• Font size:
  • Decrease
  • Reset
  • Increase

Laporan Donasi 2013

Data Alumni PPSDMS Angkatan 1

Navigation


"Metode Dalang"

Added by: Super User (Monday, 07 January 2013 17:00)
Last Modified: Kemitraan Staff (Thursday, 10 January 2013 14:56)

Dialog Tokoh edisi Desember Regional 1 Jakarta yang diselenggarakan pada Selasa, 18 Desember 2012 Pukul 20.00-22.00 WIB di Auditorium PPSDMS NF menghadirkan sebagai pembicara ustadz Muhammad Yasin MD. Pak Yasin merupakan seorang ustadz yang memiliki jaringan yang luas terhadap tokoh agama Indonesia seperti Didin Hafiduddin dan Din Syamsuddin. Sebelum mengisi acara ini, beliau sedang ada acara bersama tokoh-tokoh tersebut, sehingga beliau datang kesini sedikit terlambat. Tetapi karena masalah teknis, Pak Yasin datang tepat pada waktunya.

more info (+)

 

Pak Yasin merupakan seorang penemu metode Dalang sekaligus Ketua Yayasan Harokah Diniyah. Beliau sangat concern terhadap perkembangan islam termasuk dalam membaca Al-Quran. Usaha yang beliau lakukan selama ini yang mendasari seluruh pergerakannya adalah dua perkara, yaitu kitabullah dan sunnatullah. Maksudnya, semua ilmu yang beliau sampaikan dalam berdakwah berdasarkan kitab Allah dan sunnah-sunnahNya.

Metode dalang merupakan sebuah cara yang ditemukan oleh Pak Yasin untuk memudahkan masyarakat dalam mempelajari Al-Quran. Kita ketahui bahwa banyak sekali manfaat yang akan didapat dengan membaca Al-Quran, diantaranya sebuah kenikmatan dari Allah, menjanjikan kebaikan, keberkahan, dan kenikmatan bagi penghafalnya, akan didahulukan pemakamannya di liang lahat (HR. Bukhari), sebagai ciri orang yang berilmu, dijadikan sebagai keluarga Allah yang berada di atas bumi (HR. Ahmad), dihormati karena apabila kita menghormati seorang Hafizh berarti mengagungkan Allah (HR. Abu Daud), sebagai penolong pada hari kiamat (HR. Muslim), dan ditinggikan derajatnya (HR. Tirmidzi). Latar belakang itulah yang membuat Pak Yasin ingin membantu masyarakat dalam menghafal Al-Quran. Cara menghafal Al-Quran menggunakan metode ini yaitu dengan bernyanyi selayaknya nada seorang dalang dengan lirik huruf hijaiyah atau bacaan Al-Quran (tergantung tingkatan yang dipelajari). Adapun musik pengantar dalang pada umumnya memiliki filosofi tersendiri. Biasanya, lagu pengantar memiliki lirik Ning, Nang, Ning Nung, …, Tak, Dung. Dari lirik tersebut dapat bermakna dalam keheningan terus berharap pada yang agung, bergeraklah! Pesan yang disampaikan pada musik pengantar tersebut jelas menyatakan bahwa kita harus senantiasa bergerak mencari keridhaan Allah.

Metode dalang mencakup 5 aspek yaitu membaca, menulis, menghafal, mengartikan, dan mengajarkan Al-Quran. Kelima aspek tersebut dibagi menjadi beberapa tingkatan dalam membaca Al-Quran. Bagi seseorang yang baru belajar Al-Quran, metode yang digunakan yaitu mengenalkan huruf hijaiyah melalui sebuah lagu yang biasa digunakan seorang dalang. Lagu tersebut dirancang agar mudah diingat nadanya. Selanjutnya ketika sudah mahir, akan dikenalkan makna dari suatu ayat dalam Al-Quran melalui tokoh pada wayang.

Wayang merupakan permainan khas daerah Pulau Jawa yang sejak dulu digunakan oleh para tokoh islam Indonesia dalam menyebarkan agama islam. Dari pengantar hingga cerita drama, merupakan nilai-nilai yang ada pada Al-Quran. Bahkan teori big bang pun ada pada cerita wayang. [HT]

3 Piala Emas untuk "Tidak Bicara Cinta"

Added by: irsyad (Monday, 07 April 2014 13:44)
Last Modified: irsyad (Monday, 07 April 2014 14:21)

Alumni PPSDMS Nurul Fikri Fauzan Zidni sebagai Produser Film "Tidak Bicara Cinta" menyabet 3 Penghargaan sekaligus.

Film "What They Don't Talk About When They Talk About Love (Tidak Bicara Cinta)" berhasil mendominasi ajang Akademi Film Indonesia (AFI) 2014 yang digelar di Bentara Budaya Jakarta, Senin (24/3). Film karya Mouly Surya itu membawa pulang Piala Jati Emas untuk kategori skenario, sutradara, dan film terbaik.

more info (+)

 

Sementara kategori film terlaris dimenangi "Tenggelamnya Kapal van der Wijck" dengan 1,72 juta penonton. Film produksi Soraya Intercine Films ini jauh mengungguli "99 Cahaya di Langit Eropa (Part 1)" dan "Soekarno" yang masing-masing mengumpulkan 1,18 juta dan 940 ribu penonton.

Menurut AFI dalam rilis pers yang diterima Beritagar, penghargaan kategori film terlaris dibuat dengan alasan ingin mendorong pertumbuhan film dari segi aspek kesenian dan industri. Film sebagai kesenian hanya bisa tumbuh sehat bila ditunjang industri yang sehat.

Sumber : http://beritagar.com/p/tiga-piala-jati-emas-untuk-tidak-bicara-cinta-12671

Aditya Rian Anggoro

Added by: Administrator Web (Tuesday, 18 September 2012 11:30)
Last Modified: Administrator Web (Tuesday, 18 September 2012 13:30)

Mario adalah lulusan Program Studi Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI, angkatan 2006. Selama kuliah, Mario aktif di BEM UI selama tiga periode, terakhir sebagai Koordinator Bidang Kemahasiswaan. Selama menjadi mahasiswa, Mario pernah meraih beasiswa Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis Nurul Fikri (PPSDMS NF) selama dua tahun, serta beasiswa Summer Course di Bursa-Turki dari Kementerian Pendidikan Nasional Republik Turki selama tiga bulan.

Penggemar Manchester United ini adalah volunteer di Yayasan Bina Antarbudaya. Ketika SMA, Mario sempat menjadi siswa pertukaran ke Bern-Switzerland selama satu tahun. Pengalaman tersebut memberikan pelajaran berharga bahwa perbedaan budaya bukan hambatan bagi terciptanya perdamaian dunia, melainkan peluang untuk menjalin persahabatan.

Motto hidup "good contribution for sure, generate benefits for others", yang ia percaya, menjadi alasan bagi Mario untuk bergabung sebagai Pengajar Muda.

Connect

 facebook.com
 twitter.com  
  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 http://ppsdms.org

Aditya Rian Anggoro

Added by: Administrator Web (Tuesday, 18 September 2012 11:30)
Last Modified: Administrator Web (Tuesday, 18 September 2012 13:30)

Mario adalah lulusan Program Studi Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI, angkatan 2006. Selama kuliah, Mario aktif di BEM UI selama tiga periode, terakhir sebagai Koordinator Bidang Kemahasiswaan. Selama menjadi mahasiswa, Mario pernah meraih beasiswa Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis Nurul Fikri (PPSDMS NF) selama dua tahun, serta beasiswa Summer Course di Bursa-Turki dari Kementerian Pendidikan Nasional Republik Turki selama tiga bulan.

Penggemar Manchester United ini adalah volunteer di Yayasan Bina Antarbudaya. Ketika SMA, Mario sempat menjadi siswa pertukaran ke Bern-Switzerland selama satu tahun. Pengalaman tersebut memberikan pelajaran berharga bahwa perbedaan budaya bukan hambatan bagi terciptanya perdamaian dunia, melainkan peluang untuk menjalin persahabatan.

Motto hidup "good contribution for sure, generate benefits for others", yang ia percaya, menjadi alasan bagi Mario untuk bergabung sebagai Pengajar Muda.

Connect

 facebook.com
 twitter.com  
  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 http://ppsdms.org

Aditya Rian Anggoro

Added by: Administrator Web (Tuesday, 18 September 2012 11:30)
Last Modified: Administrator Web (Tuesday, 18 September 2012 13:30)

Mario adalah lulusan Program Studi Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI, angkatan 2006. Selama kuliah, Mario aktif di BEM UI selama tiga periode, terakhir sebagai Koordinator Bidang Kemahasiswaan. Selama menjadi mahasiswa, Mario pernah meraih beasiswa Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis Nurul Fikri (PPSDMS NF) selama dua tahun, serta beasiswa Summer Course di Bursa-Turki dari Kementerian Pendidikan Nasional Republik Turki selama tiga bulan.

Penggemar Manchester United ini adalah volunteer di Yayasan Bina Antarbudaya. Ketika SMA, Mario sempat menjadi siswa pertukaran ke Bern-Switzerland selama satu tahun. Pengalaman tersebut memberikan pelajaran berharga bahwa perbedaan budaya bukan hambatan bagi terciptanya perdamaian dunia, melainkan peluang untuk menjalin persahabatan.

Motto hidup "good contribution for sure, generate benefits for others", yang ia percaya, menjadi alasan bagi Mario untuk bergabung sebagai Pengajar Muda.

Connect

 facebook.com
 twitter.com  
  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 http://ppsdms.org

Aditya Rinus P Putra

Added by: Administrator Web (Tuesday, 18 September 2012 11:30)
Last Modified: (Tuesday, 18 September 2012 13:30)

Mario adalah lulusan Program Studi Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI, angkatan 2006. Selama kuliah, Mario aktif di BEM UI selama tiga periode, terakhir sebagai Koordinator Bidang Kemahasiswaan. Selama menjadi mahasiswa, Mario pernah meraih beasiswa Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis Nurul Fikri (PPSDMS NF) selama dua tahun, serta beasiswa Summer Course di Bursa-Turki dari Kementerian Pendidikan Nasional Republik Turki selama tiga bulan.

Penggemar Manchester United ini adalah volunteer di Yayasan Bina Antarbudaya. Ketika SMA, Mario sempat menjadi siswa pertukaran ke Bern-Switzerland selama satu tahun. Pengalaman tersebut memberikan pelajaran berharga bahwa perbedaan budaya bukan hambatan bagi terciptanya perdamaian dunia, melainkan peluang untuk menjalin persahabatan.

Motto hidup "good contribution for sure, generate benefits for others", yang ia percaya, menjadi alasan bagi Mario untuk bergabung sebagai Pengajar Muda.

Connect

 facebook.com
 twitter.com  
  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 http://ppsdms.org

Aditya Rinus P Putra

Added by: Administrator Web (Tuesday, 18 September 2012 11:30)
Last Modified: (Tuesday, 18 September 2012 13:30)

Mario adalah lulusan Program Studi Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI, angkatan 2006. Selama kuliah, Mario aktif di BEM UI selama tiga periode, terakhir sebagai Koordinator Bidang Kemahasiswaan. Selama menjadi mahasiswa, Mario pernah meraih beasiswa Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis Nurul Fikri (PPSDMS NF) selama dua tahun, serta beasiswa Summer Course di Bursa-Turki dari Kementerian Pendidikan Nasional Republik Turki selama tiga bulan.

Penggemar Manchester United ini adalah volunteer di Yayasan Bina Antarbudaya. Ketika SMA, Mario sempat menjadi siswa pertukaran ke Bern-Switzerland selama satu tahun. Pengalaman tersebut memberikan pelajaran berharga bahwa perbedaan budaya bukan hambatan bagi terciptanya perdamaian dunia, melainkan peluang untuk menjalin persahabatan.

Motto hidup "good contribution for sure, generate benefits for others", yang ia percaya, menjadi alasan bagi Mario untuk bergabung sebagai Pengajar Muda.

Connect

 facebook.com
 twitter.com  
  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 http://ppsdms.org

Aditya Rinus P Putra

Added by: Administrator Web (Tuesday, 18 September 2012 11:30)
Last Modified: (Tuesday, 18 September 2012 13:30)

Mario adalah lulusan Program Studi Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI, angkatan 2006. Selama kuliah, Mario aktif di BEM UI selama tiga periode, terakhir sebagai Koordinator Bidang Kemahasiswaan. Selama menjadi mahasiswa, Mario pernah meraih beasiswa Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis Nurul Fikri (PPSDMS NF) selama dua tahun, serta beasiswa Summer Course di Bursa-Turki dari Kementerian Pendidikan Nasional Republik Turki selama tiga bulan.

Penggemar Manchester United ini adalah volunteer di Yayasan Bina Antarbudaya. Ketika SMA, Mario sempat menjadi siswa pertukaran ke Bern-Switzerland selama satu tahun. Pengalaman tersebut memberikan pelajaran berharga bahwa perbedaan budaya bukan hambatan bagi terciptanya perdamaian dunia, melainkan peluang untuk menjalin persahabatan.

Motto hidup "good contribution for sure, generate benefits for others", yang ia percaya, menjadi alasan bagi Mario untuk bergabung sebagai Pengajar Muda.

Connect

 facebook.com
 twitter.com  
  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 http://ppsdms.org

Afrika, Sekutu Berpotensi bagi Cina

Added by: Super User (Monday, 03 September 2012 22:27)
Last Modified: Kemitraan Staff (Tuesday, 04 September 2012 14:09)

Esai ini akan membahas potensi Afrika untuk menjadi sekutu Cina. Hubungan Cina-Afrika semakin meningkat belakangan ini, terutama dalam hal perdagangan. Cina sendiri memiliki keyakinan bahwa Afrika merupakan bagian penting dalam diplomasi negaranya.[1] Saat ini, Cina menjalin hubungan diplomatik dengan limapuluh negara di Afrika.[2] Dengan perekonomian yang tergolong kuat, Cina tentu menjadi mitra dagang yang  menjanjikan bagi Afrika. Sebagai sesama kawasan berkembang, Cina dan Afrika berupaya untuk meningkatan development index di wilayah mereka masing-masing. Saya yakin bahwa Afrika adalah kawasan yang potensial untuk menjadi sekutu bagi Cina. Untuk itu, saya akan memusatkan fokus saya pada tiga argumen, yakni hubungan dagang antara Cina dan Afrika, benteng pertahanan dari ideologi Barat, dan oil diplomacy.

more info (+)

 Argumen pertama mengapa Afrika menjadi kawasan yang potensial untuk dijadikan sekutu oleh Cina adalah volume perdagangan antara Cina dan Afrika yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Cina menjadi mitra dagang ketiga Afrika, setelah Amerika Serikat dan Perancis.[3] Pada tahun 1999, volume perdagangan Cina-Afrika hanya sebesar $2milyar. Namun pada tahun 2005, jumlah tersebut meningkat hingga $40milyar.[4] Volume perdagangan Cina-Afrika mencapai $127milyar lima tahun kemudian. Ketika banyak negara yang mengeluh karena perdagangan mereka dengan Cina mengalami defisit, limabelas negara di Afrika justru mendapatkan surplus dari hasil kerjasama perdagangan mereka dengan Cina. [5] Hal ini membuktikan bahwa kerjasama perdagangan antara Cina dan Afrika tidak hanya menguntungkan bagi Cina, tetapi juga menjanjikan bagi Afrika.

 Sumber: http://www.economist.com/node/18586448, diakses pada Juni 2012

Sebanyak 85% barang yang diimpor oleh Cina dari Afrika adalah bahan mentah. Cina mengimpor bahan tambang dari Afrika, seperti kobalt, mangan, tantalum, dan timber. Barang-barang tersebut ternyata memberikan keuntungan tersendiri bagi Cina. Cina mengolah bahan mentah yang ada sehingga menghasilkan barang dengan nilai jual yang lebih tinggi. Hal ini tentu memberikan keuntungan yang dapat meningkatkan perekonomian Cina. Selain itu, hal ini ternyata juga berdampak pada perpolitikan di Cina. Pemerintah Cina yang didominasi oleh Partai Komunis Cina berhasil mengambil hati rakyat dengan perekonomian yang berkembang pesat.

Upaya Cina untuk meningkatkan kerjasama perdagangan dengan Afrika tidak hanya diwujudkan melalui proses ekspor-impor. Cina mengeluarkan kebijakan yang mempermudah akses perdagangan bagi Afrika di Cina. Negara-negara dengan kemampuan ekonomi yang tergolong rendah di Afrika diberikan akses untuk mengekspor barang mereka tanpa dikenai beamasuk.[6] Sebagian dari barang tersebut adalah produk pertanian. Cina membutuhkan ekspor produk pertanian dari negara-negara di Afrika guna memenuhi kebutuhan pangan negaranya. Hal ini mengingat banyaknya lahan di Cina yang rusak akibat berubah fungsi menjadi wilayah industri.

Argumen kedua adalah Afrika merupakan sekutu yang menjanjikan bagi Cina dalam membangun benteng pertahanan dari ideologi Barat. Seperti yang telah kita ketahui bahwa negara-negara Barat saat ini berusaha untuk menyebarkan “virus” demokrasi di berbagai negara. Salah satu perwujudannya adalah dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Namun, Cina adalah negara yang memiliki definisi tersendiri atas hak asasi manusia dan membatasi demokrasi di negaranya. Cina tentu membutuhkan sekutu untuk membangun benteng pertahanan bersama. Afrika merupakan sasaran empuk yang dapat diajak bekerjasama. Hal yang dapat menjadi pertimbangan adalah hampir seluruh negara-negara di kawasan Afrika merupakan bekas negara jajahan Barat sehingga mereka masih memiliki “trauma”, bahkan mungkin “dendam”, kepada Barat.

Afrika memiliki 54 negara yang tergabung dalam PBB. Jumlah tersebut mencapai lebih dari jumlah keseluruhan negara anggota PBB, yakni sebanyak 193 negara anggota. Suara dari negara-negara di Afrika dapat memperkuat posisi Cina di Dewan Keamanan PBB. Hal ini mengingat dominasi Barat yang tergolong besar di jajaran Dewan Keamanan Tetap, yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Cina, dan Perancis. Dukungan dari Afrika dapat membawa pengaruh yang cukup signifikan bagi Cina.

Oil Diplomacy menjadi argumen ketiga mengapa Afrika menjadi sekutu berpotensi bagi Cina. Impor minyak Cina dari Afrika memang tidak terlalu besar saat ini. Namun, kebutuhan minyak Cina semakin meningkat. Pada tahun 1996, Cina menguasai 5% dari konsumsi minyak dunia. Jumlah tersebut meningkat hingga 9% pada tahun 2008.[7] Dengan kebutuhan yang kian meningkat, Cina perlu mempertimbangkan oil diplomacy-nya di kawasan Afrika. Hal ini kembali berkaitan dengan ideologi. Beberapa negara di Afrika, seperti Sudan dan Angola, memberikan peluang bagi Cina untuk bekerjasama dengan kemungkinan kecil akan adanya clash of interest dengan Barat.[8]

Ketiga argumen di atas, yakni hubungan dagang antara Cina dan Afrika, benteng pertahanan dari ideologi Barat, dan oil diplomacy, menjawab pertanyaan mengapa Afrika menjadi sekutu yang berpotensi bagi Cina. Saya percaya bahwa Afrika dapat menjadi sekutu yang menjanjikan bagi Cina dengan mempertimbangkan potensi-potensi yang muncul dari hubungan keduanya.



[1] I. Taylor, ‘China’s Oil Diplomacy in Africa’, International Affairs, vol. 82, no. 5, 2006, p. 939.

[2] D.H. Shinn, ‘China-Africa Relations: The Big Picture’, International Policy Digest (online), Desember 2011, < http://www.internationalpolicydigest.org/2011/12/06/china-africa-relations-the-big-picture/>, diakses pada Juni 2012.

[3] Taylor, p. 937.

[4] M. G. Salameh, ‘China’s Global Oil Diplomacy: Benign or Hostile?’, International Association for Energy Economics, 2010, p. 23.

[5] Shinn, ‘China-Africa Relations: The Big Picture’.

[6] Shinn, ‘China-Africa Relations: The Big Picture’.

[7] Salameh, p.21.

[8] Salameh, p.22.

Agung Supriyadi

Added by: Administrator Web (Tuesday, 18 September 2012 11:30)
Last Modified: (Tuesday, 18 September 2012 11:30)

Mario adalah lulusan Program Studi Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI, angkatan 2006. Selama kuliah, Mario aktif di BEM UI selama tiga periode, terakhir sebagai Koordinator Bidang Kemahasiswaan. Selama menjadi mahasiswa, Mario pernah meraih beasiswa Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis Nurul Fikri (PPSDMS NF) selama dua tahun, serta beasiswa Summer Course di Bursa-Turki dari Kementerian Pendidikan Nasional Republik Turki selama tiga bulan.

Penggemar Manchester United ini adalah volunteer di Yayasan Bina Antarbudaya. Ketika SMA, Mario sempat menjadi siswa pertukaran ke Bern-Switzerland selama satu tahun. Pengalaman tersebut memberikan pelajaran berharga bahwa perbedaan budaya bukan hambatan bagi terciptanya perdamaian dunia, melainkan peluang untuk menjalin persahabatan.

Motto hidup "good contribution for sure, generate benefits for others", yang ia percaya, menjadi alasan bagi Mario untuk bergabung sebagai Pengajar Muda.

Connect

 facebook.com
 twitter.com  
  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 http://ppsdms.org

Agung Supriyadi

Added by: Administrator Web (Tuesday, 18 September 2012 11:30)
Last Modified: (Tuesday, 18 September 2012 11:30)

Mario adalah lulusan Program Studi Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI, angkatan 2006. Selama kuliah, Mario aktif di BEM UI selama tiga periode, terakhir sebagai Koordinator Bidang Kemahasiswaan. Selama menjadi mahasiswa, Mario pernah meraih beasiswa Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis Nurul Fikri (PPSDMS NF) selama dua tahun, serta beasiswa Summer Course di Bursa-Turki dari Kementerian Pendidikan Nasional Republik Turki selama tiga bulan.

Penggemar Manchester United ini adalah volunteer di Yayasan Bina Antarbudaya. Ketika SMA, Mario sempat menjadi siswa pertukaran ke Bern-Switzerland selama satu tahun. Pengalaman tersebut memberikan pelajaran berharga bahwa perbedaan budaya bukan hambatan bagi terciptanya perdamaian dunia, melainkan peluang untuk menjalin persahabatan.

Motto hidup "good contribution for sure, generate benefits for others", yang ia percaya, menjadi alasan bagi Mario untuk bergabung sebagai Pengajar Muda.

Connect

 facebook.com
 twitter.com  
  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 http://ppsdms.org

Agustus-September 2013

Added by: Kemitraan Staff (Sunday, 09 March 2014 08:23)
Last Modified: Kemitraan Staff (Sunday, 09 March 2014 22:51)

National Leadership Camp 2013
Komitmen Berkontribusi untuk Negeri

Baca secara online | Download

Ajang Indra

Added by: Administrator Web (Tuesday, 18 September 2012 11:30)
Last Modified: (Tuesday, 18 September 2012 11:30)

Mario adalah lulusan Program Studi Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI, angkatan 2006. Selama kuliah, Mario aktif di BEM UI selama tiga periode, terakhir sebagai Koordinator Bidang Kemahasiswaan. Selama menjadi mahasiswa, Mario pernah meraih beasiswa Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis Nurul Fikri (PPSDMS NF) selama dua tahun, serta beasiswa Summer Course di Bursa-Turki dari Kementerian Pendidikan Nasional Republik Turki selama tiga bulan.

Penggemar Manchester United ini adalah volunteer di Yayasan Bina Antarbudaya. Ketika SMA, Mario sempat menjadi siswa pertukaran ke Bern-Switzerland selama satu tahun. Pengalaman tersebut memberikan pelajaran berharga bahwa perbedaan budaya bukan hambatan bagi terciptanya perdamaian dunia, melainkan peluang untuk menjalin persahabatan.

Motto hidup "good contribution for sure, generate benefits for others", yang ia percaya, menjadi alasan bagi Mario untuk bergabung sebagai Pengajar Muda.

Connect

 facebook.com
 twitter.com  
  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 http://ppsdms.org

Ajang Indra

Added by: Administrator Web (Tuesday, 18 September 2012 11:30)
Last Modified: (Tuesday, 18 September 2012 11:30)

Mario adalah lulusan Program Studi Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI, angkatan 2006. Selama kuliah, Mario aktif di BEM UI selama tiga periode, terakhir sebagai Koordinator Bidang Kemahasiswaan. Selama menjadi mahasiswa, Mario pernah meraih beasiswa Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis Nurul Fikri (PPSDMS NF) selama dua tahun, serta beasiswa Summer Course di Bursa-Turki dari Kementerian Pendidikan Nasional Republik Turki selama tiga bulan.

Penggemar Manchester United ini adalah volunteer di Yayasan Bina Antarbudaya. Ketika SMA, Mario sempat menjadi siswa pertukaran ke Bern-Switzerland selama satu tahun. Pengalaman tersebut memberikan pelajaran berharga bahwa perbedaan budaya bukan hambatan bagi terciptanya perdamaian dunia, melainkan peluang untuk menjalin persahabatan.

Motto hidup "good contribution for sure, generate benefits for others", yang ia percaya, menjadi alasan bagi Mario untuk bergabung sebagai Pengajar Muda.

Connect

 facebook.com
 twitter.com  
  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 http://ppsdms.org

Akhir Masa Internalisasi PPSDMS Surabaya

Added by: Program Staff (Monday, 08 October 2012 08:47)
Last Modified: Program Staff (Monday, 08 October 2012 08:48)

Tiga bulan masa internalisasi PPSDMS telah usai. Begitu banyak cerita pasti. Suka duka mengawali kehidupan asrama dialami semua peserta. Begitu pula peserta regional IV Surabaya. Menutup masa internalisasi, heroboyo PPSDMS regional IV Surabaya mengadakan rihlah ke Pulau Sempu. Pulau Sempu merupakan salah satu pulau yang langsung menghadap Samudera Hindia. Terletak di Kabupaten Malang, ditempuh sekitar 2-3 jam dari pusat kota. Memesonanya pulau ini adalah karena suasana asri pantai khas Indonesia, ditambah laguna yang sangat elok. Laguna mirip seperti danau di pinggir pantai yang berisi air laut yang menembus karang membentuk celah akibat abrasi. Sehingga, gelombang air laut yang masuk cukup tenang bening, cerah ditimpa sinar mentari.

more info (+)

 Perjalanan dari Surabaya dimulai dengan menaiki bison, semacam mobil angkutan yang lebih besar dari mobil normal. Satu mobil berisi 13-15 orang. Kami membawa dua mobil. Tepat pukul 10.00 hari Sabtu, 29 September kami berangkat. Sampai di pantai Sendang Biru, seberang Pulau Sempu, tepat setelah Ashar. Lima jam perjalanan panas kami terbayar dengan sepoi sejuk angin laut selatan.

Perjalanan kami berlanjut setelah menjama' shalat Dhuhur-Ashar dengan menyebrang ke Pulau Sempu dengan menggunakan kapal bermotor berukuran sedang dengan panjang sekitar 6-7 meter. Sampai di Sempu tepat sebelum maghrib, kami melanjutkan perjalanan menembus hutan Pulau Sempu dengan berjalan kaki. Perjalanan hampir dua jam di tengah gelap malam kami berbekal senter seadanya ditemani redupnya bulan purnama yang mengintip di balik awan. Maghrib pun berlalu. Tepat setelah isya’ segara anakan, nama dari laguna di Pulau Sempu, tampak. Menyisir pinggir tebing terjal, turun ke pinggir laguna. Yang membuat kaget, ternyata kami tak sendiri. Di sana telah banyak pelancong yang lebih dulu mendirikan kemahnya, ratusan orang di gelap malam pulau tak berpenghuni ini. Taburan bintang dan pantulan sempurna rembulan menemani kami mendirikan tenda menyiapkan rencana heroboyo malam ini.

Kami mendirikan dua tenda besar. Di antara tenda wisatawan, dua tenda kami yang paling besar. Selepas itu, tak lupa kami mendirikan shalat maghrib dan isya’ mengawali agenda malam ini. Heroboyo menghabiskan malam akhir internalisasi ini dengan saling evaluasi kehidupan asrama selama tiga bulan. Evaluasi malam ini dimulai dengan jokes dan haflah kecil-kecilan. Pasca itu barulah evaluasi dimulai dengan saling tukar kado di antara heroboy. Bermacam-macam kreativitas kemasan yang dibuat membuat kami tak cukup mampu menebak apa isinya. Setelah masing-masing dapat dan dibuka, ada yang dapat buku, jam tangan, gantungan kunci, sampai ada yang dapat snack bahkan sabun cuci. Yassalaam. Tetapi, apa pun yang didapat, semuanya bersyukur atas pemberian tersebut.

Esoknya, minggu, 30 September, setelah membuka hari dengan shalat Shubuh dan Al-Ma’tsurat bersama, heroboy mulai menjelajah setiap jengkal fantastis alam Pulau Sempu. Ada yang mendaki ke puncak pulau supaya bisa memandang pulau dari atas, ada pula yang main futsal di pinggir pantai. Namun, laguna cantik—yang kira-kira—seluas lima hektar di depan kami tetap menjadi pilihan utama untuk menghabiskan waktu pagi itu. Tidak cukup hanya berenang, membuat menara manusia, lomba gendong taakhi, berpose, mengerjai manager dan SPV, sampai menantang air laut dengan berenang ke celah karang kami lakukan. Sampai sekitar pukul 10.00 kami bermain-main bersama. Waktu yang terasa singkat untuk sebuah persaudaraan yang erat. Tetapi kami harus kembali.

Tepat sebelum Dhuhur kami berangkat kembali setelah selesai packing. Kembali kami mendaki, menyisir pinggir pantai dan tebing, dan menyusuri hutan membelah Pulau Sempu. Perjalanan pulang kami ini relatif cukup mudah dibandingkan dengan perjalanan berangkat mengingat kami tidak harus menggunakan senter untuk meraba jalan. Sehingga sampai di ujung perjalanan, kami hanya menghabiskan sekitar 45 menit. Selanjutnya perjalanan pulang kami jalani dengan kapal bermotor. Setelah Ashar barulah kami mengakhiri rihlah kembali ke Surabaya untuk beraktivitas dan mengukir prestasi lagi sebanyak-banyaknya.

Rihlah menjadi salah satu upaya merekatkan ukhuwah. Sebuah perjalanan dengan tujuan tadabbur ‘alam menjadikan aktivitas rihlah berbeda dengan rekreasi biasa. Karena aktivitas ini menjadi salah satu upaya mengenal Allah lewat indah dan cantik makhluk ciptaan-Nya. Dari aktivitas ini pula sebuah kebersamaan dengan ikatan aqidah makin kuat. Sebagai sebuah barisan yang tergabung dalam PPSDMS, kedekatan hati mutlak kami perlukan. Bukan masalah dimana, kapan, atau sesejuk apa tempat yang kami datangi. Tetapi, pemaknaan akan nilai kebersamaan dan kekeluargaanlah yang menjadi dasar kami bersama di sini.

Anak Bingung, Sang Ibu Heran

Added by: irsyad (Monday, 07 April 2014 13:27)
Last Modified: irsyad (Monday, 07 April 2014 13:31)

Salman Faris Rinaldi, "Anak Bingung, Sang Ibu Heran".

Hari itu seorang anak sibuk mencurat coret kertas dengan pensilnya. Sesekali menulis dan berhenti sejenak. Mulutnya mengeluarkan suara tanda dia bertanya. Dan sore itu juga, seorang ibu sibuk dengan pekerjaannya. Sesekali mundar mandir membereskan isi rumahnya. Namun, telinganya fokus mendengarkan pertanyaan dari anaknya yang mulai membosankan. Sang anak tak berhenti bertanya karena tugasnya harus segera dikumpulkan. Sang ibu juga sudah lelah dengan semua jawaban yang harus dicarinya. Menjelang malam suasana hening. Sang ibu membiarkan anak itu mengisi tugasnya sendiri. Sang anak bingung karena tidak tahu jawabannya.

Cerita sederhana ini bukanlah cerpen yang biasa ditulis oleh cerpenis. Ini fakta yang ditemukan dalam kehidupan antara seorang anak dan ibunya. Sudah dua tahun anaknya disekolahkan di SD setempat. Setiap kali ada PR (pekerjaan rumah) anaknya selalu bertanya apa jawabannya. Dia tidak pernah mengerjakan tugas kecuali jawabannya dari orang lain. Melihat kondisi seperti ini, sang ibu merasa heran. Lalu, apa saja yang dia habiskan ketika sekolah. Apakah dia tidak memperhatikan guru. Atau guru yang tidak memperhatikan anak didiknya. Sehingga anak hanya mencatat jawaban dari LKS (Lembar Kerja Siswa) yang dimilikinya.

Keadaan ini terjadi karena disebabkan beberapa kemungkinan. Anak secara keseluruhan tidak memahami materi yang dipelajarinya dikelas. Atau anak tidak memperhatikan ketika guru menyampaikan materinya. Atau juga guru yang kurang maksimal dalam mengajar. Apapun itu kemungkinannya. Hal ini berimplikasi pada seorang anak yang tidak bisa menjawab pertanyaan yang ada dalam tugasnya.

Oleh karena itu, perlu adanya evaluasi yang mendalam mengapa ini terjadi ?! pendidikan yang seharusnya mencerdaskan anak malah sebaliknya. Seorang anak hanya bisa menulis dan mencatat. Tetapi pemahaman akan materi kurang memadai. Sehingga kegiatan sekolah hanya rutinitas setiap hari yang tidak menghasilkan ilmu.

Ada banyak yang harus diperhatikan dalam menanggulangi masalah ini. Salah satunya sistem pengajaran dan metode yang digunakan oleh sekolah dan pengajar. Pihak sekolah harus memikir ulang materi yang terdapat dalam kurikulumnya. Apakah relevan dengan kebutuhan anak didik. Sehingga si anak belajar bukan hanya tuntutan sekolah. Tetapi dia menyenanginya karena tertarik dengan materi yang disampaikan. Pihak pengajar juga harus mengevaluasi, apakah metode yang digunakannya dapat menyentuh aspek emosional peserta didik atau tidak. Karena pendidikan bukan hanya sebatas transfer ilmu. Tetapi si anak didik dapat mengerti dan memahaminya.

Atas dasar itu, penulis tidak memiliki hak untuk menyatakan siapa yang benar dan yang salah. Tetapi, penulis ingin mengajak kembali untuk mengevaluasi konsisi anak yang sebenarnya. Bukan hanya disekolah, tetapi praktek dalam kesehariannya harus menjadi bahan pertimbangan evaluasi suatu lembaga pendidikan. Dengan demikian, tidak akan terulang lagi tugas anak dikerjakan oleh orang tuanya. Mengapa hal itu terjadi ? karena anak bingung dengan meteri pelajaran sekolah.

 

ANGKUTAN UMUMKU, KAMU DAN KITA SEMUA

Added by: Kemitraan Staff (Monday, 28 January 2013 10:52)
Last Modified: Kemitraan Staff (Monday, 28 January 2013 14:12)

Perlukah kita kembali ke masa-masa nenek moyang kita dimana tidak pernah terjadi kemacetan dimanapun? Becak dan sepeda ontel menjadi kendaraan utama untuk melakuan aktifitas harian. Tidak ada besi-besi bergerak (mobil dan sepeda motor) dengan kekuatan-kekuatan benda cair (oil), tidak ada kebisingan, tidak ada udara yang terkontaminasi, dan pohon-pohon tidak kelelahan karena harus menghirup kelebihan dari gas-gas beracun yang dihasilkan oleh benda-benda ‘aneh’ itu.

more info (+)

Semenjak hadirnya kendaraan bermotor itu memang memudahkan kita untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain secara efisien, cepat, dan hemat waktu. Namun, itu benar jika jumlah kendaraannya lebih kecil ketimbang kapasitas jalan yang tersedia, akan tetapi karena pertumbuhannya yang tidak terkendali malah menjadi masalah terbesar dalam perpindahan itu sendiri. Betapa tidak, contohnya saja kota Surabaya dimana pertumbuhan kendaraan pribadi melonjak sangat cepat sedangkan pertumbuhan kapasitas jalan tidak secepat itu. Hal ini ditegaskan dari perolehan hasil survey yang dilakukan dinas perhubungan. Dampak yang ditimbulkan dari jumlah kendaraan (V) yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan yang tersedia (C) adalah kemacetan di berbagai titik di kota Surabaya.

Kendaraan-kendaraan yang seharusnya mampu mengatasi permasalahan-permasalahan terkait efisiensi telah berubah menjadi masalah yang lebih kompleks, tidak hanya melibatkan waktu kerja namun juga psikis seseorang. Betapa banyak kita lihat orang-orang yang stress di jalan karena perjalanannya terganggu oleh hal yang tidak penting yaitu mengantri kendaraan. Kemacetan ini telah membawa banyak kerugian dari segi ekonomi jika ditinjau dari waktu produktif seseorang untuk melakukan kegiatan bernilai ekonomi.

Pemicu utamanya adalah pertambahan jumlah kendaraan pribadi yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan yang tersedia. Hal ini membuat banyak permasalahan yang timbul sehingga pelayanan angkutan jalan raya semakin buruk seiring dengan perkembangan perkotaan. Betapa tidak, pada akhir tahun 2011 sesuai data yang dimiliki Satlantas Polrestabes Surabaya jumlah panjang jalan di seluruh Surabaya hanya 2.096.690 meter atau 2.096,69 km saja. Namun, jumlah kendaraan bermotor meningkat pesat, dari sepeda motor, truk, mobil angkutan, dan mobil beban. Hingga September 2010, jumlah kendaraan bermotor di Surabaya sudah mencapai 3.895.061 unit. Jika semua kendaraan itu dijajar di jalan raya, panjangnya bisa mencapai 10.923.543 meter atau 10.923,5 km.Secara sederhana perbandingannya menjadi 1 meter jalan untuk 5 meter panjang kendaraan atau (1:5). Jika dibayangkan semua kendaraan ada dijalan, maka bisa dibayangkan aka nada kendaraan yang berada diluar jalan. Artinya jika pertumbuhan jalan atau kapasitas jalan tidak bertambah maka Surabaya akan menjadi kota yang sangat sesak.

Yang cukup menggelitik hati adalah banyak orang yang berpergian dengan menggunakan mobil dimana didalamnya hanya berisi 1 orang. Hal ini menegaskan bahwa 1 orang tersebut telah memakan jalan untuk 5-6 orang. Kenapa? Karena dilihat dari ukuran mobil yang panjangnya mencapai 3 meter dan lebar sekitar 1.5 meter yang seharusnya bisa digunakan oleh 5-6 orang hanya dipakai oleh 1 orang.

Di lain sisi peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang terjadi di Surabaya juga berdampak pada pada masalah lingkungan. Masalah lingkungan yang terjadi adalah polusi udara. Surabaya menduduki peringkat ketiga kota di kawasan Asia yang memiliki polusi udara tertinggi setelah Bangkok dan Jakarta sebagai kota di kawasan Asia yang polusi udaranya paling buruk berdasarkan hasil survei yang dilakukan lembaga lingkungan hidup di Asia. Dalam lima tahun terakhir kadar debu dan CO di hampir seluruh kawasan Surabaya berada di atas ambang batas baku mutu udara yang ditetapkan oleh gubernur Jawa Timur. Hal ini mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan pada masyarakat. Dalam SK gubernur, baku mutu udara untuk debu maksimal 0,26 miligram per meter kubik (m3). Dalam lima tahun terakhir terjadi peningkatan empat kali lipat atau sekitar 0,8 miligram per m3. Kadar CO sebesar 3.026 mikrogram per m3 (pada hari kerja). Ambang batasnya 2.260 mikrogram per m3. Menurutnya, penyebab utama tingginya kadar debu dan CO adalah semakinbanyaknya kendaraan bermotor di Surabaya. Sektor transportasi menyumbang sekitar 85%, sedangkan industri 15%.

Kalau kita berbicara tentang penggunaan kendaraan dalam berpergian, ada dua kemungkinan bagi kita yaitu kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Namun, jika kita melihat banyak kemacetan yang terjadi disebabkan oleh jumlah jumlah kendaraan pribadi maka harus ada alternatif lain dan tentu saja jawabannya adalah angkutan transportasi umum seperti bis, kereta api dan lain-lain yang mampu mengangkat banyak orang namun tidak memakan banyak tempat. Menangkat topik terkait penyediaan moda transportasi umum di Surabaya maka kita tidak akan lepas dari membahas masalah kenyamanan dan keamanan dalam menggunakan angkutan umum di Surabaya. Kondisi angkutan umum yang masih beroperasi di jalanan Kota Surabaya rata-rata sudah tidak memenuhi standar kenyamanan dan keselamatan penumpangnya, tidak lolos dalam uji kir, body mobil yang sudah keropos termakan usia, tidak tersedianya airbag, sabuk pengaman yang rusak. Tentu kondisi semacam ini sangat membahayakan keselamatan penumpang maupun sopir, ditambah lagi cukup seringnya terjadi kriminalitas di dalam angkutan umum, sebagai contoh konkret ialah terjadinya tindak asusila di dalam busway di Jakarta. Kondisi di atas secara tidak langsung mempengaruhi penduduk dalam pemilihan moda transportasi.

Selain perkara pengadaan alat transportasi umum ini, pemerintah juga harus mampu memberi paradigma berfikir masyarakat terhadap kendaraan umum. Pola pikir masyarakat khususnya Surabaya masih terikat dengan kata gengsi yaitu perasaan yang merasa rendah jika masyarakat yang memiliki tingkat pendapatan tinggi harus menggunakan angkutan umum bersama-sama dengan masyarakat lain yang memiliki pendapatan rendah. Akan terasa sedikit aneh jika kita secara individualisme mengharapkan kemacetan di Surabaya bisa terselesaikan dan udara kembali bersih tetapi kita tidak mau merubah mindset berfikir kita bahwa akibat dari kendaraan pribadi yang tidak terkendali beredar dijalanan merupakan penyebab terbesar dari kemacetan dan polusi udara di Surabaya.

Pemerintah Kota Surabaya juga berperan dalam terciptanya fenomena ini, penduduk Surabaya lebih memilih kendaraan pribadinya daripada angkutan umum yang tersedia sehingga menyebabkan permasalahan-permasalahan kemacetan, lingkungan, dan pemborosan sumber daya alam berupa minyak bumi. Kemudahan dalam membeli kendaraan pribadi, seperti kredit dengan bunga rendah dan tanpa uang muka yang diberikan oleh produsen ke calon konsumen menarik animo masyarakat untuk memiliki kendaraan pribadi. Apabila hal ini dibiarkan begitu saja, maka Surabaya ini akan dipenuhi oleh motor dan mobil di tahun-tahun mendatang dan tidak akan ada lagi angkutan umum yang beroperasi karena setiap orang menggunakan kendaraan pribadinya masing-masing. Pemerintah seharusnya membuat peraturan tentang pembatasan kepemilikan kendaraan pribadi dengan pajak progresif, meningkatkan pajak kendaraan bermotor dan sebagainya. Di mata penduduk Surabaya, menggunakan angkutan umum sudah tidak lagi memberikan keuntungan dibandingkan dengan menggunakan kendaraan pribadi. Sehingga penduduk Surabaya cenderung berusaha memiliki kendaraan pribadi dengan proses transaksi yang sangat mudah ditunjang dengan persepsi negatif penduduk terhadap angkutan umum.

Oleh sebab itu, untuk mengatasi permasalahan yang beruntun ini perlu kerjasama dari berbagai pihak terutama pada pihak penyedia (supply) untuk merumuskan angkutan umum yang mampu menjawab semua kebutuhan masyarakat. Moda transportasi umum yang disediakan haruslah aman, nyaman, tepat waktu dan murah. Angkutan umum ini haruslah memiliki jalur yang berbeda dengan bus angkutan biasa dan kendaraan lain. Pemisahan lajur ini dilakukan agar penumpang tidak mengalami penundaan waktu perjalanan dan tidak terganggu oleh aktivitas moda angkutan lain yang melintasi rute perjalanan yang sama. Tentu pandangan kita mengarahkan pada MRT. MRT yang dimaksud adalah busway MRT jenis busway biasanya lebih banyak dipilih oleh kota-kota di negara berkembang karena pengembangannya membutuhkan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan subway, monorel, ataupun tram.

Pengadaan busway untuk mengatasi kepadatan lalu lintas Surabaya harus disertai tiga aspek, yaitu pelayanan angkutan menuju simpul busway yang baik, fasilitas parkir untuk pengguna kendaraan pribadi yang akan melanjutkan perjalanan dengan bus, dan demand management. Hal terakhir, yaitu demand management atau pengelolaan untuk mengurangi kendaraan pribadi, perlu dilakukan. Bentuk dari demand management ini adalah penerapan sistem dimana minimal harus ada 3 penumpang dalam sebuah mobil pribadi.

Memang dalam meyelesaikan masalah transportasi tidak cukup melihat dari satu sisi saja, tetapi harus integral secara sistem karena transportasi menyangkut ilmu yang multidisiplin. Karena keterbatasan waktu dan ruang, opini ini hanya membahas sebatas faktor terbesar penyebab kemacetan yaitu kendaraan pribadi di Surabaya dan menawarkan arahan penggunaan angkutan umum ke depannya (busway). Diharapkan dengan pengadaan busway yang berorientasi pada kenyamanan, keamanan, tepat waktu dan murah mampu menjadi jawaban dalam mengurai masalah laten ini. Selain itu, hendaknya Pemerintah Kota dalam menghimbau masyarakatnya untuk menggunakan kendaraan umumjuga turut serta dalam menggunakannya terutama ketika berangkat kerja agar mindset berfikir masyarakat Surabaya terketuk dengan sendirinya untuk menggunakan angkutan umum (busway).

LAMPIRAN

TAHUN

SEPEDA MOTOR

MOBIL

2005

1.144.000

266.293

2006

1.252.096

278.442

2007

1.282.421

282.154

2008

2.091.517

365.117

2009

2.986.486

524.497

2010

3.285.135

576.947

 

 

 

 

Sumber: Dinas Perhubungan Kota Surabaya

KRITERIA

TAHUN

2008

2009

2010

PANJANG JALAN  (Km)

1.393

1.421

1.426

 

 

Sumber: Dinas Perhubungan Kota Surabaya

Anies R. Baswedan

Added by: Super User (Tuesday, 18 September 2012 10:56)
Last Modified: (Tuesday, 18 September 2012 10:56)

Kita membutuhkan di masa depan generasi-generasi baru yg memiliki kompetensi berstandar global dalam bidang apapun dan memiliki kepemimpinan yang kuat serta pemahaman yang baik tentang Indonesia. Institusi seperti PPSDMS yang menyiapkan generasi ini adalah institusi yg harus didukung secara total karena sebenarnya mereka menyiapkan masa depan Indonesia.

Investasi (di PPSDMS) hari ini akan memberikan manfaat bertahun-tahun ke depan. Saya sangat berharap komponen-komponen di Indonesia yg memiliki sumber daya mendukung program PPSDMS ini, baik dengan dana, knoweldege, maupun network. Dengan begitu anak-anak muda Indonesia yang berada di bawah binaan PPSDMS akan menjadi garda terdepan Republik Indonesia 10-20 tahun yang akan datang.

Anies R. Baswedan, Ph.D

Added by: Super User (Tuesday, 15 May 2012 07:03)
Last Modified: Super User (Friday, 20 July 2012 10:44)

Lahir di Kuningan, Jawa Barat, 7 Mei 1969 berasal dari keluarga intelektual yang menyimpan tekad untuk turut membangun bangsa melalui jalur pendidikan, di antaranya dengan mengantarkan Paramadina menjadi universitas kelas dunia. Kedua orang tua Anies adalah dosen, Rasyid Baswedan, ayah Anies, pernah menjadi Wakil Rektor Universitas Islam Indonesia, sementara Aliyah Rasyid, ibu Anies, adalah guru besar di Universitas Negeri Yogyakarta. Selain sebagai Pendiri dan Direktur dari Program Indonesia Mengajar, Beliau juga menjabat sebagai Rektor Universitas Paramadina.

Antara Bencana dan Pemilu

Added by: Kemitraan Staff (Thursday, 27 February 2014 14:13)
Last Modified: Kemitraan Staff (Thursday, 27 February 2014 14:35)

Antara Bencana dan Pemilu; 

Oleh : Rangga Barmana -- 

Tidak bisa dielakkan lagi. Berbagai bencana yang mengawali tahun 2014 menimpa diberbagai tempat di Indonesia. Sontak semua masyarakat kaget, seolah tidak siap dengan bencana yang menghabiskan trilliunan rupiah itu. Sebut saja Letusan Gunung sinabung. Tidak tanggung-tanggung, letusan tersebut membuat daerah sekitar gunung menjadi lumpuh. Masyarakat sekitar sudah mengungsi selama 6 bulan lamanya. Kekurangan sandang, pangan dan papan sudah pasti dialami oleh para pengungsi yang sudah lama meninggalkan rumahnya itu.

more info (+)

Hujan yang terus menerus juga menyebabkan banjir bandang yang terjadi di mana-mana. Tidak hanya di Manado, tapi juga terjadi di DKI Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok, Semarang dan berbagai daerah lainnya di Indonesia. Bantuan terus masuk tanpa henti. Seharusnya memang begitu. Setiap elemen masyarakat harusnya bergerak untuk membantu saudara kita. Karena mereka juga keluarga kita dalam ikatan kebangsaan ini.
 
Kalau boleh berpendapat, kejadian ini merupakan cobaan yang harus kita terima sebagai bangsa. Diterima bukan berarti diterima begitu saja. Namu, kejadian ini harus diambil hikmahnya. Belajar dari semua kejadian yang menimpa kita sebagai suatu bangsa. Kejadian ini juga mengingatkan kita, bahwa masih banyak saudara-saudara kita di bagian Indonesia sana yang membutuhkan bantuan kita. Sekaligus menjadi cobaan kesolidan dan kerekatan kita yang katanya sebagai bangsa yang gotong royong, yang seling mendukung satu sama lain.
 
Cobaan kesolidan ini harus diambil secara positif, terutama saat ini. Sehingga semua elemen masyarakat, apapun ormasnya, apapun partainya, apapun lembaganya harus turut membantu untuk menyelesaikan masalah bersama ini. Karena korbannya jelas, manusia yang notabene saudara kita sendiri. Cobaan ini juga bisa menjadi sarana eksistensi partai dan ormas yang mendukung partai dalam rangka menghadapi pemilu pada bulan april nanti. Menurut saya sah-sah saja jika mereka (red:parpol) menunjukkan eksistensinya pada saat ini. Karena tidak mungkin kita membantu mereka tanpa atribut apapun. Bisa jadi kita malah dituduh sebagai maling atau penyebab banjir ini. Padahal niat kita ingin membantu.
 
Yang menjadi masalah adalah ketika bantuan tersebut malah digunakan sebagai alat meningkatkan elektabilitas partai dengan cara yang tidak halal. Misal dengan memberikan uang atau bantuan kepada suatu daerah, namun harus memilih partai tersebut. Menurut saya itu perbuatan terbejat dan tidak bisa dimaafkan. Biarkan masyarakat yang menentukan. Masalah bantuan tidak boleh "disambi" dengan hal-hal yang berbau politis. Padahal kalau kita ikhlas, pasti kita akan dibalas dengan kebaikan yang telah kita berikan. Itu sudah hukum alam.
 
Semoga kedepannya mereka (red:parpol) tidak hanya bergerak bersama dalam hal ini saja. Namun bisa berkomitmen bersama untuk membangun bangsa dalam ranah yang lebih nyata dan lebih realistis.

 

Apa Kabar MDGs di Indonesia?

Added by: Kemitraan Staff (Monday, 28 January 2013 10:26)
Last Modified: Kemitraan Staff (Monday, 28 January 2013 14:14)

Tidak banyak yang tahu tentang adanya MDGs. Jika istilah MDGs saja masih belum banyak yang tahu, bagaimana MDGs itu akan terlaksana sesuai rencana?

more info (+)

Millennium Development Goals (MDGs) adalah buah hasil pertemuan kepala negara dan perwakilan dari 189 negara PBB. Pertemuan ini menghasilkan 8 rumusan yang mulai diterapkan pada bulan September tahun 2000. Rumusan tersebut berupa indikator untuk direalisasikan pada tahun 2015. Targetnya adalah tercapai kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat pada 2015.

MDGs terdiri dari 8 target untuk mencapai masyarakat yang sejahtera. 8 target tersebut adalah (1) Memberantas Kemiskinan dan Kelaparan Ekstrim, (2) Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua, (3) Meningkatkan kesejahteraan ibu, (4) Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, (5) Menurunkan angka kematian anak, (6) Memerangi HIV dan AIDs, malaria dan penyakit lainnya, (7) Memastikan kelestarian lingkungan, dan (8) Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.

MDGs yang disusun oleh para pimpinan dunia bertemu di New York pada tahun 2000 tepatnya pada bulan September, berisi komitmen untuk mempercepat pembangunan manusia dan pemberantasan kemiskinan. Komitmen tersebut diterjemahkan menjadi beberapa tujuan dan target. Tercapainya tujuan MDGs adalah salah satu hal yang diprioritaskan dalam pembangunan Negara Indonesia. Untuk berhasil mencapai target yang ada pada MDGs, dibutuhkan kerjasama yang sinergis antara masyarakat dan pemerintah. Mustahil target akan tercapai jika yang berusaha hanya salah satu pihak saja.

Pada tahun 2010 suatu survei yang dilakukan di beberapa kota besar di Indonesia tercatat hanya 1% dari masyarakat yang pernah mendengar tentang MDGs. Hanya menghitung dengan jari menuju tahun 2015. Pada kenyataannya tidak banyak yang berubah dan seakan rencana itu tidak optimal diperhatikan dan didukung. Perlu dorongan dan aksi konkret dari pemerintah untuk membuat mayarakat memahami pula arti penting mewujudkan 8 indikator MDGs tersebut.

Dari hasil surver tersebut dapat disimpulkan bahwa hanya sedikit masyarakat yang tahu tentang MDGs. Bahkan para pemudanya pun tidak banyak yang tahu tentang MDGs. MDGs seperti sesuatu yang tidak begitu penting. Padahal sesungguhnya MDGs adalah sebuah upaya mencapai kesejahteraan masyarakat dengan cara yang telah terstruktur serta parameter yang jelas. Walaupun kesesuaian tercapainya target MDGs tidak serta merta menggambarkan kesejahteraan suatu bangsa. Hal ini terjadi karena parameter yang telah disepakati oleh semua negara yang menyusun MDGs tidak dapat diterapkan secara mutlak di suatu negara.

Misalnya, hasil laporan sementara perkembangan MDGs tahun 2008 diketahui bahwa tingkat partisipasi di sekolah dasar Indonesia telah mencapai angka 94,7%. Berdasarkan kondisi ini, mudah bagi kita mencapai target 100% pada 2015. Misalnya berkaitan dengan kelulusan, parameternya adalah anak yang memulai kelas 1 dan berhasil mencapai kelas 5 sekolah dasar. Untuk Indonesia, tahun 2004/2005 adalah 81%. Mudah bagi kita untuk dapat mencapai target 100% pada tahun 2015. Namun pada kenyataannya sekolah dasar di Indonesia berjenjang dari kelas 1 hingga kelas 6. Jadi, untuk apa parameter ini digunakan?

Hasil survey untuk jenjang kelas 1 hingga 6 adalah 77% dengan kecenderungan terus meningkat. Artinya, kita bisa mencapai target yang ditetapkan. Data kelulusan yang digunakan dalam laporan ini berasal dari Departemen Pendidikan Nasional berdasarkan data pendaftaran sekolah. Berbeda dengan Susenas (2004), yang menghitung angka yang jauh lebih besar, yaitu sekitar 95%. Indikator ketiga untuk tujuan ini adalah angka melek huruf penduduk usia 15-24 tahun. Dalam hal ini, nampaknya kita cukup berhasil dengan pencapaian 99,4%.

Pencapaian hingga angka yang cukup tinggi itu, ternyata tidak sebanding dengan kualitas. Kualitas melek huruf yang sesungguhnya mungkin tidak setinggi itu karena tes baca tulis yang diterapkan oleh Susenas terbilang sederhana. Hasil penelitian tersebut menggambarkan kesesuaian target yang harus dicapai dalam MDGs secara kuantitatif. Apakah hasil kuantitatif membuktikan bahwa pendidikan Indonesia baik secara kualitas? Ternyata jawabnya adalah tidak. Kuantitatif yang telah sesuai dengan target ternyata tidak sebanding dengan kualitas yang ada. Hal ini disebabkan karena metode serta parameter dalam menentukan pokok hasil tersebut tergolong terlalu sederhana dan memiliki parameter yang rendah.

Secara kuantitatif beberapa target dalam MDGs telah dapat dicapai oleh negara kita. Namun belum sepenuhnya secara kualitatif. Untuk mencapai hal ini dibutuhkan kerjasama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Negara Indonesia yang sebesar ini serta dengan berbagai kemajemukan yang ada didalamnya menyebabkan banyak terjadi ketidakseimbangan antara satu daerah dengan daerah lainnya. Secara keseluruhan rata-rata target yang ada saat ini Indonesia sudah mencapai kesesuaian yang ditargetkan. Namun rata-rata ini tidak dapat menggambarkan kondisi nyata bangsa Indonesia karena adanya perbedaan yang signifikan antara satu pulau dan pulau lainnya. Perbedaan yang signifikan terjadi antara daerah bagian timur dan wilayah bagian barat.

Sudah mendekati penghujung tahun 2012 namun MDGs yang seharusnya membawa kepada kemajuan dan perbaikan seakan tidak terdengar lagi. Entah memang bukan hal yang menarik atau memang sengaja tidak pernah diangkat ke permukaan karena masih jauhnya target dari yang seharusnya? Ah, entahlah. Bahkan H-3 tahun ini masih juga banyak mahasiswa yang tidak tahu tentang MDGs. Mungkinkah dalam tiga tahun semua target tercapai? Itu menjadi tugas kita bersama untuk mewujudkannya. Tentu tidak hanya secara kuantitas, namun juga secara kualitas.

 

Referensi:

http://www.kapalperempuan.org/?q=inisiatif+baru+mdgs/Program+Pencapaian+MDGs+melalui+Good+Governance+

STALKER,PETER. 2008. Kita Suarakan MDGs Demi Pencapaiannya di Indonesia. jakarta

http://nasional.kompas.com/read/2008/06/30/18272998/tahun.2010.angka.kematian.ibu%20226

http://edukasi.kompas.com/read/2012/05/13/23545976/LPMP.Jangan.Tutupi.Angka.Putus.Sekolah

http://epi4-indonesia.org/id/?p=628

April 2013

Added by: Kemitraan Staff (Tuesday, 24 September 2013 09:56)
Last Modified: (Tuesday, 24 September 2013 09:56)

Latihan Gabungan PPSDMS NF

Baca secara online | Download

April-Mei 2012

Added by: Super User (Sunday, 15 April 2012 07:03)
Last Modified: Super User (Thursday, 30 August 2012 12:41)


Kajian Sejarah Islam Tematik Turki Utsmani
Baca secara online | Download

Arief T. Surowidjojo

Added by: Super User (Tuesday, 18 September 2012 10:48)
Last Modified: (Tuesday, 18 September 2012 10:48)

“Kita ingin mencetak pemimpin dengan profesionalisme tinggi, dan bersikap independen, bermoral tinggi, terlibat dalam kegiatan masyarakat, sensitif terhadap kebutuhan masyarakat banyak, berprinsip zero corruption, dan menjaga island of integrity.

 

Arief T. Surowidjojo, SH, LLM

Added by: Super User (Tuesday, 15 May 2012 07:03)
Last Modified: Kemitraan Staff (Friday, 07 September 2012 14:07)

more info (+)

Arief Tarunakarya Surowidjojo lahir di Yogyakarta, 9 April 1953. Ia memperoleh gelar Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Indonesia tahun 1977 dalam studi hukum sipil dan dianugerahi mahasiswa hukum terbaik dari Universitas Indonesia(1977). Setelah itu, Arief melanjutkan studi S2-nya dan bergelar LLM (Magister Hukum) di Fakultas Hukum Universitas Washington, Amerika Serikat pada tahun 1984 dalam Transaksi Bisnis Internasional - Program Hukum Asia.

Pendiri Law Firm Lubis Ganie Surowidjojo sejak tahun 1985 sampai sekarang ini, pernah menjabat sebagai partner pada Law Firm Nasution Lubis Hadiputranto (1984) dan Associate - Pengacara Senior pada Law Firm Prawirabisma & Associates (1977-1978) serta pada Adnan Buyung Nasution dan Associates (1979-1984).

