Beasiswa & Pembinaan Mahasiswa Berprestasi dari Berbagai Daerah di Indonesia

Bertualang dan Berbisnis di Alam Maya

Agus Muhammad Ustad:

Bagi Anda yang rajin meng-klik situs resmi PPSDMS Nurul Fikri (www.ppsdms.org) wajib mengenal tokoh yang satu ini. Begitu pula, bagi calon peserta yang kerepotan untuk mendaftar secara online untuk menjadi peserta angkatan keempat (2008-2010), maka bisa menyampaikan keluhan kepada tokoh di balik layar. Dialah Agus M. Ustad, alumni PPSDMS Regional IV Surabaya, angkatan kedua (2004-2006).

 

Sarjana fisika lulusan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya itu sebenarnya amat menyukai dunia pendidikan dan penelitian. ”Saya suka mengajar. Sebuah kebanggaan ketika kita bisa membuat orang yang tidak tahu menjadi tahu,” ungkap Agus yang lahir di Jombang, tanggal 29 Maret 1984. Oleh karena itu, awalnya ia berniat menjadi dosen atau meneruskan minat di bidang penelitian.

 

Bagi Agus yang menggondol IPK 3,81 saat lulus, dunia pendidikan dan penelitian itu tak terbatas di kampus saja. Masih banyak tempat lain yang menantang rasa ingin tahu dan potensi kreatif manusia. Untuk itu, ia memilih berkarir di bagian R & D (Research & Development) di PT Elnusa Geosains, sebuah perusahaan nasional yang mengurus jasa perminyakan. Di perusahaan itu, saat ini ia sedang melakukan riset untuk mengembangkan software seismic processing untuk mengolah data seismik. ”Intinya, mengolah data yang dapat memberikan gambaran struktur bawah permukaan bumi. Data itu juga yang selama ini dipergunakan untuk mencari kemungkinan-kemungkinan lokasi reservoar minyak dan gas bumi,” jelas Agus.

 

Selain bekerja menguliti lapisan bumi, Agus juga aktif berorganisasi di berbagai lembaga profesi geosaintis. Saat ini ia menjadi pengurus FESI (Formation Evaluation Society of Indonesia), perkumpulan ahli petrofisika dan evaluasi formasi di Tanah Air. Perlu diketahui, formasi yang dimaksud adalah lapisan-lapisan tanah di bawah permukaan bumi, bukan formasi barisan, bila sedang apel pagi. Walau bertampang serius, Agus dikenal humoris. Ia pun aktif membantu di AAPG (American Association of Petroleum Geologist) untuk wilayah Asia Pacific. Lalu, terdaftar sebagai anggota SEG ( Society of Exploration Geophysicist) dan HAGI (Himpunan Ahli Geofisika Indonesia). Dengan status keanggotaan yang beragam itu, Agus berkesempatan mengikuti berbagai konferensi ilmiah tahunan yang diselenggarakan organisasi profesi perminyakan, seperti HAGI, IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia), dan IPA (Indonesian Petroleum Association). Sesekali ia didaulat sebagai panitia, atau diundang menjadi presenter ilmiah.

 

Agus telah memancangkan niat untuk mengembangkan karir di dunia geosains. Dalam budaya Jawa, dikenal pepatah “Sadumuk bathuk, sanyari bumi” untuk menggambarkan kesetiaan seseorang kepada kampung halaman atau Tanah Airnya. Dengan mengenal kekayaan alam Indonesia, maka Agus mengembangkan patriotisme dan nasionalisme yang positif. Jangan sampai kekayaan alam kita justru dicermati lebih teliti oleh bangsa lain, dan akhirnya didominasi modal asing.

 

Dunia geosains di ranah industri seringkali berhubungan dengan komputer dan internet, sehingga Agus jadi terjerumus di alam virtual. Ia tidak puas hanya sebagai pelaku pasif, akhirnya menetapkan internet sebagai hobi. Tidak cuma browsing atau chatting sampai bosan, tapi juga mendalami cara membuat web dan berbisnis di alam maya. “Sumpah deh, saya tak punya background IT. Lha, kuliah di bidang Geofisika kan minim banget kurikulum IT-nya,” papar Agus. Petualangan di dunia bit dilakukan secara otodidak!

 

Proyek online pertamanya ialah membuat situs untuk Jurusan Fisika ITS. Kasihan sekali, waktu ia kuliah, jurusan Fisika ITS tak punya website. Akhirnya, ia nekad merancang Content Management System (CMS) sendiri. Sayang, setelah ia lulus dan bekerja, tampaknya tidak ada generasi penerus yang merawat proyek itu. Setelah itu, ia semakin mengenal dunia Open Source, khususnya CMS. Banyak sekali komunitas yang mengembangkan CMS gratis. Orang awam sekalipun bisa membuat web, tanpa harus dipusingkan web programming dan ongkos tambahan.

