Print This Post

e-Learning sebagai solusi atas keterpurukan SDM Bangsa Indonesia

@Suryo Agus T (Alumni Ang I Reg I)

Semakin melemahnya bangsa ini pasca krisis moneter yang kita alami telah membuat Indonesia berada di urutan bawah dalam hal kualitas pendidikannya. Minimnya sarana dan prasarana pendukung menyebabkan pengajaran tidak dapat dilakukan dengan optimal.

Ditambah lagi kebijakan pemerintah yang memangkas subsidi untuk perguruan tinggi telah mengakibatkan banyak perguruan tinggi menaikkan biaya kuliah,sehingga banyak putra-putra bangsa yang kehilangan kesempatan untuk kuliah karena terbentur masalah biaya.Melihat kondisi di atas maka perlu diadakan sebuah terobosan baru dalam dunia pendidikan. Teknologi komunikasi dan informasi dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Salah satu wujud pemanfaatan teknologi ini adalah melalui pengembangan e-learning di sekolah dan perguruan tinggi. e-Learning merupakan suatu teknologi informasi yang relatif baru di Indonesia. e-Learning terdiri dari dua bagian, yaitu �e� yang merupakan singkatan dari �elektronika� dan �learning� yang berarti �pembelajaran�. Jadi e-Learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika, khususnya perangkat komputer. Karena itu, maka e-Learning sering disebut pula dengan �on-line course�. e-Learning adalah pembelajaran melalui jasa elektronik. Kini, e-Learning menjadi salah satu alternatif pembelajaran karena keunggulan yang dimilikinya Sayangnya, meskipun disadari e-learning dapat membantu mempercepat proses pendidikan dan meningkatkan mutu pendidikan, pemanfaatannya belum populer di sekolah-sekolah bahkan di perguruan tinggi di Indonesia.

Padahal teknologi informasi dapat dipergunakan untuk memperluas daya jangkau kesempatan pendidikan ke seluruh pelosok Tanah Air. Upaya ini bisa dilakukan dengan mengembangkan sistem delivery sumber-sumber pendidikan Sistem delivery itu dapat dilakukan dengan menggunakan kemajuan teknologi, termasuk dalam hal ini dengan sistem belajar jarak jauh, Penggunaan e-Learning tidak bisa dilepaskan dengan peran Internet. Menurut Williams (1999) Internet adalah �a large collection of computers in networks that are tied together so that many users can share their vast resources�. Jadi Internet pada dasarnya adalah kumpulan informasi yang tersedia di komputer yang bisa diakses karena adanya jaringan yang tersedia di komputer tersebut. Oleh karena itu bisa dimengerti kalau e-Learning bisa dilaksanakan karena jasa Internet ini. e-Learning sering disebut pula dengan nama on-line course karena aplikasinya memanfaatkan jasa Internet.

e-LEARNING Menyadari bahwa di Internet dapat ditemukan berbagai informasi dan informasi itu dapat diakses secara lebih mudah, kapan saja dan dimana saja, maka pemanfaatan Internet menjadi suatu kebutuhan. Bukan itu saja, pengguna Internet bisa berkomunikasi dengan pihak lain dengan cara yang sangat mudah melalui teknik e-moderating yang tersedia di Internet. Tersedianya fasilitas e-Moderating dimana guru dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas Internet secara regular atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan dengan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat dan waktu. Guru dan siswa dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur dan terjadwal melalui Internet, sehingga keduanya bisa saling menilai sampai berapa jauh bahan ajar dipelajari; Siswa dapat belajar atau me-review bahan ajar setiap saat dan dimana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di computer.

Bila siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di Internet secara lebih mudah. Baik guru maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui Internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas. Berubahnya peran siswa dari yang biasanya pasif menjadi aktif. Relatif lebih efisien. Misalnya bagi mereka yang tinggal jauh dari perguruan tinggi atau sekolah konvensional, bagi mereka yang sibuk bekerja, bagi mereka yang bertugas di kapal, di luar negeri, dsb-nya.