Sebagai mitra senior pada firma hukum Lubis Ganie Surowidjojo (LGS), Arief Surowidjojo memfokuskan diri pada praktik bidang hukum perusahaan, perusahaan dan pembiayaan proyek, khususnya pasar modal, merger dan akuisisi, pertambangan, lingkungan, litigasi komersial dan alternatif penyelesaian sengketa.

 

Bekal Diri Seorang Pemimpin

Added by: Super User (Tuesday, 15 May 2012 07:03)
Last Modified: Super User (Friday, 10 August 2012 16:07)

oleh : Dr. Bambang Priantono*

"Ada dua syarat yang harus dimiliki seorang pemimpin. Pertama, keteladanan. Kedua, mampu menciptakan kesempatan menebar kebaikan kepada orang lain."

Pada hakikatnya, setiap manusia adalah pemimpin; pemimpin negara, pemimpin masyarakat, pemimpin perusahaan, pemimpin suatu komunitas, pemimpin keluarga, dan minimal pemimpin bagi dirinya sendiri. menjadi seorang pemimpin bukanlah satu hal yang mudah.

more info (+)

Pemimpin harus mempunyai perbekalan yang cukup berupa berbagai pengalaman dan pelajaran yang didapat dari setiap jenjang kehidupannya. perbekalan yang cukup dalam mencapai cita-cita dan menjalankan aktivitasnya saat ini didapatkan di dunia kampus. Dunia kampus merupakan sarana perbekalan yang sangat bermanfaat bagi dunia kerja dan kehidupan kita. Sangat beruntung orang-orang yang mengenyam perguruan tinggi, ditambah lagi dengan menjadi peserta pembinaan di PPSDMS. Ini adalah sarana pembekalan khusus perjalanan panjang yang memberikan banyak sekali pelajaran dan pengalaman menarik.

Namun pertanyaan yang kemudian timbul dan harus kita jawab bersama adalah bagaimana cara kita memanfaatkan perbekalan yang sudah dimiliki? Jawaban yang ada bisa jadi sangat beragam karena setiap orang mempunyai caranya sendiri dalam memanfaatkan perbekalan itu. Pendidikan yang diperoleh di perguruan tinggi atau di PPSDMS belum dapat menghasilkan apapun, jika pembekalan atau modal yang dimiliki belum diasah atau dikembangkan dengan baik di masyarakat. Para pemimpin terletak harapan-harapan banyak orang.

Ada dua syarat yang harus dimiliki seorang pemimpin, Pertama, keteladanan. Seorang tidak akan sanggup untuk menjadi pemimpin, apabila ia tidak mampu memberikan keteladanan kepada orang lain. Pemimpin adalah orang yang selalu melakuka apa yang ia ucapkan. Hal ini jelas bukan merupakan suatu hal yang mudah. Kedua, pemimpin adalah orang yang mampu menciptakan kesempatan untuk menebar kebaikan kepada orang lain. Pada dasarnya, setiap manusia adalah konsumen dari kebaikan manusia lain. Kita hidup karena kebaikan orang lain. Oleh karena itu, jelas masuk akal apabila manusia dikatakan sebagai mahkluk sosial. Sekarang pertanyaan bagi para pemimpin adalah, kebaikan apa yang bisa kita berikan kepada orang lain?


*) Bambang Priantono merupakan salah satu anggota Dewan Penyantun PPSDMS Nurul Fikri. Saat ini ia menjabat sebagai Network & Operations Director of PT Aplikanusa Lintasarta

Berbagi nikmat dengan “sahur on the road”

Added by: Program Staff (Monday, 22 July 2013 14:31)
Last Modified: (Monday, 22 July 2013 14:31)

 

 

 

 Jumat (12/7), di tengah kesibukan menyucikan diri di bulan Ramadhan, terlihat beberapa orang laskar nakula sedang sibuk berkumpul di ruang keluarga PPSDMS Nurul Fikri Regional 3 Yogyakarta Putra mengelilingi bahan makanan yang siap diolah malam itu. Sekitar pukul 22.00 WIB para laskar nakula mulai bahu membahu mempersiapkan sebuah agenda sederhana tetapi sarat dengan makna. Agenda itu bernama “Sahur on The Road”.

more info (+)

 

Tanpa memperdulikan dinginnya malam, nakula – nakula dengan sigap mengolah telur, bawang, kubis, cabai, dan bahan lainnya untuk menjadi sebuah hidangan yang pantas untuk disajikan sebagai menu sahur keesokan harinya. Setiap Nakula menempati posnya masing – masing. Ada yang bertugas menanak nasi, mengelupasi bawang, memotongi cabai dan kubis, dan ada juga yang sedang mengaduk – aduk telur. Semua pekerjaan berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana.

Kegiatan malam itu terhenti saat jepretan staples berlabuh di bungkus nasi ke-70. Itu berarti, ada 70 bungkus nasi yang siap dibagikan kepada para saudara – saudara kita yang sudah mengawali harinya jauh sebelum adzan subuh berkumandang. Dan tanpa disadari, jepretan staples itu senada dengan jarum jam yang sudah menunjukkan waktu 00.20 WIB. Hal itu menandakan hanya tersisa sekitar tiga jam lagi waktu untuk beristirahat dan menyambut agenda “sahur on the road”.

Dan pagi harinya, sabtu (13/7), sekitar pukul 03.30 WIB, suasana asrama PPSDMS Regional 3 Yogyakarta sudah mulai disibukkan dengan berbagai aktivitas. Beberapa orang terlihat sedang sibuk mempersiapkan plastik – plastik kresek untuk membawa sajian nasi bungkus dan beberapa yang lainnya sedang khusuk melaksanakan qiyamul lail.

Begitu cepat jarum jam itu berputar, tak terasa sudah pukul 03.45. Dengan sigap, para laskar nakula menenteng bungkusan nasi itu keluar dari gang Nakula menuju dua buah titik tujuan yaitu tugu jogja dan juga Malioboro. Perjalanan ke tempat tersebut hanya memakan waktu lima menit, artinya masih ada waktu sekitar 40 menit sebelum  imsak. Sesampainya di tujuan, di luar dugaan, bungkus – bungkus nasi itu dengan cepat berpindah tangan. Hanya dibutuhkan sekitar 10 menit untuk membagikan bungkusan tersebut ke orang – orang di jalanan. Kebanyakan dari mereka adalah para tukang becak dan juga para petugas kebersihan. Ada perasaan senang, bahagia dan juga sedih melihat orang – orang tersebut melahap santapan sahur buatan Nakula di pinggiran jalan. Sahur yang seyogyanya dimanfaatkan sebagian besar orang untuk berkumpul bersama keluarga itu tidak mereka dapatkan demi mengejar rezeki dari Allah SWT. Sungguh pemandangan luar biasa yang dapat menjadi muhasabah diri untuk selalu bersyukur dan bersyukur terhadap nikmat yang telah Allah memberikan.

Dan setelah pekerjaan selesai, Para laskar Nakula mengakhirinya dengan makan sahur bersama kemudian dilanjutkan dengan Shalat shubuh berjamaah di Masjid Agung Kauman, Yogyakarta.

 

 

 

Berita Alumni PPSDMS Nurul Fikri 1

Added by: Super User (Tuesday, 01 May 2012 07:03)
Last Modified: Super User (Wednesday, 27 June 2012 13:41)

Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda.

more info (+)

Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda.

Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda.

Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda.

Berita Alumni PPSDMS Nurul Fikri 2

Added by: Super User (Wednesday, 02 May 2012 07:03)
Last Modified: Super User (Wednesday, 27 June 2012 13:41)

Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda.

more info (+)

Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda.

Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda.

Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda.

Berita Alumni PPSDMS Nurul Fikri 3

Added by: Super User (Thursday, 03 May 2012 07:03)
Last Modified: Super User (Wednesday, 27 June 2012 13:41)

Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda.

more info (+)

Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda.

Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda.

Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda.

Berita Alumni PPSDMS Nurul Fikri 4

Added by: Super User (Friday, 04 May 2012 07:03)
Last Modified: Super User (Wednesday, 27 June 2012 13:41)

Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda.

more info (+)

Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda.

Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda.

Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda.

Berita Alumni PPSDMS Nurul Fikri 5

Added by: Super User (Saturday, 05 May 2012 07:03)
Last Modified: Super User (Wednesday, 27 June 2012 13:42)

Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda.

more info (+)

Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda.

Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda.

Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda.

Buka Bersama Alumni PPSDMS Regional 4 Surabaya

Added by: Super User (Friday, 10 August 2012 13:13)
Last Modified: Super User (Friday, 10 August 2012 13:45)

 

                

Buka Bersama Alumni PPSDMS Regional 4 Surabaya pada hari Minggu, 16 Agustus 2012 pkl 16.00 - selesai di Asrama PPSDMS Regional 4 Surabaya Jl. Manyar Kartika VIII/6, Surabaya (dekat STIESIA)

Buka bersama dan Silaturahmi bersama Warga sekitar Asrama Baru

Added by: Program Staff (Monday, 13 August 2012 13:42)
Last Modified: Super User (Tuesday, 14 August 2012 10:24)

Tidak terasa sudah beberapa hari berlalu meninggalkan asrama lama. Saatnya sekarang meniti masa depan dan kebersamaan di asrama baru, tempat pergerakan arek-arek PPSDMS Regional IV Surabaya angkatan enam. Lokasinya memang sangat strategis sekali, di depan berhadapan langsung dengan kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA), dan sebelah kiri dekat dengan Sekolah Dasar (SD) Menur Pumpungan. Begitulah keberadaan asrama yang berlokasi di Jalan Manyar Kartika VIII/6 itu. Sedikit memberikan sentuhan akademis di lingkungannya.

more info (+)

Alhamdulillah, proses adaptasi pun sudah dilakukan dengan berbagai macam kegiatan. Seperti halnya memberikan motivasi untuk bermimpi kepada siswa-siswa SD, shalat berjamaah di Masjid terdekat, dan Silaturahim sekaligus buka puasa bersama warga RT 02/01 Kelurahan Menur Pumpungan pun sudah terlaksana. Tepatnya pada Jumat (10/8) itulah ramah tamah mendalam kami bersama elemen masyarakat di lingkungan asrama sekaligus sosialisasi terkait keberadaan kami.

Meski kegiatannya cukup sederhana, akan tetapi sangat menguras kebersamaan Heroboyo, begitulah kami menamai angkatan enam PPSDMS Regional IV Surabaya ini. Kebersamaan dalam heningnya malam dan rasa kantuk untuk memikirkan keberlangsungan acara Silaturahim tersebut. Kegiatan itu dihadiri oleh Ketua Rukun Tetangga (RT) 02, ketua Ta’mir Masjid Baiturrahim, karang taruna, dan bapak ibu warga sekitar asrama.

Keberadaan warga itu pun membuat rasa lelah kami terbayarkan. Meski dimulai mundur dari jadwal, tidak meninggalkan perbedaan yang signifikan dalam kelancaran acara tersebut. Warga yang datang tersebut tak segan langsung disambut oleh lantunan suara Nasyid arek-arek Heroboyo bernama Leader Voice yang baru satu hari terbentuk. Dengan membawakan dua lagu membuat pancaran kebahagiaan itu muncul dari setiap warga yang hadir.

Barulah dilanjutkan dengan tausyiah sebelum berbuka puasa yang disampaikan oleh Ustadz Drs Chairul Anam, tokoh masyarakat yang biasa mengisi kajian di lingkungan Menur Pumpungan itu. Bahasannya membuat hadirin terkadang bergelak tawa dengan ceritanya. Sebuah cerita yang menggambarkan suatu kesedihan akibat akan ditinggalkan dengan bulan Suci Ramadhan ini. Sebagai pelengkap, ditampilkanlah profil PPSDMS Nurul Fikri sekaligus mengakhiri ramah tamah dalam Silaturahim warga dan buka bersama itu. “Harapannya akan ada suatu kerjasama antara warga dengan PPSDMS Regional IV Surabaya dalam aspek pendidikan maupun sosial,” ungkap Ketua RT 02. Fiqly Firnandhi Ramdhan

Community Development Riverside Dorm

Added by: Program Staff (Tuesday, 05 March 2013 11:21)
Last Modified: Kemitraan Staff (Wednesday, 06 March 2013 16:11)

Suasana hiruk pikuk para jamaah Kajian Fiqih dan Hadits terdengar saat memasuki Masjid Baiturrahman di rabu malam itu. Rencananya kajian ini akan diisi oleh pemateri Ust. Ahmad Said. Pertemuan perdana kajian yang dilaksanakan pada tanggal 13 Februari 2013 ini merupakan bagian dari Community Development yang dikembangkan oleh para santri PPSDMS Regional 5 Bogor. Kini, Kajian Fiqih dan Hadits sudah dilaksanakan sebanyak 3 pertemuan dengan jamaah dari para santri PPSDMS Regional 5 Bogor dan kaum pria, mulai dari bapak-bapak hingga anak-anak, di sekitar Masjid Baiturrahman. Selain itu, terdapat pula beberapa mahasiswa IPB baik jenjang sarjana maupun mahasiswa pascasarjana yang ikut hadir dan mendengarkan kajian secara seksama.

more info (+)

 Setelah melakukan inisasi pada bulan Januari 2013, PPSDMS Regional 5 Bogor mulai mengembangkan Community Developmentnya yang berbasis di Masjid Baiturrahman di bulan Februari ini. Dengan berbagai koordinasi dan silaturrahim dengan pengurus masjid, terlaksanalah program pertama berupa Kajian Fiqih dan Hadits yang diisi oleh ulama lokal namun berwawasan global, lulusan Yaman, yaitu Ust. Ahmad Said.

Selain kajian, PPSDMS Regional 5 Bogor juga mengembangkan dai-dai muda pilihan yang akan berdakwah melalui medan khutbah Jumat. PPSDMS Regional 5 Bogor dan Masjid Baiturrahman bekerjasama dalam membuat jadwal khutbah Jumat yang akan diisi oleh para ulama dan para mahasiswa bergiliran setiap pekannya. Untuk bulan Maret ini, sudah ada 1 orang santri PPSDMS Regional 5 Bogor yang mengisi khutbah Jumat di Masjid Baiturrahman, yaitu Ikhwan Al Amin.

Kedepannya, sudah direncanakan pembentukan Ikatan Remaja Masjid Baiturrahman yang merupakan kolaborasi antara para santri PPSDMS Regional 5 Bogor, para mahasiswa dan pemuda sekitar masjid. Nantinya, ikatan remaja masjid inilah yang akan banyak mengembangkan program Community Development PPSDMS Regional 5 Bogor sebagai wadah penggerak.

Creative Young be Revolution (CYbeR) - PPSDMS Leadership Center

Added by: Kemitraan Staff (Friday, 22 March 2013 10:03)
Last Modified: Kemitraan Staff (Friday, 22 March 2013 10:35)

“Be Smart Be Creative Be The Best Leader”

Sekolompok mahasiswa yang beranggotakan 8 mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri pada hari Minggu, tanggal 9 Maret 2013 telah mengadakan program kepemimpinan untuk siswa-siswi SMP Islam Pondok Duta, Jawa Barat. Mereka menamakan diri mereka dengan sebutan CYbeR, Creative Young be Revolution. Program tersebut diberikan khusus untuk siswa-siswi kelas X dan XI dengan jumlah 40 orang dalam waktu hanya 4 jam, dari jam 07.30 hingga jam 11.30.

more info (+)

Program ini dilakukan oleh CYber dalam rangka menjalankan program Leadership and Management Program (LaMP) kerjasama dengan Institusi Program Pembinaan SDM Strategis (PPSDMS) Leadership Center Nurul Fikri untuk meningkatkan kualitas dari pribadi mahasiswa STT Terpadu NF.

Kelompok ini adalah 1 dari 4 kelompok yang telah dikelola oleh PPSDMS Leadership Center dalam program LaMP-nya. Setiap kelompok diberikan tugas proyek kepemimpinan yang bisa memberikan manfaat kepada lingkungan sekitar mereka dengan kompetensi yang mereka miliki. CYbeR pun memilih menjadikan SMP Islam Pondok Duta sebagai ladang leadership project mereka dengan tujuan untuk menstimulus daya kreativitas para siswa-siswa di sekolah tersebut.

Program yang diadakan di SMP Islam Pondok Duta ini mengajak kepada siswa-siswinya untuk dapat mengembangkan kreativitasnya dengan mengolah sampah seperti kertas koran menjadi sesuatu yang berharga, bahkan bernilai dan dapat dijual. Peserta tidak hanya dilatih untuk membuat kertas koran menjadi motor seperti yang dicontohkan oleh para tim CYbeR, tetapi juga distimulus untuk dapat mengembangkan ide baru sendiri dari olahan kertas koran tersebut.

Para siswa-siswi SMP Islam Pondok Duta mengikuti seluruh rangkaian acara dengan sangat antusias. Sejumlah ide-ide baru pun mereka kembangkan. Siswa dan siswi pun mencoba membuatnya dengan sangat serius. Canda tawa pun mewarnai acara tersebut. Pihak sekolah pun sangat mendukung acara tersebut dengan menyediakan sejumlah fasilitas yang dibutuhkan oleh para panitia. Harapan mereka, tim CYbeR dapat kembali hadir dan berbagi ilmu kepada mereka pada kesempatan selanjutnya.

Tim CYbeR pun berencana tidak hanya mengadakan program tersebut di SMP Islam Pondok Duta saja. Mereka berharap dapat bekerja sama dengan pihak-pihak terkait dan mengadakan pelatihan serupa di sekolah-sekolah lanjutan lainnya. Dengan melakukan program ini, diharapkan dapat mendukung terciptanya para pemimpin masa depan yang cerdas dan juga kreatif dalam menghadapi perkembangan zaman. [TG]

Daftar NPWZ - Desember 2012

Added by: Kemitraan Staff (Tuesday, 09 April 2013 14:27)
Last Modified: Kemitraan Staff (Tuesday, 09 April 2013 14:40)

Berikut adalah Nomor Pokok Wajib Zakat para muzakki PPSDMS bulan Desember 2012:

Nama

Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ)

 
 

A Hanief AN

091001113000914

 

Abdul Fatah

091001113000915

 

Aditya Nur Yuslam

091001113000917

 

Afani Firmansyah

091001113000918

 

Agmazar

091001113000919

 

Ahmad Kemala Haris

091001113000922

 

Akbar Muslim

091001113000923

 

Aliyah Mustika Sari

091001113000924

 

Andi Dwi Saputro

091001113000925

 

Andi Fadina S

091001113000927

 

Andi Kristianto

091001113000928

 

Andi Muhammad Fedriansyah

091001113000929

 

Andi Tri Nugraha

091001113000930

 

Anggi Dwi Puspita M

091001113000931

 

Anindita Dyah Sekarpuri

091001113000932

 

Anita Hidayati

091001113000933

 

Anita Yustina

091001113000934

 

Anna Irfani Rahman

091001113000936

 

Ardhian Agung Yulianto

091001113000938

 

Ardi Yuliansyah

091001113000939

 

Ari Baud Sarwendo

091001113000942

 

Arman Hidayat

091001113000943

 

Bachtiar Firdaus

091001113000944

 

Bagas Aditya Haryono

091001113000945

 

Bahfiar Yulianto, MM SE

091001113000946

 

Baihaki Dwi Wahyu Kuncara

091001113000947

 

Bambang Widjanarko

091001113000948

 

Berno Syamsul Fihsawan

091001113000950

 

Bhramantya S Nurhadi

091001113000951

 

Budiman Mahmud Musthofa

091001113000952

 

Danial S.Si

091001113000953

 

Dedi Dwi Windarto

091001113000954

 

Dedi Laksono

091001113000955

 

Devandra Alferi

091001113000956

 

Devi Kusumawati

091001113000957

 

Devi Maisarah

091001113001188

 

Devya Muarofah Verdiana

091001113000958

 

Dewanti Megarani

091001113000959

 

Dewi Sartika

091001113000960

 

Dewi Sukmasari Setyo Puji

091001113000965

 

Dini Dachlia

091001113000967

 

Doddy Samiaji/ Rachmi Juni

091001113000969

 

Donni Indraswanto

091001113000970

 

Dwi Ajias Pramasari

091001113000972

 

Dwi Arianti

091001113000974

 

Eka Wahyuningrum

091001113000977

 

Elda Meirisa

091001113000979

 

Erri Sastra IR

091001113000980

 

Ervin Dwi Putra

091001113000983

 

Evan Yofiyanto

091001113000984

 

Fajar Gumilang

091001113000985

 

Fajar Hari Ginanjar

091001113000987

 

Fanny Rosalia

091001113001073

 

Firdia Ifana, SE

091001113000989

 

Fitria Chrusta Karlina

091001113000990

 

Frima Dhani

091001113000991

 

Frizki Alkautsar Akbar

091001113000993

 

Gita Ginanjar

091001113000884

 

Habibi Yusuf Sarjono

091001113000996

 

Hafidz Putera Nugraha

091001113001060

 

Hari Bowo

091001113001062

 

Hendro Dwi Bayu A

091001113001063

 

Herry Wibowo

091001113001064

 

Herwin

091001113000966

 

Hudzaifah Hanum

091001113000968

 

Imam Hindarto

091001113000971

 

Iman Persada Madaze

091001113000973

 

Indra Budi Saksono, ST

091001113000976

 

Indra Hukama Alam Putra

091001113000978

 

Iqbal Fikri

091001113000981

 

Irwan Susanto

091001113000986

 

Isar Norwandi

091001113000988

 

Ismail

091001113000992

 

Julianto Hartono

091001113000997

 

Karyaman Muchtar

091001113000998

 

Laksmi Adiyanti

091001113000999

 

Lana Sulistyaningsih

091001113001000

 

Leni Prakatiwi

091001113001001

 

Lia Hermariyanti

091001113001002

 

Lina Marliyana

091001113001003

 

LP3T NF

091001113001005

 

Luthfia Osi Dewina, SE

091001113001006

 

M.A.F Tri Wiyanto

091001113001007

 

Meity Kumala Dewi

091001113001008

 

Moch. Fadhil

091001113001009

 

Mohamad Sani

091001113001010

 

Ita Budi Radiyanti

091001113000995

 

Mohammad Taufiq Rinaldi

091001113001011

 

Monica Eska Thresia

091001113001012

 

Muhamad Firdaus Muttaqi

091001113001013

 

Muhammad Adnan Yudo Rahman

091001113001014

 

Muhammad Ilham, DR

091001113001015

 

Muhammad Slamet Lamuri

091001113001016

 

Munif Yusuf

091001113001017

 

Murti Hanissa

091001113001018

 

Nopianti

091001113001019

 

Nora Veronica Kastella, S

091001113001020

 

Nurhafizah

091001113001021

 

Oktaria Mayasari

091001113001022

 

Oktavia Susilawati, SE

091001113001023

 

Oktavia Utami

091001113001024

 

Ovi Meirina

091001113001025

 

Pariman

091001113001026

 

Prima Oktariadi Wicaksana

091001113001027

 

Purba Purnama/ Anindita

091001113001028

 

Rahadian Dewi Lintangwati

091001113001030

 

Ratih Primasari Puteri

091001113001031

 

Rif'atul Chasanah

091001113001032

 

Rio Harjuno Aryo Sakti

091001113001033

 

Rio Hindersah

091001113001034

 

Rini Anggrainingsih

091001113001035

 

Rizky Syafnir

091001113001036

 

Robby Harahap, SE

091001113001037

 

Rohana Dwi Kurniawati

091001113001038

 

S. Teddy Purwoko

091001113001039

 

Sanny Woelandari

091001113001040

 

Santi Cholida

091001113001041

 

Sari Budi Utami

091001113001042

 

Setio Nugroho

091001113001044

 

Sri Novyanti

091001113001045

 

Sri Sulistiyanti

091001113001046

 

Suaidy

091001113001047

 

Suryo Agus Trihasto

091001113001048

 

Tejo Jati Hapsoro

091001113001049

 

Tiessa Amelia Minza

091001113001050

 

Tri Ardi Mahendra, RM

091001113001051

 

Tristian Kurniawan Sumantri

091001113001052

 

Veronica Ratna Agusta

091001113001053

 

Wahyu Avianto

091001113001054

 

Wiwien Mawarwati, SE

091001113001055

 

Yeni Salma Barlinti

091001113001056

 

Yessy Nur Handayani

091001113001057

 

Yusminarni Syam Zendrato

091001113001058

 

Zulfadhli Nasution

091001113001059

 

*Bukti Setor Zakat dan Kartu NPWZ para muzakki tersedia di kantor pusat PPSDMS Jakarta. Bagi para muzakki yang berkenan mengambil BSZ dan kartu NPWZ dipersilahkan datang ke Gedung PPSDMS Lt.2 pada hari Senin-Jum'at pkl. 09.00-17.00 WIB, Sabtu pkl.09.00-12.00 WIB menghubungi Sdri. Lusi atau jika diantara muzakki domisili di luar Jakarta mengharapkan BSZ dan kartu NPWZ tersebut dikirimkan, mohon dapat memberikan alamat lengkap ke email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. dan melakukan konfirmasi ke Sdri. Lusi (via PPSDMS SMS Center: 0857 1563 5113). Terima kasih.

Daftar NPWZ - Januari 2013

Added by: Kemitraan Staff (Tuesday, 09 April 2013 14:49)
Last Modified: Kemitraan Staff (Tuesday, 09 April 2013 14:56)

Berikut adalah Nomor Pokok Wajib Zakat para muzakki PPSDMS bulan Januari 2013:

Nama

NPWZ

 
 

Ade Yusriansyah D

091001113001074

 

Aditya Nur Yuslam

091001113000917

 

Agung Retno M. S

091001113001075

 

Ahmad Kemala Haris

091001113000922

 

Ahmad Khumaidi

091001113001076

 

Aina Fachrina

091001113001077

 

Akbar Muslim

091001113000923

 

Andi Muhammad Fedriansyah

091001113000929

 

Andi Tri Nugraha

091001113000930

 

Angga Antagia

091001113001078

 

Anita Hidayati

091001113000933

 

Ardi Yuliansyah

091001113000939

 

Ari Baud Sarwendo

091001113000942

 

Ari Kuncara Widagdo

091001113001079

 

Arifuddin Yogi Prasetyo

091001113001080

 

Astri Marlina

091001113001081

 

Aulia Rosemary

091001113001082

 

Ayu Pawesti

091001113001083

 

Bagas Aditya Haryono

091001113000945

 

Bagus Dharma Bhilawa

091001113001084

 

Bahfiar Yulianto, MM SE

091001113000946

 

Baihaki Dwi Wahyu Kuncara

091001113000947

 

Bambang Widjanarko

091001113000948

 

Bayu Pujo Leksono

091001113001085

 

Berno Syamsul Fihsawan

091001113000950

 

BKB NF

091001113001086

 

Budiman Mahmud Musthofa

091001113000952

 

Danial S.Si

091001113000953

 

Danny Wibisana

091001113001087

 

Dedy Rustandi, Drs

091001113001088

 

Dennis Paramita

091001113001090

 

Desi Nur Marlina

091001113001091

 

Desi Putri Lestari

091001113001092

 

Detta Devia R

091001113001093

 

Devi Kusumawati

091001113000957

 

Dewa Ruci A. B

091001113001094

 

Dewanti Megarani

091001113000959

 

Dewi Puspitasari

091001113001095

 

Dian Setya Arini

091001113001096

 

Didik Trihartadi

091001113001097

 

Dinda Putri Nastiti

091001113001098

 

Dini Dachlia

091001113000967

 

Doddy Samiaji/ Rachmi Juni

091001113000969

 

Donni Indraswanto

091001113000970

 

Donny Albar Parlindungan

091001113001099

 

Dyza Rovina

091001113001101

 

Eka Noormahdalina

091001113001103

 

Elise Dwi Lestari

091001113001104

 

Eliza Oktarina

091001113001105

 

Endro Guritno

091001113001107

 

Erik Prasetyo

091001113001108

 

Ery Yunarta Kusdiantara

091001113001109

 

Fachry Noviar Singka

091001113001110

 

Fajar Gumilang

091001113000985

 

Fajri Hiza

091001113001111

 

Fhemilya Indra Resvita

091001113001112

 

Frima Dhani

091001113000991

 

Gama Askaditya

091001113001114

 

Gita Ginanjar

091001113000994

 

Guntur Virgenius

091001113001115

 

Hafidz Putera Nugraha

091001113001060

 

Hamida Citra Wardhani

091001113001116

 

Harnadi Irawan, IR

091001113001117

 

Hudzaifah Hanum

091001113000968

 

Ibrahim Bimo Sasongko

091001113001118

 

Ikmal Yazid

091001113001119

 

Indra Budi Saksono, ST

091001113000976

 

Iqbal Muhardianto

091001113001121

 

Ira Darmayanti

091001113001122

 

Ita Budi Radiyanti

091001113000995

 

Iwan Arief Wijayanto

091001113001123

 

Iwan Herawan

091001113001124

 

Jalaluddin Pasha

091001113001125

 

Jefriena Anggun Lyonie

091001113001127

 

Juli Pratama

091001113001128

 

Julianto Hartono

091001113000997

 

Jurianto

091001113001129

 

Karyaman Muchtar

091001113000998

 

Kuswan Ambar Pamungkas

091001113001131

 

Leni Prakatiwi

091001113001001

 

Liany Febiana

091001113001132

 

LP3T NF

091001113001005

 

Lycia Pricia

091001113001133

 

Mardiah Soraya

091001113001134

 

Mariana Wahyuningtyas

091001113001135

 

Marisa Aulia Ulfah

091001113001136

 

Maryani Saswidyanti

091001113001137

 

Maya Rhamdhanika

091001113001138

 

Mirzhaldy Andoni

091001113001139

 

Mohammad Taufiq Rinaldi

091001113001011

 

Monica Eska Thresia

091001113001012

 

Muhammad Ryan

091001113001140

 

Muhammad Slamet Lamuri

091001113001016

 

Mukhasin

091001113001141

 

Musnanda

091001113001142

 

NF Lampiri (Darmawanto)

091001113001143

 

Niken Palupi

091001113001144

 

Niken Saptadini

091001113001145

 

Ningrum Widyasari, SE., Ak.

091001113001146

 

Nopianti

091001113001019

 

Nora Veronica Kastella, S

091001113001020

 

Okta Sindhu Hartadinata

091001113001149

 

Oktavia Susilawati, SE

091001113001023

 

Ossy Aridashandy Nurdin

091001113001151

 

Purba Purnama

091001113001028

 

Putri Citra Mandiri

091001113001152

 

Rena Reno Rantih

091001113001153

 

Rezza Rinova Tohir Suriaat

091001113001155

 

Rija Amperianto

091001113001156

 

Rio Harjuno Aryo Sakti

091001113001033

 

Rio Hindersah

091001113001034

 

Rizky Handi Al Farisy

091001113001157

 

Rohana Dwi Kurniawati

091001113001038

 

Rovina Dahliana

091001113001158

 

RR Candrayu Sotyaningtyas

091001113001159

 

Setio Nugroho

091001113001044

 

Shavitri Nurmala Dewi. Dra

091001113001160

 

Shinta Nurhariyanti

091001113001161

 

Siti Rochani

091001113001162

 

Suryo Agus Trihasto

091001113001048

 

Taufiq Panji Wisesa

091001113001163

 

Teguh Prasetyo

091001113001164

 

Tessa Adelina

091001113001165

 

Teuku Ibnu Sina

091001113001166

 

Tini Yustini Bagjawati

091001113001167

 

Tissa Eritha

091001113001168

 

Tri Ardi Mahendra, RM

091001113001051

 

Tristian Kurniawan Sumantri

091001113001052

 

Vani Valiani

091001113001169

 

Veraninsih Abd. Hamid

091001113001170

 

Wahyu Avianto

091001113001054

 

Wan Syarifudin Azis

091001113001171

 

Wayan Aris Widarmayana

091001113001172

 

Wildan Moulddiana

091001113001173

 

Wita Sekar Wijayanti

091001113001177

 

Yasir Arafat

091001113001178

 

Yemima Rizqi Rahayu

091001113001179

 

Yuliana

091001113001180

 

Yuri Siska Afriana

091001113001181

 

*Bukti Setor Zakat dan Kartu NPWZ para muzakki tersedia di kantor pusat PPSDMS Jakarta. Bagi para muzakki yang berkenan mengambil BSZ dan kartu NPWZ dipersilahkan datang ke Gedung PPSDMS Lt.2 pada hari Senin-Jum'at pkl. 09.00-17.00 WIB, Sabtu pkl.09.00-12.00 WIB menghubungi Sdri. Lusi atau jika diantara muzakki domisili di luar Jakarta mengharapkan BSZ dan kartu NPWZ tersebut dikirimkan, mohon dapat memberikan alamat lengkap ke email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. dan melakukan konfirmasi ke Sdri. Lusi (via PPSDMS SMS Center: 0857 1563 5113). Terima kasih.

Data Alumni PPSDMS Angkatan 1

Added by: Super User (Thursday, 05 July 2012 02:16)
Last Modified: Super User (Thursday, 05 July 2012 02:20)

{faq category="165"}

Desember 2012 (Suplemen)

Added by: Kemitraan Staff (Tuesday, 24 September 2013 09:25)
Last Modified: (Tuesday, 24 September 2013 09:25)

Laporan Donasi 2012

Baca secara online | Download

Desember 2013

Added by: Kemitraan Staff (Sunday, 09 March 2014 23:00)
Last Modified: Kemitraan Staff (Sunday, 09 March 2014 23:06)

Rapat Kerja PPSDMS 2014
"Mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari"

Baca secara online | Download

Dewan Penasihat & Dewan Penyantun

Added by: Super User (Tuesday, 15 May 2012 07:03)
Last Modified: Super User (Friday, 25 May 2012 23:34)

Berikut ini adalah anggota Dewan Penasihat dan Dewan Penyantun PPSDMS. Mereka adalah tokoh-tkoh nasional yang memiliki kepedulian terhadap generasi muda Indonesia.

Dialog dengan Profesor Muda yang Hafidz Al-Qur’an

Added by: Program Staff (Monday, 13 August 2012 14:31)
Last Modified: Kemitraan Staff (Tuesday, 11 September 2012 10:52)

Kamis, 9 Agustus 2012, tiga puluh peserta program pembinaan sumberdaya strategis [PPSDMS] regional V Bogor dibuat terpesona oleh pemaparan dari Bapak Prof. Dr. Ir. Kudang Boro Seminar, M.Sc, dosen dari Departemen Teknik Mesin dan Biosistem IPB sekaligus Profesor Muda jebolan Canada yang Hafidz Al-Qur’an. Menariknya lagi, beliau baru mulai menghafal Al-Quran ketika memasuki program doktor. Hal ini sangat menginspirasi peserta bahwa tak ada kata terlambat untuk memulai.

more info (+)

 Acara yang bertajuk dialog tokoh itu juga meriah dengan berbagai macam pertanyaan dari peserta yang ingin menggali tips dan trik berinteraksi dengan Al-Quran, juga bagaimana mengkombinasikan kehidupan dunia serta persiapan akhirat dengan proporsional.

Bapak Kudang menyampaikan bahwa Al-Qur’an merupakan syafaat tertinggi manusia, sehingga kita perlu berinteraksi dengan al-qur’an ini. Interaksi yang bisa dilakukan antara lain dengan membacanya, mempelajarinya, menghayatinya, menghafalnya, dan mengamalkan kandungannya. Beliau juga mengatakan bahwa menghafal al-Qur’an membutuhkan izin Allah, karena tanpa izinNYA, walaupun kita menghafalnya, maka tidak akan bisa.

Setidaknya, Ada enam hal yang perlu diperhatikan dalam menghafal al-qur’an ini menurut beliau, yang juga berdasarkan pengalaman beliau menjadi seorang Hafidzul Qur’an. Pertama, adalah berazzam dan bertawakkal kepada Allah. Kedua harus mempunyai seorang guru. Ketiga, Ikuti apa yang diperintahkan oleh guru. Keempat Istiqamah. Kelima jauhi maksiat karena maksiat adalah kegelapan sedangkan Al-Qur’an adalah cahaya. Keenam memohon pada Allah agar di tambahkan ilmu.

Dialog Tokoh bersama Jend (Purn) Endriartono Sutarto

Added by: Program Staff (Monday, 26 November 2012 09:52)
Last Modified: Program Staff (Monday, 26 November 2012 10:23)

Dialog Tokoh merupakan program pembinaan bulanan PPSDMS Nurul Fikri. Dialog tokoh ini menghadirkan figur-figur yang telah diakui ketokohannya dan layak diteladani di bidangnya msinh-masing. Dilog Tokoh mengangkat tema-tema yang menyangkut dinamika gerakan pemuda, realitas sosial politik, iptek, kenegaraan, HAM dll.

more info (+)

 Dialog Tokoh kali ini dilaksanakan dalam rangka Latihan Gabungan Barat(LGB) yaitu seluruh peserta dari regional 1 jakarta putra dan putri, Regional dua Bandung dan Regional lima Bogor, dan dilaksanakan di Gedung PPSDMS Jakarta, 15 November 2012. Sedangkan Latihan Gabungan Timur (LGT) yaitu seluruh peserta dari regional 3 Jogjakarta putra-putri serta regional 4 Surabaya. dan dilaksanakan di Auditorium Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada pada tanggal 18 November 2012..

Dialog Tokoh ini berbentuk diskusi interaktif. Kegiatan kali ini PPSDMS mengangkat tema “Impossible is Nothing”. Menghadirkan pembicara yang sangat luar biasa dan telah diakui kiprahnya di Indonesia. Beliau adalah Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto, Mantan Panglima TNI RI. 

Beliau memulai sesi dengan melemparkan salam kepada peserta latihan gabungan dengan suara khas petinggi TNI yang sangat bertenaga dan kharismatik. Di awal Pak Endriartono menunjukkan karakter  rendah hati dengan menyampaikan bahwa semua yang saya lakukan bagi negara bukan karena kehebatan saya, tapi lebih dikarenakan komitmen dari segenap pihak yang menginginkan keutuhan NKRI. Dan apa yang beliau lakukan merupakan bentuk tanggungjawab atas jabatan yang beliau emban pada saat itu, jadi menurut beliau hal tersebut merupakan hal yang biasa-biasa saja. Karena sudah kewajiban seorang yang memiliki amanah untuk menjalankan kewajibannya sebagai pemimin.

Di awal Pak Endriartono menceritakan beliau sempat menjadi Komandan Paspampres di masa menjelang akhir Presiden Soeharto masih memimpin Indonesia. Saat itu beliau mengaku berada dalam dilemma untuk bertugas, karena disatu sisi memiliki tugas melindungi presiden, tetapi disisi lain melihat fenomena di tubuh masyarakat yang menginginkan adanya reformasi, yaitu salah satunya dengan pengunduran diri Presiden Soeharto saat itu. Namun, Pak Endriartono mengaku tetap mencoba untuk professional dan melaksanakan tanggung jawabnya dengan menjaga keselamatan Presiden Soeharto secara fisik. Karena menurut beliau hal tersebut merupakan tanggung jawab seorang Komandan Paspampres. Sedangkan masalah reformasi merupakan kewenangan pemerintah dan perangkat yang dimilikinya.

Setelah itu pada tahun 2002 Jendral Endriartono diminta oleh Presiden Megawati menjadi Panglima TNI dan menjalankan operasi militer di DI Aceh. Saat itu, TNI mengalami kesulitan dalam persediaan alutsista karena sedang di embargo secara militer oleh USA dan Inggris. Akibatnya, TNI tidak punya persenjataan yang memadai dan untuk melakukan peremajaan kepada alutsistanya baik dari alat tempur maupun kendaraan tempur. Namun, Jendral Endriartono Sutarto tidak kehabisan akal untuk tetap membekali prajurit TNI di Aceh agar dapat melaksanakan operasi militer dengan optimal. Beliau mendatangi direktur PT Pindad dan meminta Pindad membuatkan TNI semacam Panser yang bisa dioperasikan di Aceh. Akhirnya Direktur Pindad saat itu sepakat dalam waktu tiga bulan bisa menyediakan panser yang dimaksud dengan catatan Jendrat Endriartono bersedia menyediakan sasis truck isuzu untuk dijadikan rangka panser tersebut.

Disisi lain beliau juga menceritakan ketika pada tahun 1960 Indonesia menjadi macan Asia. Indonesia menjadi negara yang ditakuti oleh negara kawasan. Ketika itu Indonesia mempunyai kapal perang yang diberikan oleh Uni Soviet. Kapal Perang itu dinamakan KRI Irian. Dengan kapal itu Malaysia tidak berani berbuat banyak. Soekarno yang berambisi untuk meng"ganyang” Malaysia pun sangat bangga dengan hal ini. Hal itu tidak berlaku sekarang. Karena persenjataan Indonesia sangat terbatas. Ketika dulu Malaysia tidak berkutik melawan negara kita, kini Malaysia sering kali melecehkan kedaulatan Indonesia. Hal ini terbukti dari klaim Malaysia atas kebaudayaan Indonesia dan kemenangan Malaysia di Mahkamah Internasional atas Pulai Sipadan Ligitan.

Jendral Purnawirawan Endriartono sangat berjasa bagi Indonesia. Beliau mendukung proses transisi Indonesia dalam era reformasi dengan mengusulkan  agar fraksi TNI yang ada dalam DPR dihilangkan.  Maka kemudian TNI kembali menjadi lembaga pertahanan yang tidak carut marut dalam dunia politik. Beliau juga sangat tegas dalam menolak usulan DPR untuk tentara agar para tentara menghentikan bisinisnya. Beliau berpendapat bahwa kesejahteraan TNI sangat rendah.  Maka apabila DPR dapat memberikan tunjangan yang sesuai, TNI akan menghentikan bisnisnya.Beliau juga sangat berjasa dalam pemulihan keadaan paska Tsunami yang melanda hampir seluruh Aceh. Berkat kerja keras beliau, banyak negara yang memberikan bantuan kepada Indonesia.

Satu pesan yang paling penting dari ceramah beliau adalah sebagai seorang pemimpin kita tidak bisa tidak mengambil keputusan. Karena seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan. Memang kepiawaian pemimpin untuk mengambil keputusan yang terbaik diantara yang terburuk menjadi kemampuan yang sangat penting bagi seorang pemimpin.

Dialog Tokoh bersama Prof. Dr. Ing.Ir Herman Sasongko

Added by: Program Staff (Wednesday, 03 April 2013 15:03)
Last Modified: Program Staff (Wednesday, 03 April 2013 15:05)

Tepat pada hari Selasa malam para peserta PPSDMS Regional 4 Surabaya memiliki kegiatan bulanan Dialog Tokoh yang kali ini dengan materi yang cukup menantang dengan pemateri juga cukup pengalaman yaitu Wakil Rektor 1 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS). Acara Dialog Tokoh ini dimulai dengan upacara seremonial sebagai pembuka dan meningkatkan nasionalisme para peserta yang kemudian dialnjutkan pembacaan ayat suci alqur’an oleh frendy. Seremoni ini Berlangsung dengan hikmat.

more info (+)

 

Prof. Dr. Ing.Ir  Herman Sasongko memulai pembicaraannya tentang kehidupannya di jerman. Jerman sebagai salah satu kiblat teknolgi mampu menjadi tempat yang sesuai bagi para pemburu ilmu terutama teknik. Sosok Pak Herman mempunyai keahlian tidak hanya dibidang akademik tapi juga dalam bidang musik dan humor. Beliau Selalu mempertajamkan indrawi, pemikiran,  judul menyiapkan generasi muda untuk menyongsong kehidupan bangsa yang mandiri. Beliau menceritakan pengalaman pribadi di jerman. Seorang professor dari jerman yang baru pulang dari Indonesia menceritakan pengalaman-pengalam yang kita anggap biasa namun luar biasa baginya. Beliau menceritakan pengalaman ini karena suatu generasi tidak lepas dari generasi yang lainnya. Generasi yang baik adalah generasi yang tingkat religiusnya lebih tinggi. Ajaran agama akan membantu dalam memberi kontribusi terhadap bangsa. Memahami keterkaitan antar generasi adalah dengan pendekatan keturunan. Kisah hidup Pak Herman mulai dari dia SD hingga SMP beliau sudah diajari untuk memahami esensi dari ilmu sehingga siswa akan mencoba untuk mencari tahu dan penunjangan kemampuan spiritual Kolaborasi kemampuan dan spiritual diperlukan dalam pendidikan saat ini utk membangun curiosity pd setiap anak. Maka pesan beliau untuk Ambil jalan sendiri, sesuai pilihanmu. Tp yg terpenting, pastikn dirimu mnjadi lebih baik dr hari ke hari.

Peserta sangat antusias ingin mendengarkan cerita pengalaman pribadi pak Herman. Kebanyakan mahasiswa selalu berfikir itu bukan urusanku. Orang suka berkeluh kesah. Dan pak herman mengakhiri dialognya dengan sajak yang berjudul Lampu-lampu kota .Tujuan kita berbicara hari ini adalah untuk membuat perubahan dimasa mendatang. Para peserta PPSDMS mulai melontarkan pertanyaan-pertanyaan sebagai bentuk rasa keingintahuan yang lebih dalam tentang pak Herman. Pak herman sasongko menjawab semua pertanyaan peserta PPSDMS dengan jawaban filosofi sehingga peserta harus berfikir berulang-ulang untuk memahaminya. Bangsa Jerman tidak pernah punya cita2 berskala Internasional, tp bagaimana mereka bermanfaat untuk sekitar dan Jadi jangan bercita-cita punya prestasi internasional, kalau masalah sekitar saja belum tahu & mampu berkontribusi. Jangan lewatkan hari ini tanpa menjadi lebih baik.

Dialog Tokoh: Daya Saing SDM Indonesia

Added by: Program Staff (Friday, 21 September 2012 13:56)
Last Modified: Kemitraan Staff (Thursday, 27 September 2012 08:42)

Dialog Tokoh dengan Daniel M Rosyid

PPSDMS – Surabaya. Hari Selasa tanggal 18 September 2012, Asrama PPSDMS Regional IV Surabaya kedatangan tamu istimewa. Tamu istimewa itu adalah seorang tokoh pendidikan nasional, Daniel M. Rosyid. Pria yang juga Guru Besar di Teknik Kelautan FTK Institut Teknologi Sepuluh Nopember ini adalah ketua Ikatan Insinyur Wilayah Jawa Timur.

more info (+)

 Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB bertempat di Aula Asrama PPSDMS Regional IV Surabaya dihadiri 35 peserta PPSDMS. Acara pada malam hari itu dibungkus dalam konsep “Dialog Tokoh”. Tema Dialog Tokoh Edisi September adalah Daya Saing SDM. Beliau menjelaskan, kunci pemenangan persaingan era ini adalah dengan tiga hal, yaitu: Kreatifitas, Adaptif, dan Kemampuan belajar.

Menurut beliau, tema SDM ini adalah tema besar pada abad 20. Dimana daya saing itu lebih dibutuhkan dalam kompetisi. Oleh sebab itu, tema besar yang menjadi tren abad 21 bukanlah Daya Saing SDM lagi, melainkan kreativitas. Spirit saling berbagi, sharing untuk memenangkan kompetisi. Sehingga tercipta kreatifitas wilayah. Bangsa besar dunia saat ini merupakan bangsa yang “berjualan” ide. Mereka, tidak seperti negara dunia ketiga yang hanya mampu menjual sumber alamnya.

Pak Daniel memaparkan, teori Kreativitas yang dijabarkan oleh Robert Florida adalah konsep 3T. 3T yang terdiri dari:Talent, Technology, Tolerance. Talent yang hubungannya dengan minat dan bakat.Tecnology yang hubungannya dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi danInformasi. Tolerance menyangkut kemampuan hidup bersama dalam sebuah perbedaan.

Technology seperti di Silicon Valley, USA merupakan contohnya. Dimana Ilmu Pengetahuan danTeknologi memiliki andil yang cukup besar dalam kreatifitas di suatu wilayah. Sehingga kadar kreatifitas di wilayah yang memiliki perkembangan teknologi yang tinggi.

Tolerance dalam mengelola keragaman juga berdampak pada kreatifitas. Suatu yang hal yang baru itu berawal dari pengelolaan keragaman yang harmonis. Contohnya seperti di Amerika. Masyarakat yang lebih beragam dan tingkat toleransi tinggi menyebabkan kreatifitas di wilayah itu juga tinggi.

Ketika kita telah menguasai kreatifitas, kita telah mampu menelurkan ide baru. Ide yang besar untuk peradaban dunia. Mengutip Bung Karno, bangsa Indonesia harus mampu mandiri ekonomi, berdaulat politik, dan berkepribadian budaya. Ide bangsa Indonesia menginspirasi dunia. Sehingga kita pada saat itu telah mampu menjadi produsen ide bagi dunia.

Jalan kedua yang ditempuh adalah adaptif. Adaptif terhadap perubahan yang berlangsung cepat. Apalagi di zaman ini yang arus perubahan berlangsung sangat cepat, kita dituntut membaca perubahan yang terjadi. Sehingga, kita bukan hanya mampu menginspirasi dunia dengan ide, namun kita juga mampu membawa arus perubahan itu sendiri. Sejalan dengan ide besar peradaban yang kita bangun. Cara ketiga yang kita tempuh untuk meningkatkan daya saing adalah learning ability. Kemampuan belajar yang berkesinambungan setiap waktu, sepanjang hayat. Learning ability itu mengembalikan hakikat pendidikan, memperbaiki praktik kehidupan. Pendidikan Indonesia adalah warisan dari zaman kolonial Belanda yang lebih mengajarkan bagaimana caranya menjadi pegawai. Tidak dididik untuk merdeka. Harus ada perubahan paradigma pendidikan dari teaching menuju learning. Hal tersebut dapat dilakukan dengan empat hal :membaca, mempraktekkan, menulis, bicara.

Jika ketiga langkah yang terdiri dari kreatifitas, bersikap adaptif, dan kemampuan belajar yang berkesinambungan dapat dijalankan dalam kehidupan kita saat ini, niscaya cita-cita besar kita, membentuk Indonesia yang lebih baik dan bermartabat dapat terwujud.

Dilema dalam Kebijakan Sosial Bidang Kesehatan Masyarakat

Added by: Kemitraan Staff (Thursday, 27 February 2014 13:29)
Last Modified: Kemitraan Staff (Thursday, 27 February 2014 14:20)

Dilema dalam Kebijakan Sosial Bidang Kesehatan Masyarakat: Kasus Pekan Kondom Nasional 2013; Oleh : Putri

more info (+)

 

Pekan Kondom Nasional (PKN) yang diselenggarakan selama satu minggu pada tanggal  1-7 Desember 2013 yang lalu akhirnya dibatalkan di tengah-tengah kegiatan. Seperti yang dilansir oleh lensaindonesia.com, panitia penyelenggara PKN yang berasal dari Kementrian Kesehatan Indonesia (KEMENKES) pimpinan Nafsiah Mboi, terpaksa menghentikan kegiatan karena besarnya kritik serta tekanan dari banyak pihak, khususnya ormas-ormas berbasis agama. Beberapa diantara ormas yang menentang tersebut adalah Muhammadiyah dan juga Nahdlaltul Ulama, juga beberapa ormas pendidikan.

Dibatalkannya PKN adalah sebuah isu yang menarik, karena posisi PKN adalah sebuah program kesehatan masyarakat nasional, yang di-endorse langsung oleh KEMENKES. PKN dirancang untuk menanggulangi salah satu masalah kesehatan terbesar di Indonesia selain kematian ibu dan anak, yaitu penyakit HIV/AIDS. Jika tujuannya adalah demi pembangunan nasional dengan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, mengapa program ini ditentang? Inilah yang menarik, ketika masalah kesehatan masyarakat ditanggulangi secara praktis namun mengabaikan sisi etis. Walaupun bersifat empiris, permasalahan kesehatan masyarakat harus dikaji secara keseluruhan. Artinya, segala masalah yang mengancam kesehatan masyarakat harus dilihat dari kacamata masyarakat itu sendiri, jangan hanya berorientasi hasil tanpa memperhatikan proses.

HIV/AIDS memang sebuah isu kesehatan nasional yang penting, dan memang sudah semestinya pemerintah memberikan perhatian khusus serta usaha ekstra dalam menanggulanginya. Namun sebuah program kesejahteraan yang tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat patut juga memperhatikan sisi moral dari program yang akan dijalankan. Tulisan ini khususnya akan membahas bagaimana PKN sebagai program kesehatan masyarakat dalam menangani salah satu permasalahan kesehatan masyarakat terbesar di Indonesia, yaitu HIV/AIDS, bagaimana dilema moral dan praksis dari program tersebut, beserta saran-saran bagaimana pemerintah menyikapi permasalahan ini.

Urgensi penanggulangan HIV/AIDS

Walaupun baru ditemukan di Indonesia pada tahun 1987, telat beberapa tahun dari negara-negara lain, HIV/AIDS telah tumbuh menjadi sebuah masalah kronik yang tidak juga mampu diselesaikan oleh pemerintah Indonesia. Jumlah penderita HIV/AIDS bukannya mengalami penurunan, namun malah secara konstan meningkat dari tahun ke tahun.

Data dari KEMENKES menunjukkan bahwa pada tahun 2012 saja, ditemukan kasus HIV sebanyak 21.511 orang, dan kasus AIDS menjangkiti 5.686 orang. Di tahun sebelumnya, kasus HIV sebanyak 21.031 orang dan AIDS mencapai 5.686. Di tahun 2010, penderita HIV sebanyak 21.591 orang dan AIDS sebanyak 5.482 orang. Peningkatan yang drastis dari tahun sebelumnya, yaitu tahun 2009 dimana kasus HIV tercatat sebanyak 9.793 orang dan AIDS sebanyak 5.483 orang.

Data tersebut menunjukkan bahwa HIV/AIDS sudah menjadi masalah kesehatan yang benar-benar mengkhawatirkan, dengan tidak adanya tanda-tanda presentase pengidap penyakit tesebut akan turun dan malah semakin naik setiap tahunnya. Pada tahun 2013 sendiri saja, kasus HIV tercatat sampai bulan September sebanyak 20.413 dan AIDS mencapai 2.763. Secara kumulatif sejak tahun 1987, kasus HIV di Indonesia mencapai 118.792 dan AIDS mencapai 45.650 dengan jumlah kematian 8.553 jiwa.

Secara etimologis, HIV/AIDS termasuk dari penyakit epidomologis, yaitu penyakit yang dapat ditularkan dari satu pengidap ke individu lainnya melalui media atau kontak tertentu. HIV/AIDS sangat membahayakan karena menyerang daya tahan tubuh manusia dan membuatnya mudah terserang penyakit-penyakit yang menyebabkan kematian. HIV/AIDS juga menggerogoti sistem kerja tubuh dan menyerap nutrisi yang masuk, sehingga pada tahap lanjut HIV/AIDS akan membuat pengidapnya menjadi kekurangan gizi, kurus dan ringkih.

Virus HIV/AIDS terkandung di dalam cairan tubuh pengidapnya, oleh karena itu gampang tertular kepada individu lain jika cairan ini melakukan kontak dengan tubuh orang lain. Diantara cairan yang dapat membawa virus HIV/AIDS ini adalah darah (plasma dan serum), urin, air liur atau saliva, air mani/semen, air susu ibu, air mata, keringat, cairan otak, cairan/sekret vagina, dan sekret telinga. Diantara cairan-cairan tersebut, yang kandungannya paling tinggi adalah darah (10-50 virus per ml2) dn air main (10-50 ml2). Presentase rata-rata total jumlah virus HIV/AIDS yang ada di dalam tubuh pengidapnya adalah 18.000/ul dalam darah, 11.000/ul dalam mani. Menurut penelitian non-profit yang dilakukan oleh AUSAID, pola dari penjangkitan HIV/AIDS di Indonesia adalah melalui pemakaian suntik dari obat-obatan terlarang dan kegiatan/industri seksual, dengan faktor-faktor lainnya seperti keturunan, transfusi dan atau transplantasi darah, pemakaian alat-alat makan bersama menempati porsi kecil. Hal ini mengherankan karena dilihat dari efficacy atau efektifitas dari penularan cairan tersebut, penularan melalui hubungan seksual hanya sebesar 0.1-1% dibandingkan transfusi darah yang mencapai 90%.

Usaha-usaha yang dilakukan oleh pemerintah

Pemerintah bekerjasama dengan banyak Lembaga Swadaya Masyarakat sudah banyak melakukan upaya pencegahan (preventif) dan penanggulangan (kuratif), mulai dari screening darah dari donor, PMTCT, harm reduction (NEP), penerapan universal precaution, sosialisasi ABC+ (abstinence, be faithful, condom), pengobatan penyakit menular seksual sebagai pencegahan, dan pemberian ARV. Tidak semua program dapat dilaksanakan dengan maksimal karena berbagai alasan, salah satu alasan terbesarnya adalah karena persoalan biaya yang terbatas dan tenaga medis yang terbatas.

Jika masalah penanggulangan menjadi sebuah persoalan, persoalan pencegahan juga buth fokus tersendiri. Karena walaupun HIV/AIDS memberikan akibat yang sangat severe terhadap kesehatan individu, tetap saja kesadaran orang-orang masih rendah. Resiko kematian 100% dari pegidap HIV/AIDS tidak mampu menjadi deterence bagi orang-orang untuk mengurangi kegiatan yang berisiko besar menularkan virus HIV/AIDS. Pemerintah melalui KEMENKES pun membuat sebuah maneuver baru dalam program pencegahan HIV/AIDS, yaitu dengan menyelenggarakan PKN. Kegiatan yang termasuk dalam program PKN adalah pembagian kondom gratis di tempat-tempat tertentu, roadshow menggunakan sebuah bus yang meng-kampanyekan pemakaian kondom dalam rangka mencegah HIV/AIDS, tes HIV/AIDS gratis dari tenaga medis yang disediakan oleh panitia, serta penyuluhan dan sosialisasi mengenai kesadaran akan bahaya virus HIV/AIDS.

Dari sisi praktis, pembagian kondom dapat dilihat sebagai penyelesaian yang cepat, tepat, efektif dan tidak memakan banyak biaya. Pembagian kondom tidak semahal menggunakan screening terhadap setiap pendonor darah, atau tidak semahal subsidi serta distribusi ARV kepada pengidap HIV/AIDS. Pembagian kondom secara besar-besaran dan sosialisasi pembagian kondom juga sudah terbukti di beberapa negara lain dalam menekan angka pengidap HIV/AIDS, seperti Tanzania dan Zimbabwe. Dari sisi statistik juga membuktikan bahwa kesadaran pengidap penyakit HIV/AIDS untuk memakai kondom sebelumnya juga rendah, khususnya di kalangan mereka yang bertatus sexual worker atau pekerja seks. Bahkan di Papua, wilayah dengan tingkat pengidap HIV/AIDS tertinggi ketiga (12.840 untuk HIV dan 7795 untuk AIDS) setelah DKI Jakarta (27.224 HIV dan 6299) serta Jawa Timur (15.273 untuk HIV dan 7714 untuk AIDS) kesadaran untuk memakai kondom diantara sexual worker 0% (AUSAID, 2006).

Dilema kebijakan kesehatan masyarakat

Pemilihan program pembagian kondom gratis ini merupakan salah satu cara pemerintah untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS, namun malah mendapat kritik pedas dan pertentangan dari berbagai pihak. Alasan utamanya adalah permasalahan moralitas dan etika. Pembagian kondom secara gratis, khususnya kepada masyarakat luas dan terlebih lagi anak-anak muda, dinilai tidak etis dan melanggar nilai serta norma yang ada di negara ini. Indonesia dianggap mempunyai batas-batas tertentu dalam melakukan kebijakan publik dan kebijakan sosial, termasuk dalam soal etika dan moral. Terlebih lagi jika menilik status Indonesia yang notabene negara beragama dan negara timur yang menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional. Pembagian kondom dalam rangka PKN dianggap sebagai indirect encouragement terhadap perilaku seks bebas tanpa ikatan pernikahan, alih-alih penganjuran untuk melakukan seks dengan aman.

Hal lain yang dipermasalahkan dari  hal ini adalah pemakaian bus operasional berwarna merah betuliskan ‘Pekan Kondom Nasional 2013’ dengan gambar model wanita berpakaian seksi, dada terbuka, dan ekspresi wajah yang sensual. Program PKN adalah kerjasama KEMENKES dengan sebuah produsen kondom impor asal Thailand yang menyatakan bahwa mereka telah berhasil menjual kondom berbagai merek sebanyak satu milyar di Indonesia. Di depan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dilaporkan bahwa kondom gratis dibagikan kepada para mahasiswa yang notabene bukanlah pekerja seks dan juga bukanlah mayoritas masyarakat dalam usia perkawinan. Pembagian kondom ini dipandang sebagai aksi yang menyampaikan pesan bahwa sekarang tidak usah takut untuk berbuat seks bebas karena akan ada kondom untuk mencegah HIV/AIDS. Hal yang ditekankan bukanlah aktivitas seks bebas yang berbahaya, namun aktivitas seks tanpa kondom, sehingga penyalahgunaan sangat besar terjadi.

