Jalal Umaruddin: National Young Leader of the Month November 2008
Kalau Jalal – panggilan akrab Jalal Umaruddin – hampir selalu terlihat bugar dan penuh semangat sangat wajar, karena olahraga adalah hobi utama pemuda kelahiran Blora, 18 Desember 20 tahun yang lalu ini. Tak kurang dari empat jenis olahraga yang disukai Jalal: renang, bulutangkis, catur, dan bola voli. Bahkan yang terakhir, voli, ditekuninya secara khusus dengan menjadi anggota Unit Bola Voli ITB. Dengan tinggi-berat badan 179 cm-68 kg memang tidak terlalu sulit bagi Jalal untuk menjadi pemain voli yang handal.
Tahun 2006 Jalal berhasil masuk Jurusan Teknik Perminyakan FTTM ITB, setelah menamatkan pendidikan menengahnya di SMU Negeri 1 Blora, Jawa Tengah. Sebelumnya Jalal menempuh pendidikan di SMP Negeri 3 Blora dan SD Negeri 1 Jepangrejo. Hingga saat ini prestasi akademik Jalal masih cukup meyakinkan, dengan IPK di atas 3. Bahkan di tahun 2007 yang lalu Jalal masuk dalam Dean’s List FTTM ITB dengan IPK 4,00.
Selain kuliah, Jalal juga punya sederet aktifitas organisasi yang merupakan sarananya untuk berkontribusi. Jalal adalah aktifis Masjid Salman ITB. Bahkan sebelum menjadi peserta PPSDMS periode 2008-2010 Jalal menghuni Asrama Salman. Di Salman saat ini Jalal aktif di Divisi Training KARISMA. Jalal juga aktif di Divisi Akademik Keluarga Mahasiswa ITB, Himpunan Mahasiswa Teknik Perminyakan ITB, serta organisasi-organisasi yang terkait dengan daerah asalnya, Blora, seperti BASIC (komunitas mahasiswa ITB asal Blora) dan FASMABA (Forum Silaturahmi Alumni SMA 1 Blora). Mungkin belajar dari peribahasa, tak ingin seperti kacang yang lupa pada kulitnya, Jalal memang punya komitmen yang sangat kuat untuk memajukan Blora, tanah kelahirannya.
Jika kita cermati track record Jalal jelas terlihat bahwa pengembangan SDM merupakan bidang yang menjadi fokus perhatiannya. Jalal sangat serius meningkatkan kapasitas dirinya dengan mengikuti berbagai pelatihan, seminar, dan workshops, baik yang terkait dengan pengembangan hardskills maupun softskills, termasuk mengembangkan kemampuannya untuk menjadi trainer. Jalal juga secara intensif berbagi ilmu dengan menjadi trainer dan pengajar dalam berbagai forum pelatihan, di samping menjadi salah seorang Tentor di KLC (KHARISMA Learning Center).
Jalal Umaruddin tak pernah berhenti berkarya. Sejak bulan Juli yang lalu ia bersama sejumlah teman berjuang keras untuk menghidupkan kembali sebuah Madrasah yang sudah mati suri. Alhamdulillah saat ini sudah terdaftar 30 pengajar, sehingga siap beroperasi kembali. Di samping itu, Jalal juga sudah mempersiapkan kehidupan paska kampusnya sebagai entrepreneur dengan merintis JL Corp yang saat ini berkiprah dalam budidaya jamur. Walaupun saat ini bisnisnya masih kecil namun Jalal punya keyakinan diri yang luar biasa. Bahkan dalam emailnya kepada saya Jalal menyatakan, “insya Allah nanti akan menjadi korporasi bisnis terbesar abad ini.” Amin! [am]


