 

Ada CMS open source asli Indonesia. Dua di antaranya yang terkenal adalah AuraCMS dan Endonesia. Sayang, pengembangan kedua CMS ini masih terpusat secara personal atau komunitas kecil, dan kurang perofesional. Hal itu menunjukkan masih terbatasnya pemanfaatan teknologi informasi di Indonesia dibanding negara lain. Pada Agustus 2007, Agus diberi amanah untuk membenahi website PPSDMS. “Wah, ini sebuah tantangan besar mengurusi web sebuah yayasan sosial yang pernah membesarkan saya selama dua tahun. Saya sengaja merombak keseluruhan struktur web PPSDMS dan dirancang susunan yang baru,” cetus Agus. Ia menggunakan CMS Wordpress yang sedang populer di dunia open source, karena CMS itu sederhana dan praktis, sehingga semua pengurus PPSDMS bisa dengan mudah menggunakannnya. Selain itu, Wordpress dikenal sangat ampuh dari sisi Search Engine Optimization (SEO), sebuah teknik untuk membuat website mempunyai posisi (ranking) yang baik di mesin pencari, semisal Google dan Yahoo.

 

Saat Pengurus Pusat menantang Agus untuk membuat registrasi online bagi calon perserta PPSDMS angkatan IV, ia menjawab: “Siapa takut?”. Di sela-sela kesibukan kantor, ia garap program itu, sampai harus bermalam di markas Lenteng Agung. Tidak sampai sepekan akhirnya kelar juga. Agus mengakui, hasilnya masih jauh dari sempuna. Tapi, Manajer Program PPSDMS, Muhammad Ichsan mengacungi dua jempol.

 

“Dalam waktu satu setengah bulan, sudah lebih dari 600 calon peserta yang mencoba mendaftar secara online di lima kota. Namun, sampai tanggal18 Maret 2008, pada jam 09:00, tercatat 383 pendaftar yang telah melengkapi berkas, yakni dari Universitas Indonesia (77 mahasiswa), Institut Teknologi Bandung (26), Universitas Padjadjaran bandung (40), Universitas Gadjah Mada (80), ITS (58), Universitas Airlangga (12), dan Institut Pertanian Bogor (90),” Ichsan memaparkan. Teknologi maya memang menerabas segala halangan birokrasi.

 

Selain mengurusi web PPSDMS, Agus juga mengurusi situs AAPG Asia Pacific di http://aapgasiapacific.org. Ia juga ingin mengembangkan web yang peduli dengan dunia pendidikan, sehingga meluncurkan http://klubsains.com. Namun, saat ini jarang di-update karena kesibukan kantor. Suatu hari ia berkomitmen untuk mengembang web itu, sehingga bisa memberi warna berbeda di dunia e-learning di Indonesia. Negara maju semisal Singapura atau Australia telah mengembangkan e-learning dengan pesat, termasuk di India dan Cina yang kini berkembang menjadi macan ekonomi baru.

 

Agar tak kalah gaul, Agus pun meluncurkan blog pribadi di http://agus.ustadz.net, tapi lagi-lagi jarang di-update. Ia masih sempat mengelola beberapa web lain yang fokus di bidang web-design, web-programming, dan bidang yang diminatinya. Ibaratnya, ia menjadi penjaga dari sejumlah warung informasi yang dikelola jarak jauh. Dahsyat sekali, jangkauan pengaruh informasi dewasa ini.

 

Agus tergolong pemuda yang suka menghadapi tantangan. Bosan dengan dunia web-design dan programming, ia berkenalan dengan internet marketing. Ia belajar bagaimana caranya menghasilkan uang melalui internet. Mata batinnya terbuka, begitu banyak cara menghasilkan uang di jagat bit, mulai dari yang halal sampai yang haram, semuanya ada. “Tergantung, bagaimana kita memilah-milah bisnis yang sesuai dengan prinsip dan kesibukan kita,” tandas Agus. Saat ini, ia menerima pesan desain untuk blog/website di kala luang. Salah seorang kliennya berasal dari Ukraina, negeri yang jauh di Eropa Timur, bekas jajahan Uni Sovyet.

 

Klien itu sangat puas dengan pekerjaan Agus, meski tak pernah bertatap muka. Hasilnya lumayan, bisa menambal ongkos makan siang. Teman-temannya yang bekerja penuh waktu di dunia internet marketing sudah ada yang mendapat penghasilan melebihi gaji anggota parlemen! Agus berprinsip, semua pekerjaan yang ditekuni dengan baik, insya Allah, akan memberikan hasil yang memuaskan dan penuh berkah.

 

Demikianlah kisah Agus, pemuda berkacamata minus yang gemar berpetualang dan berbisnis di alam maya. PPSDMS amat bersyukur karena salah seorang alumninya terbukti bersikap terbuka terhadap perkembangan zaman dan bergaul lintas benua, tapi tetap berada di jalan yang benar. Semoga “agus-agus” lain akan lahir di seluruh pelosok negeri ini. [spt]

Since Good Leaders Are Not Good Enough (Bagian 4) Berpikir Serba-sistem dan Berpikir Strategik

One Response to “Bertualang dan Berbisnis di Alam Maya”

Comment by yuda harja
2008-06-07 18:17:25

keren banget bang …
luar biasa …. !!!

 
Name
E-mail
Website
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

PPSDMS Didukung Sepenuhnya Oleh:


tertarik untuk berperanserta?