Menurut Menteri Kesehatan Indonesia Nafsiah Mboi, kegiatan ini dilakukan karena memang adanya urgensi untuk melakukan hal tersebut. KEMENKES melakukan kebijakan bukannya tidak sadar dengan kemungkinan pertentangan dari banyak pihak, namun karena mereka tidak menutup mata dengan fenomena seks bebas dan kegiatan prostitusi di Indonesia yang menjadi faktor terbesar penyebaran HIV/AIDS.  Masyarakat Indonesia tidak bisa lagi hanya ‘main aman’ dengan melakukan kampanye-kampanye pencegahan namun nyatanya di lapangan belum bisa membuat HIV/AIDS menurun. Kampanye-kampanye untuk tidak melakukan kegiatan seks yang tidak aman susah sekali menembus kalangan yang memang sudah berkecimpung dalam kegiatan tersebut. Walaupun sudah betahun-tahun dibantu oleh LSM, tetap saja seks bebas dan prostitusi menjadi hal yang terus ‘terlestarikan’ dan tetap menjadi penyumbang terbesar dari HIV/AIDS.

Jika sudah begini, KEMENKES menghadapi dilema dalam membuat kebijakan publik terkait usaha mencapai kesehatan masyarakat. Di satu sisi mereka bisa memilih efektifitas dengan tetap menjalankan PKN dan membagikan kondom gratis, karena dengan begitu setidaknya mereka akan mencegah tersebarnya virus HIV/AIDS walaupun belum bisa mencegah kegiatan seks bebas itu sendiri. Cara ini merupakan cara yang dipandang paling cepat, karena jika kita menunggu sampai tingkat kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan seks bebas atau kegiatan prostitusi meningkat, maka butuh waktu yang sangat lama sekali. Bisa sepuluh, dua puluh, atau bahkan tiga puluh tahun lagi, karena ini persoalan yang menyangkut perilaku dan gaya hidup individu. Kita tidak bisa mengambil resiko untuk menunggu selama itu, karena pada saat itu jumlah pengidap HIV/AIDS pastilah sudah melonjak jauh lebih tinggi daripada jumlah sekarang ini, sehingga makin kronis dan makin sulit untuk ditanggulangi.

Langkah yang diambil oleh KEMENKES dalam menjalankan PKN di tengah kontroversi dan polemik ini adalah langkah yang sangat utilitarian. Utilitarian adalah perilaku yang mengutamakan hasil akhir yang paling membuahkan maximum outcome. Jika maximum outcome dari program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS adalah menurunnya tingkat pengidap HIV/AIDS secara signifikan dalam kurun waktu yang singkat, maka cara pembagian kondom gratis melalui PKN ini merupakan cara yang terbaik. Hasil tercepat dan paling tangible dapat dirasakan, jika saja kondom yang dibagikan dalam jumlah besar akan dipakai.

Namun dalam sisi moralitas, kebijakan ini sangat minim dalam memperhatikan hal tersebut. Kebijakan sosial bukan saja tentang hasil akhir, tetapi juga mengenai proses dan nilai-nilai yang dianut masyarakat dimana kebijakan sosial itu dilakukan. Bahkan ketika mempersoalkan masalah kesehatan masyarakat sekalipun, aspek moral juga harus diperhatikan. Walaupun kesehatan merupakan bidang yang sangat empirik dan berorientasi praksis, namun banyak juga dilema-dilema moral di dalamnya yang membutuhkan kajian lebih dalam bagi kebijakan-kebijakan yang akan dilakukan.

Seharusnya, pemerintah melalui KEMENKES dapat mengkaji ulang kebijakan-kebijakan sosial yang digunakan dalam program pembangunannya. Memang agenda mengurangi tingkat HIV/AIDS sangat penting dan mendesak, khususnya dalam agenda MDGs yang salah satunya juga pengurangan terhadap penyakit menular. Namun langkah yang hanya memperhatikan hasil akhir tanpa memerhatikan proses juga kurang bijaksana. Program bisa berhenti di tengah jalan karena beratnya tekanan seperti program PKN ini, dan malah kontraproduktif, mengundang pandangan buruk terhadap keseluruhan program yang sebenarnya penting dan bagus bagi pembangunan. Kesehatan masyarakat juga harus memperhatikan aspek ini dengan seksama, karena permasalahan kesehatan bukan saja persoalan fisik semata tetapi juga persoalan etika dan moral.

 

Dinamika Asrama: Prestasi dan Karakter

Added by: Super User (Monday, 07 January 2013 15:48)
Last Modified: Kemitraan Staff (Monday, 07 January 2013 17:08)

Sharing Alumni kali ini, Kamis, 13 Desember 2012 pukul 20.20-22.00 WIB di Auditorium Utama Gedung PPSDMS Nurul Fikri, membahas sesuatu yang sangat dekat dengan kami, yaitu kehidupan berasrama. Dihadirkan pula dua supervisor hebat, mewakili putra dan putri, yaitu Bang Tino dan Mba Asri, supervisor PPSDMS angkatan 5.

more info (+)

Sesi Bang Tino

Bang Tino adalah supervisor pertama yang membimbing putra yang bertetangga dengan putri. Sebelumnya, belum ada regional putri. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi peserta dan supervisor. Menurut Bang Tino, berdampingannya dua gender menjadi sesuatu yang sangat berbahaya. Bang Tino selalu menekankan bahwa putri adalah saingan putra. Di angkatan V, putra selalu menjadi nomor satu. Hal ini tidak lepas dari peran supervisor yang “memanas-manasi” peserta putra dengan menggaungkan “masa mau kalah sama Putri?”

Bang Tino bertanya pada hadirin, “siapa disini yang telah bisa mengalahkan alumni-alumni PPSDMS?” tidak ada yang mengacungkan tangan. Hanya dengungan pelan dari barisan putra maupun putri. Bang Tino kemudian bercerita sedikit tentang beberapa peserta PPSDMS angkatan V, diantaranya Faldo. Dulu Faldo adalah seorang yang sangat pemalu. Kemudian ia banyak belajar, konsultasi, dan sekarang siapa yang tidak mengenal Faldo Maldini, Ketua BEM UI 2012.

Apakah mereka (peserta angaktan V) dulunya seperti mereka yang terlihat sekarang? Tidak. 2 tahun bukanlah waktu yang singkat. Sangat mungkin ditemukan masa-masa jenuh, bosan. Tinggal bagaimana memenej rasa bosan tersebut menjadi sesuatu yang menguntungkan.

Pedang yang tajam harus dan pasti menerima tempaan dan pemanasan bertubi-tubi. Begitu pula dengan manusia, tidak ada nakhkoda hebat tanpa melalui gelombang besar. Pada hakikatnya pemimpin tidak dilahirkan tetapi diciptakan.

Asrama adalah variabel penting dalam kesuksesan peserta PPSDMS. Di dalam asrama terjadi proses pembelajaran secara alamiah, secara fitrah. Kita tidak akan banyak belajar tanpa mengambil hikmah dari segala konflik yang ada. Oleh karena itu jangan menghindari konflik, tetapi hadapi! Yang penting adalah pemahaman tentang buat apa kita di sini. Reorientasi mimpi! Mengingatkan kembali mimpi akan meringankan beban yang dirasakan. Jangan sampai ketika masuk PPSDMS malah tidak optimal, bisa jadi malah kufur nikmat. Na’uzubillah.

PPSDMS lahir dari infak-infak para donatur. Betapa besar ekspektasi mereka terhadap peserta PPSDMS. Yang lebih berbahaya adalah jika melakukan segala kebaikan hanya saat diawasi oleh supervisor. Padahal ngakunya tarbiyah. Na’uzubillah. Sadarlah bahwa banyak orang di luar PPSDMS yang sangat ingin menjadi bagian dari PPSDMS.

Yakinlah bahwa supervisor adalah orang pertama yang memperjuangkan peserta untuk tetap berada di PPSDMS. Mereka akan membela ketika kita menunjukkan upaya perbaikan. Namun supervisor pun menjadi orang petama yang merekomendasikan pengeluaran peserta jika memang dililhat tidak ada perubahan ke arah yang baik, atau bahkan sangat terlihat adanya perubahan, ke arah yang tidak baik.

Sesi Mba Asri

Berkumpulnya banyak orang dengan latar belakang ilmu dan budaya yang beragam menjadikan asrama sebagai laboratorium sosial.

Seorang supervisor haruslah kuat ruhiyahnya, objekif menilai, bijak menasihati. Hal itu tidaklah mudah. Butuh waktu dan proses. Harus terjalin partnership antara supervisor dan peserta. Harus terbentuk kepercayaan antara supervsor dan peserta.

Pada dasarnya PPSDMS tidak membutuhkan prestasi dari peserta, tetapi pesertalah yang membutuhkannya. Menurut mba Asri, indikator kreatif adalah disiplin. Menurut Mba Asri, cara paling efektif bangkit dari masa sulit adalah dengan membangkitkan kembali mimpi-mimpi dan motivasi di hati. Pahami bahwa bekerja dengan hati gembira akan memberikan hasil yang memuaskan.

Mba Asri menganggap menjadi supervisor seperti mengikuti MLM pahala. Kebaikan yang diberikan akan diteruskan, hingga menjadi pohon yang rimbun. Hal itulah yang memotivasi Mba Asri menjadi supervisor.[HT]

Diskriminasi “Barat” terhadap Umat Islam

Added by: Kemitraan Staff (Monday, 28 January 2013 10:13)
Last Modified: Kemitraan Staff (Monday, 28 January 2013 10:43)

Diskriminasi “Barat” terhadap Umat Islam: Implikasi Nyata Aksi Terorisme Kelompok Islam Fundamental

Studi tentang Islam di Barat merebak pasca bermunculannya konflik-konflik antara dunia Barat dan Islam. Perang-perang di negara Islam serta berbagai aksi terorisme menarik perhatian Barat terhadap pergerakan Islam yang mencapai puncaknya setelah peristiwa 11 September 2001 (peristiwa 9/11).

more info (+)

Seiring dengan itu, diskriminasi yang dilancarkan oleh bangsa Barat terhadap Islam datang secara bertubi-tubi. Menurut saya, berbagai diskriminasi tersebut merupakan salah satu implikasi dari aksi-aksi terorisme oleh kelompok Islam radikal atau fundamental. Saya akan menunjukkan bagaimana aksi terorisme yang dilakukan oleh kelompok Islam fundamental memunculkan prasangka negatif terhadap umat Islam secara umum yang kemudian berdampak pada diskriminasi terhadap Muslim. Dalam essai ini, diskriminasi merujuk pada pembedaan perlakuan Barat terhadap Muslim yang cenderung negatif dan mengandung kekerasan, baik fisik maupun psikologis.

Faktor utama penentu sikap dan posisi yang dunia Barat terhadap Islam dan pengikutnya adalah bagaimana mereka memandang Islam. Pandangan mereka terhadap Islam akan membentuk stereotip, yaitu konstituen kognitif dari sikap (attitudes) terhadap kelompok sosial tertentu (Baron, Branscombe, & Byrne, 2008). Di Amerika, stereotip terhadap Islam dan pengikutnya bahkan sudah ada sejak sebelum kedatangan imigran Muslim (Livengood & Stodolska, 2004). Menurut, Faragallah, Schumm, dan Webb (dalam Livengood & Stodolska, 2004), Muslim, khususnya yang berasal dari Arab dipandang sebagai orang yang kaya, mendukung terrorisme anti-yahudi. Mereka pun dicap memiliki kecenderungan untuk melakukan kekerasan, penindasan terhadap wanita, dan perlawanan kepada bangsa Barat. Senada dengan itu, Rashid (2000) menambahkan, penduduk Amerika memiliki stereotip yang salah terhadap Muslim. Mereka memandang Muslim di Amerika sebagai bagian dari anggota terorisme dariTimur-Tengah.

Stereotip negatif atau prasangka kepada Islam diperkuat oleh Quinn (2008) yang menyatakan bahwa para penginjil atau Ahli Kitab menyebut Islam sebagai“a very evil religion” dan Nabi Muhammad sebagai“a demon-possessed pedophile”. Jenderal Boykin (dalam Quinn, 2008) menyatakan bahwa setan berperan dalam terorisme Islam fundamental. Sementara itu, meskipun keberatan dengan sikap Barat memandang Islam, Ceric (dalam Huntington, 1993) tidak memungkiri bahwa saat ini Barat memang menganggap semua teroris adalah Muslim walau tidak semua Muslim adalah teroris.

Prasangka tidak muncul serta-merta. Prasangka pada umat Islam identik dengan kasus-kasus terorisme dan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok Islam radikal yang dibangun sejak tahun 1979 dalam Revolusi Iran, dan masih terus berlanjut hingga sekarang (Sughart II, 2005).

Menurut Shugart II (2005), sejarah awal munculnya gerakan terorisme di dalam Islam mengacu pada background sejarah ketika terjadi kontroversi mengenai suksesi kepempinan setelah Nabi Muhammad wafat. Pemilihan pemimpin setelah Nabi wafat pada awalnya didasarkan kepada wasiat beliau. Namun, setelah orang-orang yang diwasiatkan sebagai pemimpin juga wafat, muncul konflik antara Syi’ah, yang menganggap tonggak kepemimpinan harus dipegang langsung oleh keturunan Nabi, dengan Sunni yang setuju pemimpin yang dipilih berdasarkan standar keimanan dan kemampuan tertentu. Berikut, berdasarkan penelitian Sughart tentang terorisme, unsur sejarah kedua adalah gerakan fundamental yang dipelopori oleh Muhammad Ibnu Abdul Wahab. Ia bercita-cita menuju dunia Islam yang murni sesuai ajaran Nabi, menyingkirkan bahkan jika perlu akan menghancurkan yang lain (Lewis, dalam Sughart II, 2005). Kemudian gerakan ini berkembang melawan pemerintahan yang dianggap otokratis, penuh korupsi dan terlalu berkuasa.

Selanjutnya, terjadi gerakan Revolusi Iran pada tahun 1979. Gerakan ini merupakan dasar pergerakan terorisme gelombang ketiga pasca-1945. Revolusi Iran terjadi seiring pemberontakan di Afganistan oleh kaum Muslim yang menolak pemerintahan boneka di Kabul. Melalui subsidi dari Arab Saudi dan Amerika, meletuslah perang dingin selama sebelas jam yang dilengkapi dengan berbagai persenjataan modern (Rashid, 2000).

Perang Afganistan merupakan faktor penting dalam perkembangan terorisme Islam radikal (Sughart II, 2005). Perang ini memberikan pengalaman danskill yang berhubungan dengan terorisme kepada militan selain di Afganistan. Selain itu, Osama bin Laden juga diperkenalkan sebagai terrorist-entrepreneur yang membantu para teroris dan pemula masalah pendanaan, pelatihan skill dan manajemen. Ia juga membangun relasi pribadi dengan sejumlah Muslim yang sepaham, hingga menjadi awal pembentukan jaringan terorisme Al Qaeda.

Sejak itu, bermunculan aksi terorisme di berbagai wilayah oleh kelompok Islam radikal (Sughart II, 2005). Diantaranya terjadi sepanjang abad kedua puluh(Sughart II, 2005; Bawer, 2006):

  1. Pembajakan oleh teroris Syiah Lebanon pada 14 Juni 1985 dalam sebuah penerbangan dari Roma ke Kairo
  2. Ledakan bom di tempat disko di Berlin tahun 1986 menewaskan dua orang tentara Amerika.
  3. Pemboman pada penerbangan Pan Am 103 di Skotlandia yang menewaskan 259 penumpang dan 11 orang penduduk sekitar.
  4. Pemboman pada Desember 1992 di dua hotel di Aden yang biasa menjadi tempat transit tentara Amerika.
  5. Pembunuhan dua agen CIA oleh seorang ekstrimis Islam Pakistan tahun 1993.
  6. PembomanTrade Center New York tahun 1993,6 tewas, lebih dari 1000 orang terluka.
  7. Serangkaian ledakan bom dengan mobil dan truk di India sebagai pembalasan atas penghancuran sebuah tempat ibadah umat Islam, 400 orang tewas, 1000 orang terluka
  8. Pelepasan gas saraf sarin di dalam kereta bawah tanah Tokyo tahun 1995,belasan tewas, ribuan terluka.
  9. Serangan WTC 11 September 2001.
  10. Pembunuhan Theo van Gogh di Belanda yang telah menulis tentang penganiayaan wanita dalam budaya Islam yang diikuti dengan pembunuhan terhadap Fortuyn dan ledakan bom di Madrid pada tahun 2004

Akibat aksi-aksi itu, Barat memiliki prasangka negatif terhadap Islam-Muslim yang berujung pada tindakan diskriminasi kepada Muslim. Pada tahun 90-an, orang Arab dan Muslim menjadi sasaran dari meningkatnya perlakuan diskriminatif, termasuk di lingkungan universitas dan region publik lainnya (pasar kerja, sekolah, rumah, dan bisnis personal). Bentuknya berupa penyerangan fisik, perusakan rumah, pemboman masjid, pembakaran bangunan, panggilan yang tidak menyenangkan, hingga pembunuhan (Naber, dalam Livengood & Stodolska, 2004)

Klimaksnya, setelah serangan 11 September 2011, semua Muslim di Timur-Tengah, Afganistan, dan warga Muslim Amerika menjadi objek kebencian. Penduduk Amerika mengaku mereka selalu merasa curiga terhadap orang yang berpenampilan Arab jika teringat peristiwa 9/11. Sehingga kemarahan mereka juga ditujukan kepada siapa saja yang memiliki afiliasi dengan wargaTimur-Tengah seperti India, Pakistan, dan penduduk dari Asia Tenggara. (Livengood & Stodolska, 2004).

Berbagai penelitian dan tulisan menunjukkan peningkatan intensitas perlakukan diskriminatif pasca 9/11. Di Kanada, keadaan yang dialami oleh Muslim tidak jauh berbeda. Mereka mengalami diskriminasi yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan meskipun pemerintah Kanada telah menjamin kebebasan beragama (Helly, 2004). Selain itu, di Denmark tahun 2006 terjadi pelecehan kartun Nabi, penghinaan politikus Austria terhadap Nabi dan pelecehan agama Islam melalui film “Fitna” yang dibuat oleh warga berkebangsaan Belanda.

Kesimpulannya, aksi terorisme kaum Islam fundamental telah menyebabkan stereotip negatif atau prasangka dunia Barat terhadap Islam dan Muslim yang diatribusikan pada teroris medan kekerasan. Berkembangnya diskriminasi terhadap Muslim sebagai manifestasi dari prasangka tersebut. Puncak dari peristiwa terorisme (peristiwa9/11) menandai peningkatan diskriminasi yang dramatis terhadap Islam dan Muslim.

Daftar Pustaka:

Baron, R., Branscombe, N., & Byrne, D. (2008). Social Psychology 12th Ed. Boston: Pearson Education, Inc.

Bawer, B. (2006). While Europe Slept : How Radical Islam is Destroying The West from Within. New York: Doubleday.

Belkhodja, C., & Richard, C. (2006). The Event of September 11 in The French Canadian Press. Canadian Ethnic Studies. 38 (3) , 119-134.

Ewing, K. (2008). Stolen Honor: Stigmatizing Muslim Men in Berlin. Stanford: Stanford University Press.

Haddad, Y. (2007). The Post-9/11 Hijab as Icon. Sociology as Religion. Fall. 68(3) , 253-267.

Helly, D. (2004). Are Muslims discriminated against in Canada since September 2001? Canadian Ethnic Studies.36(1) , 24-47.

Huntington, S. P. (1993). The Clash of Civilization and The Remakin of World Order. Foreign Affair , 1-417.

Kuppinger, P. (2011). Himmelstochter: A Muslima in German Public Spheres. JOURNAL OF MIDDLE EAST WOMEN’S STUDIES. 7(2) , 27-55.

Livengood, J. S., & Stodolska, M. (2004). The Effect of Discrimination and Constrains Negotiation on Leisure Behavior on American Muslim in The Post-September 11 America. Journal of Leisure Research.36(2) , 183-208.

Martin-Munoz, G. (2010). Unconscious Islamophobia. Human Architecture: Journal of Sociology of Self-Knowledge. Fall 8(2) , 21-28.

Mozaffari, M. (2005, August). Bin Laden, Islamism, and Terrorism. Society , pp. 34-42.

O'Shea, R. P. (2007). Writing for Psychology. Victoria: Thomson.

Quinn, F. (2008). The Sum of All Heresies: The Image of Islam in The Western Tought. New York: Oxford University Press.

Rashid, S. (2000). Divergent Perspective on Islam in America. Journal of Muslim Minority Affairs.20(1) , 75-90.

Sughart II, W. (2005, Oktober 15). An analytical history of terrorism, 1945-2000. Public Choice , pp. 7-39.

Diskusi Epistemologi Islam: Teori Politik Islam dan Perjalanan Kekhalifahan

Added by: Kemitraan Staff (Monday, 14 January 2013 10:22)
Last Modified: Kemitraan Staff (Monday, 14 January 2013 10:25)
“…Dan jika setiap manusia berjalan dalam keseragamannya, masih ada yang ingin mendahului dan menjadi yang paling awal. Padahal setiap kelemahan akan terlihat ketika barisan terpecah, dan egoisme masing-masing tak dapat ditahan…”
more info (+)
 
Seperti pada malam-malam biasanya, malam ini akan dilaksanakan kajian mengenai Diskusi Epistemologi Islam. Dalam kajian kali ini, materi akan disampaikan oleh Abang Miftahul Huda. Pembawa acara pada malam ini langsung dipimpin oleh Muhammad Lutfi Firdaus, dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, yakni Surat Al-Fathir, ayat 1-7. Dalam kesempatan kali ini, Mas Miftah menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa menyampaikan dengan menggunakan slide. Dalam hal ini, beliau menyampaikan bahwa beliau sedikit malas dalam menyampaikan dengan slide, dan beliau sedikit membawa canda bahwa ada anugerah saat beliau menulis dengan slide. Dalam kesempatan kali ini, akan pertama kali dibahas mengenai teori-teori politik Islam.
 
Dalam pembahasan sebelumnya dibahas mengenai wajibnya ada keimamahan, dan kita adalah orang yang pertama kali harus mengawali adanya keimamahan. Dalil wajibnya keimamahan, selain memang kewajiban, adalah untuk mencegah kemudharatan, dan menunaikan kewajiban-kewajiban ummat Islam. Secara tidak langsung, dapat dikatakan, bahwa masyarakat suatu negara akan diatur oleh Al-Quran, dan As-Shunnah. Selain itu, dalil keempat, yaitu terwujudnya keadilan yang sempurna. Keadilan ini adalah dengan menentukan hukum berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah. Pada akhir dari pertemuan ini, adalah praktek-praktek keimamahan yang dapat dipelajari dalam sejarah Islam. Para Shahabat Nabi adalah orang-orang yang sangat kuat keinginannya untuk masuk Syurga.
 
Rasulullah dan para shahabat secara tidak langsung memang tidak merinci bagaimana bentuk keimamahan tersebut. Dalam hal pengertian mengenai kekurangan dan kelebihan kekhalifahan, maka perlu dirujuk bagaimana pertama kali kekhalifahan itu terbentuk pasca Rasulullah. Dalam kesempatan ini, Mas Miftah, akan sedikit melakukan review terhadap kekhalifahan Khullafatur Rasyidin.
 
- Pengangkatan Abu Bakar
 
Hal ini dilakukan saat wafatnya Rasulullah, dan beberapa orang dari kaum Anshar berkumpul di Bani Syaqifah dan membahas mengenai pengganti Rasulullah. Kepemimpinan dilakukan dengan menjamin berlangsungnya kebutuhan agama dapat berjalan dengan baik, dan secara politik. Hikmahnya adalah betapa pentingnya kepemimpinan dalam ummat Islam, sehingga sampai dikatakan ummat ini tidak akan tenang walau sedetik pun tidak ada pemimpin, sehingga jenazah Rasulullah sempat terlantar, padahal Rasulullah pernah menyampaikan, bahwa ada beberapa yang harus disegerakan, yaitu datang waktu shalat, datang jenazah, dan datang kecocokan saat ingin menikah dengan janda. Hal ini menunjukkan bahwa keimamahan merupakan hal yang sangat penting, dan dalam kewajiban agama, yaitu mendirikan kepemimpinan ummat Islam merupakan hal fundamental. Hal yang terpenting, atau prinsip dasar, yaitu adanya wujud sempurna kekhalifahan, maka harus dipilih orang, dengan kriteria tertentu. Prinsip penting dalam pengangkatan khalifah menjadi hal fundamental. Dalam pemilihan ini, kekhalifahan ideal, ketika khalifah dipilih oleh ummat atau wakil-wakil atau tokoh-tokoh ummat. Hal ini dikenal sebagai syura (musyawarah). Prinsip kedua, adalah pemimpin ditaati hanya jika perintahnya tidak melanggar Al-Quran dan As-Sunnah. Khalifah hanya ditunjuk untuk mengkoordinasikan. Para ulama selalu menulis tentang mengapa Abu Bakar? Hal ini pernah dijelaskan bahwa yang pertama kali mencetuskan adalah orang-orang syiah, dan Ali adalah orang yang ditunjuk sebagai pengganti, dan dikalangan Syiah, Abu Bakar, Umar, dan Ustman, dianggap sebagai perampas hak Ali. Abu Bakar dipilih karena hampir tokoh-tokoh masuk Islam karena dakwah Abu Bakar. Abu Bakar adalah orang yang paling banyak menemani Rasulullah, dan beliau pernah bersabda, bahwa Abu Bakar adalah kekasih Rasul jika Allah mengijinkan untuk memiliki kekasih manusia. Penunjukan Abu Bakar sebagai imam shalat dijadikan hujjah oleh ulama sebagai suatu cara Rasulullah untuk menggantikan beliau. Isu lainnya adalah Ali tidak mau berbaiat kepada Abu Bakar. Hal ini harus diperhatikan, dan harus berhati-hati. Ali pada akhirnya tetap berbaiat kepada Abu Bakar.  
 
- Pengangkatan Umar bin Khattab
 
Umar diklaim ditunjuk oleh Abu Bakar tanpa mekanisme Syura. Ada kekhwatiran, bahwa persatuan ummat Islam akan pecah di saat yang genting. Para shahabat sudah memiliki naluri bahwa suatu saat ummat akan pecah. Hal ini menjadi perhatian penting, bahwa ummat harus tetap dalam persatuan, dan tidak boleh membesarkan perbedaan-perbedaan kecil. Abu Bakar dengan melihat kepentingan ummat dan persatuan ummat, maka secara langsung menunjuk Umar, setelah bermusyawarah dengan para shahabat yang memiliki kualifikasi untuk bermusyawarah. Hal ini disebut dalam konsep “ahlul hali wal akdi”. Abu Bakar memanggil Abdurrahman bin Auf, dan menanyakan tentang bagaimana mengenai Umar? Beliau menjawab bahwa Umar adalah laki-laki terbaik yang terlihat. Lalu, memanggil Usman dan menanyakan hal yang sama. Dan beliau menjawab, bahwa Demi Allah sisi dalamnya lebih baik daripada sisi luarnya. Lalu memanggil sahabat yang lain, dan setelah melihat bahwa para sahabat sepakat, maka Abu Bakar mendikte Usman bin Affan, tentang surat wasiat tentang pengangkatan Umar bin Khattab. Jadi pada kepemimpinan Abu Bakar ke Umar bin Khattab, tetap ideal, dan kehidupan yang dilalui keduanya adalah keajaiban-keajaiban. Dan intinya prinsip musyawarah tetap dipakai.
 
Pengangkatan Usman bin Affan
 
Umar menunjuk 6 sahabat besar, yaitu Abdurrahman, Ali, Usman, Thalhah, Saad, dan … yang dikenal sebagai ahlul hali wal ahdi. Kemudian dilakukan penyelidikan, dan dilakukan musyawarah selama 3 hari, dan di Masjid Madinah berakhir dengan pengangkatan Usman bin Affan. Lalu, disampaikan bahwa persatuan kaum muslimin masih bertahan. Seorang sahabat yaitu Usman yang dijamin masuk Syurga, ada fitnah di dalam pemerintahan beliau. Usman masih mengikuti manhaj dua khalifah, dan kesejahteraan terus tersebar di mana-mana, dan akhir pemerintahan ada fitnah, setelah timbulnya fanatisme terhadap kekabilahan. Usman bin Affan terbunuh secara lalim, sebelum menunjuk pengganti beliau. Hikmah yang dapat diambil bahwa Allah ingin menunjukkan adanya cara lain untuk memilih khalifah. Masalah ini nantinya yang akan mempengaruhi pada permasalahan kepemimpinan Ali, dan Muawiyah. Kepemimpinan ideal adalah pembaitan yang ikhlas.
 
- Pengangkatan Ali bin Abi Thalib
 
Terpilihnya Ali ketika kaum Muslimin sudah sangat besar, dan tersebar bukan hanya di Jazirah Arab. Saat era di kebijakan Usman, Usman sering mengangkat kerabat keluarga dalam bagian pemerintahan yang lain. Hal ini menyebabkan ketika Ali diangkat, maka ini menjadi alasan penolakan Muawiyah, karena masalah kaum muslimin yang sudah luas, dan hanya kaum madinah yang berbaiat kepada Ali. Pembaiatan Ali hanya dilakukan oleh Irak, Hijaz, kaum pemberontak dan Muawiyah menolak. Kewajiban bagi Ali untuk menyatukan negara. Pada akhirnya ada peperangan antara Ali, dan Muawiyah, dan para Shahabat. Sehingga, ada penganggapan, peristiwa politik “perebutan kekuasaan” sebagai pemicu dalam perpecahan ummat, dan menyebabkan mereka bersikap apolitis. Perpecahan ummat bukan karena keinginan untuk menjadi pemimpin, namun perpecahan ummat setelah Khulafatur Rasyidin, tidak lagi dalam keadaan ideal. Perpecahan yang terjadi bukan karena politik, namun karena kondisi ummat muslim yang tidak lagi ideal untuk menyatukan ummat. Kelompok Ahli Sunnah Wal Jamaah, menyatakan bahwa kepemimpinan Ali merupakan kepemimpinan yang sah, karena telah dibaiat, selain itu Ali merupakan shahabat terbaik yang ada pada kala itu. Ali pada akhirnya terbunuh, dan terjadi saat beliau shalat oleh orang Khawarij. Hal ini dapat ditarik satu garis, kekhalifahan berlangsung secara musyawarah, dibaiat, dan tidak ada nasab keluarga yang menjadi pewaris kekhalifahan.
 
Inilah periode Khulafatur Rasyidin, yang merupakan kekhalifahan yang sah, dan sesuai dengan Syariat Islam.
 
- Pengangkatan Muawiyah
 
Muawiyah dibaiat oleh penduduk Syam, dan baru dibaiat oleh ummat setelah tahun persatuan. Hasan menyerahkan kekhalifahan pada Muawiyah, namun pada akhirnya Hasan meninggal karena diracun oleh istrinya. Hakikat pembaiatan Muawiyah karena adanya keterpaksaan. Pemberian kekuasaan Hasan adalah untuk mempersatukan ummat. Pada detik ini terjadi perpecahan antara idealisme dan realita. Dan pada akhirnya ada penyimpangan menuju arah Monarki atau kerajaan. Sekali lagi Muawiyah adalah sahabat Nabi.
 
- Pewarisan Khalifah pada Yazid
 
Pemahaman ini adalah pewarisan ini disebabkan realitas masyarakat muslim tidak seideal Madinah. Ada kekhawatiran dalam diri Muawiyah, ummat akan berperang lagi. Ahlul Hali wal Akdi, seluruhnya adalah kerabat Muawiyah, dan mau tidak mau, khalifah harus berasal dari Bani Muawiyah. Ide ini tidak berasal dari Muawiyah. Khalifah Al Mughirah, datang pada Khalifah Muawiyah, dan meminta Yazid untuk menjadi khalifah. Muawiyah masih melakukan musyawarah untuk melakukan kebijakannya dengan Ziad.
 
http://laskarnakula.blogspot.com/2013/01/teori-politik-islam-dan-perjalanan.html

Diskusi Pasca Kampus Regional 1 Jakarta Putri

Added by: Super User (Friday, 04 May 2012 07:03)
Last Modified: Super User (Friday, 10 August 2012 13:32)


Pada kondisi saat ini, bekerja menjadi sebuah tuntutan mutlak atau absolut. Sebagai sebuah tuntutan mutlak yang tentu saja harus dipenuhi, pemenuhan tersebut tak selamanya dapat berjalan dengan baik. Justru kini kita dihadapkan pada kondisi yang cukup menantang. Indonesia memiliki jumlah total persentase pengangguran sebesar 6,3%. Angka ini cukup tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Selain itu, sumber dari BPS menyatakan, setengah dari presentase jumlah pengangguran tersebut ditempati oleh para sarjana.

more info (+)

Meskipun Indonesia telah mengalami berbagai fase ekonomi, namun struktur ekonominya tetap sehingga menyebabkan waktu tunggu kerja kian bertambah lama. Kini angkatan kerja (usia produktif) di Indonesia mencapai angka 120 juta jiwa. Namun lapangan pekerjaan yang tersedia tidak dapat mencukupi jumlah angkatan kerja tersebut. Di Indonesia, kebanyakan jenis pekerjaan yang tersedia justru tidak sesuai dengan major pekerjanya sehingga menyebabkan ketimpangan antara pasar kerja yang cenderung fleksibel dengan sistem pendidikan yang fokus bidang.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, Bang Awid membagikan tips agar sebagai mahasiswa, kita mampu melewati masa-masa tersebut dengan persiapan yang memadai. Adapun tips tersebut antara lain yaitu seorang mahasiswa harus mampu open mind, yakni mau mempelajari ilmu selain ilmu yang dipelajari di bidangnya; mahasiswa juga harus mampu menjadi orang yang pandai mencari, memanfaatkan, atau bahkan menciptakan peluang; serta harus mampu menjadi seorang mahasiswa yang mampu menyeimbangkan berbagai aktivitas, baik antara belajar, organisasi, dan kegiatan ilmiahnya.

Keterangan Kegiatan:

  • Nama Kegiatan : Diskusi Paska Kampus Regional Jakarta Putri
  • Waktu            : Rabu, 8 Agustus 2012 Pukul 21.00-22.30 WIB
  • Tempat          : Auditorium PPSDMS NF
  • Pembicara       : Awidya Santikawijaya
  • Materi            : Kampus Versus Pasca Kampus

 

 

 

Diskusi Paska Kampus : Technopreneur

Added by: Kemitraan Staff (Tuesday, 18 February 2014 08:52)
Last Modified: Kemitraan Staff (Tuesday, 18 February 2014 11:07)

Jakarta, 28 Januari 2014 – Bertempat di Auditorium Gd.PPSDMS Nurul Fikri kembali diadakan Dialog Paska Kampus (DPK). DPK merupakan program bulanan PPSDMS yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta PPSDMS NF setelah lulus dari universitas.

Dialog paska kampus ini dihadiri oleh 50 orang peserta PPSDMS regional 1 Jakarta Putra dan dimulai pukul 20.15. Dialog Pasca Kampus kali ini menghadirkan Bang Fajrin Rasyid, alumni PPSDMS angkatan II, sebagai pembicara dan Chalida Zia sebagai moderatornya. Bang Fajrin merupakan seorang technopreneur yang telah memiliki sebuah perusahaan konsultan digital media bernama Suit Media serta beberapa situs jual beli online.

Setiap orang harus mempunyai strategi untuk menjalani hidupnya, begitu pula dengan Bang Fajrin, Ia menceritakan strategi awal ketika lulus kuliah, yakni magang ataupun exchange ke luar negeri, karir profesional, S2 di luar negeri, karir profesional lanjut, karir top level, berwirausaha, akademisi. Namun pada kenyataannya Bang Fajrin justru lebih tertarik berwirausaha setelah 2 tahun Ia bekerja di BCG (Boston Consultant Group). Pada kesempatan kali ini Bang Fajrin memaparkan mengapa seseorang tertarik untuk berwirausaha dan hal-hal yang dibutuhkan dalam wirausaha berbasis IT.

Kebanyakan orang berwirausaha karena ingin mempunyai waktu yang fleksibel, mempunyai budaya kerja fleksibel, peningkatan pendapatan, kesempatan untuk mengatur orang lain maupun ingin mendapatkan prestige sebagai CEO. Namun menurut Bang Fajrin sendiri, Ia berwirausaha karena ingin memberi kebermanfaatan sebanyak-banyaknya kepada orang lain.

Bang Fajrin sendiri mempunyai usaha berbasis IT. Dalam usaha berbasis IT ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yakni pertama Ide, ide akan menentukan seperti apa bisnis yang akan dijalankan, siapa yang akan menjadi konsumennya, pelanannya seperti apa dan pengoprasiannya bagaimana. Kedua, Tim. Dalam membangun bisnis seseorang harus mempunyai tim yang baik, mempunyai komitmen, karakter dan kapasitas yang baik dan bisa membangun chemistry. Tim yang baik akan membuat ide semakin melejit. Ketiga, pendanaan. Dalam berwirausaha seseorang harus memperhatikan budget yang akan Ia keluarkan sebagai modal awalan, untuk itu akan lebih baik jika bisnis bisa mendapat investor. Untuk mencari investor, seseorang harus tau jelas apa yang akan dilakukan bisnisnya, siapa konsumennya, resiko bisnisnya, siapa kompetitornya dan apa yang bisa dijanjikan kepada investor.

 

Diskusi Paska Kampus: Designing Your Better Future, Good Preparation, Good Job, Good Career

Added by: Kemitraan Staff (Thursday, 28 February 2013 17:23)
Last Modified: Kemitraan Staff (Thursday, 28 February 2013 17:29)

Program Diskusi Paska Kampus edisi bulan Februari ini seperti biasa dilaksanakan di auditorium PPSDMS pada hari Senin, 18 Februari 2013 pukul 20.00-22.00 WIB. Sesuai dengan namanya, pembahasan dalam program ini adalah seputar persiapan paska kampus bagi para peserta PPSDMS. Kali ini materi disampaikan oleh Pak Dimas Mulyawan dan Pak Yudi Hariyanto dari PT. Artajasa.

more info (+)

Penyampaian pertama dilakukan oleh Pak Dimas Mulyawan yang saat ini menjabat sebagai corporate communications officer. Beliau menceritakan gambaran umum PT. Artajasa. Perusahaan ini berdiri pada tahun 2000 sebagai hasil kerjasama tiga pihak, yakni Aplikanusa Lintasarta, YKK-BI, dan Multivisi Komputama. Fokus perusahaan ini adalah bisnis berupa penyediaan layanan transaksi elektronis, baik untuk keperluan perbankan maupun non-perbankan.

PT. Artajasa sejauh ini telah mengembangkan banyak produk pembayaran elektronis, seperti ATM Bersama, online payment, mobile service, electronic channel, dan produk-produk lainnya. Tidak hanya di Indonesia, PT. Artajasa juga mengembangkan interconnection yang bekerja sama dengan Malaysia Electronic Payment System (MEPS). Dengan demikian, warga Indonesia yang memiliki akses ke ATM Bersama dapat melakukan pengambilan uang di ATM Malaysia tanpa harus bersuah payah mencari money changer untuk menukarkan kurs Rupiahnya menjadi Ringgit, tetapi mereka sudah bisa memeroleh uang Ringgit dari pengambilan di ATM itu. Semua produk PT. Artajasa ini menunjukkan upaya membangun sistem pembayaran yang terintegrasi.

Pak Dimas kemudian menjelaskan bahwa PT. Artajasa memiliki nilai-nilai yang terangkum dalam kata CITA, yakni customer oriented, innovation, teamwork, dan adaptability. Keempat nilai itu diwujudkan dalam kerja-kerja terbaik mereka untuk menghasilkan inovasi produk-produk yang mampu memudahkan kehidupan konsumennya. Itulah mengapa dalam usia 13 tahun berdirinya PT. Artajsa, ia telah memiliki titik persebaran produk di berbagai tempat. Ia pun mampu mengandeng 79 bank dan 2 perusahaan non-bank untuk bergabung dalam ATM Bersama.

Berikutnya, Pak Yudi Hariyanto yang saat ini menjabat sebagai kepala departemen human resources development (HRD) PT. Artajasa menyampaikan gambaran memasuki dunia kerja. Beliau mengawali materinya dengan sebuah pernyataan bahwa bukan kekuatan atau pengetahuan yang membedakan antara orang sukses dan tidak, tetapi kemauan. Jelas sekali disini beliau menekankan bahwa setiap orang memiliki peluang untuk sukses asalkan ia memiliki kemauan untuk bekerja keras dan kesungguhan untuk meraih kesuksesan itu.

Pak Yudi menjabarkan berbagai faktor yang menyebabkan seseorang gagal mendapatkan pekerjaan, yakni tidak adanya visi dan misi hidup, tidak mengetahui potensi dan keinginan diri, tidak memiliki kemampuan untuk menyusun profil diri, tidak menyiapkan diri dengan baik saat ada panggilan kerja, tidak memiliki strategi mendapat pekerjaan, serta hanya mengandalkan hasil masa lalu (prestasi, IPK saat kuliah, dll). Tugas kita untuk menghindari kegagalan itu adalah dengan membentuk visi dan misi hidup sesuai dengan apa yang kita inginkan. Seperti yang dikatakan Pak Yudi bahwa mengenal diri sendiri adalah mengenal apa yang ingin kita lakukan sesuai potensi diri kita.

Langkah yang tidak kalah penting dalam menyiapkan kehidupan paska kampus nanti adalah dengan mengasah kompetensi kita sejak saat ini. Kompetensi meliputi tiga aspek: knowledge, skill, dan attitude. Sebagaimana iceberg model, memang tidak semua aspek dari kompetensi itu terlihat secara kasat mata. Aspek seperti attitude, motif, kepribadian, self image, serta aspek-aspek lain memang tidak terlihat, tetapi memiliki peran yang penting pada kompetensi seseorang. Kompetensi yang terasah dengan baik akan menghasilkan kinerja yang superior.

Donasi PPSDMS NF

Added by: Super User (Saturday, 19 May 2012 21:59)
Last Modified: Super User (Monday, 21 May 2012 00:14)

Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda.

more info (+)

Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda.

Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda.

Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda. Ini adalah contoh artikel yang dapat diedit sesuai dengan keinginan Anda.

DPK R4 - Leadership Communication

Added by: Program Staff (Monday, 24 September 2012 13:46)
Last Modified: Super User (Friday, 12 October 2012 08:47)

Surabaya – PPSDMS Surabaya kembali mengadakan kegiatan, kali ini kegiatannya adalah Diskusi Pasca Kampus. Sebuah kegiatan yang mencoba memahamkan para peserta PPSDMS agar mengetahui medan dan lingkungan kerja setelah mereka lulus dari perguruan tinggi. Walaupun sempat tertunda, akhirnya diskusi pasca kampus yang bertema “Leadership Communication” dapat dilaksanakan pada senin 17 september 2012.

more info (+)

Pada diskusi pasca kampus kali ini mendatangkan pemateri yang tak tanggung- tanggung, karena dia adalah salah satu trainer Magical Hypnotism Communication, semacam komunikasi yang bisa memberikan hipnotis positif seperti itu, Rio Purboyo namanya. Acara yang dimoderatori oleh Ilham Azmy ini dapat dibawa dengan  suasana yang penuh canda tawa peserta PPSDMS. Dengan suasana yang akrab dan ringan karena pemateri yang begitu akrab juga dengan peserta. Diawali dengan  tilawah oleh Akh Fiqly yang menambah suasana hati sejuk kembali ditengah panasnya ruangan asrama.

Dengan penuh semangat dan ekspresif Mas Rio memberikan materi seolah para peserta sedang berada dalam suasana traning. Materi bertopik Leadership Communication ini membahas tentang bagaimana berkomunikasi yang baik dan benar dalam konteks komunikasi yang dilakukan oleh seorang pemimpin. Ada banyak hal yang harus diperhatikan oleh seorang pemimpin untuk menyampaikan informasi kepada anggotanya, pertama kali kita harus menanyakan pada mereka apa yang mereka inginkan, karena dengan mengetahui apa yang mereka inginkan maka pesan akan tercapai secara efektif dan efesien. Ada tiga hal utama yang harus dicapai dalam komunikasi kepemimpinan yaitu jelas, berdampak dan melekat. Jelas berarti pesan mudah dipahami dan dimengerti, berdampak memiliki arti bahwa pesan tersebut membawa perubahan perilaku dan sikap terhadap orang tersebut sedangkan melekat artinya pesan tersebut akan selalu teringat dan menjadi ciri khasnya. Sedangkan tujuan komunikasi memilki dua tujuan utama yaitu memberi informasi dan mempengaruhi. Dimana sesuatu pesan pasti memiliki informasi dan diharapakan dengan informasi tersebut mampu mempengaruhi perilaku dan sikap menjadi lebih baik. Untuk mencapai tujuan komunikasi yang efektif dan efesien setidaknya ada enam prinsip yang diakronimkan sebagai SUCCESS, yaitu kepanjangan dari Simple (sederhana), Unexpected  (tidak terduga), Concreteness (terkonsentrasi), Credible (kredibilitas), Emotional (kejiwaan) and Story (lewat cerita dan narasi).

Selain dengan penjelasan materi yang sangat jelas dan detail tersebut. Peserta juga diajak bersimulasi untuk melakukan komunikasi kepemimpinan dengan teman sebelahnya. Sehingga dengan penerapan atau simulasi tersebut mampu memberikan gamabaran bagaimana sebuah komunikasi itu dilaksnakan sehingga komunikasi menjadi jelas, berdampak dan melekat. Demikian secuil mozaik dari kegiatan-kegiatan di PPSDMS Surabaya, dengan tekad dan cita-cita mulia selalu dan terus belajar untuk menjadi pemimpin masa depan.

Dr. (HC) Arifin Panigoro

Added by: Super User (Tuesday, 15 May 2012 07:03)
Last Modified: Super User (Friday, 20 July 2012 10:47)

more info (+)

Arifin Panigoro lahir di Bandung, 14 Maret 1945. Pria yang biasa disapa “Kang Pipin” oleh para koleganya merupakan Ketua Dewan Penyantun PPSDMS Nurul Fikri. Kesediaan beliau menjadi ketua dewan penyantun karena beliau terkesan dengan prestasi para peserta dan alumni PPSDMS yang terus berkibar. Nama beliau tidak asing di kalangan pengusaha Indonesia maupun luar negeri. Pencapaian tersebut merupakan hasil dari ketelatenan dan kefokusan beliau terhadap pengembangan usaha yang dijalaninya setelah lulus. Bisnis yang dijalaninya berawal dengan mendirikan perusahaan kecil bersama teman – temannya sesama mahasiswa ITB di bidang pemasangan instalasi listrik bernama CV Corona Electric. Kemudian perusahaan tersebut bergabung  dengan Infra Design Construction, bisnis jasa konstruksi rekan – rekan Arifin di jurusan Teknik Mesin ITB. Gabungan kedua perusahaan tersebut  menjadi PT Meta Epsi Engineering, yang kelak bernama MEDCO Energy, perusahaan minyak dan gas swasta Indonesia yang telah mengibarkan bendera bisnisnya di kancah mancanegara.

Dalam urusan bisnis, Pak Arifin juga dikenal sebagai orang yang fair dan selalu berusaha bersikap adil. Sikap itu yang kemudian menjadi nilai dalam perusahaan MEDCO. Tidak hanya menjadi nilai, namun keadilan dan keujuran juga menjadi kebijakan perusahaan. Dengan bisnis yang maju, Pak Arifin lalu masuk ke dunia politik. Beliau pernah menjadi petinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) serta pendiri Partai Demokrasi Pembaruan. Namun, politik praktis ternyata tidak terlalu menarik perhatian beliau. Belakangan beliau lebih seringberada di balik layar mendukung gerakan yang pro rakyat dan isu – isu sosial.

 

DR. (HC) Arifin Panigoro

Added by: Super User (Tuesday, 18 September 2012 10:22)
Last Modified: Super User (Tuesday, 18 September 2012 10:23)

Saya melihat perkembangan PPSDMS dari angkatan ke angkatan semakin baik. Saya yakin para peserta PPSDMS adalah mahasiswa yang terbaik dan melalui penggodogan di PPSDMS para peserta tersebut pada waktunya nanti akan menjadi para pemimpin masa depan.

Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustian

Added by: Super User (Tuesday, 15 May 2012 07:03)
Last Modified: Kemitraan Staff (Friday, 07 September 2012 14:02)

more info (+)

Ary Ginanjar lahir pada tanggal 24 Maret 1965. Ia merupakan pendiri ESQ Leadership Center dan penggagas metode "ESQ Way 165". Berjuang untuk memperbaiki moral bangsa dan membangun peradaban baru Indonesia Emas 2020.

Keberhasilannya dalam memberikan motivasi dan semangat perubahan melalui buku serta training tersebut, membuat Ary Ginanjar terpilih sebagai salah satu The Most Powerful People and Ideas in Business 2004 oleh Majalah Swasembada. Ia juga terpilih menjadi Tokoh Perubahan 2005 oleh Koran Republika serta didaulat menjadi Pengurus Dewan Pakar ICMI periode 2005–2010.

Pada Maret 2007, Ary Ginanjar juga telah berhasil memperkenalkan ESQ di Oxford, Inggris. Dalam sebuah pertemuan yang diselenggarakan oleh The Oxford Academy of Total Intelligence tersebut Ary Ginanjar telah memukau sejumlah pakar Spiritual Quotient (SQ) dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Australia, Denmark, Belanda, Nepal dan India.

 

Dr. Adhyaksa Dault, SH, MSi.

Added by: Super User (Tuesday, 15 May 2012 07:03)
Last Modified: Super User (Friday, 20 July 2012 10:49)

Suami dari Drg. Mira Arismunandar ini dahulu bekerja sebagai advocad (penasehat hukum). Menempuh S1 di Fakultas Hukum Universitas Trisakti (USAKTI), lalu melanjutkan ke Program Magister Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), lulus tahun 1999. Dan berhasil meraih gelar Doktor (S3) Jurusan Teknik Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 2007. Ayah dari Umar Adiputra Adhyaksa dan Fakhira Putri Maryam Adhyaksa ini dikenal aktif berorganisasi. Tahun 1987 sampai 1988, ia dipercaya menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum USAKTI dan pada tahun yang sama ia dipercaya menjadi Ketua Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (ISMAHI) Korwil DKI Jakarta. Jabatan Ketua Lembaga Pengkajian Keadilan dan Demokrasi Indonesia (LPKDI) diamanahkan kepadanya dari tahun 1999 hingga 2002. Begitupun sebagai Ketua Ikatan Penasehat Hukum Indonesia (IPHI) Jakarta diembannya dari tahun 1999 sampai 2004, Ketua Umum Majelis Pemuda Indonesia (MPI) tahun 2003 sampai 2006. Disamping sebagai Dosen Pengajar Program Doktoral Jurusan Perikanan dan Kelautan di Universitas Diponegoro dan sebagai Dosen S2 di Universitas Negeri Jakarta, ia juga dipercaya sebagai Ketua Badan Pengawas YPI Al Azhar periode 2007-2012.

Selain aktif menulis di berbagai media massa, Adhyaksa juga menulis buku bertema Islam dan Nasionalisme yang diberi judul “Reposisi Wacana Universal Dalam Konteks Nasional” ini pernah dipercaya menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) tahun 1999 sampai 2002. Pada 2004-2009 dipercayakan menjadi Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Kabinet Indonesia Bersatu.

Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, MA

Added by: Super User (Tuesday, 15 May 2012 07:03)
Last Modified: Super User (Friday, 20 July 2012 10:37)

Sosok yang ramah dan hangat ini merupakan Ketua Dewan Penasihat PPSDMS sejak PPSDMS didirikan pada tahun 2002. Mengawali pendidikan di SDN Kebondalem Kidul, kemudian menjadi santri di Pesantren Walisongo, Ponorogo, dan kemudian kembali menjadi santri di Pondok Pesantren Modern Gontor pada tahun 1978. Setelah selesai mondok selama kurang lebih 6 tahun, HNW (begitu julukan populernya) melanjutkan pendidikan tinggi di IAIN Sunan Kalijogo, Yogyakarta.  Tak cukup hanya Sarjana, ia pun melanjutkan pendidikan master dan doktoralnya di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, dengan mengambil jurusan aqidah.

more info (+)

 

Walaupun pernah menjabat Ketua MPR RI periode 2004 – 2009, beliau tetap dikenal sebagai sosok yang low profile dan tidak canggung bergaul dengan masyarakat menengah ke bawah. Sebagai Ketua Dewan Penasihat, Pak Hidayat sering memberikan wejangan kepada para peserta dan alumni PPSDMS untuk tetap istiqamah dalam berjuang menegakkan kebenaran dengan menampilkan Islam yang universal sebagai rahmatan lil ‘alamin.

Setelah selesai menjabat sebagai ketua MPR RI, ia diberikan amanah sebagai Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen DPR RI. Dalam jabatannya ia aktif melakukan hubungan kerjasama dengan pihak luar negeri terutama dalam melakukan pembelaan serta kampanye pembebasan Palestina dari penjajahan Israel.

 

Dr. M. Shohibul Iman, M.Eng

Added by: Super User (Tuesday, 15 May 2012 07:03)
Last Modified: Super User (Friday, 20 July 2012 10:39)

Lahir di Tasikmalaya 5 Oktober 1965. Pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Paramadina (2005-2007). Juga pernah menjabat sebagai dosen di Universitas Borobudur dan Universitas Pelita Harapan (2007-2008). Iman juga tercatat sebagai Ketua Yayasan Inovasi Teknologi (2007-sekarang), Pembina Yayasan Pendidikan Nurul Fikri (2005-sekarang), Penasehat Program Pembinaan SDM Strategis Nurul Fikri (2005), serta Pembina Masyarakat Ilmuwan dan Technologi Indonesia/MITI (2004-sekarang). Peraih doktor di Japan Advanced Insitute of Science and Technology (JAIST) Ishikawa Jepang ini sekarang berjuang di jalur politik sebagai anggota Komisi VII DPR RI.

Dr. Marwah Daud Ibrahim

Added by: Super User (Tuesday, 15 May 2012 07:03)
Last Modified: Super User (Friday, 20 July 2012 10:43)

Marwah Daud Ibrahim, lahir di desa kecil di Kab Soppeng, Sulawesi Selatan, Indonesia. Diberkahi dengan kesempatan berkunjung ke berbagai wilayah Nusantara dan dunia. Dikaruniai orangtua, saudara, suami, anak dan sahabat yang baik. Pernah kuliah di Universitas Hasanuddin dan The American University, Washington, D.C. Keseluruhan peminatan studinya pada ilmu komunikasi.

Kepedulian sosialnya yang tinggi membawanya menjadi penemu metode pelatihan Mengelola Hidup & Merencanakan Masa Depan (MHMMD), juga menjadi salah seorang penggagas Yayasan Amal Abadi Beasiswa Orbit, Majelis Sinergi Kalam (MASIKA), Gerakan Makassar Gemar Membaca (GMGM), Ketua Umum Perhimpunan Masyarakat Desa Nusantara (PMDN) dan Penasehat NACO Peduli. Bahkan perempuan yang akrab dipanggil dengan sebutan “bunda” ini pernah mengikuti perjalanan menuju Gaza Palestina bersama rombongan dari berbagai negara.

Pernah menjabat sebagai anggota DPR-RI. Saat ini masih aktif menjadi anggota presidium Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dan baru-baru ini bersama beberapa tokoh lainnya mendirikan Institut Integritas Indonesia.

Dr. Salim Segaf Al Jufrie, MA

Added by: Super User (Tuesday, 18 September 2012 10:26)
Last Modified: (Tuesday, 18 September 2012 10:26)

Program Pembinaan SDM Strategis merupakan program yg strategis di masa depan. Para peserta itu adalah mereka yang akan memimpin Indonesia di masa depan. Lembaga PPSDMS bekerja dan berpikir untuk masa depan serta tidak menunggu ucapan terima kasih dalam melakukan pekerjaannya. Hadir dalam acara PPSDMS memberikan sebuah optimisme dan semangat dalam membangun bangsa Indonesia di masa sekarang dan mada depan.

Drs. Kemal A. Stamboel, Psi, MSM

Added by: Super User (Tuesday, 15 May 2012 07:03)
Last Modified: Kemitraan Staff (Friday, 07 September 2012 14:14)

more info (+)

Kemal Azis Stamboel lahir di Malang, 17 Agustus 1949.  Kemal lahir dari keluarga yang punya perhatian dengan pendidikan. Kakeknya dokter, ayahnya tentara yang kemudian menjadi diplomat. Kemal sendiri memperoleh gelar Master of Science untuk Business Managemant dari MIE Boston, Amerika Serikat. Sebelumnya ia meraih gelar Sarjana Psikologi dari Universitas Padjadjaran, Bandung.

Selama 25 tahun Kemal bekerja sebagai Presiden Direktur di PricewaterhouseCoopers Consulting Indonesia dan Country Leader di IBM Business Consulting Indonesia. Lima tahun terakhir ini, ia aktif membantu Pemerintah RI sebagai Anggota Dewan Pengawas Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh dan Nias. Ia juga dilantik Presiden menjadi Wakil Ketua Pelaksana Dewan Teknologi, Informasi dan Telekomunikasi Nasional (DeTIKnas). Di saat bersamaan, ia juga dipercaya untuk menjabat sebagai komisaris beberapa perusahaan BUMN dan Swasta.

Saat ini Kemal tercatat sebagai Anggota Komisi XI DPR RI yang memiliki ruang lingkup Keuangan, Perencanaan Pembangunan Nasional, Perbankan, dan Lembaga Keuangan Bukan Bank. Sebelumnya Kemal pernah menjabat sebagai Ketua Komisi I DPR RI hingga Agustus 2010.

 

Drs. M. Yusuf Asyari, Ak. MSi

Added by: Super User (Tuesday, 15 May 2012 07:03)
Last Modified: Kemitraan Staff (Friday, 14 September 2012 10:00)

more info (+)

Muhammad Yusuf Asy'ari (lahir di Magelang, Jawa Tengah, 21 Oktober 1945; umur 66 tahun) adalah Menteri Perumahan Rakyat pada Kabinet Indonesia Bersatu. Ia adalah lulusan S1 Akutansi Universitas Gajah MAda dan S2 Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan RCTI. Sewaktu ia muda dulu, ia aktif dalam dunia pergerakan kepemudaan sebagai aktivis Pelajar ISlam Indonesia (PII).

 

DT R1 Putri: Penegakkan Hukum di Indonesia

Added by: Program Staff (Thursday, 30 May 2013 10:57)
Last Modified: Program Staff (Thursday, 30 May 2013 11:04)

 

 

 

Senin, 20 Mei 2013, bertempat di Auditorium Utama Lantai 1 PPSDMS Nurul Fikri, Dialog Tokoh menghadirkan 2 pakar Hukum di Indonesia, yaitu Abdul Haris Muhammad Rum, Dosen FHUI,  dan Hamid Chalid, Ketua Masyarakat Transparansi Indonesia sekaligus juga Dosen FHUI. Dialog Tokoh malam ini tak kalah seru karena dipandu oleh Adnan Mubarak, Mahasiswa FHUI 2010, Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa FHUI 2013/2014. Tema dialog malam ini adalah Penegakkan Hukum di Indonesia.

more info (+)

 

Sebelumnya, kami juga kedatangan tamu istimewa, Ustad Musholi, selaku Direktur PPSDMS Nurul Fikri. Beliau memberikan sedikit sambutan berkaitan lemahnya penegakkan hukum di Indonesia. Beliau mengatakan bahwa kondisi Kementrian di Indonesia saat ini sangat meprihatinkan. Dari anggaran ratusan triliun yang digelontorkan, hanya berhasil menurunkan 1% kemiskinan saja. Mengapa hal itu bisa terjadi? Dibalik Birokrasi yang lama, proses penganggaran dana yang tidak optimal, meskipun legal secara hukum, tapi sebenarnya ada korupsi terselubung. Korupsi di daerah pun terjadi karena otonomi daerah yang masih belum bisa difungsikan dengan baik. Hal-hal tersebut belum memberikan hasil yang baik bagi proses reformasi yang telah berjalan selama 15 tahun.