Walaupun demikian pemanfaatan Internet atau e-Learning juga tidak terlepas dari berbagai kekurangan dan berbagai kritik, antara lain dapat disebutkan sbb:

� Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar dan mengajar;

� Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis/komersial;

� Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan;

� Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal;

� Tidak semua tempat tersedia fasilitas Internet (mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon ataupun komputer);

� Kurangnya mereka yang mengetahui dan memiliki ketrampilan soal-soal Internet; dan

� Kurangnya penguasaan bahasa komputer.

Meskipun dengan adanya berbagai kekurangan di atas bukan berarti menyurutkan pengembangan e-learning di Indonesia, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan yang besar maka e-learning bisa menjadi sebuah solusi tepat untuk pemerataan kualitas SDM. Akan lebih murah membangun infrastruktur internet sebagai sarana pendukung e-learning ketimbang membangun sekolah atau perguruan tinggi baru di daerah-daerah terpencil. Namun semuanya kembali kepada pemerintah sebagai pemegang kebijakan, apakah mau berpihak kepada kepentingan jangka panjang, yaitu investasi sumber daya manusia.

Admin

Hi! I am Agus Muhammad Ustad, a Junior Geophysicist who have a great interest in research and education. My favorite subjects are geosciences, physics, and mathematics.

Admin has written 139 posts
Website: http://www.ustadz.net

9 Responses to “e-Learning sebagai solusi atas keterpurukan SDM Bangsa Indonesia”

  1. mira says:

    saya sangat membutuhkan informasi tentang capability maturity modul sebuah e-learning atau standarisasi penilaian sebuah e-learning. mohon bantuannya. terima kasih

  2. puput says:

    terimakasih telah memberiku pengetahuan tentang pemanfaatan internet….tetapi klo bisa lebih delengkapin lagi ya informasinya…..^_^…….

  3. mohammad says:

    ada metode untuk mengembangkan e-learning, anda coba pelajari SCORM, http://www.adl.gov , disana nanti anda download SCORM.DocSuite.zip ada 4 file .pdf yang berisi panduan untuk mengembangkan e-learning.. semoga bermanfaat

  4. san says:

    saya sangat setuju bila elearning mulai diterapkan mulai saat ini. Dengan elearning, Indonesia sebagai negara kepulauan di mana persoalan pendidikan yang belum diperoleh secara merata mungkin dapat teratasi. Salam kenal… http://gurumuda.wordpress.com

Trackbacks/Pingbacks

Leave a Reply




Video PPSDMS

Perpustakaan Keliling PPSDMSMilad 5 PPSDMS 2002-2007

Testimonial

Berpikir Strategis
Berpikir Strategis
Yuda Dian Harja*) Beberapa waktu yang lalu, Bapak Dr. Daniel M. Rosyid pernah berbicara di Asrama Regional 4 Surabaya tentang berfikir strategis. Mungkin sudah terlalu lama, tetapi saya fikir tema ini masih sangat relefan untuk direnungkan. Saya ing...

Leadership Corner

Kepemimpinan Thalut di Masa Kegoncangan Politik
Kepemimpinan Thalut di Masa Kegoncangan Politik

Sapto Waluyo
Kehadiran seorang pemimpin sangat diharapkan untuk mewujudkan stabilitas sosial-politik. Sebaliknya, kekosongan kursi kepemimpinan (vacuum of leadership) akan memancing suasana kegoncangan, bahkan pertikaian politik. Hal itu terjadi di masa lalu dan masa sekarang dengan fenomena yang beragam.
Ironisnya, di tengah situasi ketidakpastian itu seringkali tampil segelintir elite yang memiliki ambisi tersendiri untuk mencapai puncak kekuasaan. Manuver [...]

Portal Peserta PPSDMS