30 % kebutuhan solar nasional. Pemerintah bergerak cepat untuk mengatasi permasalahan krisis energi nasional dengan mengantisipasinya yaitu menerapkan pemakaian biodiesel secara nasional. Akan tetapi memang pemerintah juga harus bijak memperhitungkan kebutuhan lahan untuk tanaman pangan, jangan sampai kebutuhan bahan bakar terpenuhi, akan tetapi rakyat kelaparan dan harus menunggu impor bahan makanan karena lahan yang bisa mereka olah tinggal sedikit. Alternatif lain, membuka lahan baru yang nonproduktif, sehingga lahan untuk tanaman pangan tetap terjaga, bahkan sebenarnya perlu diperluas sesuai dengan perkembangan populasi.
Sebenarnya tren pemakaian energi alternatif baru bukan mengarah pada biodiesel karena di negara-negara eropa, pemakaian biodiesel telah diujicobakan beberapa puluh tahun yang lalu. Tren yang ada sekarang adalah penggunaan mesin hibrid. Mesin hibrid adalah mesin yang mengaplikasikan teknologi Hibrid system yaitu teknologi yang menggunakan hidrogen untuk dijadikan sumber tenaga. Tentu saja sistem ini tidak hanya menggunakan hidrogen, akan tetapi dikombinasikan dengan penggunaan solar sel sehingga diharapkan tidak timbul polusi dan berbagai permasalahan bahan baku seperti yang diakibatkan penggunaan bahan bakar konvensional. Teknologi hibrid bahkan telah diterapkan pada bebrapa mobil keluaran terbaru dari pabrikan mobil dunia. Penggunaan teknologi ini telah menjawab tuntutan mesin yang menghasilkan emisi rendah.
*) Mahasiswa Fakultas Teknologi Pangan IPB 2004, Peserta PPSDMS Regional 5 Bogor, Peraih Medali Perak Pekan Ilmiah Nasional 2006.



























i always use Biodiesel on my car to help the environment. Biodiesel is cleaner and is reneweable.*-.