Sebagai penutup sambutannya, beliau berkata,

“KPK adalah salah satu produksi dari era reformasi. Mereka inilah pihak-pihak yang harus dibantu. Janganlah kita diam, dan jangan sampai di akhirat nanti kita dicatat menjadi orang yang justru memperkuat korupsi. Jadilah bagian dari penegak keadilan di negeri ini.”

Masuk pada sesi pertama dialog tokoh, Abdul Haris Muhammad Rum, yang biasa disapa Abdul Haris, beliau berbicara mengenai penegakan hukum (Law inforcement), beliau membatasi hanya akan membahas mengenai hukum positif di Indonesia, yaitu Undang-Undang Dasar dan peraturan lainnya. Mengapa? AKrena menurut beliau, Hukum secara esensi yang sebenarnya hanyalah hukum yang berasal dari Allah.

Abdul Haris menjelaskan, Hukum bukanlah sekedar berisi pasal-pasal, namun merupakan pengaturan, norma menuju keteraturan bagi manusia. Hukum kita saat ini belum tegak, belum teratur, seolah kita bukan kumpulan manusia yang tak mengerti hukum, layaknya hewan yang tak berakal. Beliau juga mengatakan bahwa Hukum saat ini tegaknya masih sebagian-sebagian saja, parsial. Potret kekacauan hukum saat ini menggambarkan carut-marutnya peraturan di Indonesia. Dari mulai yang di birokrasi, politisi, pejabat tinggi, sampai pejabat rendah setingkat Lurah dan Camat.

Kondisi kita Saat ini adalah lebih pandai menyiasati hukum ketimbang menegakkan hukum. Bila diteruskan, hal ini dapat menyebabkan bencana hukum. Sebuah ironi karena Indonesia merupakan bangsa dengan mayoritas muslim.Mengapa dalam menaati hukum masih kalah dengan Negara-negara yang mayoritas kafir.

Cacatnya penegakan hukum dari Negara, menimbulkan banyak pengadilan-pengadilan jalanan, tawuran, preman, dan sebagainya. Lalu apakah peran mahasiswa?? Sebagai mahasiwa, mereka seharusnya bisa berpendapat, memperjuangkan yang benar, memposisikan sebagai future leader yang kelak menempati posisi-posisi strategis untuk memperbaiki negeri ini.  Sebagai mahasiswa yang kelak akan memangku posisi-posisi penting dan strategis di negeri ini, juga janganlah bertindak bodoh untuk sekedar mendapatkan harta dan jabatan. Jadilah orang-orang yang berani berpendapat jika benar. Resikonya terburuk mungkin kita hanya akan hidup seadanya, tidak mewah. Boleh lah kita popular, kaya raya, tapi jangan jadikan itu sebagai tujuan dan prioritas.

Abdul Haris melanjutkan, mengenai penegakan hukum, baiknya dimulai dari menumbuhkan kesadaran kembali akan hukum, dan memaksimalkan status sebagai mahasiwa sebagai pengawal jalan dan tegaknya hukum tersebut di tengah-tengah masyarakat. Menegakkan hukumi dimulai dengan melakukan hal yang benar dengan benar. Do right things right!

Semakin Malam, Dialog Tokoh semakin seru, beranjak pada pembicara kedua, Hamid Chalid memaparkan bagaimana penegakkan hukum dalam kerangka yang lebih teoritis. Beliau memaparkan Peran Masyarakat dan Peran Mahasiswa dalam Penegakkan Hukum sangatlah krusial. Beliau juga ingin menjelaskan materi ini melalui pendekatan islam. Mengapa? Agar kita tidak mempertentangkan ajaran agama kita di dalam wilayah hukum positif yang ada.

Hamid Chalid mengatakan, semua orang ketika sudah menginjak usia baligh maka otomatis menyandang status sebagi seorang mukallaf (subjek hukum). Sebagai seorang muslim, di hutan belantara sekalipun, memiliki hukum atas apa yang dilakukan diri sendiri. Kita harus menginternalisasi di dalam jiwa sebagai penegak hukum. Bagi siapa? Bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Dalam penegakkan hukum, harus ada interaksi dua arah agar sebuah institusi memiliki wibawa dan kepercayaan.  Contohnya polisi, yang lemah dalam penegakkan hukum. Hal ini terjadi karena kita sendiri yang mencabut wibawa mereka dengan menggunakan kesempatan untuk melanggar hukum sebisa mungkin. Mulai dari pelanggaran kecil, berlanjut ke pelanggaran-pelanggaran besar yang merugikan Negara. Semuanya butuh kesadaran akan pentingnya ketaatan pada hukum yang berlaku.

Hamid  Chalid menambahkan, terkadang kita memiliki sikap yang berbeda ketika menghadapi hukum. Sikap kita ketika berhadaan dengan hukum akan lain jika hal itu berkaitan dengan diri kita, berbeda pula ketika  berkaitan dengan orang lain. maka berhati-hatilah, seperti sabda Rosulullah saw

“Seumpama Fatimah mencuri, niscaya aku sendiri yang akan memotong tangannya.”

Sebagai penutup, Hamid Chalid berkata :

“Sampai mana kita bisa koonsisten sebagai mukallaf dalam penegakkan hukum? Jangan sampai hanya pada objek di luar tapi juga penegakan hukum pada diri sendiri . bangunlah kesadaran itu mulai detik ini!

 

 

 

Energi Baru Terbarukan Untuk Indonesia Hijau, Mandiri, dan Kuat

Added by: Kemitraan Staff (Monday, 14 April 2014 11:59)
Last Modified: irsyad (Tuesday, 15 April 2014 15:53)

Mohammad Sholehuddin Hambali. "Energi Baru Terbarukan Untuk Indonesia Hijau, Mandiri, dan Kuat". 

“Kerja keras adalah energi kita”- PT. Pertamina. 

Hari ini, listrik telah menjadi kebutuhan primer umat manusia, tidak terkecuali masyarakat Indonesia. Listrik telah menjadi bagian penting dalam banyak aspek kehidupan mulai dari ekonomi, pendidikan, sosial, hingga politik. Di Indonesia, listrik tidak hanya menjadi kebutuhan saja melainkan juga menjadi masalah besar yang harus segera diselesaikan.

more info (+)

Pada tahun 2012, konsumsi listrik nasional mencapai 174 GWh. Di lain pihak, pasokan listrik Indonesia selama ini bertumpu pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menyumbang pasokan listrik paling besar yaitu sekitar 45% konsumsi listrik nasional. PLTU adalah pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar fossil yaitu batubara sebagai bahan bakar utamanya. Sedangkan cadangan batubara Indonesia setiap tahun semakin menipis dan pembangunan PLTU terus bertambah. Sehingga dapat kita ketahui bahwasanya ketahanan nasional terutama pada bidang energi listrik hanya bergantung pada cadangan batubara nasional.

Berdasarkan data yang saya peroleh dari kementerian ESDM, cadangan batubara Indonesia akan habis 20 tahun lagi. Namun berdasarkan analisa saya, cadangan batubara Indonesia akan habis kurang dari 20 tahun lagi. Hal ini disebabakan konsumsi batubara nasional setiap tahunnya yang mengalami peningkatan sebesar 5 juta ton sedangakan produski batubara nasional ternyata tidak hanya untuk konsumsi nasional saja melainkan juga untuk diekspor ke negera lain dengan porsi sebesar 72% untuk ekspor dan 28% untuk konsumsi nasional. Kondisi ini sungguh sangat miris. Di satu sisi penggunaan batubara untuk PLTU memiliki porsi 71% dari konsumsi nasional, namun di sisi lain 72% dari produksi batubara nasional justru diperuntukkan negara lain dimana saat ini pemerintah sedang melakukan proyek pembangunan PLTU dengan kapasitas 10.000 MW yang nantinya pasti akan membutuhkan pasokan batubara yang sangat besar.

Jika kebijakan ini terus diberlakukan, maka yang akan merasakan dampak terbesarnya ialah industri kelistrikan nasional. Kebijakan porsi ekspor batubara ini secara tidak langsung akan memperlemah ketehanan energi nasional di bidang energi listrik. Jika ketahanan energi listrik nasional sudah melemah, maka dampak paling besarnya akan dirasakan sektor ekonomi yang dipengaruhi oleh perkembangan industri. Dari laporan Statistik Listrik PLN pada tahun 2012, sektor industri menkonsumsi listrik sebesar 34,6% dari konsumsi nasional. Jika 20 tahun mendatang cadangan batubara benar-benar habis, maka secara otomatis PLTU akan berhenti beroperasi secara bertahap sehingga produski listrik nasional menurun. Penurunan produksi listrik akan menyebabkan operasi dan produksi dari sektor industri akan menurun dan kemungkinan terburuk adalah sektor industri Indonesia akan mati suri. Jika hal tersebut sudah terjadi maka solusinya adalah pemerintah harus import batubara untuk dapat memenuhi kebutuhan batubara untuk operasi PLTU. Andaipun pemerintah harus membangun pembangkit listrik dengan bahan bakar lain, proses itu membutuhkan waktu pembangunan minimal selama 5 tahun untuk jenis Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas 300 MW.

Untuk menghindari krisis energi listrik di masa mendatang, maka dalam tulisan ini saya mencoba menyampaikan 3 saran kebijakan untuk pemerintah dan itu harus segera dipertimbangkan dan dilaksanakan untuk menyelamatkan negeri ini dari anacaman krisis energi di masa mendatang. Saran kebijakan yang pertama adalah pemerintah harus menurunkan porsi ekspor batubara. Pemerintah harus mementingkan terlebih dahulu kebutuhan nasional dibandingkan keinginan untuk memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya. Penurunan porsi ekspor juga harus disertai dengan kenaikan harga jual batubara untuk ekspor sehingga hal ini dapat membantu menekan permintaan batubara dari luar negeri. Pemerintah harus segera sadar bahwa ketahanan nasional itu sangat penting dan sanagt mahal harganya jika kita telah kehilangannya.

Saran kebijakan kedua adalah pemerintah harus mengurangi proyek pembangunan PLTU dan harus memperbanyak proyek pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar energi baru dan terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin (PLTB), dan Pembangkit Listrik Tenaga Ombak Laut. Pemanfaatn energi alternatif untuk saat ini dan masa mendatang sangat diperlukan mengingat terbatasnya ketersediaan energi tak terbarukan seperti bahan bakar fossil. Dengan pembangunan pembangkit listrik energi baru dan terbarukan yang semakin banyak, Indonesia tidak hanya akan terbebas dari masalah krisis energi listrik di masa mendatang, namun Indonesia juga akan meningkatan pendapatan negara melalui carbon credit  dan mengurangi carbon tax. Carbon credit adalah usaha untuk mengurangi jumlah emisi karbon suatu negera sehingga negera tersebut mendapatkan upah dari negara lain terutama negera-negara yang banyak menyumbang emisi karbon. Sedangkan carbon tax adalah pajak yang diberlakukan pada suatu negera yang menghasilkan emisi karbon.

Dengan adanya mekanisme tersebut sudah sangat jelas bahwasanya pemanfaatan energi alternatif untuk pembangkitan listrik tidak hanya baik untuk lingkungan saja namun juga baik untuk kondisi negara dilihat dari aspek pendapatan.

Saran kebijakan kedua tersebut harus juga diperkuat dengan saran kebijakan ketiga yang akan saya utarakan. PLTU, PLTS, maupun PLTB merupakan jenis pembangkitan listrik terpusat atau dikenal dengan Central Generation (CG). Seiring dengan sermakin banyaknya pembangunan pembangkit listrik energi terbarukan nantinya yang notabene masih bersifat pembangkitan terpusat, maka saran kebijakan ketiga saya untuk pemerintah adalah pemerintah harus melakukan perubahan sistem pembangkitan dari terpusat menjadi tersebar atau dikenal dengan Distributed Generation (DG)

Distributed Generation atau pembangkitan tersebar adalah sistem pembangkitan yang memungkinkan terjadinya jual-beli energi listrik antara PLN sebagai produsen listrik dengan pelanggan sebagai konsusmen listrik. Pembangkitan tersebar menggunakan sistem panel surya yang dikombinasi dengan kincir angin untuk memenuhi kebutuhan listrik sebuah rumah. Pada siang hari, kedua sistem tersebut akan menghasilkan energi listrik dari sinar matahari dan angin dimana energi listrik itu digunakan untuk kebutuhan listrik rumah tersebut dan sisa energi listrik yang tidak digunakan akan disalurkan menuju jaringan PLN sehingga konsumen tersebut dapat menjual energi listriknya ke PLN dan akan memperoleh uang dari hasil penjualan energi listrik tersebut.

Sedangkan saat malam, rata-rata konsumen listrik akan membutuhkan listrik dalam jumlah yang lebih besar sehingga jika mereka kekurangan energi listrik dari sistem pembangkitan tersebar, mereka dapat menggunakan energy listrik yang diambil dari jaringan PLN dan itu artinya konsusmen membeli energi listrik.

Sistem DG sangat baik untuk ketahanan energi listrik nasional karena dengan sistem ini akan mengurangi beban pembangkitan PLN dan pemerintah tidak perlu khawatir terhadap cadangan batubara ataupun energi tak terbarukan yang lainnya karena sistem ini sepenuhnya menggunakan energi alternatif yang merupakan energi baru dan terbarukan.

Langkah konkret yang dapat kita lakukan sebagai individu adalah yang paling mungkin yaitu menghemat energy listrik. Matikan semua peralatan elektronik yang dirasi tidak perlu. Langkah konkret lainnya ialah melakukan Program “19-22” yaitu program dimana kita diminta untuk mematikan satu atau beberapa peralatan elektronika pada pukul 19.00-22.00 karena pada pukul itu merupakan beban puncak pembangkitan dari PLN. Hal ini terjadi karena pada pukul tersebut hampir seluruh konsumen akan menghidupakan seluruh peralatan elektronik mereka. Jika pada pukul tersebut kita dapat memantikan 1 lampu saja yang berkapasitas 40 Watt dan tindakan kita diikuti oleh minimal 250 ribu penduduk Indonesia, maka energi listrik yang kita hemat sebesar 12.000.000 Watt per hour atau 12 MWh dan energi tersebut setara dengan 2 ton batubara per hari.

Nah, jika kita melakukannya setiap hari sepanjang tahun maka batubara yang dapat kita hemat adalah sebesar 730 ton per tahun. Luar biasa! Maka cukup konkret lah langkah tersebut menurut saya dalam usaha kita untuk menanggulangi permasalahan krisis energi di negeri ini. Maka mulailah dari hal yang terkecil yang dapat kita lakukan dan sesuatu hal yang amat besar akan kita temui kelak di masa depan. Salam hemat energy!

 

Entrepreneurship And Financial Women

Added by: Program Staff (Wednesday, 18 September 2013 10:01)
Last Modified: Program Staff (Wednesday, 18 September 2013 10:03)

Selasa malam (17/09), Kajian Kepemimpinan Perempuan (KIP) PPSDMS Regional 1 Jakarta Putri mengulas tema terkait “Entrepreneurship And Financial Women”. Bersama seorang pengusaha Sidoarjo, Jawa Timur, diskusi dengan gaya ringan selama kurang leih 100 menit tersebut membahas bagaimana peran  muslimah yang digambarkan lebih ‘nyaman’ menjadi seorang pengusaha. Dimoderatori oleh Uty (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2011), KKP dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Hilda Meiryandah (Fakultas Ilmu Keperawatan, 2010). Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PPSDMS yang dipimpin oleh Jimny Hilda Fauziah (Fakultas Psikologi, 2010) dilanjutkan dengan pembacaan Idealisme Kami yang dipandu oleh Fatin Rohmah Nur Wahidah (Fakultas Psikologi, 2010).

more info (+)

 

Ibu Ita, sapaan akrab bagi pembicara, bercerita mengenai perjalanan hidupnya sebelum akhirnya ia menjadi pengusaha. Dilatarbelakangi oleh keresahannya yang harus tinggal jauh dari suami dan anak-anaknya, ia kemudian merenung. “Saya ini lulusan Jepang, suami saya juga lulusan Jepang. Kenapa tidak bisa mencukupi kebutuhan kami sendiri?,” ungkapnya disela diskusi. Hal itulah yang kemudian membuatnya memutuskan kembali ke Sidoarjo, menjadi ibu rumah tangga bagi anaknya. Keinginannya untuk bergerak produktif dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain, dijawab oleh Allah dengan dipertemukannya Pak Kartono, yang kemudian menjadi rekan bisnisnya sampai saat ini. Keduanya mendirikan PT Indochito International, exporter of organic fertilizer, sejak 2002.

Tidak ada yang mudah, demikian juga dengan berbisnis. Pilihan berbisnis diambil dengan keinginan kuat, bukan hanya menjadi kaya, melainkan menjadi manusia yang berguna bagi sesama. Karena itulah, bisnis yang ia bangun bukan sekadar bisnis. Melainkan pemberdayaan masyarakat sekaligus peningkatan aktivitas beribadah para karyawan. Alasannya sederhana, Ibu Ita dan Pak Kartono ingin masuk syurga bersama-sama karyawannya.

Azzam yang kuat tersebut membuat perusahaan ini merancang beberapa program untuk para karyawan. Antara lain: pengajian rutin, coaching yang dibungkus dalam curhatan, pengadaan peralatan ibadah secara lengkap danbaik, makan gratis di hari jumat, solat dhuhur berjamaah, dan tentunya tausiyah. Tujuan utamanya adalah meminimalikan syirik di masyarakat kalangan bawah yang masih banyak dilakukan. Menurutnya, ini adalah salah satu cara dakwah yang efektif baginya. Jika melihat masalah yang ada di masyarakat, jadilah kita bagian dari solusinya.

Dengan menjadi entrepreneur, wanita memiliki kemandirian dari segi finansial dan pengelolaan waktu. “Saya jadi memiliki penghasilan sendiri dan dapat mengatur waktu sendiri disesuaikan dengan kepentingan keluarga”, ungkapnya. Ia juga menjadi lebih bijak menghadapi masalah anak dan suami. Termasuk mendukung suami untuk peduli pada saudara-saudaranya. Seorang suami bahkan menjadi partner yang baik dalam mengembangkan potensinya. Karena suaminya sangat menghargai dirinya dan memberi ruang beraktualisasi diri padanya.  Ia menutup diskusi malam ini dengan sebuah pesan, “Pilihlah laki-laki yang menghargai dan mendukung pengembangan potensi kita, serta memberikan kita ruang yang cukup untuk mengaktualisasikan diri kita”. Maju terus muslimah mandiri!

Farid Rahman, SE, Ak, MBA

Added by: Super User (Tuesday, 15 May 2012 07:03)
Last Modified: Kemitraan Staff (Friday, 14 September 2012 10:10)

more info (+)

Farid Rahman lahir di Jakarta tahun 1958, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan memperoleh gelar MBA dari Golden Gate University, San Fransisco, USA. Pengalaman kerja mulai tahun 1984 dirintis dari Corporate Banking Bank Duta, Chief Executive Officer Duta International Finance Co.Ltd (anak perusahaan Bank Duta yang berkedudukan di Hongkong), dan kemudian International Banking Division Head Bank Duta Kantor Pusat. Duduk sebagai Direktur Utama Perseroan sejak tahun 1994 dan menjadi Komisaris Bank Saudara sejak 26 Mei 2011 dan menjadi Komisaris Utama sejak tanggal 16 Maret 2012.

Farid Rahman terpilih sebagai Wakil Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) periode 2011-2015 mendampingi Djohar Arifin Husein yang terpilih sebagai Ketua Umum PSSI.

 

Fasilitas Beasiswa

Added by: Super User (Tuesday, 15 May 2012 07:03)
Last Modified: Kemitraan Staff (Thursday, 30 August 2012 11:35)

Komponen Beasiswa :

  • Uang saku Rp.500.000,- per bulan selama 2 tahun pembinaan
  • Fasilitas asrama meliputi : kamar, tempat tidur, ruang belajar, perpustakaan, komputer, internet, printer, dsb.
  • Pembinaan Peserta meliputi : National Leadership Camp (NLC), Latihan Gabungan, Kajian Islam Kontemporer, Training Pengembangan Diri, Training Jurnalistik, Studi Pustaka, Dialog Tokoh, Diskusi Paska Kampus, Beladiri, Kajian Islam Pekanan, Leadership Project dan Training Bahasa Inggris, dsb.

Feb-Mar 2012

Added by: Super User (Thursday, 15 March 2012 07:02)
Last Modified: Super User (Thursday, 30 August 2012 14:28)


PPSDMS Leadership Talks
Baca secara online | Download

FLAC Indonesia

Added by: Super User (Tuesday, 15 May 2012 07:08)
Last Modified: Super User (Saturday, 19 May 2012 10:10)

FLAC (Future Leader for Anti Corruption) Indonesiamerupakan salah satu Leadership Project PPSDMS Nurul Fikri yang diketuai oleh Jiwo Damar Anarkie, mahasiswa FISIP UI. Maraknya tindakan korupsi di Indonesia dan pentingnya penanaman moralitas dan akhlak yang baik kepada anak-anak sejak kecil, telah menggerakkan Jiwo dan kawan-kawannya untuk menggulirkan kegiatan yang bertajuk Young Anti-corruption Ranger (Laskar Anti Korupsi). Tentu saja kegiatan yang akan dilaksanakan di daerah Depok dan Jakarta Selatan ini atas lisensi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

more info (+)

Tujuan program ini pada dasarnya untuk membentuk generasi muda, para calon pemimpin muda yang mempunyai karakter anti korupsi, aktif dalam usaha pemberantasan korupsi, dan mampu menciptakan lingkungan yang anti korupsi.

Kegiatan yang akan dilaksanakan diantaranya, Student Anti Corruption yang merupakan sarana edukasi untuk siswa SMA dimana disini memberikan pengenalan akan isu korupsi, bagaimana dampak korupsi bagi masyarakat, mengenal indikasi korupsi di lingkungan dan membentuk karakter siswa yang punya integeritas.

What We Do

Anti Corruption Campaign yakni suatu kampanye berkala pada media online dan media cetak terkait anti korupsi, tujuanya adalah membangun awareness dan memberikan edukasi pada masyrakat terkait Isu Korupsi dan hal-hal terkait lainnya.

Seminar, Workshop, dan Training, program yang terbuka untuk umum untuk meningkatkan awareness, pengetahuan, dan keahlian untuk pemberantasan korupsi. Peserta program adalah mahasiswa dan pelajar. Isu dan materi yang disampaikan meliputi upaya pemberantasan korupsi secara umum, audit investigasi, dan penerapan good governance.

Penulisan Artikel program penulisan artikel pemberantasan korupsi di media masa.
Penelitian program penelitian yang dilakukan oleh anggota FLAC atas berbagai isu terkait korupsi. Tema-tema penelitian adalah korupsi, audit investigasi, akuntansi forensik, dan good governance. Hasil penelitian akan dipublikasikan melalui forum-forum resmi sebagai bentuk pengakuan atas kualitas penelitian.

Selain itu juga ada FLAC Supporting Project, dimana program ini merupakan bentuk sinergisasi FLAC dengan lembaga/instansi partner untuk membantu upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Jika anda tertarik untuk berperan serta dalam memberantas korupsi di negeri ini atau berpartisipasi dalam menyukseskan program-program kami, maka segeralah bergabung. Sebelum bahaya korupsi makin merajalela dan membahayakan siapa pun. Let's join guys!

Semoga kegiatan kecil ini bisa menghasilkan manfaat besar kepada tunas muda negeri, tentang pentingnya perilaku jujur di manapun dan kapan pun.

FLAC Indonesia

Added by: Super User (Sunday, 28 October 2012 22:02)
Last Modified: Super User (Sunday, 28 October 2012 22:45)
more info (+)

Belajar anti korupsi bisa dilakukan dengan cara-cara yang menyenangkan. FLAC Indonesia melakukannya melalui kegiatan mendongeng, menyanyi, dan bermain...

Suasana kelas mendadak riuh. Puluhan anak SDN Pondok Cina IV beradu cepat mengacungkan tangan. Setelah dipersilakan, mereka pun bergantian menanggapi cerita dongeng yang baru saja mereka dengarkan. Tetapi bukannya mereda, keriuhan justru kian berlanjut. Penyebabnya: satu anak bertanya, belasan yang lain menimpali. Suasana seperti itulah yang kerap dihadapi anggota Komunitas Future Leader for Anti-Corruptian (FLAC)  Indonesia. Ketika mendongeng cerita antikorupsi di hadapan siswa sekolah dasar, mereka harus berhadapan dengan antusiasme anak-anak yang terkadang terkesan berlebihan. Tetapi tak mengapa. Bagi FLAC, respons anak-anak seperti itu justru positif.

 

bersemangat dan antusia...

flac indonesia

Antusiasme tersebut menjadi bukti, bahwa metode pembelajaran antikorupsi yang dilakukan FLAC, memang menyenangkan. Selain mendongeng, terkadang FLAC juga memberikan materi antikorupsi melalui yel-yel, menyanyi, dan bermain. Hasilnya, seperti yang tergambar tadi. Binar mata anak-anak tergambar, hingga pembelajaran berakhir. Seperti diungkapkan Jiwo Damar Anarkie Presiden FLAC Indonesia, metode pembelajaran yang menyenangkan merupakan modal utama untuk menarik minat anak-anak mengikuti program. Dengan metode yang tidak membosankan, anak-anak diharapkan bisa cepat menyerap pesan yang ingin disampaikan. “Kami berkomitmen untuk menanamkan semangat antikorupsi dengan hal-hal yang menyenangkan,” ujarnya. Pendekatan model ini sengaja diterapkan untuk menumbuhkan nilai-nilai antikorupsi kepada anak-anak usia sekolah dasar. Dan anak-anak, lanjut Jiwo,  memang menjadi target program FLAC. Alasannya sederhana, “Karena menanamkan karakter antikorupsi sejak usia dini, merupakan langkah strategis untuk menumpas korupsi di negeri ini,” katanya. Pembentukan karakter dengan penanaman nilai-nilai anti-korupsi yang dilakukan sejak usia dini menjadi pilihan tepat karena pada usia inilah mereka dalam fase pertumbuhan diri dan pembentukan pemikiran yang akan dibawa sampai dewasa. 

 

dengan mendongeng...

flac indonesia

Berangkat dari pemikiran inilah, FLAC menggagas program Laskar Antikorupsi. Program ini berbentuk pendidikan antikorupsi yang ditujukan untuk anak-anak usia sekolah dasar dengan menanamkan nilai-nilai anti korupsi yang dimulai dari nilai-nilai keseharian seperti kejujuran, kemandirian, kepedulian, kesederhanaan, tanggung jawab, dan lain sebagainya. Program ini berjalan di empat sekolah dasar di Jakarta dan Depok, yaitu SDN Pondok Cina I, SDN Pondok Cina IV, SDN Srengseng Sawah 15, dan SDN Srengseng Sawah 14. Program dilaksanakan selama tiga bulan berturut-turut, mulai Maret 2012. “Program puncaknya adalah Festival Anak Anti Korupsi se-Indonesia yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Anak Nasional,” ungkapnya. Dalam menjalankan program tersebut, anggota FLAC bergiliran menyambangi sekolah setiap Sabtu. Kegiatan diawali dengan yel-yel  Laskar Antikorupsi yang ‘meminjam’ nada lagu Rasa Sayange .

 

bersemangat dan menghentak...

flac indonesia

Alunan ritme yang mengentak sengaja dipilih untuk membuat peserta bersemangat dan siap untuk mendengarkan dongeng.FLAC Indonesia tidak sendirian menjalankan program ini. Sejak pertama dideklarasikan pada 31 Juli 2011 ini terus mengembangkan jaringannya. Hingga kini, FLAC telah bekerjasama dengan beberapa lembaga seperti KPK, Komunitas Dongeng Anak Indonesia (KODAI ), dan pengajar di Gerakan UI Mengajar. Hal ini dilakukan agar program Laskar Anti Korupsi bisa dikembangkan tidak hanya di Jakarta dan Depok, melainkan untuk daerah-daerah lain di Indonesia. “Tujuan kita bukan ingin membesarkan FLAC melainkan ingin menyebarkan aspirasi antikorupsi ke seluruh Indonesia,” tandas Jiwo.g aya  anak MudaMelihat sepak terjang FLAC yang begitu komit dalam pemberantasan korupsi, layak jika masyarakat bertanya, apa dan siapa gerangan lembaga tersebut.  

Menurut Fikri Aulia, Kadiv. Humas FLAC Indonesia, FLAC adalah sebuah gerakan sosial, yang lahir dengan mengusung semangat untuk tidak korupsi dan siap memerangi korupsi. Hingga saat ini, lanjut Fikri, jaringan FLAC sudah tersebar di lima regional yaitu Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya. Menurutnya, FLAC hadir untuk mewadahi para pemuda di seluruh Indonesia untuk turut ambil bagian demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat melalui gerakan pencegahan korupsi. FLAC Indonesia bukan sekadar ingin menjadi mercusuar. Sebaliknya, melalui gerakan yang membumi, FLAC Indonesia berkomitmen mencegah korupsi dengan menciptakan kader-kader anti korupsi yang tangguh dan berintegritas, melalui pendidikan. “FLAC lahir dengan mengusung misi membuat gerakan antikorupsi secara nasional melalui ide-ide segar khas anak muda,” ujarnya.Namun memang tak mudah.

Banyak tantangan yang harus dihadapi untuk mewujudkan misi tersebut. Salah satunya, mengenai pendanaan. Sebagai organisasi independen, lanjutnya, FLAC harus selektif menerima pendanaan dari donatur.  Bahkan bukan hanya selektif, namun mereka juga dituntut transparan terkait jumlah dan latar belakang donatur.Pemberian donatur memang salah satu sumber pemasukan FLAC. Lainnya, uang saweran anggota. “Awal kita menggagas kegiatan dengan modal sendiri. Setiap anggota menyumbang uang Rp10 ribu. Selain untuk alat-alat peraga, uang tersebut juga digunakan untuk menyediakan konsumsi bagi anak-anak yang mengikuti kegiatan,” ungkapnya.Tetapi itu dulu. Kini, pihaknya boleh berlega hati. Kegiatan mereka mendatangkan simpati dari donatur. Sehingga, organisasi yang memiliki 30 orang anggota inti ini lebih leluasa menjalankan program-programnya.Sebagai organisasi anak muda, FLAC memang dikelola dengan menggunakan manajemen anak muda. Tak heran, banyak istilan dan cara unik yang mereka lakukan dalam kegiatannya. Misalnya, untuk kampanye dan konsolidasi anggota. FLAC biasa menggelar acara yang mereka sebut “ngedanus ”.  Bagi orang awam, kata “ngedanus” memang terdengar aneh. Namun begitulah mereka menamai kegiatan yang artinya “mencari dana usaha” tersebut. Pada acara yang dilaksanakan setiap malam Minggu itu, anggota FLAC berkumpul untuk mengamen di sepanjang jalan Margonda, Depok. Uniknya, lagu-lagu yang dinyanyikan adalah lagu anak-anak dan lagu antikorupsi yang mereka ciptakan sendiri. Tak lupa, mereka pun menyebarkan brosur-brosur antikorupsi saat mengamen. “Kegiatan tersebut bukan hanya bertujuan untuk mencari uang melainkan juga cara kita berkonsolidasi dengan anggota,” ujar Fikri. 

 

sebagian tim FLAC Indonesia..

flac indonesia

 

 

Formulir Pendaftaran Donatur

Added by: Super User (Tuesday, 29 May 2012 22:59)
Last Modified: Administrator Web (Monday, 24 September 2012 23:35)
Rekening Donasi | Pendaftaran Donatur | Konfirmasi Donasi | Jemput Donasi

 

Futsal Alumni 2014

Added by: Kemitraan Staff (Friday, 21 March 2014 11:30)
Last Modified: Kemitraan Staff (Monday, 24 March 2014 14:14)

Depok, 16 Maret 2014 - Tepatnya minggu kemarin PPSDMS Nurul Fikri bidang Alumni mengadakan pertandingan olahraga berhadiah puluhan juta rupiah, yang bertema "Futsal Alumni PPSDMS Competition 2014 - Let's Play the Game". Tujuan acara ini tidak lain untuk "back to PPSDMS" atau sebagai ajang silaturahmi para lulusan Pesantren Mahasiswa PPSDMS dari setiap angkatan dan regional untuk kembali membangun sinergi dan kebersamaan yang terjalin ketika berada di PPSDMS Nurul Fikri.

Futsal Kompetisi ini diikuti oleh 8 team dari seluruh regional dan angkatan PPSDMS Nurul Fikri. Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya, Bogor dari angkatan 1 sampai 5 ikut berpartisipasi untuk mendapatkan hadiah 5 juta (juara I) dan 3 juta (juara II). Pertandingan futsal semi Professional :) minggu kemarin telah memberikan kesan tersendiri untuk setiap pesertanya. "Aduh.. perut juga yang menentukan pertandingan". Kata salah seorang alumni regional jakarta angkatan 1. Dan masih banyak lagi keceriaan dan kebersamaan yang di bangun kala itu.

Walau capek dirasa oleh para peserta, namun semangat para Alumni PPSDMS yang bertanding tetap berkobar dan berjuang sampai titik darah penghabisan. peserta yang keram, keseleo dan kesemutan menjadi semakin bertambah ketika penghujung babak semi final. Namun Alhamdulillah semua itu bisa dilewati tanpa ada peserta dengan cidera ringan / berat. Hingga akhirnya pertandingan futsal almuni 2014 ini di tutup dengan pemenang Juara I dari Regional Surabaya Angkatan 5 ft pengurus pusat & Juara II dari Regional Bandung Angkatan 4 & 5.

 

 

 

 

 

 

Gathering Alumni PPSDMS di Kota Casablanca

Added by: Kemitraan Staff (Wednesday, 06 March 2013 16:38)
Last Modified: Kemitraan Staff (Wednesday, 06 March 2013 16:52)

 Kondisi jalan yang macet pada Jum’at malam sepertinya menjadi pemandangan yang biasa di Jakarta. Tapi, pada Jum’at 22 Februari 2013 lalu ada yang tak biasa. Alumni PPSDMS Nurul Fikri mengadakan pertemuan special di Kota Casablanca.

more info (+)

Pertemuan ini awalnya digagas oleh beberapa ‘sesepuh’ Alumni dari Angkatan Pertama Regional Satu Jakarta; Mengingat sudah cukup lama para Alumni belum lagi bertatap muka, meski hanya sekedar berbincang mengenai perkembangan karir dan aktifitas terbaru. Atas alasan ini, maka digagaslah pertemuan ini.

Meskipun bisa dikatakan pertemuan ini diselenggarakan agak mendadak, antusias para Alumni untuk bisa menghadiri forum informal seperti ini cukup tinggi. Tampak, perbincangan di milist cukup ramai menyambut agenda ini.

Menjelang Maghrib, beberapa Alumni sudah mulai berdatangan di food-court yang menjadi lokasi pertemuan di bilangan Tebet itu. Seiring senja yang meredup, satu-per-satu Alumni tiba dengan membawa semangat menjalin silaturahim.

Setidaknya 14 orang Alumni hadir dalam informal meeting tersebut: Aresto Yudo (1.1), Novrika Riantoni (1.1), Suryo Agus (1.1), Ahmad Hidayatullah (1.1), Kurnia Fitra (1.1), Achmad Zaky (3.2), Irawan Hendra (4.4), Arip Muttaqin (2.1), Muhammad Ichsan, Fadjrin Rasyid (3.2), Faisal Karim (3.1), Iffan Fanani (1.1), dan Widianto (1.1). Dari seluruh Alumni yang hadir, setidaknya mewakili tiga regional asrama: Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Perbincangan mengalir begitu saja; masing-masing alumni meng-up date perkembangan aktifitas terbaru yang sedang dijalani. Sharing knowledge yang bisa jadi sangat berharga dan tidak bisa ditemukan di buku teks mana pun, masing-masing Alumni berkisah pengalaman pribadinya dan berbagi pandangan tentang peluang dan tantangan yang sedang dihadapi.

Pertemuan ‘dadakan’ ini ternyata berbuah silaturahim baru. Beberapa hadirin yang awalnya tidak saling mengenal kemudian baru sadar bahwa satu sama lain adalah Alumni PPSDMS yang sama-sama pernah ‘dibesarkan’ di pesantren mahasiswa selama dua tahun.

Dari pertemuan tersebut, hadirin Alumni merasakan sebaiknya agenda informal meeting seperti ini perlu dijalankan secara periodik dan jika mungkin menjadi ‘tradisi’ baru di kalangan alumni. Karena, selain mampu menjalin silaturahim, ada manfaat lain yang dirasakan signifikan seperti jaringan yang bertambah atau peluang kerja sama yang memungkinkan untuk dibangun.

Ke depan, Bidang Alumni dan Ikatan Alumni bersepakat untuk memfasilitasi pertemuan ini. Agar potensi-potensi yang dimiliki para Alumni, senantiasa berjejaring dan memberikan manfaat; minimal bagi pengembangan prestasi karya para Alumni, atau bahkan membuahkan kontribusi positif bagi Indonesia yang lebih baik dan bermartabat. [HH]

Gebyar Ramadhan Regional 2 Bandung

Added by: Super User (Friday, 10 August 2012 13:47)
Last Modified: Super User (Friday, 10 August 2012 13:56)

Kegiatan ini merupakan Acara Puncak Gebyar Ramadhan Regional 2 Bandung yang terdiri dari:

  1. Lomba antar TPA (Ngaos Ramadhan)
    Kegiatan ini merupakan ajang kompetisi bagi peserta TPA dari seluruh masjid yang mengikuti program Ramadhan Ngaos (RAOS). Terdapat lima bidang lomba, yaitu lomba adzan, lomba tahfidz, lomba tahsin, lomba dirasah islamiyah, dan lomba pildacil. Untuk memotivasi dan memacu semangat peserta, akan ada hadiah untuk pemenang di setiap lomba
  2. Pawai Ramadhan

    Pawai Ramadhan merupakan suatu long march dari lokasi start menuju

more info (+)

tempat berkumpul akhir yang melibatkan anak-anak peserta TPA. Hal yang ingin ditekankan adalah kreativitas dan antusiasme dalam menjalani aktivitas di bulan Ramadhan. Dalam acara ini digunakan juga properti dan yel-yel yang dibuat oleh kelompok peserta dari tiap masjid. Nantinya ada pemilihan kelompok pawai terbaik yang akan diberi hadiah.

  • Buka Bersama Bareng Warga: Acara buka bereng warga ini dikemas dalam sebuah rangkaian acara yang berisi tabligh akbar, ramah tamah, dan buka puasa bersama. Dalam tabligh akbar akan ada penyampaian materi keislaman oleh penceramah yang diundang. Ramah tamah merupakan ajang perkenalan antara peserta PPSDMS Regional 2 Bandung dengan warga. Acara ditutup dengan buka puasa bersama (santap ta’jil dan makan malam)
  • Kegiatan ini akan berlangsung pada hari Minggu, 12 Agustus 2012 di Asrama PPSDMS Regional 2 Bandung

    Generasi Tourist Muda Indonesia

    Added by: Kemitraan Staff (Monday, 28 January 2013 10:38)
    Last Modified: Kemitraan Staff (Monday, 28 January 2013 14:20)


    Generasi yang ganjil ini hidup antara tertidur dan terjaga. Didalam tangannya mereka mengenggam tanah masa lalu dan buih-buih masa depan

    Kahlil Gibran

    more info (+)

    Beberapa fakta menunjukkan kondisi generasi muda yang jauh dari harapan dan tugas sucinya sebagai agen perubahan. Pertama, dari riset yang dilakukan oleh Common Sense Media terungkap juga bahwa 41 persen generasi muda menyatakan mereka telah kecanduan dengan telepon genggam, sebanyak 20 persen mengakui candu serupa terjadi pada media sosial. Kedua, Survei dari Frontier ini dilakukan di enam kota besar di Indonesia. Kelompok reponden adalah remaja yang berusia antara 13 hingga 18 tahun, atau mereka yang duduk di bangku SMP dan SMA. Hasil survei menunjukkan para remaja yang memiliki akun media sosial adalah 91,2% di tahun 2011. Pada tahun 2012, persentase ini meningkat menjadi 97,5%. Peningkatan terbesar adalah perilaku mereka dalam hal melakukan download atau upload, yang semula hanya 48,8% di tahun 2011, menjadi 71,1% di tahun 2012.

    Ketiga, berdasarkan survei tahun 2011, belanja para remaja mencapai sebesar Rp 40-60 triliun untuk seluruh konsumsi belanja mereka. Keempat, "Hanya 21 persen pemuda yang tertarik dengan politik, sisanya tidak tertarik. Politik belakang makin menjauhi anak muda. Pekerjaan yang mereka inginkan wiraswasta dan PNS," ujar peneliti LSI, Burhanuddin Muhtadi dalam diskusi bertemakan 'Kaum Muda Indonesia Menggugat: Konsolidasi Kebangsaan Menuju Keadilan Sosial', di Gedung Joeang, Jakarta, Rabu (15/8).

    Dan terakhir, survei yang dilakukan Sabda PS memperlihatkan bahwa sebanyak 95% generasi muda tidak dapat berfikir secara kritis.

    Ketika 84 para pemuda dari seluruh Indonesia bersumpah untuk berbangsa, bertanah air satu, dan berbahasa satu, Indonesia, mereka mempunyai tekat yang kuat untuk membangun state-nation. Mereka sadar bahwa Indonesia adalah terdiri dari beragam bangsa. Maka mereka ingin menjadikan beragam bangsa ini menjadi sebuah bangsa satu, bangsa Indonesia.

    Definisi Indonesia yang semula adalah definisi etnis berubah menjadi definisi geografis. Akhirnya Indonesia sendiri menjadi definisi politis. Benedict Anderson menggambarkannya sebagai Imagined Communities. Sekelompok orang yang tidak pernah bertemu satu sama lain, tapi mereka mempunya sense of belong yang kuat. Sekelompok ini bertahan sampai sekarang meski korupsi, konflik etnis, MNC asing mencoba menggerogoti eksistensi mereka. Tapi negara in tetap bertahan dan bahkan diprediksi akan menjadi negara maju di 2030.

    Pemuda yang dulu merindukan kejayaan kepada rakyat yang kebingungan di persimpangan jalan. Kini pemuda telah menjadi vagabond. Mereka menjadi gembel di era globalisasi, berpetualang tanpa arah, dan kehilangan identitasnya. Mereka yang seharusnya menggenggam tanah masa lalu dan menabur buih masa depan telah tenggelam dalam konsumerisme, hedonisme, dan kondisi aesthetic. Maka nasionalisme yang didengungkan dulu telah berganti menjadi sekelompok zombie yang telah terbius dengan hingar binar globalisasi.

    Maka menjadi penting untuk menjadikan nasionalisme sebagai identitas untuk menghadapi globalisasi. Karena negara masih menjadi entitas yang bertanggung jawab atas kehidupan warganya. Kalaupun tidak menggunakan nasionalisme maka akan muncul kelompok fundamentalis yagn berubah menjadi kaum barbar.

    Nasionalisme itu sendiri haruslah dinamis, hidup dan multiintepretatif (Susanto, 2008). Karena itu covoc nasionalism menjadi sesuai dalam konteks ini ketimbagn etno nationalism. Karena ketika kita berbicara identitas etnis, kita akan berbenturan dengan hal yang given. Kita tidak bisa memilih untuk terlahir menjadi orang jawa, batak, atau minang. Tapi kita mempunyai identitas sebagai civic, yaitu warga negara Indonesia.

    Maka dengan civic nationalism akan terbentuk generasi muda tourist yang mampu menjelajah gloalisasi, di sisi lain mereka tahu jalan pulang, tidak kehilangan identitasnya. Mereka mampu menjadi generasi ganjil yang menggenggam tanah masa lalu dan menabur buih masa depan.

    Daftar pustaka:

    Joko Susanto, “Globalisasi, Pemuda dan Kesinambungan Budaya”, dalam Pemuda dan Nasionalisme, Surabaya: Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Propinsi Jawa Timur, 2008, pp. 55-77

    Gerakan Anti Rokok 9cm mengudara di kota Bogor

    Added by: Program Staff (Monday, 30 September 2013 09:26)
    Last Modified: Program Staff (Monday, 30 September 2013 09:27)

    GERAKAN NASIONAL 9CM MENGUDARA DI KOTA  BOGOR

    Tidak ada yang spesial pada Hari Ahad, 22 September 2013 di Asrama PPSDMS Nurul Fikri Regional 5 Bogor atau yang dikenal dengan sebutan Riverside Dorm. Namun, keistimewaan justru hadir dari salah satu ruang studio di RRI Pro 1 Bogor 93,7 FM. Sore itu, 2 orang ksatria kujang yaitu Barli dan Randi tampil sebagai narasumber bersama Mas Wahyu, Host ‘Rahasia Sunnah’ di Trans7, dalam program English Time kerjasama antara RRI Pro 1 Bogor dengan Smart Ekselensia Dompet Dhuafa. Tema yang diangkat pekan ini adalah mengenai ‘Beauty contest and anti-cigarette campaign’. Inilah yang membuat seisi asrama PPSDMS R5 bersemangat. Tema ini sangat erat berkaitan dengan kampanye gerakan nasional 9cm yang dilakukan oleh para santri PPSDMS Nurul Fikri Regional 5 Bogor baru-baru ini. Kampanye 9cm membuat salah satu radio kebanggaan Kota Bogor itu mengundang 2 orang perwakilan dari Riverside Dorm untuk tampil sebagai narasumbe salah satu program berbahasa inggrisnya. Tentu saja dipilih 2 orang ksatria kujang yang dapat bertiki-taka dengan host program, Mbak Elisa dan Mas Wahyu yang kelahiran Australia dalam bahasa inggris yang menyenangkan dan disukai para pendengar.

    more info (+)

    Program siaran English Time ini juga dimanfaatkan oleh Barli dan Randi untuk sekaligus menyosialisasikan gerakan 9cm ke seantero Kota Bogor melalui telinga para pendengar setia radio RRI Pro 1 93,7 FM. Kedua santri PPSDMS NF Regional 5 Bogor ini tanpa malu mengajak para pendengar yang sebagian besar dari kalangan muda Kota Bogor untuk mengetahui bahayanya rokok sejak dini dan juga mengajak para pemuda Kota Bogor untuk tidak menggunakan benda berbahaya itu. Respon berupa pertanyaan dan tanggapan, termasuk dari para ksatria kujang lainnya yang ikut mendengarkan melalui radio, yang banyak dilayangkan oleh para pendengar membuat program English Time di Radio RRI Pro 1 kali ini sangat menarik. Tidak lupa, Mas Wahyu, yang tidak mau dipanggil dengan sebutan mister meski seorang ekspatriat, ikut memberikan komentarnya mengenai gerakan anti rokok 9cm ini.

    Program siaran yang berlangsung selama 2 jam ini menjadi langkah awal ekspansi gerakan 9cm di Kota Bogor oleh para santri PPSDMS Nurul Fikri Regional 5 Bogor. Permulaan yang baik untuk gerakan nasional yang konkrit di Kota Bogor agar bebas dari asap rokok. Semoga. (JAI)

     

    Gerakan FLAC dan 9CM mendunia di kampus ITB

    Added by: Program Staff (Monday, 30 September 2013 09:19)
    Last Modified: Program Staff (Monday, 30 September 2013 09:23)

    GERAKAN FLAC DAN 9CM MENDUNIA DI KAMPUS PERTANIAN

    Mahasiswa Tingkat Persiapan Bersama (TPB) Institut Pertanian Bogor kedatangan tamu istimewa pada hari Jumat-Sabtu, 13-14 September 2013.  Pasalnya, kegiatan Achievement Motivation Training (AMT) yang diadakan atas kerjasama antara pengelola Asrama TPB IPB dan PPSDMS Nurul Fikri Regional 5 Bogor menghadirkan para ksatria kujang untuk memberikan motivasi kepada para mahasiswa baru IPB ini. Mulai dari asrama-asrama putri seperti A1, A2, A3 dan Rusunawa TPB IPB yang dikunjungi para santri PPSDMS di hari Jumat, hingga asrama-asrama putra TPB IPB di hari Sabtunya. Antusiasme para mahasiswa baru IPB Angkatan 50 dalam mengikuti kegiatan ini membuat para santri PPSDMS Nurul Fikri Regional 5 Bogor tidak menyia-nyiakan kesempatan emas untuk ikut menyosialisasikan gerakan nasional yang dirintis oleh PPSDMS Nurul Fikri yaitu gerakan pendidikan anti-korupsi sejak dini FLAC dan gerakan komunitas anti-rokok 9cm. Pihak panitia dari pengelola asrama TPB IPB juga menyambut gembira kegiatan sosialisasi gerakan nasional tersebut.

    more info (+)

     

     

    Setiap asrama mahasiswa diisi oleh 2 orang santri R5 dan 2 orang santri lainnya bertindak sebagai dokumentator yang mobile untuk menangkap setiap momen istimewa dalam kegiatan tersebut. Setelah sesi AMT di setiap asrama selesai, maka dimulailah sosialisasi FLAC dan 9cm. Kegiatan sosialisasi dimulai dengan pemutaran video profil kedua gerakan kemudian ada penjelasan dari para motivator yang tak lain adalah santri PPSDMS R5 itu tentang bahayanya korupsi dan rokok serta penanaman kesadaran dini akan pentingnya hidup bersih, jujur serta bebas rokok. Antusias para mahasiswa/i baru IPB yang total berjumlah sekitar 3600 orang ini terlihat dengan beberapa mahasiswa/i mengajukan pertanyaan kepada para santri PPSDMS R5 mengenai gerakan nasional yang dirintis oleh PPSDMS Nurul Fikri ini.

     

    Kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah awal membuminya gerakan nasional kebaikan di bumi kampus pertanian IPB terutama gerakan 9cm yang baru dirintis oleh PPSDMS Nurul Fikri tahun ini. Semoga dengan awalan yang baik dapat menumbuhkan kader-kader Future Leaders baru yang bersih, jujur, bebas rokok dan tentu saja cinta pertanian Indonesia. (JAI)

    Hati, Itulah Jawabannya

    Added by: irsyad (Monday, 14 April 2014 13:53)
    Last Modified: irsyad (Monday, 14 April 2014 13:58)

    Mohammad Nizam Mustaqim, "HATI, ITULAH JAWABANNYA". 

    “Sebaik-baiknya umat adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain”, begitulah bunyi salah satu hadits Rasulullah SAW. Hadits ini menjelaskan secara tersirat bahwa umat yang terbaik adalah orang yang peduli terhadap masyarakat sekitarnya dengan pengabdian sebagai wujud konkretnya. Kepedulian bukan hanya terhadap masyarakatnya melainkan lingkungan tempat tinggal kita pun termasuk dalam konteks social awareness yang sebenarnya. Melihat kondisi alam yang semakin buruk, iklim yang tak menentu, suhu yang semakin ekstrim, belum lagi ditambah kondisi moral dan finansial bangsa kita yang semakin hari makin terpuruk sehingga semakin bermunculan kaum marjinal yang terpinggirkan. Kepedulian sosial menjadi barang yang mutlak diperlukan untuk mengangkat harkat dan martabat negara tercinta, Indonesia.

    more info (+)

     

                  Meraih kejayaan bangsa tidaklah mudah karena diperlukan rasa saling memiliki dan menghargai tanah air tercinta ini. Kepedulian terhadap sesama adalah pemicu dan pemacu terciptanya kehidupan yang madani, damai, dan mandiri. Semakin tinggi jiwa sosial masyarakat suatu bangsa, semakin tinggi pula persentase harapan kemakmuran suatu bangsa. Cara untuk mengoptimalkan diri kepedulian sosial kita terhadap sesama sangatlah banyak. Bila kita seorang jutawan, berikanlah sedikit harta  untuk orang yang membutuhkan. Sebaliknya, jika kita hanyalah orang miskin nan minus harta, berikanlah sumbangsih tenaga dan pikiran kita kepada lingkungan sekitar kita. Namun terkadang pengoptimalan suatu kepekaan sosial hanya disempitkan dan diukur berdasarkan materi. Padahal meningkatkan kepedulian sosial haruslah dilandasi oleh niat yang tulus. So, apa sebenarnya kunci dari kepedulian sosial ini?. Jawabannya adalah hati karena kepedulian berawal dari hati nurani yang sejati.

                Hati memiliki kekuatan yang besar. Kebersihan hati berbanding lurus dengan kemaksimalan suatu pengabdian sedangkan kerusakan hati sama dengan kesengsaraan rakyat yang ditambahkan penderitaan rakyat. Sungguh ironis, bila melihat degradasi moral yang terjadi pada bangsa ini. Realita sosial memperlihatkan banyak orang yang tega mengambil hak rakyat melalui korupsi yang keji. Mereka bukanlah orang yang miskin ataupun bodoh. Namun mereka adalah orang yang kaya nan pintar tetapi sangat miskin akan moral dan harga diri. Orang seperti inilah yang akan melanggengkan kemiskinan di Indonesia dengan jurang pemisah antara ‘si kaya’ dan ‘si miskin’ yang begitu curam.

                Hati, inilah pernyataan yang paling sesuai bila membicarakan pengoptimalan kepekaan sosial. Dengan hati, seseorang dapat merasakan kepedihan hati orang lain, kepedihan berantai yang seolah tiada putusnya dan keperihan hati yang selalu dicabik oleh ketidakadilan yang sungguh tak manusiawi. Di luar sana, sering kita saksikan orang makan dengan santainya dan penuh keserakahan. Di sisi lain, saudaranya harus membanting tulang bahkan mengemis hanya demi sesuap nasi. Namun tidak sedikit pula orang kaya yang peduli  akan negaranya. Mereka berbondong-bondong dan berlomba-lomba memberikan bantuan kepada ‘si miskin’. Sayangnya, kebanyakan bantuan ini tidak dilandasi keikhlasan hati dan sering kali hanya digunakan sebatas strategi politik strategis bengis yang telah membutakan nurani  orang di negeri ini. Tujuan mereka hanya satu,yakni  mencari simpati dan partisipasi tanpa mempedulikan rasa empati pada problematika sosial di negeri ini. Bagi mereka tahta adalah segalanya dan kesengsaraan rakyat adalah side effect utama. 

                Kepedulian sosial yang optimal haruslah dimulai sejak dini, mulai dari hal yang mikro hingga sesuatu yang makro. Peka secara sosial senantiasa hidup berdampingan dengan peka secara finansial. Kebanyakan orang sering mengalami gejolak finansial di dalam hatinya ketika memberikan pertolongan kepada sesama. Di dalam batinnya selalu berkecamuk pertanyaan ikhlas atau tidak, sampai hitungan detail terhadap sesuatu yang telah diberikan. Musuh maya berupa goncangan hati inilah yang selalu menyerang dan menguji keteguhan hati kita. Godaan dan hiasan dunia nan mempesona tanpa kenal lelah berusaha melawan ketulusan hati kita. Terkadang ujian hati datang silih berganti tiada henti. Angin kenikmatan begitu sulit untuk kita lawan. Memang benar kata pepatah “monyet jatuh dari pohon bukan karena angin kencang tetapi angin sepoi nan tenang”. Hal ini mengisyaratkan bahwa ujian kesenangan lebih sulit ditaklukkan daripada ujian kesusahan. Buktinya, orang yang tidak memiliki harta yang berlebih malah mempunyai jiwa sosial yang lebih tinggi dibandingkan orang-orang yang bergelimang harta.

                Social awareness  terhadap lingkungan sekitar haruslah dimulai sekarang atau tidak untuk selamanya. It’s now or never. Tomorrow will be too late (Elvis Presley). Ingatlah kawan, fitrah kita adalah makhluk sosial yang memiliki intuisi untuk berkelompok dan pastinya memerlukan bantuan orang lain. Kehidupan ibarat sebuah roda, kadang di atas, kadang di bawah. It’s okay, jika sekarang kita adalah orang kaya yang seolah tak perlu bantuan orang lain. Tetapi, coba kita pikirkan ketika berada di posisi bawah, pasti kita akan merengek dan baru menyadari pentingnya sesuatu yang bernama kepekaan sosial. Bayangkan kita di posisi orang-orang yang membutuhkan belas kasihan dari saudaranya. Bagaimana juga rasanya menjadi pekerja keras dengan ganjaran upah yang tidak sesuai dengan banyaknya keringat yang telah dikeluarkan hanya demi menjaga kepulan asap dapur. Lihatlah ke bawah agar kalian bisa bersyukur karena Allah SWT telah menjanjikan tambahan rezeki sebagai efek rasa syukur kita. Perjuangan tidak harus dengan berperang tetapi semangat berperanglah yang diperlukan untuk perjuangan mengabdikan diri dalam masyarakat. Hati tulus, hidup mulus, negarapun akan menjadi bagus. Di kala kita membantu tancapkanlah prinsip, kita senang, mereka tenang, dan negara akan gemilang. Perjuangan bukan berarti harus mati tetapi perjuangan sejati dilandasi rasa kepedulian sosial yang tinggi, bergelora, dan berapi-api. Jadikan pengabdian berazaskan kepekaan sosial sebagai muara juangmu. Jadilah umat terbaik dengan kemannfaatan bagi sesama yang besar. Tetap semangat dan jaga ketulusan hati. Hidup senang tak harus punya uang melainkan hidup senang, hatipun harus tenang. Do the best, for the best, and be the best.

     

    Head Office PPSDMS NF

    Added by: Super User (Monday, 21 May 2012 08:59)
    Last Modified: Administrator Web (Wednesday, 26 September 2012 10:55)

    Jl. Lenteng Agung Raya No. 20
    Srengseng Sawah, jakarta Selatan, 12640
    Telp. (021) 7888 3828 Fax. (021) 7888 3829
    e-mail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.


    Anda juga dapat menghubungi kami dengan mengirimkan kami pesan menggunakan form kontak di bawah ini. Pesan Anda akan masuk ke e-mail kami dan akan segera kami tindaklanjuti. Terimakasih sudah menghubungi kami.

     

    Lokasi Kantor Pusat PPSDMS

    Idealisme Memang Penting, tapi Bijaksana Lebih Penting

    Added by: Program Staff (Thursday, 07 March 2013 10:00)
    Last Modified: Kemitraan Staff (Thursday, 07 March 2013 16:01)

    Idealisme Memang Penting, tapi Bijaksana Lebih Penting

    Gagasan itu mengemuka dalam sharing alumni yang diadakan PPSDMS Regional IV Surabaya pada tanggal 9 Maret 2013 di asrama PPSDMS Regional IV. Sharing alumni yang mendatangkan alumni PPSDMS angkatan V bernama Irawan kemarin berlangsung seru. Para peserta mendengarkan dengan seksama penjelasan yang diberikan narasumber mengenai dunia paska kampus.

    Irawan yang bekerja di BP (dulu British Petroleum) ini memberikan beberapa tips dan informasi yang berharga kepada para peserta sebagai bekal menjelajah dunia paska kampus. Beliau memulai dengan memutarkan video profil BP sebagai tempatnya bekerja. Kemudian menjelaskan beberapa hal mengenai perusahaan tersebut.

    more info (+)

    Beliau mengatakan bahwa idealisme memang penting, tapi yang lebih penting adalah bijaksana. Karena orang yang bijaksana pasti idealis. Banyak orang yang mempertahankan idealismenya hanya untuk definisi yang sempit dan pada akhirnya mengorbankan kebahagiaan pribadi dan keluarganya.

    Yang kemudian menarik adalah jawaban beliau mengenai pertanyaan motivasi bekerja di MNC. Karena selama ini dianggap sebagai antek asing atau “melacurkan diri. Menurutnya keberadaan MNC di Indonesia sangat membantu. Selain hasil perusahaan sebesar 80 % yang diberikan kepada Indonesia, perusahaan juga mempunyai CSR yang memberikan bantuan sosial berupa beasiswa dan pembangunan fasilitas umum di daerah sekitar.

    Ketika pajak sebesar 80% itu diserahkan kepada pemerintah, maka yang menjadi masalah adalah akuntabitas dan penggunaan dana tersebut yang seringkali diselewengkan. Maka dari itu kita sebagai mahasiswa hendaknya melihat permasalahan secara mendalam dan tidak tertipu perspektif media atau common sense.

    Beliau juga mengatakan bahwa skill organisasi menjadi pentinga dalam dunia kerja. Karena dibutuhkan kemampuan untuk mengorganisasi, memimpin, dan menyelesaikan masalah. Yang tentunya tidak kalah penting adalah pengetahuan yang diukur dari IPK yang biasanya di atas 3. Sharing alumni ini menjadi habitus bagi para peserta untuk menjalani dunia paska kampus nantinya.

