Duta Muda ASEAN dari Indonesia
Muhammad Agus Salim Sihotang
Ada yang istimewa dalam peringatan ulang tahun ASEAN pada 8 Agustus 2007 lalu. Asosiasi Negara-negara se-Asia Tenggara itu memasuki usia ke-40 tahun dan Departemen Luar Negeri Republik Indonesia menyambutnya dengan pemilihan Duta Muda ASEAN dari Indonesia. Tak ada yang menduga sebelumnya, alumni PPSDMS Regional 1 Jakarta Angkatan 2, Muhammad Agus Salim, terpilih sebagai Runner Up alias Wakil Duta Muda ASEAN.
“Alhamdulillah, akhirnya saya terpilih untuk mewakili bangsa Indonesia untuk berdiplomasi people to people (antar warga). Ini sebuah misi yang tak mudah di tengah kondisi bangsa yang baru pulih dari krisis. Semoga saya bisa membawa nama baik bangsa dalam pergaulan dunia,” ujar Agus yang bermarga Sihotang. Perjuangan Agus cukup sengit, karena dia harus menyisihkan 4500 peserta dari seluruh Tanah Air. Pada tahap final hanya tersisa 20 orang yang harus masuk karantina selama sepuluh hari di Jakarta. Dalam karantina itu diberi pembekalan tentang diplomasi, pengembangan diri, dan sejarah ASEAN.
Pada tahap seleksi yang menentukan itu para pakar dari berbagai macam instansi menguliti habis kualitas peserta. Mereka berasal dari lembaga Daya Dimensi Indonesia, Departemen Luar Negeri, Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, MarkPlus, Marta Tilaar dan lain-lain. Puncak pemilihan atawa Grand Final diliput dan disiarkan langsung secara nasional melalui media TVRI. Panel Juri terdiri dari tokoh penting: Guruh Soekarnoputra, Prita Gani, Hermawan Kartajaya, Dino Patti Jalal, Hariyadi Wirawan, dan kawan-kawan.
Sebagai Duta Muda ASEAN, Agus harus siap mengikuti beragam acara di fora internasional, antara lain: menjadi pembicara pada ASEAN-Japan Youth Leader Summit di Tokyo dan mengikuti Program Kapal Pemuda ASEAN-Jepang yang mengunjungi lima negara ASEAN, yaitu Singapura, Thailand, Vietnam, Malaysia dan Indonesia. “Cukup melelahkan, tapi saya senang karena dapat menyuarakan keistimewaan negeri kita di antara negara-negara sahabat,” ungkap Agus, yang lahir di Temanggung pada 15 Agustus 1985. Dari namanya, orang akan menyangka dia asli made in Sumatera Utara.
Di tengah kesibukan sebagai Duta Muda ASEAN, Agus sempat mengikuti short course tentang European Economics di Universitaet des Saarlandes, Jerman. Agus yang lulus dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia tahun 2007 ini berangkat bersama 10 peserta lain atas bantuan DAAD (Deutsch Akademie und Austausch Dienst), yakni Lembaga Pendidikan dan Pertukaran Jerman. Itu lembaga resmi pemerintah Jerman yang telah memberangkatkan ribuan mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi di negeri asal Albert Einstein.
Program kursus singkat semacam itu diselenggarakan setiap tahun di hampir seluruh universitas di Jerman. Universitaet des Saarlandes adalah salah satunya, terletak di barat daya, berbatasan dengan Perancis. “Hanya lima menit menggunakan bus umum, sampailah kita ke Perancis,” kata Agus yang memperoleh Student Industrial Award dari German Industrial Consortium. Jenis kursus yang ditawarkan pun beragam, mulai dari teknik, hukum, ilmu budaya, dan humaniora. Agus memilih bidang European Economics untuk mengetahui permasalahan mutakhir ekonomi di benua yang telah membentuk Uni Eropa. Selama dua bulan (September-Oktober 2007) belajar di negeri orang, ia menyadari pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan demi mewujudkan kemajuan bangsa. [spt]




Assalamulaikum, mas Agus.
Subhanalloh, mas Agus telah dikaruniai otak yang cerdas olehNya. Semua orang juga tahu bahwa untuk bisa berkarir di lembaga2 bonafit adalah relatif sangat sulit, apalagi institusinya di tingkat regional seperti ASEAN ini. kalu bukan orang yang benar2 berkompeten ya jelas sulit untuk bisa join di Asean. Bersyukur mas agus mendapat kesempatan untuk mengikuti pendidikan di PPSDMS, dan pasti disana memperoleh banyak sekali pengalaman terutama masalah kepemimpinan. sedikit curhat, bahwa cita2 saya adalah mjd pegawai di lingkungan DEPLU RI, tapi proses seleksinya konon ckup sulit dan berbobot. Tapi hal itu malah membuat sy temotivasi untuk terus belajar tentang berbagai bidang yang tentunya bisa dikaitkan dgan materi seleksi di deplu itu sendiri. dan saya pikir itu semua ada dalam program asrama PPSdMS seperti yang telah mas agus ikuti. Sy pun berharap nantinya juga bisa mengikuti proses seleksinya. kebetulan sekarang sudah ada pembukaan pndaftaran. yaa..h smoga smuany lncar,. sukses y mas, mudah2an bs mmbwa nma baik bgsa