    Idul Adha 1433 H

    Added by: Super User (Tuesday, 15 May 2012 13:59)
    Last Modified: Super User (Friday, 23 November 2012 19:59)

    Ifthor Dengan Anak Yatim Regional Surabaya

    Added by: Super User (Friday, 10 August 2012 11:49)
    Last Modified: Kemitraan Staff (Tuesday, 14 August 2012 11:14)

    Di lembaran 4 Agustus 2012 kurang lebih pasukan Heroboyo berjumlah 28 orang dan ditambah dengan satu supervisor dan satu manager asrama berangkat menuju Mulyosari BPD blok H nomor 7, salah satu rumah saudara seperjuangan kami berdiam yakni Moch Luthfy Rizaldi. Keberangkatan kami disebabkan untuk berpatisipasi mengikuti kegiatan buka bersama anak yatim. Kebetulan agenda sosial asrama ini bertempat di rumah saudara kami si Heroboy 21. Acara bukber anak yatim ini dimulai pada jam 16.00. keterlibatan kami dalam bukber anak yatim ini membuat rasa persaudaraan antar saudara heroboy semakin erat dan membuat pemikiran kami semakin dekat dengan malaikat kecil yang tak memiliki kesempatan sama seperti kami. Satu hari sebelumnya pada tanggal 3 Agustus 2012, sebagian para Heroboy sibuk mempersiapkan bingkisan untuk acara ini dan rencananya akan dibagikan kepada adik-adik panti yang datang pada bukber kali ini.

    more info (+)

    Acara pertama pada bukber anak yatim diisi dengan bacaan tilawah oleh saudara kami yang bernama Bintang Gumilang dan kesempatan surah yang dibaca adalah surah Ar-Rahman. Kemudian dilanjutkan dengan acara siraman rohani oleh Ustad Mauliq dengan menyuguhkan tema “Berkah Ramadhan”. Kemasan siraman rohani dikemas sesuai lawan interaksi beliau, yakni anak-anak. Sehingga  siraman rohani beliau terkesan begitu funny dan ringan, hal tersebut dibuktikan dengan setiap permasalahan yang disuguhkan melalui anlaogi lucu seperti permasalahan mengenai besar kasih sayang orang tua, ayah dan ibu digambarkan melalui kisah hidup seekor penguin.

    Siraman rohani berlangsung selama kurang lebih 60 menit, dimulai pada jam 16.15 dan berkahir pada jam 17.15. Sesaat setelah siraman rohani, beliau memimpin lantunan doa untuk kami semua. Lumayan khusyuk hingga membuat salah satu anak yatim yang bernama Badar meneteskan airmata, tuturnya saat duduk bersebelahan pada salah satu pasukan Heroboy Dimas saat menyantap semangkuk soto diwaktu berbuka. Dan adzanpun telah berkumandang dengan suara bedug yang khas, wajah ceria terpancar pada seluruh anak yatim saat mendengar bunyi bedug khas. Acara berikutnya plus acara terakhir yang telah ditunggu-tunggu berbuka bersama dan berbagi bingkisan dari pasukan Heroboyo.

    Senang rasanya melihat kebahagiaan yang terpancar dalam rona wajah mereka, dan kami merasakan hal yang berbeda ketika kami harus berbuka bersama, menyantap hidangan ta’jil dengan mereka. Wajah polos merekalah yang terlihat saat menghantarkan sesendok nasi soto ke arah mulut mereka. Dan ada satu tamu spesial yang datang jauh-jauh dari Bogor, dia juga saudara seperjuangan kami yang memang kebetulan ada agenda lomba di Surabaya. Sehingga dia singgah sejenak ke rumah inkubator Heroboyo, dan kebetulan pada hari yang sama itulah dia berkesempatan untuk mengikuti agenda sore hari itu, bukber anak yatim dengan pasukan Heroboyo. Dia adalah ...

    Substansi orientasi kegiatan ini bukan hanya semata-mata untuk pemenuhan kegiatan bersifat momentual saja, melainkan mempunyai nilai yang begitu besar yakni menyadarkan kita bahwasanya mereka (anak yatim) juga bagian dari kebahagiaan serta tanggung jawab kita. Kami tak berhenti mengucapkan terimakasih kepada tuan rumah, ibunda Luthfy Rahayu Mardianti dan Ayahanda Luthfy, Bapak Bambang atas tempat, waktu dan layanan takjil cukup lumayan mewah bagi kami.

    Sebelum para malaikat kecil itu pergi meninggalkan moment yang hanya terjadi pada waktu 3 jam saja, kami pasukan heroboy diberi kesempatan untuk menyerahkan bingkisan. Nilai bingkisan yang menurut kami tak sebegitu besar dibandingkan dengan kebesaran nikmat Allah yakni diberikan waktu berkumpul bersama dan berbagi bersama dengan mereka. Besar harapan kami untuk agenda seperti ini dapat teerlaksana kembali. Kalau perlu menjadi agenda bulanan bagi kami semua yaitu berbagi bersama tiap bulannya.

     

    Nama Kegiatan

    :

    Ifthor Bersama Anak Yatim

    Waktu

    :

    Sabtu, 4 Agustus 2012

    Tempat

    :

    Kediaman Luthfi Rizaldi (Peserta PPSDMS R4 angkatan VI)

    Pembicara

    :

    Ustadz Mauliq

    Materi

    :

     

    Jurnalis Kegiatan

    :

    Dimas Nur Apriyanto

    Indahnya berbagi dibulan Suci

    Added by: Program Staff (Thursday, 01 August 2013 09:02)
    Last Modified: Program Staff (Thursday, 01 August 2013 09:07)

    Acara Tabligh Akbar kali ini adalah merupakan rangkaian acara dari Ramadan Fiesta, yang bertepatan dengan hari kesembilan di bulan Ramadan. Acara ini diadakan di dalam ruangan auditorium PPSDMS Nurul Fikri. Acara dimulai pada pukul 16.30 dengan dihadiri oleh warga sekitar dan tamu undangan yang berasal dari lembaga-lembaga di Universitas Indonesia. Setelah dibuka oleh master of ceremony, acara dilanjutkan dengan pembacaan tilawah dan sari tilawah oleh Fathan Mubina, mahasiswa jurusan ilmu politik angkatan 2011. Setelah itu, acara diserahkan kepada moderator yang luar biasa, yaitu Faldo Maldini, mahasiswa jurusan fisika Universitas Indonesia angkatan 2008.

    more info (+)

     

    Setelah menyapa para hadirin yang kurang lebih berjumlah 50 orang, yang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, adik-adik, dan mahasiswa Universitas Indonesia. Acara dilanjutkan dengan pemberian materi bersedekah oleh Bang Jay Teroris. Di dalam materinya, bang Jay mengawalinya dengan bercerita akan kondisi masyarakat saat ini.

    Melihat kondisi seperti itu, maka sudah saatnya kita berikhtiar dalam menggali potensi anak negeri. Kondisi yang ada saat ini adalah orang Indonesia lebih suka membeli produk luar negeri. Lalu ada pula gunung emas di daerah Papua yang saat ini telah berubah menjadi danau. Inti dari semua penjabaran bang Jay kali ini adalah tentang bagaimana menggali potensi anak negeri untuk bersedekah, namun dengan terlebih dahulu diawali dengan potret indonesia masa kini. Dengan kondisi tersebut, mau tidak mau maka harus ada perubahan. Peluang banyak, namun tidak dapat dimanfaatkan dengan optimal. Hal tersebut juga menjawab pertanyaan tentang mengapa sampai sekarang bangsa ini masih miskin? Ya, karena kita tidak mau berbagi. Pun kita sudah sama-sama mengetahui bahwa Allah bersemayam di lubuk hati orang miskin.

    Acara ini diharapkan mengubah paradigma masyarakat bahwa tidak perlu menunggu menjadi kaya untuk banyak berbagi dan bersedekah. Bersedekah dapat dilakukan kapan saja dimana saja dalam keadaan lapang maupun sempit. Ya, karena pada dasarnya bersedekah itu mudah dan memudahkan.

    Indahnya Ramadhan di Yogjakarta

    Added by: Program Staff (Thursday, 01 August 2013 10:25)
    Last Modified: (Thursday, 01 August 2013 10:25)

     

     

     

    Masa Depan itu, Ada di Sini : OrangeDorm

    Memang selalu benar adanya bahwa bulan Ramadhan itu adalah bulan yang penuh berkah. Sejak hari pertama puasa pun berkah itu selalu datang adanya, Allah mengirimkan malaikat-malaikat kecil di asrama ini. Malaikat-malaikat kecil yang dipenuhi senyum ceria bertemu dengan Tuhannya dalam bimbingan kakak-kakak sosiologis domisilinya. Anak-anak sekitar asrama Orange Dorm yang datang untuk tarawih bersama selama satu minggu awal bulan Ramadhan bersama kakak-kakak PPSDMS putra Yogyakarta.

    more info (+)

     

    Menjadi hal yang unik bagi peserta PPSDMS putra Yogyakarta dimana saat inilah menjadi momen bersama untuk menembus batas dan sekat yang ada. Jika selama ini peserta PPSDMS putra Yogyakarta yang dipundaknya terdapat amanah-amanah mulia selalu berkecimpung dengan satu entitasnya yaitu civitas akademika, inilah saatnya menembus batas entitas itu bersama anak-anak. Karena menjadi pemimpin dalam satu entitas yang sama sudah barang tentu menjadi hal yang biasa bagi peserta PPSDMS, namun menjadi pemimpin dan guru bagi anak-anak dengan rentang usia yang beragam merupakan hal di luar kebiasaan yang dilakukan selama ini.

    Menjadi pemimpin dan guru bagi anak-anak tentunya bukan merupakan sebuah pekerjaan yang mudah. Ketika saatnya mampu menembus batas entitas itu, di titik itulah saatnya memulai untuk menjadi satu bersama mereka. Merubah segala pandangan untuk berusaha menjadi sama seperti mereka. Memang terlihat aneh dalam pandangan dewasa, tetapi yakinlah bahwa itu merupakan hal yang sangat menarik bagi mereka. Segala hal yang akan disampaikan menjadikannya yakin dapat diterima oleh anak-anak.

    Tidak terkecuali di saat peserta PPSDMS putra Yogyakarta melakukan shalat tarawih, ceramah dan games edukatif bagi mereka. Sebelas rakaat tarawih dan witir dirasa berat dalam benak anak-anak, hal ini terlihat jelas di saat selesai shalat empat rakaat pertama mereka selalu bertanya “Kak, masih berapa shalat lagi?”. Menampakkan wajah lugu mereka menjadikan kakak-kakak peserta PPSDMS putra Yogyakarta membimbing sabar penuh sikap ketelatenan untuk mengajak mereka tetap menyelesaikan hingga shalat witir. Menjadi pendekatan yang lain ketika menghadapi anak-anak putri, diperlukan pendekatan khusus dengan pengertian yang lain untuk tetap sanggup menyelesaikan hingga akhir rangkaian shalat.

    Belum berhenti sampai di situ, dalam ceramah tentunya juga memerlukan pendekatan lain agar nilai-nilai yang disampaikan mampu diterima anak-anak. Kunci pertama dalam ceramah ini adalah adanya fokus penyampaian berupa nilai-nilai universal yang ditampakkan. Kedua, nilai-nilai universal Islam itu kemudian dielaborasikan dengan bentuk contoh nyata kehidupan sehari-hari dalam bentuk cerita. Kedua inti tersebut kemudian dikemas dalam metode yang menarik.

    Ada beragam metode yang telah digunakan oleh kakak-kakak peserta PPSDMS putra Yogyakarta, ada metode cerita dengan menggambar, metode bercerita dengan bertindak seolah-olah menjadi aktor dan yang paling fenomenal adalah metode bercerita dengan boneka “Tata Titi” yang mampu menarik seluruh perhatian anak-anak selama kurang lebih setengah jam. Waktu yang cukup lama untuk membuat anak-anak mampu terdiam sejenak mengikuti alur cerita. Boneka “Tata Titi” adalah dua buah boneka yang dijadikan aktor dalam cerita yang dimainkan oleh sang pencerita. Boneka itu bergerak dan berdialog seolah-olah menjadi pelaku utama dalam cerita dan adegan yang dimainkan.

    Shalat tarawih dan ceramah unik ini kemudian dilanjutkan dengan permainan edukatif yang dimainkan secara bersama dengan kakak-kakak peserta PPSDMS putra Yogyakarta. Banyak games yang telah dilakukan, mulai dari games yang bertujuan untuk mendekatkan antara kakak dan adek dengan nyanyian “Kakak dan Adek”-nya, games ini merupakan games yang paling digemari oleh anak-anak karena sejak diperkenalkan pada hari pertama tarawih, anak-anak selalu minta untuk memainkannya lagi di setiap malam tarawih. Games ini adalah games menyanyi dengan melingkar bersama anak-anak dan melakukan sesuatu sesuai dengan lirik lagu yang dinyanyikan. Momen menyenangkan terletak di akhir lagu dimana ada lirik lagu “saling berpelukan” yang membuat kakak-kakak peserta PPSDMS putra Yogyakarta saling berpelukan bersama dengan anak-anak.

    Games latihan konsentrasi menjadi games yang paling banyak dilakukan mengingat beragamnya umur anak-anak dari yang belum sekolah hingga yang paling besar adalah kelas 6 SD. Games Tepuk Tangan “Hitung dan Angin”, Games “Tangkap dan Hindar Bakso” hingga Games “Melihat Apa yang Dikatakan” menjadi games penuh makna yang mampu meyakinkan kami, kakak-kakak peserta PPSDMS putra Yogyakarta bahwa akan ada penerus kami yang jauh lebih hebat. Hal ini didasarkan pada bahwa dengan seumur mereka yang masih sangat muda tidak canggung berinteraksi dengan entitas yang berbeda darinya. Sementara kami dulu sewaktu seumur muda mereka tidak seberuntung mereka bertemu dengan kakak-kakak mahasiswa yang membimbing untuk bermain bersama. Mereka memiliki kemenangan sejarah dalam perjalanan hidupnya lebih awal mengenal dunia daripada kami, sehingga ketika mereka dewasa seumuran kami akan jauh lebih matang dengan segala akumulasi pengetahuan yang telah dimiliki. Sehingga dengan senyum mereka di asrama ini, kami optimis bahwa masa depan itu ada di sini, di OrangeDorm. Dan kami pun bangga dengan kepemimpinan profetik kami, pemimpin yang regeneratif, pemimpin yang mempersiapkan penerusnya jauh lebih baik darinya demi menjaga perdaban untuk jauh lebih baik.

     

     

     

    Indahnya Ramadhan di Yogyakarta

    Added by: Program Staff (Thursday, 01 August 2013 10:25)
    Last Modified: Program Staff (Thursday, 01 August 2013 10:27)

    Masa Depan itu, Ada di Sini : OrangeDorm

    Memang selalu benar adanya bahwa bulan Ramadhan itu adalah bulan yang penuh berkah. Sejak hari pertama puasa pun berkah itu selalu datang adanya, Allah mengirimkan malaikat-malaikat kecil di asrama ini. Malaikat-malaikat kecil yang dipenuhi senyum ceria bertemu dengan Tuhannya dalam bimbingan kakak-kakak sosiologis domisilinya. Anak-anak sekitar asrama Orange Dorm yang datang untuk tarawih bersama selama satu minggu awal bulan Ramadhan bersama kakak-kakak PPSDMS putra Yogyakarta.

    more info (+)

     

    Menjadi hal yang unik bagi peserta PPSDMS putra Yogyakarta dimana saat inilah menjadi momen bersama untuk menembus batas dan sekat yang ada. Jika selama ini peserta PPSDMS putra Yogyakarta yang dipundaknya terdapat amanah-amanah mulia selalu berkecimpung dengan satu entitasnya yaitu civitas akademika, inilah saatnya menembus batas entitas itu bersama anak-anak. Karena menjadi pemimpin dalam satu entitas yang sama sudah barang tentu menjadi hal yang biasa bagi peserta PPSDMS, namun menjadi pemimpin dan guru bagi anak-anak dengan rentang usia yang beragam merupakan hal di luar kebiasaan yang dilakukan selama ini.

    Menjadi pemimpin dan guru bagi anak-anak tentunya bukan merupakan sebuah pekerjaan yang mudah. Ketika saatnya mampu menembus batas entitas itu, di titik itulah saatnya memulai untuk menjadi satu bersama mereka. Merubah segala pandangan untuk berusaha menjadi sama seperti mereka. Memang terlihat aneh dalam pandangan dewasa, tetapi yakinlah bahwa itu merupakan hal yang sangat menarik bagi mereka. Segala hal yang akan disampaikan menjadikannya yakin dapat diterima oleh anak-anak.

    Tidak terkecuali di saat peserta PPSDMS putra Yogyakarta melakukan shalat tarawih, ceramah dan games edukatif bagi mereka. Sebelas rakaat tarawih dan witir dirasa berat dalam benak anak-anak, hal ini terlihat jelas di saat selesai shalat empat rakaat pertama mereka selalu bertanya “Kak, masih berapa shalat lagi?”. Menampakkan wajah lugu mereka menjadikan kakak-kakak peserta PPSDMS putra Yogyakarta membimbing sabar penuh sikap ketelatenan untuk mengajak mereka tetap menyelesaikan hingga shalat witir. Menjadi pendekatan yang lain ketika menghadapi anak-anak putri, diperlukan pendekatan khusus dengan pengertian yang lain untuk tetap sanggup menyelesaikan hingga akhir rangkaian shalat.

    Belum berhenti sampai di situ, dalam ceramah tentunya juga memerlukan pendekatan lain agar nilai-nilai yang disampaikan mampu diterima anak-anak. Kunci pertama dalam ceramah ini adalah adanya fokus penyampaian berupa nilai-nilai universal yang ditampakkan. Kedua, nilai-nilai universal Islam itu kemudian dielaborasikan dengan bentuk contoh nyata kehidupan sehari-hari dalam bentuk cerita. Kedua inti tersebut kemudian dikemas dalam metode yang menarik.

    Ada beragam metode yang telah digunakan oleh kakak-kakak peserta PPSDMS putra Yogyakarta, ada metode cerita dengan menggambar, metode bercerita dengan bertindak seolah-olah menjadi aktor dan yang paling fenomenal adalah metode bercerita dengan boneka “Tata Titi” yang mampu menarik seluruh perhatian anak-anak selama kurang lebih setengah jam. Waktu yang cukup lama untuk membuat anak-anak mampu terdiam sejenak mengikuti alur cerita. Boneka “Tata Titi” adalah dua buah boneka yang dijadikan aktor dalam cerita yang dimainkan oleh sang pencerita. Boneka itu bergerak dan berdialog seolah-olah menjadi pelaku utama dalam cerita dan adegan yang dimainkan.

    Shalat tarawih dan ceramah unik ini kemudian dilanjutkan dengan permainan edukatif yang dimainkan secara bersama dengan kakak-kakak peserta PPSDMS putra Yogyakarta. Banyak games yang telah dilakukan, mulai dari games yang bertujuan untuk mendekatkan antara kakak dan adek dengan nyanyian “Kakak dan Adek”-nya, games ini merupakan games yang paling digemari oleh anak-anak karena sejak diperkenalkan pada hari pertama tarawih, anak-anak selalu minta untuk memainkannya lagi di setiap malam tarawih. Games ini adalah games menyanyi dengan melingkar bersama anak-anak dan melakukan sesuatu sesuai dengan lirik lagu yang dinyanyikan. Momen menyenangkan terletak di akhir lagu dimana ada lirik lagu “saling berpelukan” yang membuat kakak-kakak peserta PPSDMS putra Yogyakarta saling berpelukan bersama dengan anak-anak.

    Games latihan konsentrasi menjadi games yang paling banyak dilakukan mengingat beragamnya umur anak-anak dari yang belum sekolah hingga yang paling besar adalah kelas 6 SD. Games Tepuk Tangan “Hitung dan Angin”, Games “Tangkap dan Hindar Bakso” hingga Games “Melihat Apa yang Dikatakan” menjadi games penuh makna yang mampu meyakinkan kami, kakak-kakak peserta PPSDMS putra Yogyakarta bahwa akan ada penerus kami yang jauh lebih hebat. Hal ini didasarkan pada bahwa dengan seumur mereka yang masih sangat muda tidak canggung berinteraksi dengan entitas yang berbeda darinya. Sementara kami dulu sewaktu seumur muda mereka tidak seberuntung mereka bertemu dengan kakak-kakak mahasiswa yang membimbing untuk bermain bersama. Mereka memiliki kemenangan sejarah dalam perjalanan hidupnya lebih awal mengenal dunia daripada kami, sehingga ketika mereka dewasa seumuran kami akan jauh lebih matang dengan segala akumulasi pengetahuan yang telah dimiliki. Sehingga dengan senyum mereka di asrama ini, kami optimis bahwa masa depan itu ada di sini, di OrangeDorm. Dan kami pun bangga dengan kepemimpinan profetik kami, pemimpin yang regeneratif, pemimpin yang mempersiapkan penerusnya jauh lebih baik darinya demi menjaga perdaban untuk jauh lebih baik.

    Inspiring Woman Talks - Regional Jakarta

    Added by: Kemitraan Staff (Monday, 24 March 2014 14:53)
    Last Modified: (Monday, 24 March 2014 14:53)

    Kamis siang (20/3) di Aula Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, diselenggarakan acara Inspiring Woman Talks 2014 oleh PPSDMS Nurul Fikri Regional 1 Jakarta Putri. PPSDMS (Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis) merupakan salah satu program pembinaan bagi para mahasiswa berprestasi di beberapa universitas wilayah Indonesia. Salah satunya adalah PPSDMS Regional 1 Jakarta Putri ini. Acara ini dimulai pada pukul 13.00 hingga pukul 18.00. Tema acara yang dibawa adalah “Menjadi Perempuan Paripurna”. Pembicara pada sesi pertama ini yaitu Tami Pepeng (istri Pepeng) dan Ghaida Tsurayya.

    more info (+)

    Menurut Tami Pepeng, yang akrab disapa bunda Tami, perempuan paripurna adalah mereka yang kembali para jati diri dan fitrahnya. Menjadi perempuan yang menjalankan peran seorang ibu dan sitri bagi keluarganya. Apapun predikat dan pekerjaannya, dia adalah perempuan dan berperan sebagai perempuan. Bunda Tami adalah orang yang sangat menyayangi keluarga, terutama suaminya, yang banyak memberi inspirasi bagi hidupnya. Ia sangat menyayangi suaminya karena ia merasa bahwa suaminya adalah orang yang bertanggung jawab pada agamanya. “Kami hidup membeli nilai dari orang dan lingkungan sekitar”, tuturnya. Ia dan suami senantiasa mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang mereka alami. Inilah yang membuatnya selalu bersyukur. Ia pun bersyukur memiliki suami seperti Pepeng yang selalu kuat menghadapi kondisi sesulit apapun itu. Apalagi ketika tahun 2005 suaminya mulai sakit, bunda Tami dan suaminya mengganggap apa yang terjadi adalah ujian Allah. Sehingga mereka tak pernah putus asa dalam mejalani hidup mereka. “Yang paling penting adalah berkomunikasi dengan Tuhan”, kata Bunda Tami mengutip perkataan suami. Jadi, kita sangat beruntung menjadi perempuan, maka bersyukurlah. “You are lucky to be a woman”, ungkapnyaDengan bersyukur dan selalu ingin memberi yang terbaik terutama bagi keluarga, apapun dan dimanapun kondisinya, kita akan menjadi percaya diri. Semoga kisahnya dapat menjadi sedikit contoh bagi perempuan lainnya.

    Sedangkan menurut Ghaida Tsurayya, yang akrab di sapa Teh Ghaida, menanggapi bahwa perempuan paripurna adalah mereka yang dapat mengoptimalkan potensinya dengan tidak mengesampingkan peran utamanya di rumah tangga. Perempuan yang menikah di usia 20 tahun ini memilih menjalani passion di bidang designer hingga  merintis usaha. Karena menjalankan bisnis dan lebih memilih mengurus anak-anaknya, dia menunda melanjutkan sekolahnya. Dia sempat merasakan fase-fase sibuk yang membuat ia lalai pada anak-anaknya. Padahal anak itu seharusnya bermain dengan ibunya, bukan dengan gadget, bebek-bebek, maupun mainan lainnya. Kita boleh berencana dan bercita-cita tapi Allah yang Maha Mewujudkannya. Jadi, kodrat muslimah memang ada di rumah. Itulah amanah utama kita. Salah satu cara menyiasati agar peran di rumah dan pekerjaan sama-sama berjalan adalah memperbaiki kualitas waktu kita dengan keluarga dan meniatkan diri selalu membantu orang lain, terutama keluarga karena Allah sehingga Allah mau membantu kita dekat dengan keluarga dan bermanfaat untuk orang lain.

    Peserta yang kurang lebih berjumlah 200 orang ini menyambutan hangat kedua pembicara. Kisah bunda Tami pun menghanyutkan pserta dalam tangis sendu dan haru. Sedangkan teh Ghaida yang ceria memberikan nuansa berbeda di sesi pertama kali ini. Sesi diakhiri setelah sesi tanya jawab dengan kedua pembicara selesai. Peserta sangat antusias bertanya dan nampak puas dengan penjelasan kedua pembicara.

    Teteh Lia, sapaan akrabnya, adalah istri dari walikota Bandung yang tengah menjabat sekarang. Ia menjadi salah satu pembicara di sesi kedua Inspiring Women Talks 2014 kali ini. Menurut teh Lia, menjadi perempuan hendaknya mampu mengoptimalkan potensi yang dimilikinya dan senantiasa menggunakan hati sehingga syukur dan sabar seiring sejalan. Meski ia menjadi istri walikota, bukan berarti ia tidak sesibuk suaminya. Ia sama sibuknya sehingga perlu membagi waktu untuk tugas kedinasannya dan tugas dalam keluarganya. Dalam setiap kesibukannya, ia tetap memfokuskan perhatiannya pada keluarga. Sesibuk apapun, ia selalu merasa bahwa dirinya untuk keluarga dan harus ada untuk keluarga. Karena itulah, menurutnya perempuan harus pandai membagi waktu. “Tidak boleh ada emansipasi kebablasan. Menjadi istri dan tinggal bersama keluarga pun tetap bisa melakukan sesuatu,” kata Teh Lia.

    Teh Lia yang juga sibuk dengan berbagai aktivitas, seperti mengajar, menjadi host, aktivis kegiatan sosial, aktif memberi ceramah pada para perempuan, dan sebagainya, mengaku hidupnya penuh kerja keras. Bersama suami, ia hadapi kerasnya hidup dan ujian yang datang, dengan pantang menyerah. “Jika kita menggunakan hati, semua akan ringan”, tuturnya. Bagi Teh Lia, setiap masalah adalah tantangan, ia harus bisa dan ia harus tahu. Maka jadilah perempuan yang selalu berkontribusi dan mengembangkan diri, dengan tidak melupakan kodrat sebagai perempuan. “Jangan takut dengan tantangan, jangan ber-negative thinking. Pasti bisa, pasti mampu,” katanya.

    Selain teh Lia, pembicara  pada sesi kedua ini adalah mba Mentari. Ia adalah istri dari Goris Mustaqim yang memiliki beragam pengalaman hidup, mulai dari pekerja kantoran, presenter, None Jakarta, menjadi Miss Earth hingga bekerja di NGO internasional. Baginya, kodrat kita sebagai perempuan yang harus menjalankan peran sebagai ibu dan istri bukan berarti menghambat apapun. Meski berhenti bekerja di NGO internasional dan lebih memilih mengikuti suami, justru ia semakin sibuk melakukan aktivitas bersama suami dan keluarga. Kini ia bersama suami, tengah mengelola yayasan Asgar (Asli Garut) dengan berbagai program, antara lain: pendidikan, microfinance, pemberdayaan petani, serta baru-baru ini mengelola rumah sehat bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Menurut mba Mentari seorang perempuan itu memberikan pengaruh bagi suami dan anaknya. Ia percaya jika ibu stress, suami dua kali lebis stress, maka anak akan tiga kali lebih stress. Namun jika ibunya pandai, suaminya juga akan lebih pandai, anaknya juga akan lebih lebih pandai. Maka menjadi ibu yang baik, bijak, cerdas, sehingga memberikan perhatian dan ketentraman bagi keluarga itu sangat penting. “Kembalilah pada kodrat sebagai perempuan dengan terus belajar dan menimba ilmu,” ujarnya.

    Dari talkshow sesi kedua ini, kedua pembicara sama-sama sependapat bahwa perempuan harus kembali pada kodratnya sebagai istri maupun ibu, tanpa melupakan proses belajar dan pengembagan diri bagi dirinya. Setiap tingkah laku dan setiap hal yang dilakukan perempuan, jangan pernah dianggap sia-sia karena setiap langkahnya terhitung dan berpengaruh pada masa depan seorang perempuan. Kedua pembicara yang memang sudah sibuk dan aktif sebelum menikah, dengan rela mau mengurangi aktivitasnya dan memprioritaskan keluarga. Karena mereka sadar bahwa keluargalah tanggung jawab utama mereka. Maka, jangan takut dengan peran yang dimiliki seorang perempuan. Jadilah perempuan kuat yang selalu ada untuk keluarga. Because, beside a great man, there is a great woman. Hujan menemani sesi kedua hingga akhir, namun suasana tak sendu. Justru peserta merasa bersemangat karena banyak mendapat pelajaran dan inspirasi sebagai perempuan dari kedua pembicara.

     

    Inspiring Woman Talks - Regional Yogyakarta

    Added by: Kemitraan Staff (Monday, 24 March 2014 14:45)
    Last Modified: irsyad (Monday, 07 April 2014 15:54)

    Inspiring Woman Talk with Asma Nadia “Menjadi Informal Leader di Tengah Masyarakat” - 

    Sabtu, 15 Maret 2014 PPSDMS Nurul Fikri Regional 3 Putri Yogyakarta bekerja sama dengan Keluarga Muslim Psikologi menyelenggarakan Kelas Kepemimpinan Perempuan yang dikemas manis dalam Inspiring Woman Talk with Asma Nadia di Ruang Kuliah G-400 Fakultas Psikologi. Tema kali ini “Menjadi Informal Leader di Tengah Masyarakat” dipilih sebagai bentuk pengenalan peran pemimpin informal dan menjadikan sosok inspiratif dari sisi wanita. Bahwa untuk menjadi pemimpin tidak harus berada di struktural pemerintahan tetapi bisa berada di sektor informal. Khusus diselenggarakan untuk perempuan, kelas ini membedah segala kisah bagaimana menjadi seorang woman informal leader.

     

    more info (+)

    Di hadapan 200 peserta yang hadir, Asma Nadia membuka kelas dengan materi no excuse (tidak mencari alasan). Menurut Asma Nadia excuse yang menjadi kita semakin permisif terhadap segala kebiasaan buruk yang sering kita lakukan. Sekali saja kita mencari alasan, menyalahkan keadaan, maka kita akan terbiasa bersembunyi dari kebenaran dan membuat diri kita tak bisa berkembang. Melalui apa yang bisa kita lakukan, apa yang kita sukai, kita bisa berkontribusi besar untuk umat, maka disini Asma Nadia meminta para peserta untuk mulai menuliskan kekurangan dirinya, harapan dan keinginan ke depannya, dan menganjurkan dalam waktunya tersedia waktu untuk memikirkan umat.

     

    Berangkat dari kisah hidup dan pengalaman kepenulisannya yang sebagian besar diilhami dari kisah tokoh muslimah, Aisyah ra istri rasulullah saw yang memiliki sifat cerdas, bersih, cantik lahir batin,  suka berbagi, dan menjaga kesucian hingga akhir hayat. Bunda Yoyoh Yusroh, anggota DPR yang melahirkan 13 orang tahfidzul qur’an, di sela kesibukannya untuk umat yang begitu padat beliau membangun kesiapan fisik dan mental dengan pola hidup dan makan yang sehat serta bersih bahkan sebelum menikah. Tak cukup dengan membangun kecerdasan fisik, kecerdasan spiritual hendaknya menjadi modal utama, dan jangan lupa untuk selalu mengasah kecerdasan sosial. Semakin besar peran yang kita bawa, semakin besar tanggungjawab untuk umat. Sekali lagi, tak harus menjadi pemimpin yang memegang jabatan di sektor publik, kita bisa menebar kebermanfaatan lewat aksi dan karya kita baik di sektor ketiga maupun sektor lainnya.

    Inspiring Woman Talk yang juga diliput oleh Adi TV ini diramaikan dengan berbagai pertanyaan dari para peserta yang menunjukkan antusiasme mereka. Pertanyaan yang muncul tidak hanya tentang kepemimpinan, tapi juga tentang manajemen diri, menemukan passion, bangkit dari kegagalan, kepenulisan, dan berbagai pertanyaan seru lainnya seputar perempuan. Acara diakhiri dengan agenda book signing, foto bersama Asma Nadia, dan jumpa fans Asma Nadia. Semoga dengan Inspiring Woman Talk ini para perempuan bisa membangun kepemimpinan dirinya dan memberikan kemanfaatan yang lebih besar di tengah masyarakat melalui karyanya.

     

    Ayunda Dewi Jayanti Jilan Putri
    FK UGM 2011

     

    Intoleransi Beragama Indonesia dan Ketegasan Pemerintah

    Added by: Kemitraan Staff (Friday, 21 September 2012 14:58)
    Last Modified: Super User (Monday, 10 December 2012 14:50)

    Dewasa ini, kasus-kasus yang berhubungan dengan agama semakin mencuat di masyarakat. Kasus-kasus tersebut bisa merupakan kasus penodaan agama, pelecehan agama, eksklusi[1], atau intoleransi beragama.

    more info (+)

    Salah satu kasus yang harus dicermati saat ini adalah kasus intoleransi beragama karena isu ini sedang hangat dibicarakan di media massa. Entah itu merupakan intoleransi antar agama atau intoleransi antar sesama pemeluk agama tertentu. Terjadinya intoleransi beragama di Indonesia memang menjadi sebuah pertanyaan besar di tengah bangsa yang majemuk ini. Indonesia yang memiliki beragam budaya serta kepercayaan seharusnya mampu mengembangkan toleransi beragama yang tinggi demi menciptakan integrasi bangsa. Suka atau tidak, Indonesia memang sebuah Negara dan bangsa yang majemuk, dan disitulah letak keistimewaan Indonesia.

    Beberapa orang sempat berkata bahwa Indonesia merupakan Negara yang penuh toleransi. Buktinya, agama resmi yang diakui agama ada 5 dan setiap hari besar keagamaan menjadi hari libur nasional. Tetapi apakah hanya itu tolok ukur toleransi di Indonesia? Adanya toleransi atau intoleransi tidak bisa diukur hanya dengan hal-hal itu saja, Toleransi beragama di Indonesia memang hal yang sangat dibutuhkan di Indonesia. Tanpa toleransi, akan timbul perpecahan dan berujung pada disintegrasi bangsa. Terjadinya intoleransi tentunya merupakan hal yang tidak kita inginkan bersama. Bisa dikatakan hubungan antar agama atau sesama pemeluk agama di Indonesia adalah hubungan yang konfliktual karena mudah sekali terpecah karena isu-isu diskriminasi dan intoleransi beragama.

    Pertanyaan saat ini, bagaimana bisa kasus intoleransi bisa terjadi di Indonesia? Mengapa sudah begitu lama kasus ini sering terjadi tetapi belum ada perubahan yang berarti? Ada beberapa penyebab yang menjadi sumber konflik menurut ilmu sosiologi. Pertama, adanya penerbitan tulisan-tulisan yang dianggap mencemarkan agama. Kedua, jika adanya usaha penyebaran agama yang progresif. Ketiga, jika pemeluk agama beribadah di tempat yang bukan tempat ibadah. Keempat, bila ada penetapan dan penerapan peraturan pemerintah yang dipandang diskriminatif dan membatasi penyebaran agama. Terakhir, adanya kecurigaan timbal balik berkaitan dengan posisi dan peranan agama dalam Negara (Azra, 2001).

    Jika melihat sumber-sumber konflik diatas dapat dikatakan bahwa semua potensi konflik diatas pernah atau bahkan sedang terjadi di Indonesia. Isu hubungan antar agama menjadi isu yang sangat sensitif untuk dibahas. Bahkan saat ini, bukan hanya hubungan antar agama yang dapat memicu konflik, ternyata hubungan antar sesama pemeluk agama tertentu pun mengalami kondisi krisis. Masyarakat akhirnya menyalahkan pemerintah yang tidak mampu menjaga keharmonisan beragama di Indonesia karena ketidaktegasan pemerintah dalam menindak kasus-kasus intoleransi beragama.

    Jika dilihat dari sudut pandang sosiologi, tugas Negara sebenarnya sangat penting dalam menangani kasus intoleransi beragama. Pertama, Negara harus memberikan edukasi terhadap warganya melalui pendidikan multikultural. Kedua, Negara harus menjaga atmosfir toleransi dan memastikan bahwa warganegaranya mendapatkan perlakuan yang adil sesuai dengan hak-haknya, tanpa adanya dominasi, diskriminasi dan eksklusi dari kelompok tertentu terhadap individu dan kelompok. Namun pada kenyataannya, pemerintah belum mampu menerapkan konsep ini. Oleh karena itu, untuk menghadapi masalah intoleransi beragama, kita tidak bisa hanya berpangku tangan pada keputusan dan tindakan pemerintah. Tetapi membutuhkan kerjasama dari semua pihak, khususnya masyarakat. Salah satu upaya yang penting dilakukan menurut ilmu sosiologi yaitu pendidikan multikultural bagi masyarakat (yang juga diusahakan oleh Negara). Multikulturalisme sendiri adalah pemahaman dan cara pandang yang menekankan interaksi dengan memperhatikan keberadaan setiap kebudayaan sebagai entitas yang memiliki hak-hak yang setara. Sementara pendidikan multikultural sendiri merupakan konsep yang luas, mencakup pendidikan formal, pendidikan non-formal, bahkan pendidikan informal (Azra dan Saifuddin, 2002). Sebenarnya pendidikan multikultural mendapatkan banyak kritik karena dianggap tidak sejalan dengan nasionalisme. Namun dibalik semua itu, pendidikan multikultural memiliki tujuan yang baik untuk menciptakan toleransi dalam masyarakat. Jadi jika dilihat secara sosiologi, untuk memecahkan masalah intoleransi beragama ini perlu adanya pendidikan multikultural bagi masyarakat dan ketegasan pemerintah dalam menindak kasus-kasus intoleransi beragama.

    Namun yang menjadi masalah selain daripada terjadinya kasus intoleransi itu sendiri adalah perbedaan sudut pandang mengenai makna toleransi dalam masyarakat. Kenapa hal ini begitu penting? Karena perbedaan pendapat mengenai toleransi akan menentukan sikap seseorang terhadap suatu kasus dan mengelompokkan dirinya dalam kelompok tertentu. Saat ini, toleransi yang dipercaya oleh sebagian besar masyarakat adalah toleransi yang berarti menerima segala macam perbedaan dalam masyarakat tanpa terkecuali serta menghargai dan memberikan hak-haknya.

    Jika dilihat dari sudut pandang agama, dalam hal ini agama Islam, kita akan menemukan sudut pandang yang sedikit berbeda. Dalam agama Islam, toleransi sendiri sudah jelas tercantum dalam surat Al-Kafirun ayat 6 yang artinya “Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.” Ayat ini menyiratkan bahwa toleransi adalah hal yang harus dilakukan selama tidak menganggu akidah masing-masing. Artinya, kita menghargai perbedaan, mengakui keberadaannya, dan memberikan hak-haknya. Namun dalam beberapa kasus yang terjadi di Indonesia, banyak terjadi kasus yang dianggap sebagai intoleransi beragama, tetapi justru sebenarnya telah melecehkan agama sendiri. Sebagai contoh kita mengambil kasus Ahmadiyah, kasus yang masih terdengar saat ini. Beberapa kelompok membela kepercayaan Ahmadiyah dengan alasan toleransi beragama. Namun, kelompok Islam fundamental tidak bisa menerima Ahmadiyah karena Ahmadiyah dianggap telah menyimpang dari agama Islam. Bagi umat Islam, toleransi dapat diterima selama tidak merusak akidah Islam itu sendiri. Oleh karena itu, ketika ada kelompok Ahmadiyah, hal ini tidak dapat diterima karena kelompok tersebut dianggap telah merusak akidah dan keluar dari Islam sehingga tidak bisa diakui keberadaannya. Sehingga akhirnya terjadi perbedaan pendapat yang cukup sengit, yang satu membela perbedaan kepercayaan dan yang satu menentang perbedaan kepercayaan ini karena tidak bisa diterima menurut akidah. Dalam hal ini, terdapat perbedaan pendapat mengenai toleransi bagi dua kelompok, nasionalis dan Islam. Perbedaan pendapat ini akan sulit disatukan karena masing-masing memiliki argumen sendiri.

    Sebenarnya yang membuat kasus intoleransi ini tidak pernah padam karena adanya perbedaan sudut pandang dari kelompok-kelompok yang berbeda yang memaknai toleransi secara berbeda pula. Meskipun seandainya pemerintah telah berusaha bertindak tegas terhadap suatu kasus intoleransi, pasti akan tetap ada pertentangan dalam masyarakat karena ada kelompok yang menganggap kasus tersebut sebagai intoleransi, tetapi ada juga yang menganggap kasus tersebut sebagai penegakan hukum agama (bukan masalah toleransi lagi). Menurut penulis (yang memegang sudut pandang Islam), toleransi memang harus ditegakkan selama tidak menganggu atau merusak suatu kepercayaan yang telah ada sebelumnya. Kita tetap menerima multikulturalisme karena memang perbedaan adalah sebuah keniscayaan. Tetapi  juga tidak menghilangkan nilai-nilai yang lebih hakiki yaitu nilai-nilai agama dan akidah. Terutama jika toleransi menyangkut agama pasti akan sangat sensitif untuk dibahas Semoga isu-isu “intoleransi” beragama di Indonesia tidak memecahkan bangsa Indonesia dan kita tetap berupaya menjaga kerukunan umat beragama dalam masyarakat dengan mengedepankan komunikasi antar pihak yang berbeda pendapat.



    [1] Eksklusi menurut Sosiologi adalah peminggiran suatu kelompok tertentu.

    Ir. Bambang Priantono, MT

    Added by: Super User (Tuesday, 15 May 2012 07:03)
    Last Modified: Kemitraan Staff (Friday, 14 September 2012 10:53)

    more info (+)

    Bambang Priantono lahir di Palembang, 1963, adalah Direktur Operasional PT Aplikanusa Lintasarta sejak tahun 2008. Sebelumnya menjabat sebagai Senior Vice President National Corporate Sales (2006), Commissioner of PT IM2 (2006), Director of Sales and Marketing PT IM3 (2002-2003), Commissioner of PT IM3 (2002), Head of East Region Division (2000-2001), SVP Marketing and Sales of PT Indosel (1997-1999), and President Director of Indosat Japan Kabusiki Kaisha (1995-2000). Meraih gelar Sarjana di Fakultas Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan gelar Master di Program Pascasarjana Manajemen Telekomunikasi, Universitas Indonesia.

     

    Ironi Generasi Cendikiawan Muda (Mahasiswa) IPB

    Added by: Kemitraan Staff (Monday, 28 January 2013 11:12)
    Last Modified: Kemitraan Staff (Monday, 28 January 2013 14:24)

    Mahasiswa adalah golongan atau suatu kasta tertinggi bagi seseorang yang belajar di lembaga pendidikan formal. Sudah seharusnya mahasiswa (khususnya S1) merupakan masa yang mempunyai ideologi yang kuat dan sangat berfikir ilmiah sehingga pemerintah pun bisa digulingkan oleh generasi muda itu sebagai contoh pada saat tumbangnya Soeharto.

    more info (+)

    IPB sendiri merupakan salah satu PTN terbaik di Indonsia dengan mahasiswa yang dikenal kritis dan sangat berpikir ilmiah. Mendengar kuliah di PTN seperti IPB mungkin sangat membanggakan tetapi jangan lupa PTN dengan fasilitas yang baik itu memerlukan biaya yang besar sehingga sebenarnya SPP kita tidak cukup. Lalu ada pertanyaan kalau seperti itu darimana biayanya ? ya jawabannya jelas adalah dunia rakyat dan hal ini yang harus disadari oleh semua orang mahasiswa di PTN tidak hanya IPB.

    Karya-karya dan kinerja mahasiswa PTN (khususnya) sangat ditunggu oleh rakyat kita, karena kita punya hutang kan?. Karya ini tidak harus setelah kita lulus tapi pada saat kita kuliah karya kita untuk rakyat pun bisa kita lakukan. Kita bisa mengabdi di BEM lalu laksanakan kegiatan yang bermanfaat untuk semua.Tapi inilah titik ironi yang saya tekankan, banyak pertanyaan apa sudah banyak kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa (khususnya PTN) yang dirasa bermanfaat bagi rakyat? Apa sebaliknya hanya kegiatan yang bersifat hura-hura?

    Semua orang mungkin punya pendapat yang berbeda, tapi kita lihat kegiatan yang dilakukan mahasiswa sebagai contoh di IPB. Di kampus ini mahasiswa sangat kritis pada politik, sebagai bukti saat Bapak Wapres Budiono datang maka disambut oleh demo begitu pula saat Aburizal Bakrie data maka semua mengkritis dengan tajam. Tapi anehnya saat ada artis seperti Grup Band yang notabene tidak ada keilmiahan disana, tidak patut jadi contoh, hanya bersifat senang-senang belaka data ke kampus ini bagaimana tanggapan mahasiswa?.

    Mahasiswa sangat berbondong-bondong dalam melihat artis yang katanya mereka senangi, melupakan laporan, melupakan amanah di organisasi pokoknya melupakan semua. Selain itu dilihat dari biayanya saat kita mendatangkan 1 orang grup band minimal ±50 juta. Waw, ini uang yang tidak sedikit ya. Bayangkan uang sebesar itu habis hanya untuk 1 hari, bila kita berikan untuk kesejahteraan mahasiswa lain maka bisa lebih bermanfaatan. Sungguh ironi dalam dunia generasi cendikiawan muda negeri ini.

    Apa dengan mengundang Grup Band masyarakat jadi lebih makmur dan sejahtera?, ini tidak mungkin. Apa kita lupa uang rakyat yang membiayai kuliah kita? apa kita tidak ingat dengan hutang kita kepada rakyat Indonesia. Hal ini tidak bisa dibiarkan, kita harus mulai tersadar dan jangan diulangi. Mulai sekarang mari kita sebagai generasi cendikiawan muda (mahasiswa) kita ciptakan kegiatan yang bermanfaat untuk jangka panjang bukan hanya untuk diri kita, tapi untuk mahasiswa lain bahkan untuk Rakyat Indonesia dan bayar hutang kita.

    Jakartaku, Kini dan Nanti

    Added by: Kemitraan Staff (Monday, 28 January 2013 10:18)
    Last Modified: Kemitraan Staff (Monday, 28 January 2013 14:37)

    Disini sampah, disana sampah, dimana-mana isinya sampah. Disini sampah, disana sampah, dimana-mana isinya sampah. Lalalalalala ini Kota Jakarta. Banyak sekali sampahnya lala..

    more info (+)

    Menjajaki Kota Jakarta di bawah rona mentari senja hari itu membuatku bernyanyi riang lagu masa kecil dulu, lagu “Disini Senang“. Akan tetapi, lirik lagunya sedikit berbeda dan membuatku sedikit tergelitik ketika menyanyikannya. Lirik lagunya kuubah untuk menggambarkan kondisi Kota Jakarta yang menjadi tempatku berpijak saat ini. Jakartaku kini penuh dengan sampah. Menengok ke kanan, terlihat sampah, ketika menengok ke kiri pun yang terlihat “hanya” sampah bertebaran. Jengah sekali rasanya melihat keadaan ini, tetapi inilah kondisi nyata yang terlihat. Berbagai cara telah dilakukan untuk menanggulangi permasalahan ini. Mulai dari memperbaiki hal teknis sampai merubah sistem. Dari mulai penggalakkan program 3R (Reuse, Reduce, Recycle), penggunaan teknologi ITF, dan program lainnya, bahkan sampai pergantian pemimpin di Jakarta.

    Seperti yang telah diketahui, bahwa Jakarta telah memiliki pemimpin baru yang didapat dari hasil Pemilihan Umum (PEMILU) Gubernur dengan dua putaran pada Bulan September kemarin. Belum banyak terlihat perubahan nyata dari sosok yang selalu mengenakan kemeja kotak-kotak berwarna merah saat kampanye ini. Termasuk dalam hal penanganan masalah sampah di Jakarta.

    Pada dasarnya, tidak sulit untuk mengatasi permasalahan sampah ini. Asalkan pemerintah, yang dalam hal ini merujuk pada Gubernur Jakarta dan jajarannya, mampu bersikap tegas dan konsisten. Tegas dalam membuat program yang jelas, dan konsisten dalam pelaksanaannya. Program 3R, ITF, dan program lainnya, merupakan program yang cukup baik. Hanya saja, hal ini berfokus untuk mengolah sampah yang sudah terlalu menggunung, bukan pada tata kelola Kota Jakarta. Bukan pula berfokus pada pengubahan Kota Jakarta yang “banjir” akan sampah, menjadi kota yang bersih. Pada akhirnya, kenyataan ini kembali menempatkan kita pada posisi awal, belum ada solusi tepat untuk masalah sampah.

    Menyikapi hal ini muncullah sebuah gagasan yang menurut saya paling cocok untuk diterapkan di Indonesia, khususnya di Jakarta, yaitu dengan pengadaan regulasi atau undang-undang mengenai sampah. Hal ini berkaca dari negeri Singapura yang kotanya begitu bersih tanpa sampah. Singapura memulainya dengan sebuah regulasi, yaitu dikenakannya denda bagi orang-orang yang membuang sampah sembarangan. Tidak mudah memang, akan tetapi karena kuatnya komitmen dan melahirkan sebuah konsistensi membuat cita-cita itu akhirnya terwujud. Indonesia pun begitu. Jika ingin menjadikan Ibukota negara ini menjadi kota yang bersih dan nyaman, sangat dibutuhkan ide-ide “gila”  dan diimbangi dengan komitmen kuat dalam pelaksanaannya. Apabila kedua hal ini telah hadir dan bersinergi, tentu hanya akan ada satu jawaban jika ditanya apakah Jakarta bisa bersih. Jawabannya, “tentu saja”.

    Jangkauan Perguruan Tinggi Negeri dan Asrama

    Added by: Super User (Tuesday, 15 May 2012 07:03)
    Last Modified: Super User (Thursday, 09 August 2012 09:50)

    Saat ini peserta PPSDMS berjumlah 220 orang yang tersebar di 7 PTN terkemuka di 5 Regional di Indonesia, yaitu:

    1. Regional 1 Jakarta, yang terdiri dari 30 orang mahasiswa UI Putra dan 30 orang mahasiswa UI Putri
    2. Regional 2 Bandung, yang terdiri dari 35 orang mahasiswa ITB dan UNPAD
    3. Regional 3 Yogyakarta, yang terdiri dari 30 orang mahasiswa UGM Putra dan 30 orang mahasiswa UGM Putri
    4. Regional 4 Surabaya, yang terdiri dari 35 orang mahasiswa ITS dan UNAIR
    5. Regional 5 Bogor, yang terdiri dari 30 orang mahasiswa IPB

    Masing-masing Regional memiliki asrama sendiri sebagai tempat pelaksanaan program pembinaan

     

    Jika Aku Menjadi

    Added by: Kemitraan Staff (Tuesday, 18 February 2014 17:38)
    Last Modified: Kemitraan Staff (Thursday, 27 February 2014 14:33)

    Jika Aku Menjadi; 

    Oleh : Mawla Robbi Hidayatullah --

    Pagi yang cerah di Jatinangor, matahari mulai menunjukkan dirinya dari ufuk timur dengan cahayanya yang kemerahan. Inilah hari keberangkatanku bersama dengan teman-teman mahasiswa peserta KKNM PPMD Periode Januari-Februari 2014. Para panitia KKNM dan beberapa Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sudah giat memberikan arahan dan informasi kepada Peserta KKNM yang akan berangkat pagi itu. Aku yang ketika itu diberi amanah sebagai Koordinator Desa (Koordes), segera bergegas mengambil absen dan snack untuk bekal perjalanan kami. Terlihat teman-teman peserta lain yang sedang bercengkrama dengan temannya yang lain, ada yang terlihat sedang menenteng tasnya yang besar dan ada yang sedang mengucapkan salam perpisahan dengan orang tua maupun keluarganya. Suasana hiruk pikuk menjelang keberangkatan. Saatnya mengucapkan salam perpisahan kepada kampus tercinta. Lambaian tangan dan spanduk perpisahan dari Kang Uun serta kawan-kawan mahasiswa yang lain mengiringi kepergian kami untuk satu bulan ke depan mengabdi kepada masyarakat.

    more info (+)

     

    Setelah melewati hamparan sawah dan pegunungan tibalah bus yang mengantar kami di Kantor Kecamatan Samarang. Disana kami diperkenalkan dengan petugas kecamatan yang menyambut kami dengan ramah serta memberikan kami pengarahan terkait gambaran umum Kecamatan Samarang. Disana petugas kecamatan meminta salah seorang dari kami untuk menjadi Koordinator Kecamatan (Koorcam) untuk kelompok KKNM di Kecamatan Samarang dan teman-teman mempercayakan amanah tersebut kepadaku. Selepas mendengarkan pengarahan kamipun melanjutkan perjalanan ke desa Cintarasa dengan menggunakan angkot.

    Hari pertama, kami tiba di rumah tempat kami menginap dalam keadaan letih. Setelah menyantap makan siang yang telah disediakan kamipun melaksanakan solat Dzuhur dan segera berkumpul untuk mendapat pengarahan dari Bu Rika selaku DPL kami. Siang yang teduh disertai dengan rasa letih akhirnya kami memutuskan untuk tidur siang dan melanjutkan agenda kami pada malam hari. Malam menjelang, selepas melaksanakan ibadah solat magrib kami berkumpul untuk menyantap makan malam dan menyusun rencana strategis kami untuk ke depannya. Aku yang ketika itu sudah menyerahkan amanahku selaku Koordes kepada Lukman, tengah duduk bersama teman-teman yang lain untuk membahas mengenai rencana strategis selama satu bulan ke depan.

    Pagi hari menjelang, matahari yang kemerahan dengan malu-malu menunjukkan dirinya. Terlihat masyarakat desa yang mulai beraktifitas. Ada yang membawa cangkul, ada yang berseragam sekolah ada juga yang sedang membawa karung-karung beras yang hendak dibawa ke Pasar. Inilah hari pertama kami merealisasikan program-program kami. Kawan-kawan KKNM UPI pilihan kunjungan pertama kami. Perkenalan dan sambutan mereka mengawali silaturahmi kami pada hari itu.

    Kunjungan-kunjungan kami selanjutnya diarahkan oleh Pak Ici, pria paruh baya yang dengan semangat dan sabar mengajak kami berkeliling desa dan mengenalkan kami kepada tokoh masyarakat dan tempat-tempat penting yang mencirikan desa. Langkahnya yang kuat dan wajah yang berkeringat namun tetap bersemangat membuatku yang sudah mulai kelelahan di hari itu untuk tetap melanjutkan aktifitas. Seketika rasa lelahku hilang setelah melihat beberapa tempat pengrajin selimut, kopeah, gabah dan kolam-kolam ikan yang menjadi mata pencaharian warga. Terpuaskanlah rasa penasaranku akan potensi desa ini.

    Kamis malam menjelang, tibalah bagi kami memenuhi undangan Pak Ici untuk menghadiri pengajian malam Jumat. Siraman rohani bagiku yang saat itu berdoa bersama dan mendengarkan tausiyah dari salah seorang tokoh masyarakat. Aku yang belum bisa mengerti bahasa Sunda kerap kali bertanya kepada kawanku arti dari ucapan beliau. Malam-malam setelahnya anak-anak dari jenjang SD dan SMP di sekitar rumah kami mendatangi kami dan meminta untuk diajarkan Baca Tulis Al-Quran. Aku dengan antusias mengajari mereka untuk membaca Al-Quran dan bercerita tentang para Nabi kepada mereka. Sungguh malam-malam yang tenteram dengan mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Quran.

    Pagi yang cerah menyambut kami dengan kicauan burung. Hari itu aku hendak berangkat ke Posyandu bersama dengan istri Kepala Desa untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu dan anak di kampung Sirna Hurip. Ibu-ibu yang datang sangat antusias untuk memeriksakan anaknya atau kandungannya ke bidan desa dan melaporkan perkembangan anaknya kepada kami. Di tengah antusiasme dari ibu-ibu terhadap posyandu, terlihat fasilitas posyandu yang sangat terbatas serta makanan bergizi yang dibagikan juga sangat terbatas. Hal ini yang disayangkan di tengah kebutuhan ibu dna anak akan kesehatan, fasilitas penunjang dan SDM yang tersedia sangat terbatas. Keesokan harinya kami berkunjung ke SDN Cintarasa I dan III. Disana kami bermain sambil belajar bersama dengan murid-murid SD tersebut. Kondisi bangunan SD yang kurang baik membuat kami harus bermain di luar ruangan. Namun hal ini tidak mengurangi antusiasme anak-anak untuk tetap bermain sambil belajar bersama kami.

    Minggu, 26 Januari 2013 tibalah waktunya penyuluhan mengenai pertanian yang sehat dari tim penyuluh yang salah satunya adalah DPL kami, Ibu Rika yang diadakan di Balai Desa dengan dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat dan masyarakat umum. Di penyuluhan tersebut warga terlihat sangat aktif dan berdiskusi dengan tim Penyuluh. Disana warga baru tercerahkan dengan info-info dan ilmu pertanian yang dipresentasikan oleh tim Penyuluh.

    Setelah bersilaturahmi dan menjalankan program-program KKNM kami dengan Kepala Desa dan tokoh masyarakat yang lain, aku melihat bahwa desa yang kutinggali saat itu adalah desa yang dikaruniai Allah dengan potensinya yang besar. Sebagai mahasiswa Fakultas Hukum baru pertama aku menjumpai suatu masyarakat yang pemahamannya akan hukum nasional cukup rendah namun tujuan-tujuan dari hukum itu sendiri bisa tercapai seperti keadaan masyarakat yang hidup dengan tenteram, tingkat kriminalitas yang rendah serta kepatuhan masyarakat akan hukum Islam dan hukum adat setempat. Sehingga dalam hal pemerintahan dan pengetahuan akan hukum nasional masyarakat desa Cintarasa yang masih rendah aku merekomendasikan untuk memberikan sosialisasi dan pembinaan hukum terhadap masyarakat desa Cintarasa terutama mengenai Undang-Undang tentang Desa yang disahkan tahun 2013. Serta perbaikan infrastruktur sekolah, posyandu dan rumah-rumah warga yang sudah tidak layak huni.

    Langit yang agak mendung, suasana yang sunyi senyap seakan bersedih dengan mengiringi salam perpisahan kami kepada warga masyarakat desa Cintarasa. Satu bulan kami mengabdi, satu bulan kami tinggal dan merasakan bagaimana hidup sebagai masyarakat Desa Cintarasa. Kini tiba saatnya bagiku untuk berpisah dengan keluargaku. Terima kasih karena telah menjadi bagian dariku dan aku bagian dari kalian.

    Pengabdian sejatinya tidak mengenal batas ruang dan waktu. Pengabdian adalah panggilan nurani seseorang untuk membantu sesamanya. Mengabdi bukanlah kewajiban bagi segelintir orang, namun mengabdi adalah kewajiban bagi seluruh elemen masyarakat. Jika kita dilahirkan dan dibesarkan di tengah masyarakat, sudikah kita mengacuhkan panggilan nurani kita untuk mengabdi kepada masyarakat?

     

    Juni-Agustus 2012

    Added by: Super User (Monday, 15 August 2011 07:06)
    Last Modified: Kemitraan Staff (Wednesday, 18 September 2013 17:14)


    Satu Dasawarsa PPSDMS
    Baca secara online | Download

    Juni-Juli 2013

    Added by: Kemitraan Staff (Sunday, 09 March 2014 08:17)
    Last Modified: (Sunday, 09 March 2014 08:17)

    Alumni Gathering 2013

    Baca secara online | Download

    Kajian Akhlak: Akhlak Bicara Muslimah Shalihah

    Added by: Program Staff (Friday, 01 March 2013 11:15)
    Last Modified: Kemitraan Staff (Saturday, 02 March 2013 10:38)

     Kajian Akhlak atau yang biasa disingkat KA merupakan salah satu kegiatan bulanan milik asrama PPSDMS regional 1 Jakarta putri. KA bulan ini menghadirkan pembicara yang sudah tak asing lagi bagi kami yaitu Mba Dewi Lestari. Tema Kajian Akhlak bulan ini membicarakan tentang akhlak bicara bagi muslimah. Sebuah tema yang mungkin sudah sering didengar dan mungkin terlihat sepele bagi sebagian orang. Akan tetapi pada kenyataannya sedikit sekali muslimah yang benar-benar mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Kajian Akhlak kali ini Mba Dewi mengingatkan kami kembali tentang akhlak yang seharusnya bagi muslimah dalam berbicara.

    more info (+)

    Berbicara tentang akhlak, maka kita akan berbicara tentang representasi nilai-nilai Islam. Umat Islam sudah seharusnya menerapkan akhlak yang baik agar mampu mencitrakan kesempurnaan iman dan islam yang seharusnya. Terlebih lagi bagi seorang muslimah yang memiliki tanggung jawab besar di masyarakat dan mengharuskannya untuk banyak berinteraksi dengan orang lain. Ketika berinteraksi tentu terdapat hal-hal yang disampaikan, yang tercipta dari rangkaian kata-kata.

    Kata memang tak memiliki kekuatan apa-apa, tapi jika ada ruh di dalamnya maka ia dapat berubah menjadi hal yang mampu mengubah banyak hal. Kata mampu mengubah kesedihan menjadi senyuman, bahkan dengan kata, kegembiraan dapat menjadi genangan air mata. Seperti kisah saat Rasulullah yang tengah ketakutan ketika pertama kali mendapatkan wahyu dari Allah swt., kemudian dengan kata-kata dari istri tercintanya, Khadijah, dalam sekejap Rasulullah menjadi tenang kembali. Itu semua terjadi hanya dengan kata-kata.

    Kisah Umar ketika masuk Islam juga hanya diawali dengan kata-kata. Umar mendengar Fatimah membacakan salah satu firman Allah dalam surat Taha yang akhirnya membuat cahaya hidayah menghampirinya. Syahadat yang terlontar dari mulutnya pun hanyalah sebuah kata yang pada dasarnya tanpa ruh, tapi kemudian Allah jadikan syahadat sebagai pintu yang mampu membawa perubahan besar. Dan lagi-lagi itu semua hanyalah bermula dari kata-kata.

    Beberapa kisah tadi menunjukkan kepada kita semua bahwa kata-kata memiliki kekuatan yang besar ketika ia memiliki ruh, terlebih lagi jika digunakan pada waktu yang tepat. Lalu sebenarnya bagaimanakah seharusnya seorang muslimah berbicara? Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh muslimah dalam berbicara:

    Pertama, Qoulan Sadiida, yaitu berkata dengan benar dan apa adanya. Jangan pernah berkata sesuatu hal yang tidak benar, karena semua kata-kata yang kita ucapkan akan kembali kepada diri kita. Dan hanya dengan kata-kata, ia dapat membuat kita menjadi besar atau justru menjadi kerdil.

    Kedua, Qoulan Layyina, yaitu berbicara dengan lemah lembut. Rasulullah saw., pun senantiasa mencontohkan kepada kita untuk berbicara dan berperilaku lemah lembut dengan orang lain, bahkan terhadap mereka yang berbeda keimanan dengan kita. Berbicara dengan lemah lembut bukan berarti lemah gemulai yang akhirnya membuat pembicaraan menjadi lambat. Berbicara yang baik tetap harus lemah lembut, dan tetap menampilkan sifat tegas, serta meringkas pembicaraan.

    Ketiga, Qoulan Baligha, yaitu berbicara dengan kata-kata yang menyentuh. Pembicara mengungkapkan bahwa kata-kata yang memiliki ruh itu ibarat sihir yang mampu mengubah banyak hal. Maka berbicaralah dengan kata-kata yang baik dan menyentuh. Tak perlu banyak bicara, karena yang terpenting adalah bagaimana kata-kata yang diucapkan dapat menyentuh lawan bicara kita.

    Keempat, Qoulan Ma’rufa, berbicara dengan kata-kata yang terpuji dan tidak mencela orang lain. Terakhir adalah Qoulan Kariima, yaitu berbicara dengan kata-kata yang mulia.

    Kelima hal yang telah disebutkan diatas menjadi hal penting yang harus diperhatikan bagi setiap muslimah dalam berbicara dengan orang lain. Tidak hanya pemilihan kata yang harus diperhatikan ketika berbicara dengan orang lain, bahasa tubuh, intonasi, ekspresi wajah, dan kontak mata juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.

    Kata merupakan suatu hal yang tak memiliki makna dan tak mampu memberikan perubahan ketika ia hadir tanpa ruh. Sangat berbeda kondisinya ketika kata-kata yang dikeluarkan memiliki ruh yang begitu mengakar, karena perubahan akan begitu mudah dilakukan. Pembicara menutup kajian menarik ini dengan kutipan, Kata-kata itu tidak bermakna dan ia tak hidup. Maka hanya orang-orang yang membuat kata-kata itu hidup yang mampu melahirkan perubahan di negeri ini.

    Kajian dhuha: Tazkiyatun Nafs

    Added by: Program Staff (Thursday, 01 August 2013 08:55)
    Last Modified: Program Staff (Thursday, 01 August 2013 08:56)

    Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus seorang Rasul dari golongan mereka sendiri yang membacakan ayat-ayat Allah dan mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka al kitab dan al hikmah” (QS 3:164)

    more info (+)

     

    Kajian Dhuaha merupakan program lokal yang dilaksanakan khusus di bulan Ramadhan. Sesuai namanya, kajian dhuha ini dilaksanakan di pagi menjelang siang hari atau di waktu dhuha. Kajian Dhuha ini dilaksanakan satu pekan sekali. Untuk kajian dhuha yang pertama di bulan Ramadhan kali ini, tema yang diangkat adalag tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa yang disampaikan oleh ustadzah Aminah yang merupakan seorang dosen Fasilkom UI. Mengapa tema penyucian jiwa yang diangkat di kajian dhuha kali ini? Dalam firmanNya, Allah menjelaskan bahwa kelak yang Allah panggil untuk masuk ke dalam surgaNya adalah orang-orang yang memiliki jiwa dan hati yang bersih. Sementara kita tahu bahwa manusia dalam menajalani kehiduoan sangat rentan terjangkit kotoran-kotoran dan penyakit-penyakit hati. Maka Allah pun menyediakan sarana untuk menyucikan dan membersihkan jiwa kita dengan benar. Hal inilah yang dibahas secara mendalam di kajian dhuha kali ini.

    Tazkiyatun Nafs terdiri dari dua kata yakni Tazkiyatun dan Nafs. Tazkiyatun merupakan kata yang kurang lebih disebut sebanayk 20x di dalam Al Quran. Tazkiyatun memiliki pengertian yakni membersihkan, memperbaiki, menjadi lebih baik. Kata yang kedua adalah Nafs yang memiliki arti ruh, nyawa atau jiwa. Tazkiyatun Nafs dapat dipahami sebagai upaya membersihkan jiwa dari sifat-sifat tercela yang mengotori hati dan dapat dimulai dengan membuang sifat-sfiat tercela tersebut dan menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan terpuji.

    Banyak sekali penyakit-penyakit hati yang bisa menggerus hati kita baik secara langsung maupun perlahan-lahan. Penyakit hati seperti riya, sombong, iri, dengki, suudzon, takabur, dan penyakit hati lain yang bisa muncul tanpa kita sadari. Walaupun manusia adalah tempatnya salah namun bukan berarti manusia tidak berupaya untuk memperbaiki kesalahannya. Penyakit hati yang seringkali hinggap di hati kita jika dibiarkan bukan tidak mungkin akan mengurangi kadar keimanan kita. Maka, tazkiyatun Nafs menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk dilaksanakan.

    Mengapa tazkiyatun nafs itu penting? Dalam Al Quran disebutkan Tazkiyatun Nafs merupakan salah satu hal terpenting yang dibawa rasul untuk disyiarkan, taziyatun nafs juga merupakan tujuan dari orang-orang yang beriman, merupakan parameter kebahagiaan atau kebinasaan, dan sarana untuk mengenal penyakit hati dan cara mengobatinya.

    Proses dari tazkiyatun nafs sendiri terdiri dari 3 hal yakni tathahhur, tahaqquq, dan takhalluq. Tathahhur yang merupakan tahap pertama adalah tahap dimana kita harus memberihkan kotoran-kotoran yang ada di dalam hati kita. Perlu diketahui bahwa sumber kekotoran hati adalah syirik kepada Allah. Syirik kepada Allah bisa tercermin dari beberapa hal seperti menyembah kepada selain Allah swt, melakukan berbagai penyimpangan di jalan kesesatan hingga rusaknya akhlak seperti ujub, ghurur, sombong dan lain sebagainya. Tahap kedua yakni Tahaqquq adalah tahap realisasi jiwa terhadap ubudiyah kepada Allag atau membasakan perbuatan-perbuatan positif seperti menguatkan tauhid dan ubudiyah, membiasakan ikhlas, shiddiq, zuhud, taqakkal, mahabatullah, takut dan harao, syukur hingga taubat terus menerus. Tahap ketiga adalah Takhalluq atau berakhlak yang mulia. Apabila tahap yang pertama dan kedua telah selesai kita laksanakan maka akhlak yangmulia pun dapat kita upayakan. Akhlak yang mulia memiliki makna berakhlak dengan nama-nama Allah yang indah sesuai tuntunan ubudiyyah dengan meneladani Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW, manusia dengan akhlak paling mulia, merupakan orang yang paling berhasil melakukan tazkiyatun nafs oleh sebab itu tidak heran beliau memiliki akhlak yang paling mulia.

    Seperti yang telah disebutkan di awal, Allah telah menyediakan sarana bagi umatNya untuk bertzakiyatn nafs. Sarana tersebut adalah Rukun Islam yang merupakan kewajiban bagi umat muslim. Sedangkan diantara kelima rukun islam, yang paling utama sebagai sarana tazkiyatun nafs adalah sholat lima waktu. Hal ini menartik, mengingat Allah mewajibkan manusia untuk sholat lima waktu setiap harinya yang menunjukkan bahwa tzakiyatun nafs harus dilakukan sesering mungkin. Sarana kedua terpenting adalah zakat dan infaq karena hal ini dapat mengikis jiwa kikir. Yang ketiga adalah puasa yang dapat mengendalikan syahwat perut dan kemaluan. Sedangkan haji adalah sarana untuk membiasakan jiwa dalam melakukan sejumlah nilai-nilai yang ditentukan. Selain rukun islam terdapat sarana lain yang dapat digunakan sebagai upaya tazkiyatun nafs seperti berdzikir dan bertilawatil quran.

    Jika kita lihat lebih jauh, tidak heran mengapa dikatakan bahwa ibadah terutama sholat adalah menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar karena sholat menjadi sarana utama membersihkan hati. Bagaimana dengan orang-orang yang sudah sholat namun ternyata belum menunjukkan hasil dari tazkiyatun nafs? Bisa jadi ada hal yang salah atau tidak sesuai dalam ibadahnya entah itu niat atau pelaksanannya.

    Tazkiyatun Nafs merupakan kewajiban setiap muslim. Tanpanya, akhlak yang baik dan iman akan terkikis dan ternodai dengan penyakit-penyakit hati yang ada. Tanpanya, manusia akan sulit bertahan menghadapi berbagai godaan dalam hidup yang bisa mengurangi ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

    Kajian Islam Kontemporer: Belajar Memahami Hadist

    Added by: Program Staff (Tuesday, 07 January 2014 10:43)
    Last Modified: Program Staff (Tuesday, 07 January 2014 11:11)

    Kajian Islam Kontemporer “Belajar Memahami Hadist”, Awali Agenda Asrama PPSDMS Nurul Fikri

     

    Sleman, 4 Januari 2013 – Bertempat di asrama Putra PPSDMS Nurul Fikri Regional III Yogyakarta, Kajian Islam Kontemporer kembali hadir mengawali agenda asrama di tahun 2014 ini. Kajian Islam Kontemporer merupakan program bulanan yang diselenggarakan oleh Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis (PPSDMS) Nurul Fikri. Kajian ini diikuti oleh sekitar 50an santri PPSDMS yang terdiri dari regional putra dan putri. Dalam kesempatan kali ini KIK diisi langsung oleh Direktur PPSDMS Nurul Fikri, Ust. Musholli.

    more info (+)

     

    Mengawali Kajian, Anggit Adi Wijaya sebagai moderator kala itu mengatakan bahwa KIK adalah sarana untuk mewujudkan ilmu yang amaliah dan amalan yang ilmiah. KIK dimulai sekitar pukul 08.30 setelah diawali oleh beberapa prosesi pembukaan seperti biasannya. Dalam kesempatan kali ini, Ust. Musholli menyampaikan 3 tipe manusia yakni : manusia yang memahami tanpa mengalami (belajar dari kisah Quran), manusia yang bisa memahami setelah mengalami, dan yang terakhir adalah manusia yang tidak  bisa memahami setelah mengalami. Dari sanalah kita bisa mengevaluasi diri kita termasuk dalam kategori yang mana.

    Bahasan utama yang dikaji dalam KIK kali ini adalah membedah buku “Bagaimana Memahami Hadis Nabi Saw, Dr. Yusuf Qardhawi”         

    Syumuliyatul Manhaj : Manhaj atau pedoman yang komprehensif

                    Ini dikategorikan dan dianalogikan dalam pemahaman terhadap pedoman Islam sebagai agama dan pedoman yang seutuhnya dalam arti panjang, lebar dan dalam di suatu kubus. Hal ini menganalogikan apa yang menjadi pemahaman kita dalam ber-Islam diseluruh bagian kehidupan kita, mulai dari kita kecil hingga dewasa, dimanapun dan kapanpun kita berinteraksi dengan Tuhan dan manusia (Hablumminallah dan Hablumminannas).

    Fenomena yang terjadi sekarang seharusnya saat ini pedoman inilah yang dijadikan pegangan utama dalam apapun yang kita lakukan, begitupula dalam aspek kehidupan kita dalam sector pribadi, sector private, dan sektor ketiga.

    “Orang besar itu akan memperhatikan masalah – masalah besar yang ada didepannya, sedangkan orang-orang kecil hanya akan kisruh dengan permasalahan-permasalahan kecil dibawahnya.”

    Kewajiban kita adalah memunculkan sifat-sifat Allah dimuka bumi. Wajah yang Rahman dan Rahiim, Wajah yang Alimin atau berilmu, wajah – wajah yang menyimpan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari inilah yang perlu ditonjolkan dalam apa yang kita lakukan juga sehari-hari. Maka marilah kita menjadi perwakilan wajah Allah SWT dalam memberikan kebaikan-kebaikan bagi sekitar.

     Washotan Manhaj : Manhaj yang seimbang

    Ciri lain dari manhaj ini adalah keseimbangan, yakni keseimbangan antara ruh dan jasad, antara akal dan kalbu, antara dunia dan akhirat, antara perumpaan dan kemyataan, teori dan praktik.

    Segala sesuatu yang diberikan contoh oleh Rasulullah SAW mengarahkan pada sisi kemoderatan, atau moderasi dalam menghadapi sesuatu. (Al-Baqarah 143)

    Thaisiriyyatul Manhaj : Manhaj yang memudahkan

    Bahwasanya Islam adalah pedoman hidup yang memudahkan setiap pemeluknya. Justru dalam melakukannya, ibadah adalah anugrah dari Allah SWT untuk memberikan kedekatan dengan-Nya. Itu semua karena Allah sayang dengan hamba-hambanya untuk senantiasa bersatu dan saling memudahkan. Bahkan hingga mengatur etika yang paling mudah didalam bersosialisasi dengan sesama. 

    Itulah bahasan yang dikaji dalam Kajian Islam Kontemporer Bulan ini di PPSDMS Nurul Fikri Regional III Yogyakarta. Harapannya akan menambah pemahaman keislaman kita sekaligus mengupdate informasi kekinian tentang informasi yang berkembang. Terlebih bagi peserta PPSDMS Nurul Fikri hal ini sangat penting untuk membekali mereka untuk menjadi pemimpin masa depan di kemudian hari.

    [Adit, Phisca]

    Kajian Kepemimpinan Perempuan PPSDMS Regional Jakarta Putri

    Added by: Super User (Wednesday, 05 December 2012 10:22)
    Last Modified: Super User (Wednesday, 05 December 2012 10:39)

    Program Bulanan Kajian Kepemimpinan Perempuan (KKP) kali ini terasa berbeda. Jika biasanya betempat di ruang eksekutif, maka KKP bulan November dilaksanakan di Gedung Auditorium dengan format non-formal. Peserta dan pembicara duduk bersama di atas karpet yang digelar siang itu. Suasana pun berlangsung lebih hangat dan materi yang disampaikan juga semakin menambah syahdu suasana. Materi yang disampaikan adalah mengenai Ibunda Yoyoh Yusroh. Seorang sosok inspiratif dan ibu peradaban yang sudah pergi mendahului kita. Penyampai materi merupakan sahabat karib beliau, yakni Ibunda Zainab, istri mantan menteri perumahan rakyat sekaligus sosok yang sudah sangat familiar dengan Bunda Yoyoh.

    more info (+)

    Beliau membuka materi dengan hadist yang menyebutkan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi yang lain. Ustadzah Yoyoh merupakan sosok yang patut menjadi teladan dalam memberikan manfaat bagi sesama. Bunda Zainab menyebutkan, untuk bisa menjadi orang yang bermanfaat, kita harus menjadi pribadi yang kuat dan tangguh, seperti Bunda Yoyoh. Salah satu ciri dari Bunda Yoyoh adalah fisiknya yang kuat. Bukan tanpa alasan, tapi Bunda Yoyoh memang menjaga kesehatan fisiknya dengan menjaga asupan gizinya. Kita tahu bahwa Alquran dan Sunnah telah menyebutkan beberapa makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi yakni madu, jintan hitam dan air zam-zam. Maka hal tersebut menjadi acuan bagi Ust Yoyoh, dan harusnya kita semua, dalam menjaga kekuatan fisik kita.

    Selain kesehatan fisik, beliau juga memiliki mental sebagai jundi atau pejuang. Mental pejuang adalah mereka yang tidak dapat dihentikan hanya karena kesempitan, kelelahan, kepenatan, dsb. Pejuang adalah mereka yang terus berjalan walaupun lelah, mengantuk, bahkan tidak suka dengan apa yang dilaksanakannya. Mental pejuang tidak membuat hati beliau lantas menjadi keras. Bunda Zainab menuturkan bahwa Ust Yoyoh juga merupakan sosok yang penyabar. Beliau membesarkan ketiga belas putra-putrinya dengan kesabaran dan kasih sayang.

    Ciri sosok pemimpin juga terlihat dari bagaimana beliau membuat perencaan kegiatan apa yang akan beliau laksanakan. Beliau tidak pernah terlihat lesu dan tidak bersemangat dalam menjalani aktivitasnya. Beliau senantiasa menjaga kualitas diri dengan terus belajar dimanapun ia berada.

    Ketika beliau pergi mendahului kita, maka terdapat rasa kehilangan yang mendalam dirasakan oleh orang-orang yang mengenal beliau dan tahu sepak terjang beliau dalam memperjuangkan kepentingan umat. Sifatnya yang penyayang dan penuh dengan kepedulian juga membuat rasa kehilangan itu semakin dalam. Bahkan, sifat penyayangnya sudah terdengar hingga ke luar negeri yakni Turki. Bunda Zainab pernah menghadiri Yoyoh Yusroh Gathering yang diadakan oleh penduduk Istanbul sebagai ungkapan terima kasih kepada beliau.

    Bunda Yoyoh Yusroh adalah sosok pejuang yang penuh dengan kasih sayang. Kasih sayangnya tidak pandang bulu, agama atau ras sekalipun. Mencintai keluarga sebesar ia mencintai rakyat. Sungguh beliau patut menjadi panutan terutama bagi ibu-ibu masa depan agar menjadi ibu peradaban yang mampu melahirkan generasi-generasi pemimpin masa depan.

    Kajian Kepemimpinan R1 pi: Gerakan Perempuan

    Added by: Program Staff (Thursday, 30 May 2013 11:11)
    Last Modified: Program Staff (Thursday, 30 May 2013 11:12)

     Pada hari Kamis, 16 Mei 2013, santriwati PPSDMS NF mengikuti agenda Kajian Kepemimpinan Perempuan (KKP) di ruang eksekutif PPSDMS NF lantai 2. Pembicara dalam sesi itu adalah Mba Miranti Kartika Dewi, seorang dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Sesi tersebut membahas tentang “Islamic Wealth Management”, yaitu bagaimana seorang individu mampu mengelola kekayaannya berdasarkan nilai-nilai islam.

    more info (+)

     

    Sebagai pembukaan, Mba Miranti mengingatkan peserta tentang hadits nabi yang berbunyi, “tangan di atas lebih baik dari tangan yang di bawah.” Hadits ini mengingatkan peserta bahwa seseorang lebih baik dari orang lainnya jika ia dapat memberi. Dan salah satu bekal pemberian adalah kekayaan. Oleh karena itu, menjadi muslim yang kaya bukan sekedar impian, tetapi harus menjadi suatu keharusan.

    Kekayaan menjadi suatu aspek kehidupan yang harus diperhatikan, karena Allah akan meminta pertanggungjawaban atas kekayaan yang dimiliki. Jika usia, jasmani dan ilmu akan ditanyakan tentang satu hal, maka kekayaan atau harta akan ditanyakan tentang dua hal, yaitu asalnya dan kegunaannya. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang berbunyi, “Seseorang pada hari akhir nanti pasti akan ditanya tentang empat hal: Untuk apa usianya dihabiskan? Untuk apa jasmaninya dipergunakan? Untuk apa ilmunya digunakan? Darimana hartanya didapatkan dan untuk apa dibelanjakan?”(HR Abu Dawud)

    Lalu bagaimana Islam mengatur manajemen terhadap kekayaan? Secara umum dalam ilmu ekonomi, kekayaan seseorang dilihat dari empat unsur yaitu wealth creation, wealth accumulation/generation, wealth protection, dan wealth distribution. Namun Islam melengkapi empat unsur tersebut dengan wealth purification, yakni pembersihan kekayaan dengan zakat, infaq, shadaqah, dan lainnya.

    Dimulai dari unsur yang pertama, wealth creation, para peserta diajak untuk menentukan cara mencari kekayaan. Banyak cara menjadi kaya, seperti bekerja atau berbisnis. Mba Miranti menyarankan peserta untuk membuat bisnis selain memilih menjadi pekerja. Hal ini disebabkan karena bisnis merupakan 9 dari 10 pintu rezeki. Unsur kedua adalah wealth accumulation/generation. Di unsur ini seseorang harus memutuskan pengalokasian kekayaan yang ia miliki, seperti berapa porsi kekayaan untuk dikonsumsi, berapa untuk ditabung atau didepositkan, berapa porsi untuk diinvestasikan, hingga berapa yang akan diwariskan jika suatu saat kematian datang. Mengapa alokasi kekayaan harus perlu diperhatikan dengan serius? Hal ini dikarenakan Islam menganjurkan untuk bersifat produktif terhadap harta yang dimiliki.

     

    Unsur ketiga adalah dalam manajemen kekayaan adalah wealth protection, yaitu perlindungan harta atas kejadian tidak terduga dengan pembayaran premi kepada perusahaan asuransi. saling tanggung antara perusahaan asuransi, klien pembayar premi, dan seluruh kelompok atau peserta yang memberikan kontribusi dananya dalam akun tabarru’. Unsur keempat adalah wealth distribution, yaitu distribusi kekayaan yang dapat bermanfaat bagi dirinya dan banyak orang. Ketika seorang muslim meninggal, maka kekayaannya harus didistribusikan untuk 3 hal yang utama, yaitu hutangnya, keperluan pemakamannya dan baru tentang warisannya untuk keluarganya. Unsur kelima dan menjadi unsur inti dalam manajemen kekayaan dalam Islam adalah wealth purification, yakni pembersihan kekayaan yang dimiliki dengan sedekah, zakat, wakaf, hibah, infaq, dan lainnya.

     

    Kekayaan adalah titipan Allah dan dapat diambil seketika olehNya. Oleh karena itu, manajemen kekayaan adalah suatu hal yang mutlak untuk dilakukan. Mari ingat firman Allah dalam QS. Al Anfal: 3 yang berbunyi “(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka.”

    Kajian Kepemimpinan: Cerdas dalam berkarir

    Added by: Program Staff (Tuesday, 11 June 2013 09:47)
    Last Modified: Program Staff (Tuesday, 11 June 2013 09:47)

    Masyarakat dunia telah memasuki era global. Peluang dan tantangan yang ada pun kian besar, tidak terkecuali bagi kaum perempuan. Budaya patriarki yang dianut oleh sebagian masyarakat dunia menuntut perempuan untuk cerdas dalam mengembangkan dan menempatkan dirinya. Dalam Dialog Inspiratif yang diadakan oleh PPSDMS Regional 3 Yogyakarta Putri dan jaringan Kemuslimahan UGM (24/5), Hanum Rais berbagi cerita mengenai pengalamannya dalam berkarir.

    more info (+)

     

    Hanum Rais saat ini berprofesi sebagai penulis. Selain itu, putrid dari Amien Rais tersebut juga merupakan direktur salah satu stasiun TV di Yogyakarta. Sebelumnya, Hanum pernah bekerja di salah satu stasiun TV nasional dan bekerja sebagai video editorketika menetap di Eropa. Hanum memilih untuk berkarir di dunia yang berbeda dengan apa yang ia pelajari semasa kuliah, yakni ilmu kedokteran gigi. Hal ini menggelitik peserta yang hadir untuk mengetahui lebih banyak mengenai sosok Hanum Rais.

    Pada kegiatan yang berlangsung di Auditorium FK UGM ini, Hanum menekankan pentingnya ilmu, skill dan passion dalam meniti karir. Tantangan yang dihadapi oleh kaum perempuan, khususnya muslimah, tidak sedikit. Acap kali para perempuan dimarginalkan, padahal mereka memiliki kapabilitas yang mumpuni. Oleh karenanya, kaum perempuan perlu mengembangkan ilmu dan skill mereka. Para perempuan juga perlu menelusuri apa sebenarnya passion mereka agar produktivitas mereka semakin maksimal.

    Menjadi perempuan yang sukses dalam berkarir tidak lantas membuat Hanum Rais lupa akan tugasnya sebagai seorang istri. Pasca menikah dengan Rangga Almahendra, Hanum dihadapkan pada posisi dimana ia harus memilih antara melanjutkan karir atau mengikuti suami dan pindah ke luar negeri. Hanum memilih opsi kedua tanpa melupakan opsi pertama. Ia mencari jalan lain agar tetap bisa produktif ketika menemani suaminya di Austria. Hanum menunjukkan bahwa sangatlah penting bagi perempuan untuk menempatkan diri dengan baik, terlebih setelah memutuskan untuk berkeluarga

    Kampanye Bahaya Rokok oleh Mahasiswa PPSDMS Bogor

    Added by: Program Staff (Monday, 01 July 2013 15:53)
    Last Modified: Program Staff (Thursday, 04 July 2013 09:28)

    Kampanye Bahaya Rokok di Penyambutan Mahasiswa Baru IPB

    Selasa (25/06/2013) kemarin Peserta PPSDMS regional V Bogor melakukan kampanye Anti-Rokok yang target utamanya adalah mahasiswa baru angkatan 50 Institut Pertanian Bogor. Kampanye ini bertepatan dengan acara Open House IPB angkatan 50, acara tahunan untuk menyambut mahasiswa baru. Momentum yang rutin satu tahun sekali diadakan di IPB  ini tidak disia-siakan untuk menanamkan nilai-nilai bahaya rokok kepada mahasiswa baru angkatan 50. Kampanye yang dilakukan dengan memberikan pencerdasan bahaya rokok terhadap tubuh yang salah satunya adalah bahaya kanker mulut akibat merokok. Selain memberikan pecerdasan, kampanye juga membagikan leaflet tubuh seorang perokok dan juga menghimpun dukungan gerakan anti rokok yang dibuktikan dengan berfoto dengan slogan anti merokok.

    more info (+)

     

    Kampanye ini dimulai dari pukul 10.00 pagi saat mahasiswa baru angkatan 50 selesai registrasi dan check up kesehatan. Pertama dengan pencerdasan secara lisan dan kedua dengan tulisan yang dikemas dalam bentuk leaflet. Tidak hanya mahasiswa baru sebagai target kampanye, tetapi juga kepada Satpam yang mengaku sehari hanya habis empat batang, kepada orang tua mahasiswa, panitia acara Open house IPB, mahasiswa tingkat atas yang menyambut mahasiswa baru, bahkan sampai mahasiswa yang tertangkap sedang merokok di tengah-tengah keramaian acara penyambutan tersebut.

    Beberapa orang yang berhasil dimintai testimoni, mengaku sangat senang dengan diadakannya kegiatan seperti ini. Salah satunya Panitia Open House IPB yang mengaku senang dengan adanya kampanye anti rokok yang dilakukan peserta PPSDMS.” Ternyata masih ada mahasiswa yang sadar akan bahaya rokok dan memberikan pencerdasan kepada mahasiswa lain akan bahaya merokok”, ungkap salah satu panitia. Bahkan ada juga yang berharap rokok itu harus diberangus dari akar-akarnya, karena bahaya rokok yang dirasakan oleh sendiri dan juga orang disekitar yang jadi perokok pasif. Hal sesuai dengan yang disampaikan oleh Vidi, atlet pencak silat Merpati Putih tentang perokok. “Perokok itu bodoh, karena mereka nggak pinter. Kalo mereka pinter, seorang perokok seharusnya tidak membakar rokoknya per batang, tetapi langsung membakar pabrik rokoknya langsung”, ungkapnya. Namun pada mayoritas mahasiswa yang setuju akan bahaya rokok, ada juga mahasiswa yang mengatakan bahwa bila tidak merokok, itu bagaikan orang yang kehilangan cintanya. Tetapi itu hanya pendapatnya, jika dia tahu sebenarnya bahaya rokok yang tidak hanya diri sendiri tetapi terhadap lingkungan dan negara, maka dia akan berhenti merokok.

    Dengan adanya acara kampanye anti rokok ini, mahasiswa dan lingkungan kampus IPB sadar dan terbebas dari bahaya rokok. Koordinator acara, Jamhari Abidin pun mengatakan bahwa kampanye kecil ini hanya sebagai pemancing untuk melakukan acara besar lain yang tujuannya sama yaitu “SAY NO TO CIGARETTE”, karena secara langsung maupun tidak langsung rokok inilah yang menjadi pintu gerbang agar seseorang terjebak pada Narkoba. Apalagi merokok dalam ruang publik juga sudah diatur dalam tata tertib kampus IPB pasal 4 ayat 5. Semoga acara ini dapat menyadarkan semua civitas akademika IPB akan bahaya rokok dan berusaha mencari solusi agar buruh rokok mendapat lapangan pekerjaan yang lain.

    Kampus Versus Pasca Kampus

    Added by: Program Staff (Monday, 13 August 2012 14:41)
    Last Modified: Kemitraan Staff (Tuesday, 14 August 2012 11:27)

    Saat membandingkan dunia kampus dan pasca kampus, maka secara tidak langsung kita sedang membayangkan dua dunia yang berbeda: antara idealita dan realita. Kampus sebagai wahana penempaan karakter dan kompetensi menuntut para penghuninya untuk berpikir ideal. Segala sesuatu yang diinginkan dan dicita-citakan serba ideal. Oleh karena itu, pola pikir yang seharusnya siap dibawa adalah sebentuk idealisme. Saat memasuki dunia baru pasca kampus, mahasiswa mulai bertemu dengan kenyataan yang secara langsung ataupun tidak, berbenturan dengan apa yang diidam-idamkan. Inilah tantangan sesungguhnya.

    more info (+)

     Data yang dikeluarkan BPS menyebutkan 50% dari jumlah pengangguran di Indonesia adalah para sarjana. Mengapa? Bisa jadi dan memang besar kemungkinannya karena mereka tidak siap dalam memperjuangkan serta membawa cita-cita luhur idealita saat berhadapan dengan dunia pasca kampus yang kompleks. Ini jelas sebagai tantangan. Pasca kampus adalah keniscayaan. Bekerja dan berkarya adalah sesuatu yang mutlak dihadapai setiap manusia, terlebih khusus para pemuda (mantan mahasiswa-red).

    Bang Awid mengingatkan bahwa dunia dewasa ini semakin dinamis. Visi kita saat ini belum tentu adalah visi kita di masa lalu dan belum tentu juga dapat tetap bertahan sebagai visi di masa yang akan datang. Kita harus siap dengan segala bentuk perubahan, bahkan kitalah yang semestinya merancang perubahan itu. Hiduplah yang seimbang antar berbagai hal.

    Kegiatan Regional | Desember 2012

    Added by: Super User (Tuesday, 15 May 2012 13:59)
    Last Modified: Kemitraan Staff (Thursday, 17 January 2013 08:57)

    Kajian Islam Pekanan bersama Ustad Endro di Asrama Regional 2 Bandung

    Kajian Akhlak Regional 1 Jakarta Putri:  “Etika Muslimah Shalihah”, bersama Ratri Candra Restuti, S.Si (Mantan Ketua Keputrian SALAM UI) 15 Desember 2012

    Kelelahan pada Supir Angkot, Penyebab Kecelakaan di Kota Depok

    Added by: Kemitraan Staff (Thursday, 27 February 2014 14:05)
    Last Modified: Kemitraan Staff (Thursday, 27 February 2014 14:18)

    Kelelahan pada Supir Angkot, Penyebab Kecelakaan di Kota Depok; 
    Oleh : Bhekti Setya Ningrum

    more info (+)

     Kecelakaan merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari. Pada tahun 2013, tercatat sebanyak 233 kecelakaan terjadi di Kota Depok. Terdapat banyak kerugian yang ditimbulkan akibat kecelakaan tersebut, mulai dari kerugian materi karena rusaknya kendaraan hingga korban tewas. Ironisnya, pada rentang Januari-Agustus 2013, terdapat 19 orang tewas dari seluruh total korban akibat kecelakaan.

    Namun, meskipun kecelakaan merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari, setidaknya, setiap orang dapat meminimalisir segala kemungkinan dan faktor risiko yang dapat menyebabkan hal tersebut terjadi. Menurut pengkajian yang telah dilakukan di terminal kota Depok pada bulan November 2013 oleh mahasiswa Ilmu Keperawatan UI, penyebabkan kecelakaan yang terjadi di Depok disebabkan oleh kelelahan yang dirasakan oleh supir angkutan umum. Kelelahan tersebut dipicu oleh beberapa hal, antara lain stres, jam kerja dan beban kerja yang berlebihan, kurangnya masukan makanan, lingkungan kerja yang kurang nyaman, dan kurangnya rekreasi.

    Salah satu faktor terbesar yang menyebabkan kelelahan pada supir angkot pun dapat dilihat dari jam operasional supir angkutan umum. Berdasarkan hasil wawancara, diperoleh data bahwa jam operasional supir angkutan umum (angkot dan bus) rata-rata dimulai sejak pukul 04.00 – 23.00 WIB. Itu berarti, di dalam satu hari, supir angkot menghabiskan waktu 19 jam di dalam angkot, meskipun ada beberapa dari supir yang menggunakan sistem shift dalam menyupir angkutan umum tersebut. Waktu kerja yang melebihi standar tersebut pun membuat supir sangat merasa lelah.

    Kelelahan yang dialami oleh supir angkutan umu tersebut pada akhirnya akan dapat menyebabkan satu masalah baru, yakni kecelakaan. Sebab, kelelahan yang dirasakan oleh supir angkutan umum dapat mengganggu konsentrasi dalam menyupir angkutan umum yang dikendarainya.Oleh karena itu, supir angkutan umum di Terminal Kota Depok sebaiknya memiliki cara yang tepat untuk dapat mengatasi kelelahan tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu membuat jadwal istirahat di sela-sela waktu bekerja sehingga mengurangi rasa lelah yang dirasakan. Selain itu, cara lain yang dapat dilakukan agar supir angkutan umum dapat mengurangi lelahnya adalah dengan cara memenuhi nutrisi supir tersebut dengan makanan yang sehat dan bergizi. Dinas Perhubungan Kota Depok, pengelola Terminal Kota Depok, dan berbagai pihak dapat bekerja sama untuk mendirikan kantin murah dan sehat sehingga kebutuhan nutrisi supir angkutan umum tersebut dapat terpenuhi.

    Semoga semua supir angkutan umum tersebut dapat mengetahui cara atau metode yang tepat sehingga dapat mengatasi kelelahan yang dirasakan. Sebab, dengan berkurangnya lelah yang dirasakan oleh supir angkutan umum di Kota Depok dapat menurunkan angka kecelakaan yang ada. Ingat, berhati-hatilah di jalan karena keluarga menunggu di rumah.

    Telah dimuat di:  depoklik.com 6 Desember 2013

     

    Kemal A. Stamboel

    Added by: Super User (Tuesday, 18 September 2012 10:55)
    Last Modified: (Tuesday, 18 September 2012 10:55)

    Saya melihat PPSDMS selama 8 tahun ini mengalami kemajuan yg luar biasa. Proses pembinaan untuk membangun karakter kepemimpinan melalui program seperti ini sangatlah bermanfaat bagi kita semua, terutama dalam mencetak pemimpin-pemimpin baru Indonesia di masa depan.

    Program PPSDMS membutuhkan dukungan yang lebih besar dan lebih luas. Semua institusi yang merasa turut bertanggungjawab untuk keberlangsungan bangsa ini semestinya memiliki keinginan untuk berpartisipasi dalam mendukung program PPSDMS.

    Untuk itu saya mengajak para istitusi lain untuk turut berpartisipasi baik melalui donasi secara langsung maupun dalam bentuk lain karena program ini adalah kawah pembentukan pemimipin-pemimpin masa depan Indonesia.

    KH. Dr. Muslih Abdul Karim

    Added by: Super User (Tuesday, 15 May 2012 07:03)
    Last Modified: Kemitraan Staff (Friday, 07 September 2012 14:11)

    more info (+)

    KH. Dr. Muslih Abdul Karim, M.A. dilahirkan di Lamongan pada tanggal 15 Maret 1955. Setelah menyelesaikan studi di Madrasah Aliyah, ia meneruskan studinya ke LIPIA. Belum lama kuliah di kampus tersebut, ia mendapatkan rekomendasi untuk melanjutkan studi ke Riyadh, Mekah. Ia menyelesaikan program Sl, S2, dan S3 di Riyadh dengan jurusan Tafsir.

    Ayah empat putra dan lima putri ini sekarang beraktifitas sebagai dosen (di LIPIA Jakarta, Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, dan PTIQ Jakarta); Tim Ahli SCC (Sharea Consulting Center) Indonesia; Anggota DSP (Dewan Syariah Pusat) DPP PKS; pengasuh Pesantren Baitul Qur’an-Depok, dan Ponpes El Tahfidz Nurul Fikri Cileungsi-Bogor; pembimbing pada GSM (Gema Shafa Marwa) Tour dan Travel Haji; Dewan Syuro IKADI (Ikatan Da’i Indonesia); pembimbing Majelis Akhlaqul Karimah, serta Ketua Dewan Syariah Majelis Dzikir Az-Zikra.

     

    Kita dan Perubahan

    Added by: Super User (Friday, 10 August 2012 14:09)
    Last Modified: Super User (Friday, 10 August 2012 14:20)

    Oleh : Muhammad Ichsan | Manajer Bidang Alumni PPSDMS NF

    Banyak orang yang berfikir bagaimana caranya merubah dunia namun sedikit yang jeli memperhatikan bahwa perubahan besar berawal dari perubahan kecil, yaitu bagaimana merubah diri sendiri.

    Ada sebuah ungkapan yang cukup menarik untuk kita renungkan. ”Setiap perubahan tidak selalu menuju pada perbaikan, tetapi setiap perbaikan dimulai dari perubahan”. Perubahan adalah suatu keniscayaan di dunia ini, maka kita harus berubah agar tidak terlindas oleh perubahan itu sendiri. Keberanian untuk bertindak dan memulai perubahan terkadang menjadi semacam pintu gerbang ke arah perbaikan.

    more info (+)

    Jika kita tidak berbuat, maka satu-satunya kemungkinan yang akan kita capai adalah kita tidak akan meraih apa-apa. Dan di dunia yang selalu berubah secara cepat ini, siapa saja yang tidak bergerak atau berubah dengan cepat maka ia akan tertinggal dan menjadi gagal.

    Ada satu kisah seorang pebisnis yang meraih kesuksesan hingga menapaki posisi owner sekaligus Presiden Direktur di Perusahaan tersebut. Suatu ketika perusahaan tersebut diterpa badai masalah internal. Pemicunya adalah sikap pemimpin yang arogan. Dia otoriter dan antikritik. “Kalau saya bisa, kalian juga harus bisa,” katanya pongah. Dia pun menolak ide-ide baru. Dia mengelola perusahaan dengan serampangan. Turn over karyawan pun tinggi. Sisanya hanya kelompok para ‘penjilat’ yang tidak berani melawan. Dia menginginkan anak buahnya di-training agar berubah. Padahal, dia sendiri yang perlu di-training agar sikapnya berubah. Pada akhirnya perusahaan tersebut bangkrut!

    Banyak orang yang mengetahu bahwa perubahan, - entah itu perubahan cara pandang, perubahan sikap atau perubahan apapun yang berujung pada suatu perubahan keadaan- akan membawa pada kesuksesan namun sedikit orang yang mau untuk berubah. Ini dia alasan mengapa orang malas berubah, sekalipun dia tahu perubahan akan membawa kesuksesan: karena berubah itu rasanya tidak nyaman. Bisa tidak nyaman karena kita merasa sendirian. Bisa tidak nyaman karena lingkungan kita menyatakan yang sebaliknya. Bisa juga tidak nyaman karena kita kewalahan atau kelelahan.

    Motivator sekaligus pakar kepemimpinan, Dr. John C. Maxwell dalam bukunya Thinking for A Change menyatakan ada 6 langkah yang bisa mengubah hidup manusia. Pertama, kita harus mengubah cara berpikir kita. Mengubah cara berpikir akan mengubah keyakinan kita. Kedua, jika keyakinan kita berubah, harapan kita akan berubah. Ketiga, jika harapan kita berubah sikap kita berubah. Keempat, jika sikap kita berubah, perilaku kita berubah. Kelima, jika perilaku kita berubah, kinerja kita berubah. Dan keenam, jika kinerja kita berubah, hidup kita akan berubah.

    Kita bisa simpulkan bahwa inti dari suatu perubahan adalah bagaimana kita menata fikiran kita dan membentuknya menjadi suatu keyakinan positif.

    Tinta sejarah selalu digoreskan oleh orang – orang besar yang berani mengambil tantangan serta beban yang lebih besar dari kebanyakan orang. Mereka adalah orang yang memiliki keyakinan bahwa tantangan sebesar apapun selalu memiliki jalan keluar.

    Bila kita menganggap masalah sebagai beban, kita mungkin akan menghindarinya atau menjauhinya. Bila kita menganggap masalah sebagai halangan, kita mungkin akan menghadapinya. Namun, ketika kita menganggap masalah adalah anak tangga menuju kesuksesan atau perubahan yang lebih baik maka kita akan menghadapinya dengan cara yang berbeda. Dengan pandangan tajam, kita melihat kejayaan di balik setiap masalah. Semakin besar tantangan atau masalah yang kita hadapi semakin besar pula ia akan membentuk kapasitas pribadi kita.

    Jadi, siapkah kita untuk berubah ?!

    Kolam Impian

    Added by: Super User (Tuesday, 15 May 2012 07:05)
    Last Modified: Super User (Saturday, 19 May 2012 09:59)

    Budidaya ikan nila adalah inti dari program sosiopreneur ini. Budidaya ikan nila dipilih karena ikan nila termasuk jenis ikan yang cepat berkembang biak. Siklus regenerasi ikan nila terjadi hanya dalam hitungan bulan.. Secara ekonomis, ikan nila merupakan komoditas yang menjanjikan. Di pasar dalam negeri sendiri, nila merupakan produk yang dinikmati semua kalangan. dan pasar untuk ikan nila sendiri masih terbuka lebar. Pasar lokal Indonesia, atau Jawa khususnya masih banyak membutuhkan pemasok, baik dari pembudi daya ekstensif (sederhana) maupun intensif (maju). Selain pasar lokal, potensi ekspor ikan nila juga sangat menjanjikan. Indonesia merupakan eksportir ikan nila keempat terbesar untuk Amerika Serikat. Di Uni Eropa, peminat ikan nila sangat besar, ini juga merupakan tantangan dari petani lokal untuk bersaing dengan eksportir lain seperti Taiwan. Pasar yang menjanjikan tersebut merupakan salah satu peluang yang bisa dimanfaatkan..

    more info (+)

    Kolam Impian merupakan salah satu ide untuk mengurangi angka pengangguran di Indonesia agar berubah menjadi angka-angka wirausahawan produktif. Berawal dari beberapa meter persegi KOLAM,IMPIAN menjadikan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat InsyaAllah segera tercapai. Pelaksanaan pembudidayaan ikan nila di program ini melibatkan kumpulan pemuda yang ada di lingkungan sekitar program ini. Pemuda ini akan terikat dengan program ini selama satu siklus. Satu siklus adalah pembudidayaan ikan nila dari pembesaran bibit hingga paska panen. Selain mendapat pengalaman wirausaha secara praktis, pemuda tersebut juga akan mendapatkan teori-teori dari ilmu mengenai kewirausahaan dari pakar dan praktisi wirausaha lain, dan motivasi serta kiat-kiat agar berani mendirikan usaha. Daripada hanya menjadi pengangguran yang dianggap sebagai benalu, selama satu siklus di program ini pemuda tersebut diharapkan sudah memiliki ilmu dan keterampilan yang cukup. Setelah satu siklus selesai, pemuda tersebut dibebaskan kembali, untuk mulai merintis usahanya masing-masing. Usaha pembudidayaan di program ini dilakukan secara benar sesuai dengan tuntunan dari pemerintah, dan dengan pengawasan dari praktisi petani ikan nila di Jogja yang merupakan pakar budidaya ikan nila.

    Selain untuk menghasilkan komoditas ikan nila unggulan. Serta menumbuhkan kemampuan wirausaha di kalangan pemuda-pemuda sekitar tempat program dilaksanakan agar mereka memiliki kemampuan wirausaha, dalam hal ini adalah kemampuan agribisnis. Para pemuda yang mengikuti program ini, diharapkan memiliki keinginan dan kemampuan berwirausaha, sehingga berani mendirikan usahanya sendiri. Program Kolam Impian berlokasi di Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, kabupaten Sleman. Kolam, yang merupakan sentra dan kantor pusat program ini terletak di sebelah utara hotel Hyatt Jogjakarta, sekitar 10 Kilometer dari Asrama PPSDMS Jogjakarta.

    So, jika kamu tertarik untuk berpartisipasi atau bahkan berinvestasi dalam program kami. Jangan ragu lagi, let's join with us! Bersama, mari kita jadikan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat, kawan.

     

     

     

     

     

     

    Komunitas Angkringan Pintar Mengudara

    Added by: Program Staff (Tuesday, 24 December 2013 15:08)
    Last Modified: Program Staff (Tuesday, 24 December 2013 15:10)

    Komunitas Angkringan Pintar Mengudara di “Ngobrol Pagi” RRI Pro 2 Jakarta

     

    Jakarta, 23 Desember 2013 – Segmen Ngopi “Ngobrol Pagi” Program “Jakarta Pagi Ini” Radio Republik Indonesia Pro 2 Jakarta  berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Dalam kesempatan Senin pagi (22 Des 2013) RRI Pro 2 Jakarta berhasil menghadirkan nara sumber dari teman-teman Komunitas Angkringan Pintar. Phisca Aditya Rosyady, mahasiswa Elektronika dan Instrumentasi UGM yang juga selaku Project Coordinator Angkringan Pintar berkesempatan untuk berbagi tentang program gerakan membaca yang digencarkannya.

    more info (+)

     

    Dalam kesempatan itu, Phisca Aditya Rosyady, Project Coordinator Angkringan Pintar yang juga masih belajar di Elektronika dan Instrumentasi UGM memaparkan banyak hal tentang Angkringan Pintar.  Segmen acara yang dibawakan oleh Penyiar Desi Aldiana itu dimulai sekitar pukul 07.35 hingga 15 menit kedepan. Phisca menuturkan mulai dari sejarah Angkringan Pintar yang diinisiasi bersama keempat temannya Khairul Arifin, Yusnia Irchami Fahmi, Annisa Astri, dan Muh Thaha yang merupakan kader di Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kecamatan Imogiri seluruhnya. Bermula dari keinginan untuk membuat kegiatan di TPA-TPA di kecamatan Imogiri agar lebih variatif dan edukatif, akhirnya melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Dikti 2013, Program Angkringan Pintar ini dirintis.

    Angkringan Pintar hadir sebagai solusi terhadap minimnya akses anak-anak terhadap buku di kawasan-kawasan pedesaan. Selain itu Angkringan Pintar juga berusaha sekreatif mungkin menarik anak untuk cinta dengan buku, entah melalui gerobak angkringan yang dibawa ataupun melalui berbagai rangkaian program yang sudah dirancang sedemikian rupa.

    Diakhir obrolan desi bertanya bagaimana cara untuk ikut mendonasikan buku ke Angkringan Pintar. “ Langsung bisa dikirim ke basecamp kami di Karangtengah, Imogiri, Bantul, Yogyakarta atau bisa hubungi kami terlebih dahulu melalui 085743466968 atau kunjungi website kami di www.angkringanpintar.weebly.com “ Ujar Phisca menutup obrolan bersama RRI Pro 2 Jakarta tersebut. Baca, Buka Mata Dunia!

     

    Oleh : Phisca Aditya Rosyady

     

    Konfirmasi Pembayaran Donasi

    Added by: Super User (Tuesday, 29 May 2012 22:59)
    Last Modified: Administrator Web (Tuesday, 25 September 2012 00:27)

    Kriteria Keberhasilan

    Added by: Super User (Tuesday, 15 May 2012 07:03)
    Last Modified: Super User (Friday, 20 July 2012 14:15)

    10 Aspek Pembinaan dan 20 Kriteria Keberhasilan PPSDMS

     

    1. Islam sebagai Paradigma

    1

    Memahami Islam sebagai sistem kehidupan yang menyeluruh untuk seluruh aspek kehidupan manusia

     

    2. Kualitas Pribadi

    2

    Jujur, amanah, dan istiqomah

    3

    Dewasa, bijaksana, dan mampu menjadi teladan

    4

    Berkiprah secara aktif sebagai pemimpin yang efektif dalam berbagai kegiatan dan organisasi

     

    3. Wawasan Berpikir yang Komprehensif

    5

    Memiliki pengetahuan yang luas dan terintegrasi menyangkut ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, hankam, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta lingkungan hidup dan hak asasi manusia (HAM)

    6

    Berpartisipasi aktif dalam berbagai seminar di luar program PPSDMS minimum 3 kali per semester

    7

    Memperkaya wawasan dengan membaca buku minimal 1 buku per bulan dan mengikuti perkembangan informasi terkini melalui media cetak dan elektronik

     

    4. Prestasi Akademik

    8

    Mampu meraih Indeks Prestasi Semester di atas 3,00 selama masa pembinaan di PPSDMS

     

    5. Persiapan Pengembangan Profesi

    9

    Menjuarai kompetisi yang menunjang persiapan profesi

    10

    Memahami kehidupan dunia pasca kampus pada Sektor Publik, Sektor Swasta, dan Sektor Ketiga

     

    6. Kemampuan Komunikasi

    11

    Menulis dan mengirimkan artikel setiap bulan ke media massa atau media kampus

    12

    Memiliki kemampuan Bahasa Inggris setara dengan skor TOEFL minimum 500

     

    7. Ibadah dan Pensucian Jiwa

    13

    Menjaga ibadah-ibadah wajib dan ibadah-ibadah sunnah sesuai standar pembinaan PPSDMS

    14

    Mampu membaca Al Qur-an dengan baik dan benar dan hafal dua juz Al Qur-an saat lulus PPSDMS

     

    8. Nasionalisme

    15

    Memahami sejarah perkembangan kepemimpinan bangsa

    16

    Peduli terhadap masalah dan tantangan yang dihadapi masyarakat, bangsa, dan negara

     

    9. Fisik yang Sehat dan Kuat

    17

    Memiliki fisik yang sehat dan bugar

    18

    Mencapai minimum sabuk biru Tae-kwon-do

     

    10. Apresiasi Seni dan Budaya

    19

    Memiliki pemahaman terhadap keragaman budaya dalam interaksi sosial

    20

    Memiliki estetika dan kepekaan seni yang mendukung peran dan tugasnya sebagai pemimpin

     

     

    KSIT PPSDMS Yogyakarta : Sejarah Pergerakan Zionis di Palestina

    Added by: Super User (Monday, 07 January 2013 17:24)
    Last Modified: Kemitraan Staff (Thursday, 10 January 2013 14:55)

    Kajian Sejarah Islam Tematik (KSIT) Regional 3 YogyakartaPada program kali ini pertama kali dilakukan pembukaan oleh saudara kami, yaitu Albistamy Mosadi Putra, Mahasiswa Fakultas Kedokteran 2011. Kemudian dilanjutkan pada pembacaan ayat suci Al-Quran oleh saudara Abdul Hafizh Asri, Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis 2011. Surat yang dibaca adalah Surat Al-Fath ayat 1-10. Tema yang diangkat pada KSIT Spesial kali ini adalah “Sejarah Pergerakan Zionis di Palestina”.

    more info (+)

    Acara pada sore kali ini dipimpin oleh Azzam Ghozi Ahmad mahasiswa Fakultas Geografi 2011, Ketua Jamaah Mahasiswa Muslim Geografi. 

     

    Dalam kesempatan kali ini, Bapak Agung berpesan bahwa kita harus banyak bersyukur pada Allah, karena Allah adalah zat yang mengatur segala masa, baik masa kebaikan, masa keburukan, masa kemajuan, dan masa kemunduran pada setiap manusia, bangsa. Hal ini Allah lakukan untuk menguji siapa-siapa saja orang yang beriman, dan Allah dapat menjadikannya sebagai orang yang syahid àJ. Dalam kesempatan ini pula, Bapak Agung menjelaskan bahwa kejadian-kejadian yang terjadi, adalah menggambarkan adanya pasang surut yang terjadi pada ummat Islam, karena sebab-sebabnya yang sudah menjad takdir dari Allah. Peradaban Islam telah berkembang pertama di Andalusia, kemudian menuju Cordoba, dan Granada. Hal ini sebagai bukti bahwa ummat Islam mengalami pasang surut. Rekonkista adalah kejadian yang disebabkan dengan adanya raja-raja kecil yang kemudian menjadikan hilangnya peradaban Islam. 

     

    Hilangnya peradaban Islam menyebabkan adanya dampak pada generasi muda saat ini. Turki Ustmaniyah adalah khalifah terakhir yang kemudian runtuh. Di Madinah, Rasulullah mulai mengenal kaum Yahudi, dan di sinilah pertama kali kita dapat membaca bagaimana cara politik Rasulullah dalam melawan Yahudi. Di negeri ini, Rasulullah membaca kondisi masyarakat yang ada di Madinah. Di madinah, Rasulullah berhubungan dengan Bani Qaynuqqah (para demonstran pertama saat kemenangan Rasulullah di Badar)à menyebabkan penganiayaan muslimah di pasar. Rasulullah juga berhubungan dengan Bani Quraydah, dan Bani Nadhir (semuanya melakukan makar, namun Rasulullah memberikan perlakuan yang berbeda-beda). Bani Quraisy tidak diusir oleh Rasulullah, karena Rasulullah memberikan kesempatan untuk masuk Islam.

     

    Bani Israil sudah lama mengalami invasi, penaklukan, dan perbudakan. Hal ini terbukti dengan banyaknya bangsa-bangsa yang menjadikan bani Israil seperti bangsa Assyria, Babylonia, Persia, Yunani, Mesir, serta Romawi. Bani Israil merekam secara lengkap setiap peristiwa kemalangan yang pernah mereka hadapi. Catatan sejarah Bani Israil dilakukan sejak 1000 tahun sebelum kelahiran Nabi Isa. 1600 tahun adalah tahun-tahun saat Bani Israil tidak dapat merasakan adanya kemenangan, ketenangan. Empat kota suci yahudi, yaitu Safed, Tiberias, Jerusalem, dan Hebron.

     

    Babak kehidupan Yahudi, 637-1099 = Khilafah Rasyidin hingga Perang Salib; 1099-1291 = pembataian dan perusakan thdp komunitas yahudi oleh crusader; 1291-1516 = era mamluk terjadi awal komunitas yahudi lahir yang melarikan diri dari eropa, dan 1516-1947 = era osmanli terus terjadi arus kembalinya yahudi dari eropa. Perang salib menjadi bagian penting dalam mempelajari perkembangan kaum yahudi. Pada tahun 1291 para crusader dipukul mundur,namun kaum yahudi mulai mengatur rencana untuk mengambil tanah palestina dari kaum muslim. Kegagalan perang salib, yang mana perang salib terdiri atas 8 babak. Perang salib ke 4 adalah perang memperebutkan Orthodox di konstantinopel. Pada tahun 1099-1291 kaum yahudi tidak nyaman dengan konsidi eropa yang saat itu sedang terjadi perang salib. Ciri khas Aliyah 1, yaitu adanya bantuan ummat muslim untuk membantu eksodus yahudi dari Eropa, tepatnya Andalusia. Ciri khas Aliyah 2, yaitu yahudi dari Rusia pindah ke palestina, dan sudah terorganisir. Aliyah 2 membangun pemikiran Yahudi untuk bangkit dan membangun gerakan bawah tanah, seperti yang terkenal Zionisme. Pada tahun 1880, adalah pertama kali munculnya partai Zionisme. Zionis adalah orang-orangnya sekuler yahudi. 

     

    T.E. Lawrence adalah agen yang disusupkan oleh Inggris untuk memecah belah Ummat Islam dengan mengirimnya pada Syarif Husein bin Ali. Hal ini digunakan dengan memecah belah untuk melawan pada Turki Ustmani. Untuk pertama kalinya Madinah terhubung dengan Damaskus melalui rel kereta api, dan ini terjadi ketika zama Turki Ustmani (railway madinah).

    Jewish national foundation adalah yayasan yang sengaja didirikan oleh yahudi untuk mengumpulkan uang dengan cara paksa.

    Aliyah 3, prosesnya adalah setiap yahudi yang masuk, akan dipersenjatai dan diletakkan di daerah asalnya.

    Sejarah yahudi adalah perjalanan panjang, yang menyimpan cerita sejarah dari zaman-zaman yang ribuan tahun. [Abrory Agus C.P]

    http://laskarnakula.blogspot.com/2013/01/ksit-ppsdms-yogyakarta-sejarah.html

    Kunjungan KaBadiklit Depsos ke PPSDMS NF

    Added by: Super User (Wednesday, 13 February 2013 07:12)
    Last Modified: Kemitraan Staff (Monday, 18 February 2013 16:50)

    Kepala Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial, Dr. Ir. R. Harry Hikmat, M.Si didampingi oleh Kepala Pusat Data dan Informasi kesejahteraan Sosial (Pusdatinkesos), Drs. Mansur, M.Si serta Kepala Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional Pekerja sosial dan Penyuluh Sosial (Pusbinjabfung Peksos dan Pensos), Drs. Toto Restuanto Sembodo,MM pada hari Kamis tanggal 31 Januari 2013 melaksanakan kunjungan kerja ke Yayasan Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis (PPSDMS) Nurul Fikri yang beralamat di Jl. Lenteng Agung No. 20 Jakarta Selatan.

    more info (+)

    Kunjungan kerja ini dilaksanakan dalam rangka membahas rencana jalinan  kerjasama bidang pengembangan  sumber daya manusia antara Kementerian Sosial  dengan  PPSDMS Nurul Fikri yang dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Wakil Direktur PPSDMS Nurul Fikri, Bachtiar Firdaus, ST., MPP dan Manajer Alumni PPSDMS Nurul Fikri, Muhammad Ichsan, SE.

    Tindak lanjut dari pertemuan tersebut adalah akan dilaksanakannya pertemuan lanjutan antara PPSDMS Nurul Fikri dengan Satuan Kerja di lingkungan Badiklitkesos yakni STKS Bandung, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial dan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial.

    Ruang lingkup kerjasama yang akan dikembangkan antara lain pelatihan kepemimpinan bagi mahasiswa STKS Bandung dan pengembangan laborarium community development di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial.

    Laksda TNI (Purn) Husein Ibrahim, MBA

    Added by: Super User (Tuesday, 11 September 2012 10:49)
    Last Modified: Super User (Tuesday, 11 September 2012 10:52)

    more info (+)

    Beliau adalah Wakil Ketua Dewan Penyantun PPSDMS Nurul Fikri, beliau juga aktif sebagai Ketua Bidang Program Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)

    Laksda TNI (Purn) Husein Ibrahim, MBA

    Added by: Super User (Tuesday, 18 September 2012 10:45)
    Last Modified: (Tuesday, 18 September 2012 10:45)

    “Sejak tahun 2002 kami bersama-sama Pak Musholi, Pak Bachtiar, dan rekan-rekan yang lain membangun PPSDMS. Kami memilih para peserta terbaik dari berbagai perguruan tinggi negeri untuk disiapkan menjadi pemimpin masa depan yang islami, moderat, penuh tanggung jawab dalam berbangsa dan bernegara, serta memiliki empati  yang besar terhadap dhuafa. PPSDMS akan melahirkan pemimpin yang mandiri yang mampu mengayomi masyarakat serta bangsa dan negara.”

    Laporan Donasi Agustus 2012

    Added by: Super User (Thursday, 17 January 2013 08:18)
    Last Modified: Kemitraan Staff (Thursday, 17 January 2013 18:01)
    more info (+)

     - Penerimaan Donasi Agustus 2012

    DONASI INSTITUSI

     

     

     LAZNAS BSM

     Rp

          60,000,000

     YDSF

     Rp

          14,400,000

     ZIS INDOSAT

     Rp

          12,500,000

     BAZNAS 

     Rp

       192,000,000

     BNI SYARIAH

     Rp

          10,000,000

     LP3T NURUL FIKRI

     Rp

            1,266,518

     PT. TIKI JNE

     Rp

            6,000,000

     YBM BRI

     Rp

            3,500,000

     LAZISWA PT. PEMBANGUNAN JAYA ANCOL

     Rp

            5,000,000

     PT. LINTASARTA

     Rp

          10,000,000

     MEDCO FOUNDATION 

     Rp

          50,000,000

     TOTAL DONASI INSTITUSI

     

       364,666,518

     DONASI PEMBANGUNAN ASRAMA DAN MUSHOLA PERADABAN

     

     

     Hartono Laras

     Rp

            5,000,000

     A. Halim

     Rp

          10,000,000

     YBM BRI

     Rp

            5,000,000

     A. Ferdiansyah

     Rp

               500,000

     Fauzudinnur Osaman

     Rp

               200,000

     Drs. Musoli

     Rp

          25,000,000

     Arif Wahidin

     Rp

          10,000,000

     Jumlah

     Rp

          55,700,000

     

     

     

     DONASI INDIVIDU

     

     

     DEWAN PENASEHAT 

     

     

     Drs. Kemal A Stamboel.Psi.MSM

     Rp

            5,000,000

     Jumlah

     Rp

            5,000,000

     DEWAN PENYANTUN

     

     

     Arifin Panigoro

     Rp

       100,000,000

     Jumlah

     Rp

       100,000,000

     DONASI PENGURUS PUSAT / REGIONAL

     

     

     Drs. Musoli

     Rp

            6,400,000

     Dr. Agustino Zulys

     Rp

            1,200,000

     Dumilah Ayuningtyas

     Rp

               500,000

     Pratiwi Setiawati

     Rp

               200,000

     Herry Wibowo

     Rp

                  50,000

     Bachtiar Firdaus

     Rp

               350,000

     Adi Wahyu Adji

     Rp

               200,000

     Astria Kartika Sari

     Rp

                  50,000

     Muhammad Isa

     Rp

                  50,000

     Wahyu Lestari

     Rp

                  50,000

     Jumlah

     Rp

            9,050,000

     DONASI ALUMNI 

     

     

     Adhe Priyambodo

     Rp

               800,000

     Adhi Nugroho

     Rp

               300,000

     Ahmad Firmansyah 

     Rp

                  50,000

     Ahmad Hidayatullah

     Rp

               500,000

     Akhda Afif Rasyidi

     Rp

                  60,000

     Angga Lesvian

     Rp

               200,000

     Aresto Yudho

     Rp

               500,000

     Arif Darmawan

     Rp

               100,000

     Awidya Santika Jaya

     Rp

                  50,000

     Berno Samsul Fisahwan

     Rp

               750,000

     Big Zaman

     Rp

               250,000

     Bustanul Mulyawan

     Rp

            1,555,554

     Cesar Hartono

     Rp

               400,000

     Dasril Guntara

     Rp

            1,200,000

     Danial

     Rp

               200,000

     Dedi Laksono

     Rp

               300,000

     Devandra  Alferi

     Rp

            2,000,000

     Diaz Palestine

     Rp

               200,000

     Faisal-Warung Sehat

     Rp

            1,050,009

     Febrian Asrul

     Rp

               300,000

     Hamba Alloh 

     Rp

                  20,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via Mandiri (Rek No. 1570000279225)

     Rp

                  50,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via Mandiri (Rek No. 1570000279225)

     Rp

            1,100,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via Mandiri (Rek No. 1570000279225)

     Rp

               150,007

     Hamba Alloh (Alumni) Via Mandiri (Rek No. 1570000279225)

     Rp

               100,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via Mandiri (Rek No. 1570002160704) 

     Rp

                  50,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via Mandiri (Rek No. 1570002160704) 

     Rp

               220,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via Mandiri (Rek No. 1570002160704) 

     Rp

               250,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BSM (Rek No. 0030058574) 

     Rp

            1,000,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BSM (Rek No. 0030058574) 

     Rp

               300,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BSM (Rek No. 0030058574) 

     Rp

               500,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BSM (Rek No. 0030058574) 

     Rp

               200,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BSM (Rek No. 0030058574) 

     Rp

               100,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BSM (Rek No. 0030058574) 

     Rp

            1,000,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BSM (Rek No. 0030058574) 

     Rp

               100,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BSM (Rek No. 0030058574) 

     Rp

               100,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BSM (Rek No. 0030058574) 

     Rp

               213,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BSM (Rek No. 0030058574) 

     Rp

                  50,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BSM (Rek No. 0030058574) 

     Rp

                  50,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BSM (Rek No. 0670084514)  

     Rp

               200,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BSM (Rek No. 0670084514) 

     Rp

               200,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BMI (Rek. No. 3070009815)

     Rp

                  60,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BMI (Rek. No. 3070009815)

     Rp

               100,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BMI (Rek. No. 3070009815)

     Rp

                  25,025

     Hamba Alloh (Alumni) Via BMI (Rek. No. 3070009815)

     Rp

               721,800

     Hamba Alloh (Alumni) Via BMI (Rek. No. 3070009815)

     Rp

               250,000

     Hanif Arif Handoko

     Rp

               100,000

     Hudzaifah Hanum

     Rp

               200,000

     Kurnia Fitra Utama

     Rp

               250,000

     Mahrezaldy  Creza

     Rp

                  75,000

     Muhammad Kamiluddin

     Rp

               102,270

     Nizar Ihromi Hidayat 

     Rp

               400,000

     Nova Kurniawan

     Rp

               125,000

     Purba Purnama Anindita Hapsari

     Rp

               100,000

     Ramdhan Nugraha

     Rp

               425,000

     Refi Kunaefi

     Rp

               400,000

     Reza Karya

     Rp

               300,000

     Rijadh Dajatu Winardi

     Rp

               100,000

     Towy Aryanosa

     Rp

               600,000

     Widiyanto Noviansyah

     Rp

            1,500,000

     Wijaya

     Rp

               600,000

     Yogi Alwendra

     Rp

               250,000

     Zulfadli Nasution

     Rp

               150,000

     Jumlah

     Rp

          18,500,395

     DONASI PERORANGAN

     

     

     Abdul Haris.MR, SH, LLM

     Rp

            5,000,000

     Agung Baskoro

     Rp

               100,000

     Anindita Hapsari

     Rp

               100,000

     Fadlyan Noor

     Rp

                  35,000

     Faradilla Fajrin Al Fath

     Rp

                    5,000

     Iqbal Fikri

     Rp

                  50,000

     Ibu Ita (Zakat)

     Rp

            1,000,000

     Jauhary Arifin

     Rp

            2,000,000

     Penggalih Mahardika Herlam

     Rp

                  12,000

     Prima

     Rp

               700,000

     Rubby Eka Saputra

     Rp

               150,000

     Wahyu Avianto

     Rp

            1,000,000

     Yudi Mahatma

     Rp

               511,035

     Jumlah

     Rp

          10,663,035

     DONASI Via ATM BNI

     

     

     Afif

     Rp

            1,000,000

     Adisty Damayanti S S

     Rp

                  50,000

     Abdul Munif, MSC IR

     Rp

            2,500,000

     Ade Yusriansyah. D

     Rp

               150,000

     Adi Wahyu Pribadi

     Rp

               550,000

     Aditya Nur Yuslam

     Rp

               200,000

     Afani Firmansyah

     Rp

               250,000

     Agus Kharmayana, R

     Rp

               148,000

     Agus Salim Irianto, DRS

     Rp

            1,500,000

     Agus Winanto

     Rp

                    5,000

     Ahmad Kemala Haris

     Rp

               200,000

     Aina Mardiati, SE, Ak

     Rp

               270,000

     Ajeng Aulia Asyifa

     Rp

                    6,057

     Alfian Rizqy Tanjung

     Rp

                  25,000

     Alvy Auliany Myala

     Rp

               175,000

     Amelia Nasrin, DR

     Rp

            1,000,000

     Amanda Apriani

     Rp

                  20,000

     Amilia Nurul Raditya

     Rp

               100,000

     Amrul, SE.AK

     Rp

               400,000

     Andi Dwi Saputro

     Rp

                  50,000

     Andi Tenri Sanna

     Rp

                  20,000

     Andin Sholawati Bunga R

     Rp

               100,000

     Andi Muhammad Fedriansyah

     Rp

               100,000

     Andi Tri Nugraha

     Rp

               567,575

     Andrian Wiryana

     Rp

                  83,750

     Anthony Sukrawardana

     Rp

               100,000

     Ari Yuliono

     Rp

               100,000

     Ari Kuncara Widagdo

     Rp

               300,000

     Arief Munandar

     Rp

            2,500,000

     A. Trisandi Chairul

     Rp

                    5,000

     Audri Tsabitah

     Rp

                  70,000

     Azhar Ansori , KGS.SP

     Rp

               100,000

     Astuti Retno Wulandari

     Rp

            1,000,000

     Bahfiar Yulianto, MM SE

     Rp

               100,000

     Bambang Budiyantoro

     Rp

               200,000

     Bambang Widjanarko

     Rp

            1,000,000

     Beta Yulianita

     Rp

            2,000,000

     Bimo Fachrizal Arvianto

     Rp

               300,000

     Bonny Setyawan

     Rp

               100,000

     Budi Triantoro

     Rp

                  50,000

     Budiyanto Mertosono

     Rp

               200,000

     Candra Hadi Supriya

     Rp

                  35,800

     Candrayu Sotyaningtyas

     Rp

               100,000

     Chandra Raditya

     Rp

                  50,000

     Dedi Dwi Windarto

     Rp

            1,400,000

     Dennis Paramita

     Rp

               250,000

     Dian Kiswantari

     Rp

                  30,000

     Dina Mawardah

     Rp

               100,000

     Deny Arifien QQ m Raafi

     Rp

               650,000

     Desy Safina

     Rp

               150,000

     Detta Devia R

     Rp

               200,000

     Devi Kusumawati (ZAKAT)

     Rp

                  50,000

     Dewi Savitri Saraswati

     Rp

            1,000,000

     Diana Putri

     Rp

               100,000

     Dimas Agung Pramono

     Rp

                  50,000

     Dimas Aryo Wibisono

     Rp

               120,000

     Doddy Samiaji / Rachmi Juni

     Rp

               200,000

     Donni Indraswanto

     Rp

            1,200,000

     Dwi Ratna Wijayanti

     Rp

            1,000,000

     Dwi Setiyawan, S.

     Rp

               100,000

     Dwi Maryanti

     Rp

                  25,000

     Dyah Wiharsi

     Rp

                  91,000

     Eka Pebriansyah

     Rp

               100,000

     Ellyana, DR

     Rp

               100,000

     Endra Noviandy Sujadi

     Rp

            1,000,000

     Etis D Rahayuningtyas, DR

     Rp

                  50,000

     Evan Yofiyanto

     Rp

               200,000

     Evi Pahlawaniati

     Rp

                  50,000

     Faisal Harahap

     Rp

               200,000

     Fajar Wahyu Hastuti

     Rp

               250,000

     Fandi Oktiawan

     Rp

                  50,000

     Fajar Gumilang

     Rp

               130,000

     Fassa  Eka Nurmaesih

     Rp

                  50,000

     Fathoni Kusumahadi

     Rp

               490,000

     Feryzon Darwis

     Rp

               250,000

     Firstian Kautsar Adiguno

     Rp

                  70,000

     Fitria Chrusta Karlina

     Rp

                  50,000

     Fransiska  siswantari

     Rp

               500,000

     Gama Askaditya

     Rp

                  40,000

     Ganesha Dian Farisi

     Rp

               100,000

     Gita Ginanjar

     Rp

            1,100,000

     Gurindo Zubir

     Rp

               125,000

     Hadly Robbianza

     Rp

                  50,000

     Hari Subekti

     Rp

                  25,000

     Hary Purnomo

     Rp

               200,000

     Haryanto

     Rp

               100,000

     Harnadi Irawan, IR

     Rp

               250,000

     Helmi Kundariastiwi

     Rp

               100,000

     Hendriyanti

     Rp

                  35,000

     Herdyanto Soeryowardana

     Rp

               100,000

     Hilda Husniati Aminah QQ R

     Rp

                  50,000

     Hamba Alloh Via ATM BMI Rekening no. 3070009815 

     Rp

               125,000

     Hamba Alloh Via ATM CMBI Niaga Syariah 5280100031001

     Rp

               175,000

     Hamba Alloh Via ATM Bank Saudara Rekening 2001012889

     Rp

               600,000

     Ibrahim Bimo Sasongko

     Rp

               121,390

     Ibnu Rullyardi

     Rp

               100,000

     Ika Nurwanti

     Rp

               200,000

     Ika widyawati

     Rp

               250,000

     Ikhsan Dwitama

     Rp

                  20,000

     Ilham Rizwan (INFAQ)

     Rp

               500,000

     Imam Hindarto

     Rp

               100,000

     Indra Yahdi Putra

     Rp

                  10,000

     Indra Budi Saksono

     Rp

               300,000

     Indra Zulhendry

     Rp

               200,000

     Iqbal Muhardianto

     Rp

                  25,000

     Ira Atiyah

     Rp

                  30,000

     Irfan Prasetia

     Rp

            1,000,000

     Irnawati Rasyid

     Rp

               250,000

     Irwan Gunawan

     Rp

               150,000

     Ismail 

     Rp

               100,000

     ismawati Annas

     Rp

               250,000

     Iwan Herawan

     Rp

               600,000

     Iwan Sonjaya

     Rp

                  30,000

     Iyandri Agusta

     Rp

               500,000

     Jiwo Wiwoho

     Rp

                  20,000

     Jofanny Ganakin 

     Rp

               100,000

     Jundi Huda Robbani

     Rp

               100,000

     Kristianto 

     Rp

                  50,000

     Leni Prakatiwi

     Rp

               100,000

     Lenni Septina Riyanti

     Rp

                  50,000

     Lenny Evi Susanti, DR

     Rp

               500,000

     Lely Oktavia

     Rp

                    7,000

     Lydia Wulansari Willman

     Rp

               200,000

     Lucy Fransisca Sari 

     Rp

               120,000

     Lufthia Sevriana

     Rp

               100,000

     Lutfi Septian Ardy

     Rp

                  50,000

     Luvdhy wahyu Sarwo

     Rp

               150,000

     Mardiah Hayati

     Rp

               500,000

     Margani Muhammad Iqbal

     Rp

               150,000

     M Nur Rianto Alarif

     Rp

            1,000,000

     Mahzanul

     Rp

               585,000

     Marina Noor Mala Sari WID

     Rp

                  15,000

     Marizki Asri Alhaz

     Rp

               150,000

     Meity Kumala Dewi

     Rp

               200,000

     Merry Prasetiane Putri

     Rp

               120,000

     Mela Mutia Nur K

     Rp

                  50,000

     Metrianida Vanessa P

     Rp

            2,500,000

     Mivta Putri Anggraini

     Rp

               100,000

     Muhammad Adam Hirsaman Z

     Rp

            1,300,000

     Muhammad Arief

     Rp

               400,000

     Muhammad Burhanudin

     Rp

               500,000

     Muhammad Bagil

     Rp

                  20,000

     Muchammad Syaifudin Zuhri

     Rp

               200,000

     Mochamad Bachtiar Alfiso Sany

     Rp

                  10,000

     Mochamad Fuad Hasan

     Rp

               500,000

     Moch. Fadhlil

     Rp

                  33,858

     Moh. Syafrudin, SE

     Rp

               100,000

     Muhammad Adnan Yudo Rahman

     Rp

               195,000

     Muhammad Dahlan Mahyi

     Rp

               500,000

     Muhammad Emir Firmansyah

     Rp

               100,000

     Muhammad Slamet Lamuri

     Rp

               170,000

     Moh Soleh Nurzaman

     Rp

               300,000

     Muhammad Zikri

     Rp

               250,000

     M. Tri Agustiyadi

     Rp

               500,000

     Nahdah

     Rp

               500,000

     Najibullah Al Farisy

     Rp

               100,000

     Nia Kurnia Sofiah

     Rp

               200,000

     Nimas Tri Handayani

     Rp

            1,000,000

     Novan Herdianto

     Rp

               120,000

     Novera Nurjannah

     Rp

                  50,000

     Noza Rizki Wibi Putro

     Rp

                  50,000

     Nurcahya Agung Ellyadi

     Rp

                  50,000

     NurHafizah

     Rp

               250,000

     Nurina Indah K

     Rp

                  50,000

     Nusatriyo Guritno

     Rp

            2,000,000

     Nur Iman Syahfik W, Drg

     Rp

               200,000

     Nur Zahra Afifah

     Rp

                  80,000

     Okta Sindhu Hartadinata

     Rp

                  50,000

     Oktavia Susilawati, SE

     Rp

               215,000

     Pancer Honggo Buwono

     Rp

               100,000

     Prina Istiana

     Rp

                  50,000

     Ratna Dewi 

     Rp

               150,000

     Rian Muryono

     Rp

               250,000

     Riezki Santoso

     Rp

               130,000

     Pribadhi Bagus Dewa Kusuma

     Rp

               500,000

     PujiAtmaji T.B.S

     Rp

                  50,000

     Puguh Sugeng Putranto

     Rp

               200,000

     Purwedi Darminto, R

     Rp

               400,000

     Rahma Miriam Sadikin

     Rp

               125,000

     Rahmady Rusdiantje

     Rp

               500,000

     Ramli R

     Rp

                    1,000

     Raymond M August

     Rp

                  98,233

     Restu Vier Asmayekti

     Rp

               300,000

     Reyhan Kiay Demak

     Rp

                  50,000

     Ria Diana QQ Aghnanda putr

     Rp

               100,000

     Ria Fitriana

     Rp

               100,000

     Rian Rachmanto

     Rp

               100,000

     Rifky Yunianto

     Rp

               100,000

     Rita Krisdiana

     Rp

            1,000,000

     Rikrik Ery Herika, SE

     Rp

               100,000

     Rini Anggrainingsih 

     Rp

               150,000

     Rio Harjuno Aryo Sakti

     Rp

               150,000

     Risang Hertetuko

     Rp

               765,966

     Rivadino Riza

     Rp

               900,000

     Rochmah Margi Utami

     Rp

               250,000

     Rohana Dwi Kurniawati

     Rp

               100,000

     Sabriandi Erdian

     Rp

                  10,000

     S. Teddy Purwoko

     Rp

               150,000

     Sampor Ali

     Rp

                  50,000

     Sapta Purna istanti

     Rp

                  55,000

     Satriyani Rianingsih

     Rp

               150,000

     Shinta Devi Permatasari

     Rp

                  50,000

     Slamet Riyadi

     Rp

                    5,000

     Siti Rochani

     Rp

               215,000

     Soeratmi Poerbonegoro

     Rp

                  50,000

     Soerjadi

     Rp

               100,000

     Suci Rahmawati

     Rp

                  50,000

     Suci Puspita Sari

     Rp

               100,000

     Suharta Widjaya I.G.N,I

     Rp

            1,000,000

     Sukarno

     Rp

                  50,000

     Suprih Hertiyanti

     Rp

               250,000

     Surantoko

     Rp

               100,000

     Syarfina Mahya N

     Rp

                  50,000

     Temanafaudu Telaumbanua

     Rp

               500,999

     Tri Maryono

     Rp

                  66,000

     Tissa Eritha

     Rp

               150,000

     Tini Yustini Bagjawati

     Rp

               500,000

     Trisnaulan Arisanti

     Rp

               100,000

     Tristian Kurniawan Sumantr

     Rp

               270,000

     Tubagus Edwin Suchranudin

     Rp

               500,000

     Wahyu Avianto

     Rp

            2,000,000

     Wahyu Purnomo

     Rp

                  50,000

     Widya Hayuning Pribadi

     Rp

               250,000

     Winky Angga Priatna

     Rp

               352,000

     Windra Neka 

     Rp

               200,000

     Wimpi E. Kusumaningrum

     Rp

               150,000

     Wita Sekar Wijayanti

     Rp

               325,000

     Yana Castilianta S

     Rp

               100,000

     Yazid Anwar

     Rp

                  25,000

     Yudith Insjani Andyarti

     Rp

               300,000

     Yuhendra

     Rp

               950,000

     Yuli Pertiwi

     Rp

                  30,000

     Yusman Zendrato

     Rp

               500,000

     Yustia Monique Nindhira M

     Rp

               100,000

     Zaldy Suhatman

     Rp

               200,000

     Zhara Ajeng Saputri

     Rp

               100,000

     Zulfiandri, IR

     Rp

               225,000

     Hendro Dwi Bayu

     Rp

               600,000

     Mustika Ningrum

     Rp

                  40,000

     Anthony Sukrawardana

     Rp

               100,000

     Djoko Santoso

     Rp

               100,000

    SRI YENI HAPSARI

     Rp

                  50,000

    DENIS ANDREAS

     Rp

               150,000

    DWIPA HARIMURTI

     Rp

               150,000

    ADI PURBONDARU

     Rp

                  50,000

    BUDI RASA NUGRAHA

     Rp

                  10,000

    ALIYAH MUSTIKA SARI

     Rp

               200,000

    RIDO MUBAYYIN ROSYID

     Rp

               200,000

    NADHIF FA'IZUN

     Rp

               300,000

    IMADUDDIN ABDULLAH

     Rp

               100,000

    SINDU WIDOLARIS

     Rp

                  50,000

    AHMAD BARLIANTA

     Rp

               100,000

    ANNISA RACHMA

     Rp

               200,000

    HARITS LUKMAN HAKIM

     Rp

                  20,000

    ROSIKH FALAH ADI CANDRA

     Rp

               800,000

    MAHARANI FARA

     Rp

                  25,000

    MURTY MAGDA PANE

     Rp

                  50,000

    SONYA AMETTA

     Rp

                  50,000

    ADITIA DWI SAPUTRA

     Rp

               200,000

    FRIZKI ALKAUTSAR AKBAR

     Rp

               400,000

    AHADI APRIANTO

     Rp

               400,000

    WIDYA SURYADINI

     Rp

                  50,000

    LUKITARINI, IR

     Rp

            1,000,000

    INDRIANI WAHYUNINGSIH

     Rp

                  50,000

    SYARFINA MAHYA N

     Rp

                  70,000

    N.N. ROMIANA

     Rp

               500,000

    NORA VERONICA KASTELLA, S

     Rp

                  50,000

    TRISTIAN KURNIAWAN SUMANTR

     Rp

               140,000

    MARIANA WAHYUNINGTYAS

     Rp

               200,000

    MOHAMMAD HIDAYATULLAH

     Rp

               100,000

    DWI WIDARATIH P.I

     Rp

               320,000

     Jumlah

     Rp

          76,783,628

     Jumlah Donasi Individu

     

       219,997,058

     

     PENDAPATAN LAIN - LAIN

     

     

     Penyewaan Ruang Serbaguna

     Rp

          12,000,000

     Bagi Hasil Bank

     Rp

               448,037

     Pendapatan Lainnya

     Rp

            5,254,200

     Jumlah Pendapatan Lain-lain

     Rp

          17,702,237

     

     TOTAL PEMASUKAN

     Rp

       658,065,813

    Laporan Donasi Agustus 2013

    Added by: Kemitraan Staff (Tuesday, 17 September 2013 11:23)
    Last Modified: Kemitraan Staff (Tuesday, 17 September 2013 11:32)

    - Penerimaan Donasi Bulan Agustus 2013

    DONASI INSTITUSI

     

    LINTASARTA

     Rp         15.000.000

    Medco

     Rp         50.000.000

    PPSDMS PT BSM

     Rp         10.000.000

    Wamy Indonesia

     Rp         10.500.000

    YDSF

     Rp         14.400.000

    ZIS INDOSAT

     Rp         12.000.000

    JUMLAH

     Rp   111.900.000

     

    DONASI PENGURUS

     

    Drs. Musolli

     Rp           56.400.000

    Adi Wahyu Adji. S. Si

     Rp                200.000

    Bachtiar Firdaus

     Rp                500.000

    Bachtiar Sunasto 

     Rp             9.000.000

    Farid Rahman

     Rp           25.000.000

    Lukman Rosyidi ST

     Rp                 50.000

    Lusi Cahya Pertiwi

     Rp                 50.000

    Muhammad Ichsan, SE

     Rp               250.000

    Kaliri

     Rp               100.000

    Wahyu Lestari

     Rp               100.000

    Yessy

     Rp               100.000

    Yudha Sari Indrawati

     Rp                 50.000

    JUMLAH

     Rp        91.800.000

     

    DONASI INDIVIDU

     

    Iuran PPSDMS NF 23 Anggota  @ 20.000,-

     Rp              460.000

    Iuran PPSDMS NF 1 Anggota @ 40.000,-

     Rp                40.000

    Iuran PPSDMS NF 121 Anggota @ 20.000,-

     Rp           2.420.000

    Iuran PPSDMS NF 50 Anggota @ 20.000,-

     Rp           1.000.000

    Adhe Priyambodo

     Rp              500.000

    Agam Munawar

     Rp           1.000.000

    Dr. Andi Za Dulung MSC / Dirjen Linjamsos

     Rp         10.000.000

    Hamba Allah

     Rp           2.000.000

    Hamba Allah

     Rp              150.000

    Hamba Allah

     Rp           1.000.000

    Hamba Allah

     Rp              150.000

    Hamba Allah

     Rp              872.500

    Hamba Allah

     Rp              100.000

    Hamba Allah

     Rp              100.000

    Hamba Allah

     Rp              100.000

    Hamba Allah

     Rp           3.000.000

    Hamba Allah

     Rp              250.000

    Hamba Allah

     Rp              250.000

    Hamba Allah

     Rp                40.000

    Hamba Allah

     Rp              500.000

    Hamba Allah

     Rp              500.000

    Hamba Allah

     Rp              100.000

    Hamba Allah

     Rp              250.000

    Satria Astana

     Rp           1.000.000

    Uti Fitri

     Rp              100.000

    JUMLAH

     Rp      25.882.500

     

    DONASI ALUMNI

     

    Angga ( Zakat )

     Rp              200.000

    Achmad Ferdiansyah Pradana P

     Rp              400.000

    Agung Baskoro

     Rp              200.000

    Agung Farhan

     Rp              500.000

    Ahadiyat

     Rp              100.000

    Ahmad Firmansyah

     Rp              200.000

    Aresto Yudo S

     Rp              500.000

    Arriyadhul Qolbi

     Rp              500.000

    Avina Nadhila Widarsa

     Rp               50.000

    Baihaki Dwi Wahyu Kuncara ( Zakat )

     Rp              100.000

    Bustanul Mulyawan ( Zakat )

     Rp              333.444

    Cesar Hartono

     Rp              800.000

    Dedi Laksono

     Rp              300.000

    Dennis Dunan

     Rp              200.000

    Devandra Alferi ( Zakat )

     Rp              400.000

    Donasi Alumni R5

     Rp              450.000

    Fadlyan Noor

     Rp               35.000

    Febrian Asrul

     Rp              350.000

    Goris Mustaqim

     Rp              500.000

    Hamba Allah

     Rp              200.000

    Hamba Allah

     Rp              117.000

    Hamba Allah

     Rp              100.000

    Hamba Allah

     Rp           2.000.000

    Hamba Allah

     Rp              300.000

    Hamba Allah

     Rp              400.000

    Hamba Allah

     Rp           1.000.000

    Hamba Allah

     Rp                 3.000

    Hamba Allah

     Rp                 3.000

    Hamba Allah

     Rp                 3.000

    Hamba Allah

     Rp                 3.000

    Hamba Allah

     Rp                 3.000

    Hamba Allah

     Rp                 3.000

    Hamba Allah

     Rp                 3.000

    Hamba Allah

     Rp                 3.000

    Hana Fitriani

     Rp              750.000

    Hanif Arif Handoko

     Rp              100.000

    Hengki Ferdianto ( Zakat )

     Rp              250.000

    Hj. Elly Yuliandari

     Rp           1.000.000

    I Arif Irvan

     Rp              150.000

    Irvan Hermala ( Zakat )

     Rp              200.000

    Jalu Zis PPSDMS 

     Rp              100.000

    Kurnia Fitri Utama

     Rp              250.000

    Luvdhy Wahyu Sarwo

     Rp              250.000

    M Fajrin Rasyid

     Rp              100.000

    Moch Faisal

     Rp           1.000.000

    Moh. Hasan

     Rp              300.000

    Mohammad Kamiluddin

     Rp           1.411.000

    Muchammad Syaifudin Zuhri

     Rp              200.000

    Muhammad Syaiful A

     Rp              500.000

    Muhammad Baharudin Jusuf ( Zakat )

     Rp               50.000

    Muhammad Adam Hirsaman Z ( Zakat )

     Rp           1.500.000

    Mukhson Rofi Fidianto

     Rp              400.000

    Nazrul

     Rp           1.275.000

    Nova Kurniawan

     Rp              242.500

    Novan Anugrah Prasetyo

     Rp              200.000

    Nur Ihsan R

     Rp              100.000

    Prasetyo

     Rp              100.000

    Purba Purnama Anindita Hapsari ( Zakat )

     Rp              300.000

    Refi K ( Zakat )

     Rp           3.200.000

    Rhamdani Kurniawan

     Rp           1.000.000

    Ryan Anugrah Putra

     Rp              300.000

    Supriatna

     Rp           2.562.517

    Suryo Agus Trihasto (Zakat)

     Rp              840.000

    Tito Yanuar Akbar

     Rp              500.000

    Trian Hendro Asmoro

     Rp              700.000

    Wawan  Ismanto

     Rp               50.000

    Wijaya

     Rp              500.000

    Yogi Alwendra

     Rp              250.000

    Zulfikar Aziz

     Rp              500.000

    JUMLAH

     Rp      31.390.461

     

    DONASI Via ATM BNI 45 - INFAQ

     

    Ade Yusriansyah D

     Rp               200.000

    Aditya Ferdian

     Rp                 10.000

    Aditya Sapta Darjono P

     Rp               200.000

    Aflaha Asri Nugraheni

     Rp               150.000

    Agung Prabowo S. KOM MMSI

     Rp               500.000

    Agus Prasetyo

     Rp                 50.000

    Agustin Nuzullaili

     Rp                 16.030

    Akhmad Fajarullah Syahdin

     Rp               200.000

    Andi Muhammad Fedriansyah

     Rp               200.000

    Andriyati Rahayu

     Rp               250.000

    Anton Ardjulis

     Rp                 25.000

    Ari Yuliono

     Rp               100.000

    Arief Atiyono Putra

     Rp                 50.000

    Arief Hidayat

     Rp               100.000

    Arief Rahmaad Wijaya

     Rp                 50.000

    Aris Supriadi

     Rp                 10.000

    Arya Pangkurian

     Rp                 25.000

    Arya Permana Indra

     Rp                 30.000

    Aryati Sofiati

     Rp               500.000

    Bimo Ario Tedjo

     Rp                 50.000

    Bobby Suryono

     Rp               500.000

    Boni Prakoso

     Rp                 20.000

    Budi Prasetyo

     Rp            1.000.000

    Chitra Dewi

     Rp                 50.000

    Cinthia Puji Bhintarti

     Rp               250.000

    Dadang Sujana

     Rp               500.000

    Delmar Zakaria Firdaus

     Rp                 20.000

    Diah Rizki Larasati

     Rp                 10.000

    Diana Putri

     Rp                 20.000

    Dicky Daniyanto Bangsawan

     Rp                 20.000

    Dina Study Rachmayanti

     Rp               125.000

    Djamal Badeges

     Rp               300.000

    Dwinanda Septiadhi

     Rp               100.000

    Dyah Wiharsi

     Rp                 50.000

    E. Prastiono

     Rp               100.000

    Evi Deliana HZ

     Rp                 50.000

    Fani Nurlasmi K D

     Rp               100.000

    Fanny Fajarianti

     Rp                   5.500

    Farah Diba

     Rp                 25.000

    Ferry Wardhana

     Rp                 72.222

    Fitriadi

     Rp                 30.000

    Hamas Musyaddad Abdul Aziz

     Rp                   5.000

    Hamba Allah

     Rp                 50.000

    Hamba Allah

     Rp                 50.000

    Hamba Allah

     Rp               350.000

    Hamba Allah

     Rp                 50.000

    Hamba Allah

     Rp                 10.000

    Hamba Allah

     Rp               500.000

    Hamba Allah

     Rp                 50.000

    Hamba Allah

     Rp                 75.000

    Hamba Allah

     Rp               300.000

    Hamba Allah

     Rp                 50.000

    Hamba Allah

     Rp                 50.000

    Hamba Allah

     Rp                 50.000

    Hamba Allah

     Rp                 20.000

    Hamba Allah

     Rp               100.000

    Hamba Allah

     Rp                 50.000

    Hamba Allah

     Rp               100.000

    Hamba Allah

     Rp               150.000

    Hamba Allah

     Rp                   5.000

    Hamba Allah

     Rp                 30.000

    Hamba Allah

     Rp                 50.000

    Hamba Allah

     Rp               100.000

    Hamba Allah

     Rp                 20.000

    Hamba Allah

     Rp                 50.000

    Hamba Allah

     Rp                 15.000

    Hamba Allah

     Rp               500.000

    Hamba Allah

     Rp               300.000

    Hamba Allah

     Rp               148.575

    Hamba Allah

     Rp                 25.000

    Hamba Allah

     Rp                 27.861

    Hamba Allah

     Rp               200.000

    Hariska Prima Kumbara

     Rp            1.000.000

    Husni Teja Sukmana

     Rp               500.000

    Ika Safitri Windiarti

     Rp               120.000

    Indah Marlinda

     Rp                 25.000

    Indriani Wahyuningsih

     Rp                 50.000

    IR Vitagi Indrayanto

     Rp               250.000

    Ismiranda

     Rp               259.405

    Ita Jaya Puspitarini

     Rp                 10.000

    Joko Pitoyo

     Rp                 25.000

    Jumirah

     Rp                 50.000

    Jurianto

     Rp               200.500

    Katherin Indrawati

     Rp               500.000

    Kharisma Harisma Ridha Anugrah

     Rp                 31.400

    Kharisma Ridha Anugrah

     Rp                 25.000

    Klara Sintia Ransingin

     Rp               150.000

    Leonardus Adi Widiarso

     Rp               100.000

    Lukman Hakim

     Rp                 25.000

    Mahzanul

     Rp                 50.000

    Mega Safitri

     Rp                 30.000

    Meirna Hiki Larasati

     Rp               300.000

    Mizan Lubnan

     Rp                 71.307

    Mugi Lastiadi

     Rp                 20.000

    Muhammad Dandy

     Rp               100.000

    Muhammad Rafii

     Rp               200.000

    Muhammad Slamet Lamuri

     Rp                 10.000

    Muhammad Yusuf

     Rp                 40.000

    Muhammad Zen

     Rp               200.000

    Nur Amalina

     Rp               200.000

    Nurbaiti Widyasari

     Rp                 17.500

    Nurrokhman

     Rp                 70.000

    Nuryatman

     Rp               250.000

    Oktarina Elsa Firdausi

     Rp                 50.000

     Priyono Sudarmadi

     Rp                   7.200

    Paramita

     Rp                 10.000

    Prestiani Delliyanti

     Rp                     100

    Prina Istiana

     Rp                 50.000

    Priyanto Agung Nugroho

     Rp                 25.000

    Priyono Sudarmadi

     Rp               100.000

    Purba Sari Nastiti

     Rp                 20.000

    Putrikinasih

     Rp               100.000

    R Permasari Siti Sabaniah

     Rp               600.000

    Rahayu

     Rp                 25.000

    Ramadhana Whidy Putra

     Rp                 50.000

    Ratri Ciptaningtyas

     Rp               250.000

    Retno Mustikaweni

     Rp                 50.000

    Rini Afifah AMD

     Rp                 20.000

    Ririn Triana

     Rp               100.000

    Rohmad Fajri Susetyo

     Rp                 15.000

    Rosa Dianawati

     Rp               130.000

    Setyastuti

     Rp                 30.000

    Shelvie Nidya Neyman, S.K

     Rp               200.000

    Siti Rochani

     Rp               216.500

    Souvenir Iddha Wulandari

     Rp                 10.000

    Syukur Kurniawan

     Rp                 20.000

    Teddy Pramono

     Rp                 50.000

    Teuku Ibnu Sina

     Rp                 10.000

    Tri Wulandari

     Rp               200.000

    Tuti Herawati

     Rp                 50.000

    Wahyu Purnomo

     Rp               100.000

    Win

     Rp            5.000.000

    Yossie Susanti Eka Putri

     Rp               100.000

    Zaqi Ilman Jiwandono

     Rp                 20.000

    JUMLAH

     Rp       22.034.100

     

    DONASI Via ATM BNI 72 - ZAKAT

     

    Abuzar Yulianto

     Rp                 50.000

    Adhi Setyo Mei Harinto

     Rp               120.000

    Afani Firmansyah

     Rp               200.000

    Agung Supriyadi

     Rp               138.000

    Ahmad Adhi Aristo

     Rp               100.000

    Akbar Ananda

     Rp                 35.000

    Ambang Purwadi, IR

     Rp            1.000.000

    Andi Muhammad Fedriansyah

     Rp               270.000

    Angelia Pravita

     Rp                 46.250

    Angga Aruman

     Rp                 25.000

    Angga Setyo Nugroho

     Rp                 70.000

    Apriliza Ralasati

     Rp                 25.000

    Ardi Yuliansyah

     Rp               100.000

    Ari Bauad Sarwendo

     Rp            1.000.000

    Ari Kuncoro

     Rp               500.000

    Arif Edy Handoyo

     Rp            5.000.000

    Arif Haryono

     Rp               150.000

    Asharanny Soeharsono

     Rp               200.000

    Astika Indrayani

     Rp               100.000

    Ati Rahadiati

     Rp               500.000

    Awalia Novita Cahyawati

     Rp               300.000

    Ayu Angelika Haptari

     Rp               150.000

    Bambang Kristiono Kurniadi

     Rp                  1.000

    Chandra Agus Sution

     Rp               125.000

    Cucu Zakiyah

     Rp               100.000

    Danny Wibisana

     Rp                 80.000

    Dennis Paramita

     Rp               350.000

    Dewanti Megarani

     Rp               150.000

    Dewi Sartika

     Rp                 35.000

    Didik Trihartadi

     Rp                 50.000

    Dimas Aryo Wibisono

     Rp               100.000

    Dina Chahyati

     Rp               250.000

    Doddy Samiaji / Rachmi

     Rp               200.000

    Doni Wahyujati

     Rp                 50.000

    Donni Indraswanto

     Rp            1.700.000

    Dwi Kurniani Hapsari Utam

     Rp               100.000

    Dwi Ratna Wijayanti

     Rp            1.000.000

    Dyah Wiharsi

     Rp                 75.000

    Dyta Hismayanti

     Rp                  5.000

    E. Prastiono

     Rp               100.000

    Edo Reynaldi

     Rp                 25.000

    Eko Prasetya

     Rp               800.000

    Elly Evianti

     Rp          10.000.000

    Evira Tiyakusuma

     Rp                 50.000

    Faisal Nafis

     Rp               200.000

    Fajar Gumilang

     Rp               500.000

    Fajar Hari Ginanjar

     Rp               100.000

    Farah Permatasari

     Rp               500.000

    Farjumzal, Meng IR

     Rp               100.000

    Fatimah Putri Ujianti Muf

     Rp               225.000

    Fatmasari Perdana Menur

     Rp               100.000

    Fransiska Siswantari

     Rp            1.000.000

    Frizki Alkautsar Akbar

     Rp               200.000

    Galih Hari Wibowo

     Rp               730.000

    Ganesha Dian Farisi

     Rp               250.000

    Guntur Virgenius

     Rp                 54.000

    Hamba Allah

     Rp               250.000

    Hamba Allah

     Rp               127.500

    Hamba Allah

     Rp               200.000

    Hamba Allah

     Rp               500.000

    Hamba Allah

     Rp               300.000

    Hamba Allah

     Rp               447.000

    Hamba Allah

     Rp               250.000

    Hamida Citra Wardhani

     Rp               150.000

    Hari Subekti

     Rp                 25.000

    Harnadi Irawan, IR

     Rp               500.000

    Harry Susanto

     Rp               250.000

    Heddy Fajar Kunardi

     Rp               150.000

    Herry Sunandar

     Rp                 75.000

    Hilman Nurdiansyah

     Rp               100.000

    Imam Hindarto

     Rp               100.000

    Indra Budi Saktono ST

     Rp               150.000

    Indriani Wahyuningsih

     Rp                 50.000

    Janti Gunawan, IR

     Rp               500.000

    Jefriena Anggun Lynie

     Rp                 50.000

    Joko Hadisaputa

     Rp               200.000

    Julianto Hartono

     Rp               250.000

    K Chandra Agus Sution

     Rp                 25.000

    Khairul Feriyanto

     Rp               500.000

    Khairul Fiqqi

     Rp               100.000

    Kokoh Kabul Amin

     Rp               200.000

    Kurniawan Wibowo

     Rp               600.000

    Laila Adila

     Rp                 86.000

    Laksmi Adiyanti

     Rp               250.000

    Lia Hermariyanti

     Rp                 10.000

    Lilik Nurcahya

     Rp                 10.000

    Martiana Maryam Nurmegantari

     Rp               100.000

    Mega Hapsari Ramadhani

     Rp               200.000

    Merry Prasetiane Putri

     Rp               152.000

    Moch. Fadhil

     Rp                 50.000

    Mohammad Adhitya

     Rp            1.000.000

    Muhammad Bagil

     Rp                 37.500

    Muhammad Dahlan Mahyi

     Rp               750.000

    Myrna Veronica Hanggi

     Rp               312.500

    Nadia Kusuma Indah

     Rp               300.000

    Nadya Deviaty Hermawan

     Rp               400.000

    Nahdah

     Rp               500.000

    Noris Subekti

     Rp               500.000

    Novera Nurjannah

     Rp               300.000

    Nuniek Sri Widyanti

     Rp                 50.000

    Nur Aena Mulia

     Rp               100.000

    Nur Diana

     Rp               100.000

    Nurhafizah

     Rp               250.000

    Paramita

     Rp               115.000

    Prana Adi Perdana

     Rp                 90.000

    Putri Fadhilah Amri

     Rp               150.000

    R Permasari Siti Sabaniah

     Rp               120.500

    Raden Ediyana Devita

     Rp                 30.000

    Rani Tiyas Budiyanti

     Rp                 50.000

    Restu Vier Asma Yekti

     Rp               300.000

    Retno Susanti

     Rp               500.000

    Ria Fitriana

     Rp               200.000

    Rida Wahyu Setyarini

     Rp               175.000

    Riko Kori Baktiar

     Rp               100.000

    Rikrik Ery Herika

     Rp               200.000

    Rina Kurnia Diah P

     Rp               250.000

    Rio Harjuno Aryo Sakti

     Rp                 50.000

    Rizky Sahjaya

     Rp               200.000

    Rofi Yudisthira

     Rp               150.000

    Rosa Dianawati

     Rp                 25.000

    Rovina Dahliana

     Rp               350.000

    RR Candrayu Sotyaningtya

     Rp               150.000

    S Teddy Purwoko

     Rp               250.000

    Sahlan Salim

     Rp                 75.000

    Setio Nugroho

     Rp               500.000

    Setyastuti

     Rp                 30.000

    Siti Mitasari Konstantin

     Rp            1.000.000

    Sofiet Isa M Setia Hati

     Rp               500.000

    Sri Endah Pujiatin

     Rp            1.900.000

    Sri Wahyuningsih

     Rp               100.000

    Sukaisih

     Rp                 55.000

    Syafruddin

     Rp            1.000.000

    Syaifullah Asis

     Rp                 40.000

    Tri Ardi Mahendra, RM.

     Rp               130.000

    Troeno Marayoga

     Rp               250.000

    Troy Herdianto

     Rp               146.675

    Tubagus Edwin Suchranudin

     Rp               500.000

    Widya Fransiska Pebriati

     Rp               150.000

    Wiwien Mawarwati, SE

     Rp               500.000

    Wulandari

     Rp               100.000

    Yayah Atmaja Wati

     Rp               100.000

    Yayah Fajariah

     Rp               500.000

    Yudhi Trilaksono,IR

     Rp            1.000.000

    Yudi Naryadi

     Rp            2.000.000

    Yusti Widha Pratama, ST

     Rp               250.000

    JUMLAH

     Rp       55.173.925

     

    DONASI PEMBANGUNAN

     

    Wakaf masjid-Azizah

     Rp          10.000.000

    JUMLAH

     Rp      10.000.000

     

    DONASI ZAKAT

     

    Ita Budi Radiyanti

     Rp            1.000.000

    zakat profesi THR

     Rp               125.000

    JUMLAH

     Rp          1.125.000

     

    PENDAPATAN LAIN-LAIN

     

    PENDAPATAN SEWA RUANG

     Rp               500.000

    PENERIMAAN LAIN-LAIN

     Rp            8.805.000

    BAGI HASIL

     Rp               233.123

    TOTAL PENERIMAAN

     Rp     358.844.109

    Laporan Donasi April 2012

    Added by: Super User (Thursday, 17 January 2013 10:53)
    Last Modified: Kemitraan Staff (Thursday, 17 January 2013 17:10)
    more info (+)

    - Penerimaan Donasi April 2012

    DONASI INSTITUSI

     

     

     LAZNAS BSM

     Rp

       144,000,000

     YDSF

     Rp

         57,600,000

     ZIS INDOSAT

     Rp

         12,500,000

     NF Lampiri

     Rp

               453,500

     PT. TIKI JNE

     Rp

           6,000,000

     YBM BRI

     Rp

           3,500,000

     MAJELIS TA'LIM TELKOMSEL 

     Rp

           1,000,000

     LAZISWA PT. PEMBANGUNAN JAYA ANCOL

     Rp

           2,500,000

     PT. LINTASARTA

     Rp

           7,500,000

     MEDCO FOUNDATION 

     Rp

         50,000,000

     TOTAL DONASI INSTITUSI

     

       285,053,500

     DONASI PEMBANGUNAN ASRAMA & MUSHOLA PERADABAN

     

     

     CV. PURWADIRA MULTINASIONAL

     Rp

           3,000,000

     ZIS INDOSAT

     Rp

           5,000,000

     Dr. Kholil

     Rp

           1,000,000

     Abdul Haris

     Rp

           2,000,000

     Muhammad Idrus

     Rp

       250,000,000

     Arief Munandar

     Rp

           2,500,000

     Bambang Priantono

     Rp

         15,000,000

     Budiman MM

     Rp

               200,000

     Eko Kurnia Saputra

     Rp

               500,000

     Jumlah

     Rp

       279,200,000

     

     

     

     DONASI INDIVIDU

     

     

     DEWAN PENASEHAT 

     

     

     Drs. Kemal A Stamboel.Psi.MSM

     Rp

           5,000,000

     Jumlah

     Rp

           5,000,000

     DONASI PENGURUS PUSAT / REGIONAL

     

     

     Drs. Musoli

     Rp

           6,400,000

     Dr. Agustino Zulys

     Rp

           1,200,000

     Dumilah Ayuningtyas

     Rp

               500,000

     Pratiwi Setiawati

     Rp

               100,000

     Herry Wibowo

     Rp

                 50,000

     M. Ichsan

     Rp

               250,000

     Slamet Bahari

     Rp

                 75,000

     Bachtiar Firdaus

     Rp

               350,000

     Adi Wahyu Adji

     Rp

               200,000

     Astria Kartika Sari

     Rp

                 50,000

     Muhammad Isa

     Rp

                 50,000

     Yessy Nur Handayani

     Rp

                 50,000

     Wahyu Lestari

     Rp

                 50,000

     Jumlah

     Rp

           9,325,000

     DONASI ALUMNI 

     

     

     Abdi Nugroho

     Rp

               150,000

     Adlil Umarat

     Rp

               200,000

     Agus Ziyad Kurnia

     Rp

           1,000,000

    Ahmad Barlianta

     Rp

               100,000

     Ali Anthalano

     Rp

           2,000,000

     Alumni Angkatan 3 Reg. 5 Via Ari Try Purbayanto

     Rp

               185,346

     Aresto Yudho

     Rp

               500,000

     Awidya Santika Jaya

     Rp

                 50,000

     Berno Samsul Fisahwan

     Rp

               750,000

     Budiman MM

     Rp

               200,000

     Cesar Hartono

     Rp

               250,000

     Dedi Laksono

     Rp

               300,000

     Dwi Rahmawati Q.

     Rp

                 50,000

     Devandra  Alferi

     Rp

               600,000

     Diaz Palestine

     Rp

               200,000

     Fatihul Fuadi

     Rp

               400,000

     Febrian Asrul

     Rp

               300,000

     Fuadie Rahman

     Rp

               500,000

     Galih Prasetya Utama

     Rp

                 10,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via Mandiri (Rek No. 1570000279225)

     Rp

               350,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via Mandiri (Rek No. 1570000279225)

     Rp

               100,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via Mandiri (Rek No. 1570000279225)

     Rp

               100,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via Mandiri (Rek No. 1570000279225)

     Rp

               100,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via Mandiri (Rek No. 1570000279225)

     Rp

                 50,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via Mandiri (Rek No. 1570000279225)

     Rp

               100,004

     Hamba Alloh (Alumni) Via Mandiri (Rek No. 1570000279225)

     Rp

               100,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BSM (Rek No. 0030058574) 

     Rp

               250,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BSM (Rek No. 0670084514) 

     Rp

               300,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BRIS (Rek No. 1000323191) 

     Rp

               100,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BNIS (Rek No. 0108850672)

     Rp

    50,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BNIS (Rek No. 0108850672)

     Rp

    300,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BNIS (Rek No. 0108850672)

     Rp

    200,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BNIS (Rek No. 0108850672)

     Rp

    200,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BNIS (Rek No. 0108850672)

     Rp

               200,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BNIS (Rek No. 0108850672)

     Rp

               200,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BNIS (Rek No. 0108850672)

     Rp

               200,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BNIS (Rek No. 0108850672)

     Rp

                 50,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BNIS (Rek No. 0108850672)

     Rp

               100,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BNIS (Rek No. 0108850672)

     Rp

               300,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BNIS (Rek No. 0108850672)

     Rp

               400,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BNIS (Rek No. 0108850672)

     Rp

               200,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BMI (Rek. No. 3070009815)

     Rp

               300,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BMI (Rek. No. 3070009815)

     Rp

               125,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BMI (Rek. No. 3070009815)

     Rp

               100,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BMI (Rek. No. 3070009815)

     Rp

               100,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BMI (Rek. No. 3070009815)

     Rp

                 50,000

     Hudzaifah Hanum

     Rp

               200,000

     Irvan Hermala

     Rp

               300,000

     Kurnia Fitra Utama

     Rp

               250,000

     M. Adam Hirsaman  z

     Rp

               600,000

     M.Saifudin Zuhri

     Rp

               200,000

     M. Ihsan Akhirulsyah

     Rp

               100,000

     Moh Haikel

     Rp

               100,000

     Muhammad Kamiluddin

     Rp

                 50,000

     M. Syaiful Anam

     Rp

               300,000

     M Taufiqullah Assy

     Rp

               300,000

     M. Try Sutrisno Gaus

     Rp

                 60,000

     Nizar Ihromi Hidayat 

     Rp

               400,000

     Okta Sindhu Hartadinata

     Rp

                 50,000

     Purba Purnama Anindita Hapsari

     Rp

               300,000

     Ramdhan Nugraha

     Rp

               400,000

     Refi Kunaefi

     Rp

               300,000

     Reza Karya

     Rp

               200,000

     Reza Surya

     Rp

                 10,000

     Rijadh Djatu Winardi

     Rp

               250,000

     Rosikh Falah Adi Candra

     Rp

               300,000

     Supriatna

     Rp

                 50,000

     Tegar Hamzah Asadu

     Rp

               100,000

     Towy Aryanosa

     Rp

               500,000

     Wahyu Hermanto

     Rp

           4,000,000

     Nova Kurniawan

     Rp

                 50,000

     M.Soleh Nurzaman     ( Australian National University )

     Rp

           1,000,000

    MARIO SURYA RHAMADHAN

     Rp

               100,000

    DHIMAS LAZUARDI NOER

     Rp

               300,000

     Yogi Alwendra

     Rp

               250,000

     Zulfadli Nasution

     Rp

               500,000

     Zulfikar Aziz

     Rp

               200,000

     Jumlah

     Rp

         24,090,350

     MAHASISWA INDONESIA DI AUSTRALIA

     

     

     Jumlah

     Rp

           1,000,000

     ALUMNI MASJID ARH UI

     

     

     Jeanny Carolina

     Rp

               250,000

     Jumlah

     Rp

               250,000

     DONASI PERORANGAN

     

     

     Ita Budi Radiyanti (Indhocito Internat)

     Rp

           1,000,000

     Rubby Eka Saputra

     Rp

               100,000

     Yudi Mahatma

     Rp

               541,111

     Jumlah

     Rp

           1,641,111

     DONASI Via ATM BNI

     

     

     Aan Darmadi

     Rp

               165,000

     Adhitya Widyaningrum

     Rp

               500,000

     Ade Yusriansyah. D

     Rp

               250,000

     Aditya Nur Yuslam

     Rp

               500,000

     Afani Firmansyah

     Rp

               500,000

     Agung Muktasimbillah

     Rp

                 10,000

     Ahmad Kemala Haris

     Rp

               200,000

     Alvy Auliany Myala

     Rp

               100,000

     Agita Sri Dewantari

     Rp

                 30,000

     Andi Dwi Saputro

     Rp

                 25,000

     Anik Prasetyowati

     Rp

               200,000

     Andi Kristianto

     Rp

           1,500,000

     Andi Muhammad Fedriansyah

     Rp

               500,000

     Anfamedhiarifda

     Rp

               500,000

     Ari Baud Sarwendo

     Rp

           2,000,000

     Ariyanto Wibisono, SE.AK

     Rp

               572,000

     Aulia Pritania

     Rp

                 50,000

     Bahfiar Yulianto, MM SE

     Rp

               250,000

     Budi Hernanto

     Rp

               200,000

     Budiyanto Mertosono

     Rp

               200,000

     Chaerul Irwan

     Rp

                 20,000

     Chitra Dewi

     Rp

                 50,000

     Dani Rukhiyat Permana

     Rp

               500,000

     Dedi Dwi Windarto

     Rp

               300,000

     Dennis Paramita

     Rp

               500,000

     Dian Kiswantari

     Rp

                 30,000

     Dewi Fitriyani 

     Rp

                 35,000

     Dewi Petroliza

     Rp

               300,000

     Dewi Savitri

     Rp

           1,000,000

     Dinda Rizky Fanesca

     Rp

               140,000

     Doddy Samiaji / Rachmi Juni

     Rp

               200,000

     Donni Indraswanto

     Rp

               100,000

     Dwithia Wara Utari

     Rp

               120,000

     Eko Handoyo

     Rp

               111,111

     Eriski

     Rp

                 50,000

     Ery Yunarta Kusdiantara

     Rp

               100,000

     Feryzon Darwis

     Rp

               600,000

     Fitri Yulidiawati,STP

     Rp

               175,000

     Gita Ginanjar

     Rp

               400,000

     Guntur Virgenius

     Rp

                 52,000

     Hari Subekti

     Rp

                 65,000

     Hary Nugroho, IR

     Rp

                 50,000

     Harnadi Irawan, IR

     Rp

               300,000

     Helmi Kundariastiwi

     Rp

               150,000

     Heru Widyo Utomo

     Rp

    33,306

     Hilmy Insana Purnaningtya

     Rp

               100,000

     Iman Persada Madaze

     Rp

                 12,500

     Indra Budi Saksono

     Rp

               150,000

     Iwan Sonjaya

     Rp

                 40,000

     Iyandri Agusta

     Rp

           1,000,000

     Jofanny Ganakin 

     Rp

               100,000

     Joko Santoso

     Rp

               600,000

     Karina Astrella Auberta

     Rp

               133,100

     Lana Sulistyaningsih

     Rp

               400,000

     Lely Oktavia

     Rp

                 20,000

     Liddya Handayani

     Rp

                 50,000

     Lif Indah Nur Rahayu

     Rp

               200,000

     Lina Marliyana

     Rp

               300,000

     Lusiana Sofa

     Rp

                 30,000

     Mahzanul

     Rp

                 85,000

     Marom Hasani

     Rp

                 25,000

     Meity Kumala Dewi

     Rp

               450,000

     Mertalia Anggraeni

     Rp

                   5,000

     Miftahul Maghfiroh

     Rp

               100,000

     Miftahul Mardiyah

     Rp

               100,000

     Mohammad Taufiq Rinaldi

     Rp

               150,000

     Mochammad Kiky Noviar

     Rp

               400,000

     Muhammad Emir Firmansyah

     Rp

                 50,000

     Muhammad Ramdhan

     Rp

                 20,000

     Muhamad Ilham, DR

     Rp

               150,000

     Mohammad Noor Andi Kusumah

     Rp

               400,000

     Muhammad Sholichuddin

     Rp

               100,000

     Muthia Safari

     Rp

               100,000

     Nurbaiti Widyasari

     Rp

                 30,000

     NurHafizah

     Rp

    300,000

     Nur Iman Syahfik W, Drg

     Rp

               200,000

     Oki Dwiyanti

     Rp

                 80,000

     Oktavia Susilawati, SE

     Rp

                 75,000

     Prina Istiana

     Rp

                 50,000

     Purba Sari Nastiti

     Rp

                 15,000

     Purborini Sri Utami

     Rp

               117,000

     Rahma Dewi Harahap

     Rp

               330,000

     Ratna Dewanda

     Rp

               700,000

     Reyhan Kiay Demak

     Rp

               100,000

     Riko Saputra

     Rp

                 50,000

     Rikrik Ery Herika, SE

     Rp

               500,000

     Rini Anggrainingsih 

     Rp

               200,000

     Rio Harjuno Aryo Sakti

     Rp

                 60,000

     Rizky Syafnir

     Rp

               535,000

     Setio Nugroho

     Rp

           1,750,000

     Sinta Oktarina Pancawati

     Rp

                 50,000

     Tegar Arifianto

     Rp

                 50,000

     Tika Wulandari

     Rp

               100,000

     Veronica M. Primasari

     Rp

               500,000

     Wahyu Andhika Gayatri

     Rp

                 25,000

     Wahyu Avianto

     Rp

           2,700,000

     Widya Hayuning Pribadi

     Rp

               100,000

     Winky Angga Priatna

     Rp

               500,000

     Yosita Nur Wirdayanti

     Rp

                 50,000

     Yufi Adriani

     Rp

               550,000

     Zainal Umari

     Rp

                 30,000

     Pariman

     Rp

               500,000

    WINDA YULITA PERMATASARI

     Rp

                 10,000

    FITRIA CHRUSTA KARLINA

     Rp

                 50,000

    EVI PAHLAWANIATI

     Rp

                 50,000

    NARASTOMO PRAMADITYO

     Rp

                 75,000

    JAUHARY ARIFIN

     Rp

           1,000,000

    BANGBANG SETIAWAN

     Rp

                 25,000

    ALEXANDER HERRIANTO S

     Rp

           5,000,000

    ASTIKA INDRAYANI

     Rp

               300,000

    SUTRILASTIO

     Rp

               100,000

    FERRY AFIT KURNIAWAN

     Rp

               160,000

    NURFITRIAH, S.PD,. M.A

     Rp

                 50,000

    MUHAMMAD ADNAN YUDO RAHMAN

     Rp

               115,000

    KURNIATI USMAN

     Rp

                 50,000

    DITA ALESSANDRA

     Rp

               250,000

    AGUNG LUKMAN RUMATE

     Rp

                 55,000

    ITA NILASARI

     Rp

               200,000

    NILA KAMILAH

     Rp

           1,000,000

    FEBRIANA ANIDYA

     Rp

               300,000

    Puspitasari

     Rp

               100,000

    DELMAR ZAKARIA FIRDAUS

     Rp

                 10,000

    ARIADIE CHANDRA NUGRAHA

     Rp

               250,000

    MOCHAMAD JAFFAR

     Rp

                 72,000

    SRI NURHAYATI

     Rp

                 30,000

    FIRMAN

     Rp

               100,000

    SHINTYA MELLINDA

     Rp

               100,000

    RATIH AYUNING PUSPITASARI

     Rp

               500,000

    HARRY KURNIAWAN

     Rp

               250,000

    ZENITHA NOVIATY ASTUTI

     Rp

               300,000

    WIDIYA

     Rp

               500,000

    DWI IMANITA RAHMAWATI

     Rp

               100,000

    TITIS PUSPARANI RAIS

     Rp

               200,000

    KOESSARWONO WIBOWO / KUSNI

     Rp

                 50,000

    MUHAMMAD SLAMET LAMURI

     Rp

               150,000

    MUHAMMAD TAUFIK ADHYATMA

     Rp

                 20,000

    ETIS D RAHAYUNINGTYAS,DR

     Rp

                 50,000

    NELA SASMITA

     Rp

                 50,000

    JAKA ISGIYARTA, DR

     Rp

               400,000

    BINTANG DAMARA PRASADHANA

     Rp

               100,000

    IRMA HERMAWATY

     Rp

               500,000

    ANITA PUSPITA NEGARA

     Rp

               150,000

    ATTIA AHDA

     Rp

               250,000

    FATIMAH PUTRI UJIANTI MUF

     Rp

                 20,000

    GAMAL FEBRI NUGRAHA

     Rp

               123,012

    ERDI NOVANTO

     Rp

               550,000

    VARENDY LOMBARDO

     Rp

               200,000

    KUSWAN AMBAR PAMUNGKAS

     Rp

               725,000

    UBUNG ANTONI

     Rp

                 50,000

    HANDINI KUSUMA PUTRI

     Rp

               150,000

    DENIS ANDREAS

     Rp

                 25,000

    MIRA OCTAVIA SYAFITRI

     Rp

                   9,000

    ANNAS RIFAI

     Rp

               100,000

    SYAIFUL NURI / NPP. 23136

     Rp

               250,000

    DWIPA HARIMURTI

     Rp

               300,000

    YUNE YUDIASTUTI

     Rp

               100,000

    DEDDY BUDIMAN. ST

     Rp

               200,000

    SHUCY YULIANTI

     Rp

               300,000

    PIPIT PUSPITA SUGIHARTY

     Rp

                 50,000

    PRAMADYA ALFITRA

     Rp

               200,000

    BUDI RASA NUGRAHA

     Rp

                 25,000

    MIFTAHUL JANNAH

     Rp

                 50,000

    IKA WIDYAWATI

     Rp

               100,000

    ADISTY DAMAYANTI S S

     Rp

                 50,000

    RIZKY RIZALDI INDRAWAN

     Rp

                 20,000

    RAHMA INGRIASARI

     Rp

               160,000

    FIRDIA IFANA,SE

     Rp

               150,000

    FANI ROSIANTI ROSMAN A, D

     Rp

               100,000

    ANUNG HERMAWAN

     Rp

               125,000

    MEIDALINA HARAHAP

     Rp

               200,000

    HAYU ANINDYA WINDRIYATI

     Rp

               200,000

    SINDU WIDOLARIS

     Rp

                 50,000

    ANNISA RACHMA

     Rp

               200,000

    ARLIN NURLIANA

     Rp

               200,000

    HARITS LUKMAN HAKIM

     Rp

                 50,000

    EKA NOVIYANTI

     Rp

               160,000

    MAHARANI FARA

     Rp

                 45,000

    DONI WAHYUJATI

     Rp

               200,000

    YUSTIAN ADITYA

     Rp

               300,000

    ORYZA FILIAL ZULKARNAIN

     Rp

                 15,000

    ADISTI KUSUMANINGTYAS

     Rp

           1,000,000

    JUNIATI

     Rp

               500,000

    YUMI SITI SUCI AMANAH

     Rp

               900,000

    HAMIDA CITRA WARDHANI

     Rp

               150,000

    KARTIKA ANGGRAINI KUNCORO

     Rp

                 50,000

    SETYO DWI CAHYONO

     Rp

                 40,000

    DINIA ASTIQOMA

     Rp

               150,000

    INDRA CAHYA PERMANA

     Rp

                 15,000

    MUTIARA ANNISA

     Rp

               100,000

    BAGUS DHARMA BHILAWA

     Rp

               200,000

    LINA ANUGERAH EVELIA WATI

     Rp

               150,000

    SYARFINA MAHYA N

     Rp

               131,000

    DIAN SETYA ARINI

     Rp

                 25,000

    NANDA SAKINA

     Rp

                 50,000

    DEWI SURYANI EKAWATI

     Rp

                 50,000

    TRISTIAN KURNIAWAN SUMANTR

     Rp

               150,000

    AMALIA YUGI UTAMI DEWI

     Rp

               150,000

    ISTIATY SYAHRIANA

     Rp

               110,000

    MOHAMMAD RIEZA RAKHMAN

     Rp

                   5,000

    DANANG ADIWIJAYA

     Rp

               700,000

    ANGGA RAJASA

     Rp

               600,000

    LEBDO DWI PARIPURNO

     Rp

                 87,500

    HAPSARI SETYOWARDHANI

     Rp

               120,000

    SRI TRIANA PRANAWINGRUM

     Rp

               250,000

     Jumlah

     Rp

         53,608,529

     Jumlah Donasi Individu

     Rp

         94,914,990

     

    PENDAPATAN LAIN - LAIN

     

     

     Penyewaan Ruang Serbaguna

     Rp

         12,700,000

     Pendapatan Lainnya

     Rp

         93,304,764

     Jumlah Pendapatan Lain-lain

     Rp

       106,004,764

     

     TOTAL PEMASUKAN

     Rp

       765,173,254

     

    Laporan Donasi April 2013

    Added by: Kemitraan Staff (Monday, 16 September 2013 13:54)
    Last Modified: Kemitraan Staff (Monday, 16 September 2013 14:07)

    - Penerimaan Donasi Bulan April 2013

    DONASI INSTITUSI

     

    LINTASARTA

     Rp     15.000.000

    LAZISWA ANCOL

     Rp       2.500.000

    Laznas BSM

     Rp     30.000.000

    Majelis Ta'lim Telkomsel

     Rp       1.000.000

    MEDCO

     Rp     50.000.000

    ZIS INDOSAT

     Rp     12.000.000

    JUMLAH

     Rp    110.500.000

     

    DEWAN PENASEHAT

     

    Drs. Kemal A Stamboel.Psi.MSM

     Rp        5.000.000

    JUMLAH

     Rp    5.000.000

     

    DONASI PENGURUS

     

    Adi Wahyu Adji S.SI

     Rp                200.000

    Arief Munandar

     Rp             2.500.000

    Bachtiar Firdaus, ST.

     Rp                500.000

    Dewi Halimah

     Rp                  50.000

    Drs. Musoli

     Rp             6.400.000

    Herry Wibowo

     Rp                  50.000

    Kaliri

     Rp                100.000

    Lusi Cahya Pertiwi

     Rp                  50.000

    Muhammad Ichsan, SE

     Rp                250.000

    Pratiwi

     Rp                200.000

    Wahyu Avianto ( Zakat )

     Rp             1.000.000

    Wahyu Lestari ( Zakat )

     Rp                  50.000

    Yessy

     Rp                100.000

    JUMLAH

     Rp         11.450.000

     

    DONASI INDIVIDU

     

    Adhe Priyambodo

     Rp                  500.000

    Agam Munawar

     Rp               1.300.000

    Anna Kholillah, S.KOM

     Rp               2.000.000

    Dr. Syahabuddin M A

     Rp               3.000.000

    Satria Astana

     Rp               1.500.000

    Yudi Mahatma

     Rp                  314.038

    ATM Mandiri Transfer To 0030058574 - FT13101BQHBJ\BNK

     Rp                  150.000

    ATMB Transfer To BSM 0030058574 - FT13098LPNC2\BNK

     Rp                  100.000

    ATMB trf Credt 00003595 /0000002836/ATB-0000000000022

     Rp                3.000.000

    ATMB trf Credt 00011251 /0054986597/ATB-0000000000002

     Rp                  100.000

    ATMB trf Credt 00011251 /0059223890/ATB-0000000000002

     Rp                  150.003

    BSM ATM Transfer To 0030058574

     Rp                  400.000

    BSM ATM Transfer To 0030058574 -  FT13092MJ6DC\A04

     Rp                  950.000

    CR TR 0200 0301 00000UIN ML 00004653

     Rp                  100.000

    Credit Transfer 0147 0102 ATM Mu.309701731876

     Rp                  250.000

    DARI 1120001203343 KE 1570000279225 Auto Transfer

     Rp                  250.000

    DARI 1410005230644 KE 1570000279225 - Transfer Otomatis

     Rp                  100.000

    DEBIT PLUS CHARGES

     Rp                  400.000

    FT13115TDZKX\G34

     Rp                  100.000

    FT13115XZC3Y\F29

     Rp                    50.000

    FT13119N8TC8\A86

     Rp                    75.000

    FT13119XPXJY\BNK

     Rp                  100.000

    Setoran Tunai

     Rp              20.000.000

    Setoran Tunai

     Rp                  400.000

    Trf BSM to BSM - BSMNet - FT131075LCWL\D65

     Rp                  100.000

    Transfer ATM S1ND1BHT /3985 /ATM-NONCASH

     Rp                  100.000

    Pemindahbukuan Dr. 502121583114

     Rp                  250.000

    JUMLAH

     Rp           35.739.041

     

    IURAN BEASISWA ANGGOTA PPSDMS NF

     

    Peserta 196

     Rp               1.960.000

    JUMLAH

     Rp             1.960.000

     

    DONASI ALUMNI

     

    Ahmad Hidayatullah Permata

     Rp                  200.000

    Adhi Nugroho

     Rp                  475.000

    Adlil Umarat

     Rp                  200.000

    Agung Baskoro

     Rp                  100.000

    Agus Rachmanto

     Rp                  100.000

    Agus Ziyad K

     Rp                  350.000

    Ahmad Barlianta

     Rp                  100.000

    Ahmad Firmansyah

     Rp                    50.000

    Akhda Afif Rasyidi

     Rp                  300.000

    Andy Tirta

     Rp                  200.000

    Angga Lesvian

     Rp                  200.000

    Ardi Arifianto

     Rp               1.000.000

    Aresto Yudo S

     Rp                  500.000

    Berno Syamsul Fisahwan

     Rp                  750.000

    Budiman Mahmud M, SOS ( Zakat )

     Rp                  300.000

    Cesar Hartono

     Rp                  400.000

    Chasby

     Rp                  500.000

    Deden | Bpk Moh Soleh Nurzaman

     Rp                  300.000

    Diaz Palestine

     Rp                  300.000

    Dwiki Drajat Gumilang

     Rp                  200.000

    Fadlinnisa Nasution

     Rp                    50.000

    Fadlyan Noor

     Rp                    35.000

    Fahmi Atriadi

     Rp                    50.000

    Febrian Asrul

     Rp                  350.000

    Fina Febriani

     Rp                  150.000

    Goris Mustaqim

     Rp                  350.000

    Hamba Allah

     Rp                    50.000

    Hanif Arif Handoko

     Rp                  200.000

    Imron Rosadi

     Rp                      5.000

    Khoirul Amin

     Rp                  200.000

    Khuzaifah Hanum

     Rp                  125.000

    Kurnia Fitra Utama

     Rp                  500.000

    M Fajrin Rasyid

     Rp                  100.000

    M. Dzulfikar Arifi

     Rp                  200.000

    M. Syarif Assegaf

     Rp                  100.000

    Mahrezaldy Creza

     Rp                  100.000

    Moch Faisal

     Rp               6.000.000

    Muchammad Syaifudin Zuhri

     Rp                  200.000

    Muhammad Adam Hirsaman ( Zakat )

     Rp                  650.000

    Muhammad Adam Hirsaman Z

     Rp               1.600.000

    Muhammad Kamiludin

     Rp                    50.000

    Muhammad Syaiful A

     Rp                  200.000

    Nova Kurniawan

     Rp                  284.000

    Novan Anugrah Prasetyo

     Rp                  200.000

    Noviandri Nurlaili

     Rp                  400.000

    Nurhasanah

     Rp                  500.001

    Okta Sindhu Hartadinata( Zakat )

     Rp                    50.000

    Purba Anindita Hapsari (Zakat )

     Rp                  275.000

    Rahmadani Firmansyah

     Rp                  600.000

    Refi kunaefi

     Rp                  300.000

    Rezalino Zaini  (Reza Karya)

     Rp                  100.000

    Rizqi Muhammad Gibran

     Rp                  100.000

    Rosikh Falah Adicandra

     Rp                  300.000

    Suryo Agus Trihasto

     Rp                  500.000

    Towy Arsanosa SH

     Rp                  300.000

    Tri Mukhlison Anugrah

     Rp                  200.000

    Trian Hendro Asmoro

     Rp                  500.333

    Wahyu Awaludin

     Rp                    50.000

    Wahyu Hermanto

     Rp               3.000.000

    Yoga Alwendra

     Rp                  250.000

    Donasi PPSDMS - FT13091HGS1S\D89

     Rp                  150.000

    1570002160704 5221841041778662

     Rp                    50.000

    1570002160704 5264221201079086

     Rp                  100.000

    1570002160704 6010041207258533

     Rp                  100.000

    ATM Mandiri Transfer To 0670084514

     Rp                  100.000

    ATMB Transfer To BSM 0670084514 - FT130986BFC0\BNK

     Rp                  300.000

    ATMB Transfer To BSM 0670084514 - FT13098J9NZJ\BNK

     Rp                  300.000

    BSM ATM Transfer To 0670084514 - FT130955042M

     Rp                  100.000

    JUMLAH

     Rp           26.899.334

     

    DONASI Via ATM BNI 45 - INFAQ

     

    Abdul Rivai

     Rp                    25.000

    Ade Yusriansyah. D

     Rp                  150.000

    Ade Yusriansyah D

     Rp                    50.000

    Adi Wahyu Pribadi

     Rp                  100.000

    Adie Nugroho

     Rp                    70.000

    Aep Purnama

     Rp                    30.000

    Afianto Yanuar Abietto

     Rp                  400.000

    Afra Hafny Noer

     Rp                  300.000

    Agung Muktasimbillah

     Rp                    10.000

    Ahdiani Febriyanti

     Rp                  200.000

    Ahmad Adhi Aristo, S.PSI

     Rp               1.000.000

    Ahmad Aviscenna

     Rp                  500.000

    Ahmad Khumaidi

     Rp                  100.000

    Aisyah Freshawinda

     Rp                    80.000

    Alfadila Gustar Marlan

     Rp                    50.000

    Amatur Rahman

     Rp                  100.000

    Andi Muhammad Fedriansyah

     Rp                  100.000

    Andi Tenri Sanna

     Rp                      2.000

    Andri Prasetya

     Rp                  150.000

    Anita Yustina

     Rp                  150.000

    Aninda Maharani

     Rp                  300.000

    Anna Irfani Rahman

     Rp                    10.000

    Ari Yuliono

     Rp                  300.000

    Arief Rahmad Wijaya

     Rp                    50.000

    Ariyanto Wibisono, SE.AK

     Rp                    44.930

    Arya Permana Indra

     Rp                    85.000

    Astari Anggara Dewi

     Rp                    50.000

    Aulia Yuma Hardono

     Rp                    50.000

    Budi Gunawan

     Rp                    25.000

    Danang Adiwijaya

     Rp                  750.000

    Deasy Lestari Monoarfa

     Rp                    50.000

    Dewa Ruci A. B

     Rp                  250.000

    Dewi Maharani Ismitania

     Rp                  150.000

    Diajeng Triastari

     Rp                  100.000

    Diajeng Triastari

     Rp                  100.000

    Diar Kusumo

     Rp                    10.000

    Dimas Hastama Nugraha, ST

     Rp                      5.000

    Dwi Imanita Rahmawati

     Rp                    50.000

    Dwi Sayekti Wulandari

     Rp                  141.180

    Dyah Kusuma Wardhani S

     Rp                  100.000

    Dyah Wiharsi

     Rp                    75.000

    Eka Novikastuti

     Rp                  200.000

    Elise Dwi Lestari

     Rp                  250.000

    Elsa Ria Berliani Nainggo

     Rp                  125.000

    Ema Aprilisa

     Rp                  200.000

    Endang Sarimalati

     Rp                    50.000

    Erditiya Saptanu

     Rp                    12.123

    Ery Kurniawan

     Rp                    50.000

    Fadila Bester Leksikawan

     Rp                      5.000

    Fauzia Rizkiana Aji

     Rp                  350.000

    Fhemilya Indra Resvita

     Rp                    50.000

    Firman

     Rp                    50.000

    Galih Prasetya Utama

     Rp                    45.000

    Gamal Febri Nugraha

     Rp                    23.150

    Geta Sri Purwahyuningsih

     Rp                  100.000

    Gilang Andika

     Rp                    30.000

    Gina Vanessa Achmad

     Rp                  200.000

    Haslian Hasan

     Rp                    50.000

    Henry

     Rp                    70.000

    Hermawan Meidy Kurnianto

     Rp                    11.000

    Hilman Nurdiansyah

     Rp                  100.000

    Ibnu Fajar

     Rp                    50.000

    Ika Dessy Rahmayanti

     Rp                  120.000

    Indriani Wahyuningsih

     Rp                    50.000

    Innaka Ulima

     Rp                  100.000

    Intan Kusumaningdyah

     Rp                  500.000

    Iwan Darmawan, SPI

     Rp                    12.000

    Iwan Sonjaya

     Rp                    15.000

    Jofanny Ganakin

     Rp                  100.000

    Klara Sintia Ransingin

     Rp                  200.000

    Klara Sintia Ransingin

     Rp                    75.000

    Kukuh Imam Santoso

     Rp                  100.000

    Kukuh Imam Santoso

     Rp                  100.000

    Kusuma Wardani

     Rp                    24.368

    Laksmi Adiyanti

     Rp                  600.000

    Leni Prakatiwi

     Rp                  550.000

    Lenni Septinariyanti

     Rp                  100.000

    Lista Sulistyawati

     Rp                    50.000

    M Sigit Hariyanto

     Rp                  100.000

    Maharani Fara

     Rp                    15.000

    Marda Mulyawati

     Rp                  200.000

    Mariana Wahyuningtyas

     Rp                  100.000

    Mohammad Taufiq Rinaldi

     Rp                  150.000

    Monica Karina Anstasia

     Rp                      6.233

    Muchammad Syaifudin Zuhri

     Rp                  200.000

    Mugi Lastiadi

     Rp                    40.000

    Mugi Lastiadi

     Rp                    20.000

    Mugi Lastiadi

     Rp                    20.000

    Muhammad Bagil

     Rp                    21.000

    Muhammad Zen

     Rp                  100.000

    Munira Sjahril

     Rp                    50.000

    Nana Setiana

     Rp                    40.000

    Nikka Primiastri

     Rp                  200.000

    Noora Qotrun Nada

     Rp                    50.000

    Nopianti

     Rp                    50.000

    Nora Veronica Kastella S

     Rp                  150.000

    Novi Kusmawati

     Rp                  200.000

    Novi Kusmawati

     Rp                  200.000

    Nuha Nadhiroh

     Rp                  130.000

    Nur Iman Syahfik W.DRG

     Rp                    50.000

    Nurrokhman

     Rp                    70.000

    Nuryatman

     Rp                  200.000

    Oktivia Haryani Hutagalun

     Rp                    50.000

    Oryza Filial Zukkarnain

     Rp                    15.000

    Prina Istiana

     Rp                    50.000

    Priyanto Agung Nugroho

     Rp                    50.000

    Purba Sari Nastiti

     Rp                    10.000

    Puri Hadiana

     Rp                    50.000

    Purwanti

     Rp                    50.000

    Rahmady Rusdiantje

     Rp                  250.000

    Rendy Dwiandika

     Rp                    50.000

    Rini Afifah AMD

     Rp                    20.000

    Rita Efriyenni

     Rp                  200.000

    RM Ronald Dwi Putra

     Rp                  100.000

    Rohmad Fajri Susetyo

     Rp                    15.000

    Rosmayanti

     Rp                    50.000

    Ruti Nurul Hidayati

     Rp                  150.000

    Sandra Ekawaty

     Rp                    50.000

    Setoran Tunai| Ali

     Rp                  200.000

    Sevha Afriana Wulandari

     Rp                  100.000

    Shavitri Nurmala Dewi, DRA

     Rp                  100.000

    Siska Kartika Sari

     Rp                    25.000

    Siti Fatimah

     Rp                  350.000

    Sonya Puspasari Suganda

     Rp                  200.000

    Sri Apriyanti

     Rp                  200.000

    Sri Novianti

     Rp                  100.000

    Sri Yeni Hapsari

     Rp                    60.000

    Stenly A Ghalib Kaawoan

     Rp                    10.000

    Suci Rachmawati

     Rp                    50.000

    Suyadi

     Rp                    50.000

    Syaiful Nuri/ NPP. 23136

     Rp                  500.000

    Teuku Ibnu Sina

     Rp                    20.000

    Tri Agus Susanto

     Rp                    25.000

    Tri Noviyanti

     Rp                      5.000

    Tristiana Oktariko

     Rp                  200.000

    Tubagus Edwin Sucranudin

     Rp                1.000.000

    Veronic M. Primasari

     Rp                    50.000

    Widliati Latifah

     Rp                    28.000

    Yanti Kurniasih

     Rp                  100.000

    Yayat Nurhadiyat

     Rp                  100.000

    Yayu Srie Rahayu

     Rp                  100.000

    Yoga Adhi Pratama

     Rp                    50.000

    Yuniar Ratna Sari

     Rp                    10.000

    Yunisa Hafisa

     Rp                    50.000

    Yusuf Machzjumy

     Rp                    50.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | 5264220461567871

     Rp                      5.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | 6010041112072284

     Rp                    50.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | 6010042615592844

     Rp                    50.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | 6010043330000002

     Rp                   100.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | 6010043330000002

     Rp                    10.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | 6010043330000002

     Rp                    25.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | 6010043330000002

     Rp                    25.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | 6010043330000002

     Rp                    50.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | BEASSW PPSDM0053

     Rp                    20.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | BEASSW PPSDM0053

     Rp                    50.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | Bpk   SUKARNO

     Rp                    50.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | DEDY ACHMADI  

     Rp                  250.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | Sdr FAISAL  NAFIS

     Rp                  200.000

    JUMLAH

     Rp           19.120.984

     

    DONASI Via ATM BNI 72 - ZAKAT

     

    Aditya Nur Yuslam

     Rp                  300.000

    Afani Firmansyah

     Rp                  200.000

    Agung Muktasimbillah

     Rp                      5.000

    Agung Retno M.S

     Rp                  250.000

    Ahmad Adhi Aristo, S.PSI

     Rp               1.000.000

    Ahmad Kemala Haris

     Rp                  100.000

    Aina Fachrina

     Rp                  350.000

    Akbar Muslim

     Rp                  150.000

    Ambar Ayu Widyahadiyanti

     Rp                  500.000

    Andi Muhammad Fedriansyah

     Rp                  450.000

    Andini Dyah Wulandari

     Rp                  120.000

    Andyono Broto Santosa

     Rp                  300.000

    Angga Rajasa

     Rp                  100.000

    Angga Rajasa

     Rp                  400.000

    Anggi Dwi Puspita M

     Rp                  400.000

    Anita Hidayati

     Rp                    15.000

    Ansella Brutie Cavira

     Rp                  200.000

    Apresia Yolanda

     Rp                  120.000

    Ardi Yuliansyah

     Rp                  100.000

    Ardi Yuliansyah

     Rp                  100.000

    Ardian Riza, DR

     Rp               2.000.000

    Ari Baud Sarwendo

     Rp               2.500.000

    Ari Kuncara Widagdo

     Rp                    47.500

    Ariyanto Wibisono, SE.AK

     Rp                  286.000

    Bagas Aditya Haryono

     Rp                  300.000

    Baihaki Dwi Wahyu Kuncara

     Rp                  250.000

    Bambang Widjanarko

     Rp                  250.000

    Burhan Adi Wicaksana

     Rp                  220.000

    Dani Najmudin

     Rp                    50.000

    Danny Wibisana

     Rp                    20.000

    Deni Hadian Ahdiat

     Rp                  100.000

    Deny Arifien, SE

     Rp                  250.000

    Detta Devia Rahmayani

     Rp                    40.000

    Devina Martina

     Rp                    50.000

    Devina Martina

     Rp                    30.000

    Dewanti Megarani

     Rp                  150.000

    Dewi Maharani Ismitania

     Rp                    75.000

    Dewi Purnama

     Rp                  100.000

    Dewi Puspitasari

     Rp                  200.000

    Dewi Sukmasari Setyo Puji

     Rp                    50.000

    Dhanang Lazuardi

     Rp                    50.000

    Dini Dachlia

     Rp                  300.000

    Didik Trihartadi

     Rp                  250.000

    Diyan Nurisnawati

     Rp                  250.000

    Doddy Samiaji / Rachmi Juni

     Rp                  200.000

    Dwi Ajias Pramasari

     Rp                  100.000

    Eeda Meirisa

     Rp                  250.000

    Erri Sastra IR

     Rp               1.500.000

    Fajar Hari Ginanjar

     Rp                  200.000

    Feridianti

     Rp                  100.000

    Ferry Wardhana

     Rp                    78.000

    Fina Hidayati Tams

     Rp               1.900.000

    Getmy Tentrama

     Rp               1.600.000

    Hafidz Putera Nugraha

     Rp                    70.000

    Hamida Citra Wardhani

     Rp                  600.000

    Hapsari Setyowardhani

     Rp                  100.000

    Hareva Wimar Gustama

     Rp                  300.000

    Hari Mulyadi

     Rp                  125.000

    Hari Subekti

     Rp                    27.500

    Helmi Kundariastiwi, MM S

     Rp                  100.000

    Helmi Kundariastiwi , MM S

     Rp                  150.000

    Herry Novrinda

     Rp                  250.000

    Ika Widyawati

     Rp                  100.000

    Imam Hindarto

     Rp                  100.000

    Imam Sarjono

     Rp                  130.000

    Indra Budi Saksono ST

     Rp                  100.000

    Inne Agustine

     Rp                  150.000

    Inne Agustine

     Rp                  200.000

    Ismail

     Rp                  125.000

    Ismawati Annas

     Rp                  200.000

    Iwan Sonjaya

     Rp                    20.000

    Ketut Namara Djenar, SE

     Rp                  100.000

    Kristio Dharma

     Rp                    50.000

    Kusmawati

     Rp                  250.000

    Kusuma Wardani

     Rp                  182.105

    Liany Febriana

     Rp                    75.000

    Liany Febiana

     Rp                    25.000

    Luthfia Osi Dewina, SE

     Rp                  600.000

    Mega Hapsari Ramadhani

     Rp                  250.000

    Meity Kumala Dewi

     Rp                  267.111

    Melany Munir

     Rp                    30.000

    Moch. Fadhil

     Rp                    12.000

    Mochammad Kiky Noviar

     Rp                  200.000

    Moh. Fahrurozi

     Rp                  170.000

    Mohammad Kurniadi Koba

     Rp               1.000.000

    Muhammad Adnan Yudo Rahman

     Rp                  823.000

    Muhammad Randi Ginting

     Rp                  150.000

    Muhammad Randi Ginting

     Rp                  200.000

    Muhammad Slamet Lamuri

     Rp                    32.000

    Muhammad Taufik

     Rp                  250.000

    Muhammad Zikri

     Rp                  500.000

    Mumhammad Rizali

     Rp                  200.000

    Nanang Wahyu Hariyadi

     Rp                  200.000

    Nanda Reza Kusuma Perdana

     Rp                    25.000

    Nara Masista Rakhmatia

     Rp                  200.000

    Natalia Wulur

     Rp               1.000.000

    Nimastri Handayani

     Rp               1.000.000

    Novera Nurjannah

     Rp                  250.000

    Novrini Hasti, SSI

     Rp                  250.000

    Nur Jimah

     Rp                  600.000

    Palupi Ciptoningrum, SKP

     Rp                  200.000

    R Permasari Siti Sabaniah

     Rp                    33.858

    Reni Yusriva Dewi

     Rp                    60.000

    Riko Kori Baktiar

     Rp                  100.000

    Rikrik Ery Herikaya

     Rp                  150.000

    Rinita Dini Eka Sari

     Rp                  100.000

    Rio Harjuno Aryo Sakti

     Rp                    25.000

    Rohana Dwi Kurniawati

     Rp                  200.000

    RR Candrayu Sotyaningtya

     Rp                  250.000

    RR Candrayu Sotyaningtya

     Rp                  150.000

    RR Triana Widya Kusumo AST

     Rp                  150.000

    Rusdyasmono

     Rp                    75.000

    Sabriandi Erdian

     Rp                    10.000

    Sanny Woelandari

     Rp                  400.000

    Setio Nugroho

     Rp                  500.000

    Siti Puji Utami

     Rp                  120.000

    Siti Rochani

     Rp                  100.000

    Syawaludin

     Rp                    10.000

    Titis Pusparani Rais

     Rp                  100.000

    Titis Rachmawati

     Rp                  500.000

    Tommy Dwi Darmo

     Rp                    50.000

    Tri Ardi Mahendra RM.

     Rp               1.000.000

    Troeno Marayoga

     Rp                  250.000

    Wahyu Avianto

     Rp               1.000.000

    Winda Ardiwiyanti

     Rp                  550.000

    Wita Sekar Wijayanti

     Rp                  150.000

    Yofa  Yulfeni D

     Rp                    50.000

    Yuke Pramadya Putra

     Rp                  300.000

    Yulianita Agustria

     Rp                  238.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | 5264220132196100

     Rp                  700.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | 5264220132196100

     Rp                  400.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | 5264220461137329

     Rp                  250.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | 5264221201030378

     Rp                  500.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | 5264221420297535

     Rp                  300.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | 5264222431498310

     Rp                  150.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | 5264222431533991

     Rp                  200.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | 6010043330000001

     Rp                  200.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | 6010043330000002

     Rp                  250.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | 6010043330000002

     Rp                      5.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | 6010043330000002

     Rp                  141.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | 6010043330000002

     Rp                  555.175

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | 6010043330000002

     Rp                    30.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | 6010043330000002

     Rp                  550.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | 6010048030173193

     Rp                    25.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | KARTU 6010043330000002

     Rp                  155.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | PEMINDAHAN DARI 4106172191

     Rp                  160.000

    TRF/PAY/TOP-UP ECHANNEL | PEMINDAHAN DARI 7034589377

     Rp                  277.500

    JUMLAH

     Rp           42.315.749

     

    DONASI ZAKAT

     

    BKP NF

     Rp             8.734.000

    Agam Munawar

     Rp             1.500.000

    FT13119V6L1J\D89 zakatprofesi & 2

     Rp                187.500

    Ita Budi Radiyanti

     Rp             1.000.000

    Karyawan LP3T NF

     Rp             1.434.886

    zakat profesi Maret 12-  FT13091L4NXB\D89

     Rp                  90.125

    JUMLAH

     Rp         12.946.511

     

    PENDAPATAN LAIN-LAIN

     

    PENDAPATAN KEG. PPSDMS -Laznas BSM

     Rp            10.890.000

    PENDAPATAN SEWA RUANG

     Rp             6.250.000

    PENERIMAAN LAIN-LAIN

     Rp            10.811.500

    BAGI HASIL

     Rp                  97.122

    TOTAL PENERIMAAN

     Rp       293.980.241

    Laporan Donasi Desember 2012

    Added by: Kemitraan Staff (Friday, 18 January 2013 11:32)
    Last Modified: Kemitraan Staff (Friday, 25 January 2013 09:29)

    - Penerimaan Donasi Desember 2012

    DONASI INSTITUSI

     

     

     LAZNAS BSM

     Rp

              30,000,000

     YDSF

     Rp

              14,400,000

     ZIS INDOSAT

     Rp

              12,000,000

     Zakat LP3T NURUL FIKRI

     Rp

                1,595,366

     PT. TIKI JNE

     Rp

                6,000,000

     YBM BRI

     Rp

                3,500,000

     MAJELIS TA'LIM TELKOMSEL 

     Rp

                1,000,000

     LAZISWA PT. PEMBANGUNAN JAYA ANCOL

     Rp

                2,500,000

     PT. LINTASARTA

     Rp

              10,000,000

     BKB NF

     Rp

                7,129,000

     MEDCO FOUNDATION 

     Rp

              50,000,000

     TOTAL DONASI INSTITUSI

     

           138,124,366

     

     

     

     DONASI INDIVIDU

     

     

     DEWAN PENASEHAT 

     

     

     Drs. Kemal A Stamboel.Psi.MSM

     Rp

                5,000,000

     Jumlah

     Rp

                5,000,000

     DONASI PENGURUS PUSAT / REGIONAL

     

     

     Drs. Musoli

     Rp

              46,400,000

     Pratiwi Setiawati

     Rp

                   100,000

     Bachtiar Firdaus

     Rp

                   350,000

     Adi Wahyu Adji

     Rp

                   362,998

     Kaliri 

     Rp

                   100,000

     Yessy Nur Handayani

     Rp

                      20,000

     Yessy Nur Handayani

     Rp

                   100,000

     Lusi Cahya Pertiwi

     Rp

                      50,000

     Yudha Sari Indrawati

     Rp

                      50,000

     Wahyu Lestari

     Rp

                      50,000

     Jumlah

     Rp

              47,582,998

     DONASI ALUMNI 

     

     

     Adhe Priyambodo

     Rp

                   500,000

     Adhi Nugroho

     Rp

                   500,000

     Agus Ziyad Kurnia

     Rp

                   600,000

     Agung Baskoro

     Rp

                   100,000

     Ahmad Firmansyah 

     Rp

                   100,000

     Angga Lesvian

     Rp

                   200,000

     Aresto Yudho

     Rp

                   500,000

     Berno Samsul Fisahwan

     Rp

                   750,000

     Budiman MM

     Rp

                   250,000

     Cesar Hartono

     Rp

                   350,000

     Danial

     Rp

                   200,000

     Dedi Laksono (Zakat)

     Rp

                   300,000

     Dennis Dunan

     Rp

                   200,000

     Devandra  Alferi

     Rp

                   720,000

     Faisal-Warung Sehat

     Rp

                1,200,010

     Fatihul Fuadi

     Rp

                   400,000

     Febrian Asrul

     Rp

                   700,000

     Galih Prasetya Utama

     Rp

                      50,000

     Hari Bowo (Zakat)

     Rp

                   250,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via Mandiri (Rek No. 1570000279225)

     Rp

                   500,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via Mandiri (Rek No. 1570000279225)

     Rp

                   100,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via Mandiri (Rek No. 1570000279225)

     Rp

                      50,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via Mandiri (Rek No. 1570000279225)

     Rp

                   100,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via Mandiri (Rek No. 1570000279225)

     Rp

                      75,012

     Hamba Alloh (Alumni) Via Mandiri (Rek No. 1570000279225)

     Rp

                   100,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via Mandiri (Rek No. 1570000279225)

     Rp

                      50,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BSM (Rek No. 0030058574) 

     Rp

                   300,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BSM (Rek No. 0030058574) 

     Rp

                   100,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BSM (Rek No. 0030058574) 

     Rp

                      50,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BSM (Rek No. 0030058574) 

     Rp

                   100,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BSM (Rek No. 0030058574) 

     Rp

                   200,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BSM (Rek No. 0030058574) 

     Rp

                   100,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BSM (Rek No. 0030058574) 

     Rp

                      50,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BSM (Rek No. 0030058574) 

     Rp

                   100,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BSM (Rek No. 0030058574) 

     Rp

                   500,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BSM (Rek No. 0670084514) 

     Rp

                   200,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BMI (Rek. No. 3070009815)

     Rp

                   100,000

     Hamba Alloh (Alumni) Via BMI (Rek. No. 3070009815)

     Rp

                   350,000

     Hanif Arif Handoko

     Rp

                   100,000

     Zakat Khudzaifah Hanum

     Rp

                   125,000

     Kurnia Fitra Utama

     Rp

                   250,000

     Mahrezaldy  Creza

     Rp

                   100,000

     M. Arif. Darmawan

     Rp

                   100,000

     Moko Nugroho

     Rp

                   200,000

     Muhammad Firdaus Muttaqi (Zakat)

     Rp

                4,000,000

     Muhammad Kamiluddin

     Rp

                      50,000

     M. Fajrin Rasyid

     Rp

                   200,000

     M. Syaiful Anam

     Rp

                   300,000

     Mukhson Rofi Fidianto

     Rp

                   400,000

     Nizar Ihromi Hidayat 

     Rp

                   800,000

     Novan Anugrah Prasetyo

     Rp

                   200,000

     Nova Kurniawan

     Rp

                      80,000

     Purba Purnama Anindita Hapsari (Zakat)

     Rp

                   290,000

     Ramdhan Nugraha

     Rp

                   300,000

     Refi Kunaefi

     Rp

                   300,000

     Reza Karya

     Rp

                   100,000

     Suryo Agus Tri Hatso

     Rp

                   185,000

     Towy Aryanosa

     Rp

                   800,000

     Tri Ardi Mahendra, RM

     Rp

                1,000,000

     Widiyanto

     Rp

                   500,000

     Widianto Noviansah

     Rp

                1,000,000

     Zulfadli Nasution

     Rp

                   350,000

     Jumlah

     Rp

              22,725,022

     ALUMNI MASJID ARH UI

     

     

     David Aulia Akbar

     Rp

                   100,000

     Jumlah

     Rp

                   100,000

     PENGAJIAN RABU MALAM BANGKA X

     

     

     DR. Kholil

     Rp

                1,000,000

     Jumlah

     Rp

                1,000,000

     DONASI PERORANGAN

     

     

     Abdul Haris.MR, SH, LLM

     Rp

                5,000,000

     Agam Munawar 

     Rp

                1,000,000

     Agung Baskoro

     Rp

                   100,000

     Anindita Hapsari

     Rp

                   500,000

     Dwi Ajias Pramasari

     Rp

                   130,000

     Fadlyan Noor

     Rp

                      35,000

     Fauzuddinnuar Osaman

     Rp

                   200,000

     Hamba Allah di CIMB Niaga Syariah 528-01-00031-00-1

     Rp

                   250,000

     Hamba Allah di CIMB Niaga Syariah 528-01-00031-00-1

     Rp

                   100,000

     Hamba Allah di CIMB Niaga Syariah 528-01-00031-00-1

     Rp

                   300,000

     Iqbal Fikri

     Rp

                   125,000

     Iqbal Muhardianto 

     Rp

                   100,000

     Ibu Ita (Zakat)

     Rp

                1,000,000

     Jamillullah

     Rp

                      20,000

     Luthfia Dewina, SE

     Rp

                   550,000

     Nancy Zainabun, SE

     Rp

                   200,000

     Penggalih Mahardika Herlam

     Rp

                      10,000

     Sani (Zakat)

     Rp

                   125,000

     Somari

     Rp

                   300,000

     Tegar Hamzah Asadu

     Rp

                   100,000

     Yudi Mahatma

     Rp

                   490,080

     Jumlah

     Rp

              10,635,080

     DONASI Via ATM BNI

     

     

     A Hanief An

     Rp

                        5,000

     Abduk Fatah

     Rp

                   500,000

     Abdullah

     Rp

                   250,000

     Ade Yusriansyah. D

     Rp

                   200,000

     Ade Jahroh 

     Rp

                      50,000

     Adi Gita saputra

     Rp

                   200,000

     Aditya Nur Yuslam

     Rp

                   200,000

     Afani Firmansyah

     Rp

                   200,000

     Afif 

     Rp

                4,000,000

     Agmazar

     Rp

                   250,000

     Ahmad Kemala Haris

     Rp

                   100,000

     Ahmad Rohyan 

     Rp

                        6,000

     Alvy Auliany Myala

     Rp

                      25,000

     Andi Dwi Saputro

     Rp

                      25,000

     Annisa Primasari

     Rp

                   100,000

     Andi Fadina S

     Rp

                   100,000

     Andi Kristianto

     Rp

                1,000,000

     Andi Muhammad Fedriansyah

     Rp

                   400,000

     Andi Tri Nugraha

     Rp

                   567,575

     Anindita Dyah sekarpuri

     Rp

                1,000,000

     Andri Prasetya

     Rp

                   150,000

     Anjar Dyah Nurhanani

     Rp

                      50,000

     Angga Kunto Widianto

     Rp

                   100,000

     Angga Pramudya Wardana

     Rp

                   166,000

     Anggi Dwi Puspita

     Rp

                   150,000

     Anggi Yudianto

     Rp

                   200,000

     Anita Dwi Miasari Suprapto

     Rp

                   100,000

     Anita Hidayanti

     Rp

                      20,000

     Anita Yustina 

     Rp

                      70,000

     Anna Irfani Rahman

     Rp

                      10,000

     Aprilia Susi Iswarani

     Rp

                      21,000

     Ardhian Agung

     Rp

                      50,000

     Ardi Yuliansyah

     Rp

                   310,000

     Ari Yuliono

     Rp

                   100,000

     Ari Baud Sarwendo

     Rp

                2,000,000

     Arias Mahanani

     Rp

                      50,000

     Arie Prasetyowati

     Rp

                   100,000

     Arief Hidayat

     Rp

                   100,000

     Aris Supriadi

     Rp

                      10,000

     Arizka Warga Negara

     Rp

                   100,000

     Arman Hidayat

     Rp

                   200,000

     Arya Pangkurian 

     Rp

                   100,000

     Arya Permana Indra

     Rp

                      20,000

     Aurora Septy V

     Rp

                      50,000

     Azis Dilpa Mario

     Rp

                      20,000

     Bagas Aditya Haryono

     Rp

                   500,000

     Bahfiar Yulianto, MM SE

     Rp

                      50,000

     Baihaki Dwi Wahyu Kuncara

     Rp

                   454,000

     Bambang Widjanarko

     Rp

                   200,000

     Berty 

     Rp

                      50,000

     Bhramantya S Nurhadi

     Rp

                   100,000

     Bimandra Adi Putra Djaafara

     Rp

                   100,000

     Canggih Naluri Fitriyasa

     Rp

                   500,000

     Cendera Rizky A

     Rp

                   100,000

     Chitra Dewi

     Rp

                   100,000

     Chivilya Aprivasari Yudha

     Rp

                   200,000

     Danang Adi Wijaya

     Rp

                   300,000

     Dani Najmudin

     Rp

                      50,000

     Dani Prasetya

     Rp

                   260,000

     Danial, S. SI

     Rp

                   500,000

     Dedi Dwi Windarto

     Rp

                   800,000

     Denis Andreas

     Rp

                   100,000

     Dede Pranaya

     Rp

                   100,000

     Delmar Zakaria Firdaus

     Rp

                      20,000

     Devi Kusumawati (ZAKAT)

     Rp

                      50,000

     Devi Maisarah

     Rp

                      70,000

     Dewi Lintangwati

     Rp

                      60,000

     Dewi Sartika

     Rp

                      50,000

     Dewi Savitri Saraswati

     Rp

                1,000,000

     Dewi Sukmasari Setyo Puji

     Rp

                      50,000

     Dewanti Megarani

     Rp

                   150,000

     Diah Karima

     Rp

                      50,000

     Dinan Harish

     Rp

                      50,000

     Dini Dachlia

     Rp

                1,000,000

     Doddy Samiaji / Rachmi Juni

     Rp

                   200,000

     Donni Indraswanto

     Rp

                   100,000

     Dwi Arianti

     Rp

                      50,000

     Dwi Imanita Rahmawati

     Rp

                      75,000

     Eka Wahyuningrum

     Rp

                   150,000

     Eliza Rose Yuniar Suandi

     Rp

                      20,000

     Ervin Dwi Putra 

     Rp

                   180,000

     Erry Sastra

     Rp

                   500,000

     Evan Yofiyanto

     Rp

                   200,000

     Evi deliana HZ, SH

     Rp

                      45,000

     Fanny Rosalia 

     Rp

                   100,000

     Fajar Gumilang

     Rp

                   250,000

     Fajar Hari Ginanjar 

     Rp

                   100,000

     Farah Permatasari

     Rp

                   250,000

     Firdia Ifana, SE

     Rp

                   150,000

     Fitria Charusta Karlina

     Rp

                      55,000

     Fransisko, SE

     Rp

                      20,000

     Frima Dhani

     Rp

                   260,000

     Ganesha Dian Farisi

     Rp

                   135,000

     Garsinea Kusuma arini

     Rp

                      55,000

     Gita Ginanjar

     Rp

                   500,000

     Habibi Yusuf Sarjono

     Rp

                1,000,000

     Hafidz Putera Nugraha

     Rp

                   252,500

     Hendri Hardiyanto

     Rp

              15,000,000

     Herwin

     Rp

    500,000

     Hikmatul Sayekti

     Rp

                      50,000

     Hilmy Insana Purnaningtya

     Rp

                      20,000

     Ida Afriyani Darayanti

     Rp

                      50,000

     Ika Widyawati

     Rp

                   100,000

     Imam Hindarto

     Rp

                   100,000

     Iman Persada Madaze

     Rp

                      20,000

     Indra Adhi Wibowo

     Rp

                1,000,000

     Indra Budi Saksono

     Rp

                   600,000

     Indra Hukama Alam Putra

     Rp

                      50,000

     Intan Kusumaningdyah

     Rp

                1,000,000

     Irwan Susanto

     Rp

                   500,000

     Iwan Setiawan

     Rp

                      10,000

     Isar Norwandi

     Rp

                   200,000

     Jofanny Ganakin 

     Rp

                   100,000

     Julianto Hartono

     Rp

                   200,000

     Karina Astrella Auberta

     Rp

                   133,200

     Karnoto

     Rp

                      50,000

     Karyaman Muchtar

     Rp

                   250,000

     Laksmi Adiyanti

     Rp

                2,500,000

     Lana Sulistyaningsih

     Rp

                   400,000

     Leideno Eerstyano

     Rp

                   150,000

     Leni Prakatiwi

     Rp

                   285,000

     Lenni Septina Riyanti

     Rp

                      50,000

     Lia Hermariyanti

     Rp

                      10,000

     Lina Marliyana

     Rp

                   150,000

     Linda Junita

     Rp

                   200,000

     Mansyur wahyudi

     Rp

                1,200,000

     Mahfudh Kurniawan

     Rp

                1,000,000

     Mardiah Soraya 

     Rp

                      50,000

     Meirna Hiki Larasati

     Rp

                   150,000

     Meity Kumala Dewi

     Rp

                   450,000

     Mitra Kemala

     Rp

                      10,000

     Mugi Lastiadi

     Rp

                   120,000

     Muhammad Aulia

     Rp

                   500,000

     Muhammad Slamet Lamuri

     Rp

                   210,000

     Muchammad Noer Hatta

     Rp

                   500,000

     Muchammad Syaifudin Zuhri

     Rp

                   200,000

     Mohammad Taufiq Rinaldi

     Rp

                   150,000

     Monica Eska Theresia

     Rp

                   100,000

     Muhammad Adnan Yudo Rahman

     Rp

                   110,000

     Muhamad Bagil 

     Rp

                      41,000

     Muhamad Ilham, DR

     Rp

                   390,000

     Munif Yusuf

     Rp

                1,000,000

     Murdani

     Rp

                      20,000

     Nana Rosdiana

     Rp

                      50,000

     Narmayanti Sholeh, SE

     Rp

                      10,000

     Niluh Putu Ratih Restiti

     Rp

                   200,000

     Nopianti

     Rp

                   100,000

     Noviandri Nurlaili K

     Rp

                   100,000

     Nur Hanifah, DR

     Rp

                   100,000

     NurHafizah

     Rp

    300,000

     Nurul Huda

     Rp

                      34,000

     Oktaria Mayasari

     Rp

                   500,000

     Oktavia Haryani Hutagalun 

     Rp

                   100,000

     Oktavia Susilawati, SE

     Rp

                      75,000

     Oktavia Utami

     Rp

                   150,000

     Oryza Filial Zulkarnain

     Rp

                      25,000

     Ovi Meirina

     Rp

                   300,000

     Prina Istiana

     Rp

                      50,000

     Rayhanali Heiko Amier

     Rp

                   500,000

     Pulung Ragil Lanang

     Rp

                      50,000

     Purba Sari Nastiti

     Rp

                      15,000

     Putrikinasih

     Rp

                   100,000

     Raden Roro Ratih

     Rp

                      50,000

     Rahmady Rusdiantje

     Rp

                   250,000

     Ratih Primasari Puteri

     Rp

                   150,000

     Reta Risanti 

     Rp

                      50,000

     Retno Purbaningtyas 

     Rp

                   550,000

     Rheza Ali Budiawan

     Rp

                      20,000

     Rini Afifah

     Rp

                   100,000

     Rio Adi Guna Suseno

     Rp

                   200,000

     Rio Harjuno Aryo Sakti

     Rp

                      50,000

     Rio Herdiansyah

     Rp

                      15,000

     Rizky Syafnir

     Rp

                   450,000

     Robby Harahap

     Rp

                   500,000

     Rohana Dwi Kurniawati

     Rp

                   100,000

     Sanny Woelandari

     Rp

                   300,000

     S. Teddy Purwoko

     Rp

                   500,000

     sandra Trysna Arman

     Rp

                      50,000

     Santi Cholida

     Rp

                   100,000

     Sari Budi Utami

     Rp

                      20,000

     Setio Nugroho

     Rp

                   500,000

     Shavitri Nurmala Dewi, Dra

     Rp

                   100,000

     Sinda Muliani 

     Rp

                      50,000

     Siti Fatimah

     Rp

                   250,000

     Siti Munawaroh

     Rp

                        7,000

     Siti Nurseha

     Rp

                        5,000

     Sri Novyanti

     Rp

                      50,000

     Sri Sulistiyanti

     Rp

                      50,000

     Suaidy

     Rp

                   350,000

     Teuku Reiza Yuanda

     Rp

                      50,000

     Theodora Yuni Shah Putri

     Rp

                   150,000

     Tiessa Amelia Minza

     Rp

                   700,000

     Tri Fivanti

     Rp

                   100,000

     Tri Wiyanto

     Rp

                   145,000

     Triwibowo 

     Rp

                   150,000

     Tuti Herawati

     Rp

    50,000

     Veronica Ratna Agusta

     Rp

                   375,000

     Vri Hastono Mulyawan

     Rp

                      50,000

     Wahyu Andhika Gayatri

     Rp

                      50,000

     Wahyu Avianto

     Rp

                   700,000

     Weida Fredika setiawati

     Rp

                      60,000

     Widyaningrum Soeparlan

     Rp

                   100,000

     Wilmar Eko Baryano

     Rp

                   200,000

     Wini Karima Fitriyanti

     Rp

                   750,000

     Wiwien Mawarwati, SE

     Rp

                   520,000

     Yeni Salma Barlinti

     Rp

                   750,000

     Yordan Mikhael Al Bishry

     Rp

                   250,000

     Yossie Susanti Eka Putri

     Rp

                   100,000

     Yusminarni Syam Zendrato

     Rp

                      75,000

     Zikri Novandra Burni

     Rp

                      10,000

     Hendro Dwi Bayu

     Rp

                   750,000

     Pariman

     Rp

                   750,000

     DAISY INDRAWATI

     Rp

                   500,000

     ADI PURBONDARU

     Rp

                   100,000

     ALIYAH MUSTIKA SARI

     Rp

                   170,000

     IMADUDDIN ABDULLAH

     Rp

                   250,000

     SHELVIE NIDYA NEYMAN, S.K

     Rp

                   200,000

     ADITYA NUGROHO PRADANA

     Rp

                      50,000

     RIFATUL CHASANAH

     Rp

                   100,000

     ELDA MEIRISA

     Rp

                   300,000

     ELLYSA RAHMADIATI

     Rp

                      25,000

     DONI WAHYUJATI

     Rp

                   100,000

     ADISTI KUSUMANINGTYAS

     Rp

                   500,000

     TEJO JATI HAPSORO

     Rp

                      55,000

     ARIANTI DWITYA ICHSANI

     Rp

                   250,000

     SUCI AYUNDA RACHMALIA

     Rp

                      50,000

     IKHSAN ALMAN LATIF

     Rp

                   500,000

     PARAMITA M SILALAHI

     Rp

                   100,000

     KRISTIANTO PRAWIROHADI K.

     Rp

                      50,000

     FRIZKI ALKAUTSAR AKBAR

     Rp

                   250,000

     RAMADHANA WHIDY PUTRA

     Rp

                      60,000

     RANI FARIHA

     Rp

                   100,000

     ILMI AMALIA

     Rp

                   200,000

     AMELIA NASRIN, DR

     Rp

                   200,000

     MOCH. FADHIL

     Rp

                      30,000

     INDRIANI WAHYUNINGSIH

     Rp

                      50,000

     EVY SUSANTY

     Rp

                   200,000

     AKBAR MUSLIM

     Rp

                   150,000

     FHEMILYA INDRA RESVITA

     Rp

                      75,000

     NORA VERONICA KASTELLA, S

     Rp

                      50,000

     TRISTIAN KURNIAWAN SUMANTR

     Rp

                   200,000

     DEVYA MUAROFAH VERDIANA

     Rp

                   150,000

     ANGGA RAJASA

     Rp

                   300,000

     MURTI HANISSA

     Rp

                   100,000

     Jumlah

     Rp

              74,792,275

     Jumlah Donasi Individu

     

           161,835,375

     PENDAPATAN LAIN - LAIN

     

     

     Penyewaan Ruang Serbaguna

     Rp

              13,860,000

     Bagi Hasil Bank

     Rp

                   125,308

     Pendapatan Lainnya

     Rp

            9,831,300

     Jumlah Pendapatan Lain-lain

     Rp

              23,816,608

     TOTAL PEMASUKAN

     Rp

           323,776,349

    * total pemasukan donasi di atas sudah termasuk total penghimpunan zakat bulan Desember

    Berikut data para muzakki UPZ BAZNAS PPSDMS bulan Desember:

    Nama

    Via

    Desember

    Tanggal

    Jumlah

    A Hanief AN

    BNIS

    5/12/2012

    5,000

    Abdul Fatah

    BNIS

    12/20/2012

    500,000

    Aditya Nur Yuslam

    BNIS

    3/12/2012

    200,000

    Afani Firmansyah

    BNIS

    28/12/2012

    200,000

    Agmazar

    BNIS

    4/12/2012

    250,000

    Ahmad Kemala Haris

    BNIS

    21/12/2012

    100,000

    Akbar Muslim

    BNIS

    24/12/2012

    150,000

    Aliyah Mustika Sari

    BNIS

    25/12/2012

    170,000

    Andi Dwi Saputro

    BNIS

    28/12/2012

    25,000

    Andi Fadina S

    BNIS

    15/12/2012

    100,000

    Andi Kristianto

    BNIS

    20/12/2012

    1,000,000

    Andi Muhammad Fedriansyah

    BNIS

    11/12/2012

    200,000

     

    BNIS

    20/12/2012

    100,000

    Andi Tri Nugraha

    BNIS

    10/12/2012

    567,575

    Anggi Dwi Puspita M

    BNIS

    21/12/2012

    150,000

    Anindita Dyah Sekarpuri

    BNIS

    28/12/2012

    1,000,000

    Anita Hidayati

    BNIS

    19/12/2012

    20,000

    Anita Yustina

    BNIS

    28/12/2012

    70,000

    Anna Irfani Rahman

    BNIS

    7/12/2012

    10,000

    Ardhian Agung Yulianto

    BNIS

    20/12/2012

    50,000

    Ardi Yuliansyah

    BNIS

    6/12/2012

    300,000

     

    BNIS

    28/12/2012

    100,000

    Ari Baud Sarwendo

    BNIS

    17/12/2012

    2,000,000

    Arman Hidayat

    BNIS

    3/12/2012

    200,000

    Bachtiar Firdaus

    BNIS

     

    100,000

    Bagas Aditya Haryono

    BNIS

    2/12/2012

    500,000

    Bahfiar Yulianto, MM SE

    BNIS

    21/12/2012

    50,000

    Baihaki Dwi Wahyu Kuncara

    BNIS

    15/12/2012

    214,000

     

    BNIS

    22/12/2012

    240,000

    Bambang Widjanarko

    BNIS

    22/12/2012

    200,000

    Berno Syamsul Fihsawan

    BNIS

    27/12/2012

    750,000

    Bhramantya S Nurhadi

    BNIS

    31/12/2012

    100,000

    Budiman Mahmud Musthofa

    BNIS

    3/12/2012

    250,000

    Danial S.Si

    BNIS

    7/12/2012

    500,000

    Dedi Dwi Windarto

    BNIS

    2/12/2012

    300,000

     

    BNIS

    23/12/2012

    500,000

    Dedi Laksono

    Mandiri

    21/12/2012

    300,000

    Devandra Alferi

    BNIS

    25/12/2012

    720,000

    Devi Kusumawati

    BNIS

     

    50,000

    Devi Maisarah

    BNIS

    30/12/2012

    70,000

    Devya Muarofah Verdiana

    BNIS

    23/12/2012

    150,000

    Dewanti Megarani

    BNIS

    20/12/2012

    150,000

    Dewi Sartika

    BNIS

    18/12/2012

    50,000

    Dewi Sukmasari Setyo Puji

    BNIS

    2/12/2012

    50,000

    Dini Dachlia

    BNIS

    30/12/2012

    1,000,000

    Doddy Samiaji/ Rachmi Juni

    BNIS

    5/12/2012

    200,000

    Donni Indraswanto

    BNIS

    19/12/2012

    100,000

    Dwi Ajias Pramasari

    BNIS

    21/12/2012

    130,000

    Dwi Arianti

    BNIS

    30/12/2012

    50,000

    Eka Wahyuningrum

    BNIS

    20/12/2012

    150,000

    Elda Meirisa

    BNIS

    28/12/2012

    300,000

    Erri Sastra IR

    BNIS

    21/12/2012

    500,000

    Ervin Dwi Putra

    BNIS

    3/12/2012

    180,000

    Evan Yofiyanto

    BNIS

    23/12/2012

    200,000

    Fajar Gumilang

    BNIS

    2/12/2012

    100,000

     

    BNIS

    21/12/2012

    100,000

     

    BNIS

    26/12/2012

    50,000

    Fajar Hari Ginanjar

    BNIS

    5/12/2012

    100,000

    Fanny Rosalia

    BNIS

    31/12/2012

    100,000

    Firdia Ifana, SE

    BNIS

    11/12/2012

    150,000

    Fitria Chrusta Karlina

    BNIS

    21/12/2012

    55,000

    Frima Dhani

    BNIS

    22/12/2012

    260,000

    Frizki Alkautsar Akbar

    BNIS

    22/12/2012

    250,000

    Gita Ginanjar

    BNIS

    3/12/2012

    250,000

     

    BNIS

    27/12/2012

    250,000

    Habibi Yusuf Sarjono

    BNIS

    29/12/2012

    681,000

    Hafidz Putera Nugraha

    BNIS

    12/12/2012

    30,000

     

    BNIS

    14/12/2012

    20,000

     

    BNIS

    20/12/2012

    52,500

    Hamba Allah

    BNIS

    2/12/2012

    250,000

    Hamba Allah

    BNIS

    11/12/2012

    100,000

    Hamba Allah

    BNIS

    13/12/2012

    100,000

    Hamba Allah

    BNIS

    13/12/2012

    100,000

    Hamba Allah

    BNIS

    13/12/2012

    350,000

    Hamba Allah

    BNIS

    13/12/2012

    400,000

    Hamba Allah

    BNIS

    13/12/2012

    400,000

    Hamba Allah

    BNIS

    29/12/2012

    100,000

    Hamba Allah

    BNIS

    27/12/2012

    350,000

    Hamba Allah

    BNIS

    27/12/2012

    500,000

    Hamba Allah

    BNIS

    21/12/2012

    750,000

    Hamba Allah

    BNIS

    3